Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PEMBERIAN TERAPI MUSIK KLASIK UNTUK MENSTIMULASI PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK TUNA GRAHITA EMBISIL RINGAN DI TKLB WIYATA BHAKTI TUBAN Novia Dwi Astuti; Suhartono Suhartono; Widiharti Widiharti; Ervi Suminar
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i2.445-449

Abstract

Perkembangan kognitif merupakan suatu proses genetik, yaitu suatu proses yang didasarkan atas mekanisme biologis perkembangan sistem syaraf. Dengan makin bertambahnya umur seseorang, maka semakin kompleksnya susunan sel syarafnya dan semakin meningkat pula kemampuannya. Ketika Individu berkembang menuju kedewasaan, akan mengalami adaptasi biologis dengan lingkungannya yang akan menyebabkan adanya perubahan-perubahan kualitatif didalam struktur kognitifnya (Piaget 1896-1980). Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk menerapkan penelitian sebelumnya tentang pengaruh terapi musik klasik terhadap perkembangan kognitif anak tuna grahita embisil ringan. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada anak tunagrahita di TKLB Wiyata Bhakti Tuban berjumlah 12 anak dengan  menggunakan SOP pemberian terapi musik klasik dan menilai perkembangan kognitifnya selama 4 kali pemberian sesuai dengan hasil penelitian pengaruh pemberian terapi musik klasik terhadap perkembangan kognitif anak tuna grahita embisil ringan di SDLB Negeri Tuban di bulan Februari 2020. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan sebagian responden memiliki perkembangan kognitif kurang sebelum distimulasi yaitu 4 (33,3%) anak dan sebagian besar responden memiliki kognitif cukup setelah distimulasi yaitu 8 (66,7%) anak. Hasil pengabdian masyarakat ini diharapkan  mampu meningkatkan kognitif pada anak dengan tuna grahita katagori embisil ringan dengan selalu sesering mungkin menstimulasi anak dengan memberikan terapi musik klasik.
Studi Kecemasan Masyarakat Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Dusun Tawun Desa Kumpulrejo Bangilan Tuban Novia Dwi Astuti; Suhartono Suhartono; Zanica Dwi Kustinaningsih
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v3i1.4028

Abstract

Virus corona merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan yang menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat bahkan kematian. Kecemasan adalah kondisi patologis yang ditandai dengan perasaan takut disertai dengan tanda-tanda somatik yang menunjukkan sistem saraf otonom hiperaktif, kekhawatiran, kecemasan, ketakutan, dan rasa tidak aman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran kecemasan masyarakat di masa pandemi Covid-19 di Dusun Tawun, Desa Kumpulrejo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan memahami fenomena sosial dari sudut pandang peserta dengan mengumpulkan data menggunakan teknik wawancara terstruktur dengan pengambilan sampel non-probabilitas dengan metode seleksi purposive, yaitu teknik pengambilan sampel dengan memilih sampel di antara populasi sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh peneliti. Hasil dalam penelitian ini adalah kecemasan selama pandemi Covid-19 yang meliputi kecemasan umum, termasuk merasa panik, takut dan khawatir ketika mendengar bahwa seseorang terdekat dengan Anda terinfeksi Covid-19. Gangguan panik masyarakat dapat diatasi dengan menyibukkan diri dengan beraktivitas. Kecemasan sosial masyarakat antara lain merasa takut, panik dan khawatir serta kecemasan obsesif, masyarakat saling memberikan saling pengertian kepada tetangga untuk terus menerapkan protokol Kesehatan dan 5M untuk mencegah dugaan Covid-19. sebanyak 6 informan (100%) mengalami siklus tidurnya terganggu, 6 informan (100%) merasa khawatir, panik, dan takut ketika mendengar orang terdekatnya meninggal karena Covid-19 yang mengakibatkan penurunan nafsu makan dan konsentrasi di masyarakat dan 6 informan lainnya (100 %) mengatakan akan mengambil langkah-langkah seperti isolasi mandiri di rumah masing-masing, pergi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk konsultasi dan mengetahui gejala Covid-19.
PENGARUH PENYULUHAN CUCI TANGAN TERHADAP PENGETAHUAN ANAK TUNAGRAHITA DI SDLB NEGERI TUBAN Novia Dwi Astuti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 1 No. 2 (2019): Desember: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.573 KB) | DOI: 10.47859/wuj.v1i2.123

Abstract

Students are expected to get knowledge about clean and healthy lifestyle or in Indonesian is called Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). In fact, the program that is set by the government in PHBS application isn't optimally executed. The first survey data shows that the mental-disabled student's knowledge about PHBS (hand-washing) is less. The purpose of this research is for knowing the influence of hand-washing Education towards PHBS knowledge to mental-disabled students. Methods: The population of this research is 30 mental-disabled students from state mental-disabled elementary school of Tuban or SDLB Negeri Tuban with hand-washing learning SOP and questionnaire paper for knowledge scoring. The independent variable is clean hand-washing training and the dependent variable is PHBS knowledge to mental-disabled student  that scored by structural interview with pre-test and post-test. Results: As the result, it shows the most respondents have enough knowledge before the treatment, that is 18 (60,0%) students and almost all respondents have good knowledge after the treatment, that is 28 (93,3%) student. Conclusion: From this research result, the school is expected to apply the clean hand-washing training to develop PHBS knowledge learning in school periodically.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG IMUNISASI PADA IBU DI POSYANDU DESA KEDUNGJAMBE SINGGAHAN Nurus Safaah; Novia Dwi Astuti; Aris Puji Utami; Dwi Kurnia PS
ABDIMASNU: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): ABDIMASNU
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.08 KB) | DOI: 10.47710/abdimasnu.v1i1.66

Abstract

Immunization or immunity against disease threats is the main goal of vaccination. In essence, immunity can be possessed passively or actively. Both can be obtained naturally or artificially (Ranuh, 2008). Therefor it is necessary to do immunization to prevent disease attacks that affect the nutritional status of children. This activity was carried out on Wednesday, May 20 2020 at 09.00-10.00 at the Posyandu in the village of Kedungjambe Singgahan using the lecture and question and answer method using leaflet media. From the results of the Health Education carried out, it was found that the awareness of parents to give immunizations to their children was quite good, but there were some parents (mothers) who sometimes ignored the immunization schedule so that sometimes it was too late to give immunizations to children. Immunization is an effort to provide immunity to infants and children and pregnant women against certain diseases. Immunization of children under five at the Posyandu in Kedungjambe Singgahan village is generally quite good and most of them have met the immunization schedule, only a few mothers are sometimes late to give immunizations
Self-efficacy and self-care among non-hemorrhagic stroke patients: A cross-sectional study Priyo Sasmito; Mugi Hartoyo; Treesia Sujana; Sudrajat Sudrajat; Sukirman Lie; Novia Dwi Astuti; Adil Setia Gulo; Ultra Madani; Fahrun Nur Rosyid
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v8i4.1054

Abstract

Background:  Self-care is a vital component in the recovery process of non-hemorrhagic stroke patients, who often encounter physical and psychological challenges that reduce their independence. One influential factor in self-care ability is self-efficacy. Purpose: To determine the relationship between self-efficacy and self-care in non-hemorrhagic stroke patients. Method: A descriptive correlational, specially focusing on cross-sectional method. The study took place from December 2023 – December 2024 in Dr. Kariadi General Hospital, Semarang. The independent variable was self-efficacy dependent variable is self-care in non-hemorrhagic stroke patients. Using purposive sampling and lameshow formula 55 participants were selected who met specific inclusion and exclusion criteria. The analysis proceeded with a univariate test to determine the frequency distribution of respondent’s characteristics, followed by bivariate analysis using pearson correlation. Results:  Here strong and statistically significant positive relationship r = 0.698, p = 0.000 between self-efficacy and self-care wiith a mean self-efficacy of 25.57±4.60 and self-care of 56.32±16.8, concluded that greater levels of self-efficacy are significantly correlated with greater self-care ability. Conclusion: The study a significant positive correlation between self-efficacy and self-care in non-hemorrhagic stroke patients, indicating that increased confidence in patients correlates with their ability to engage in self-care independently.
Kegiatan deteksi dini penyakit kardiovaskuler melalui pemeriksaan 3D human disease Astuti, Novia Dwi; Istiana, Fuji; Iswidowati , Irma Tri; Setyowati , Ayu Wulandari; Sasmito, Priyo
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 4 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i4.999

Abstract

Background: Cardiovascular disease is a leading cause of death in Indonesia, making early detection crucial for reducing morbidity and mortality. Purpose: To detect potential cardiovascular disorders non-invasively and quickly. Methods: A health screening using 3D Human Disease technology was conducted during a plenary session of the Dharma Wanita Persatuan (DWP) of the Tuban Regency Regional Disaster Management Agency (BPBD) involving 25 members and 10 BPBD staff. The method used included a 3D Human Disease examination, which utilizes a laptop to detect the entire human body, providing immediate analysis of the condition of organs and the circulatory system. This was followed by a brief interview regarding lifestyle and interpretation of the results. Results: Some participants showed early signs of cardiovascular disorders, such as hypertension and metabolic disorders, as indicated by the device's interpretation. Most of those diagnosed with cardiovascular disorders were members over 40 years of age. Conclusion: This activity demonstrates that a technology-based preventive approach can increase health awareness and become part of a routine health screening program within women's organizations. Suggestion: This activity demonstrates the need for further examinations by medical personnel and increased health education for Dharma Wanita members. Keywords: Cardiovascular disease; Early detection; 3D Human Disease Pendahuluan: Penyakit kardiovaskuler merupakan salah satu penyebab utama kematian di Indonesia, sehingga upaya deteksi dini menjadi sangat penting dalam menurunkan angka morbiditas dan mortalitas. Tujuan: Untuk mendeteksi potensi gangguan kardiovaskuler secara non-invasif dan cepat. Metode: Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan menggunakan teknologi 3D Human Disease dalam kegiatan pleno Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban sebanyak 25 anggota dan 10 staf BPBD Kabupaten Tuban. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan menggunakan alat 3D Human Disease yang menggunakan perantara lapotop ini mampu mendeteksi seluruh tubuh manusia dengan hasil langsung menganalisis kondisi organ dan sistem peredaran darah, dilanjutkan dengan wawancara singkat terkait gaya hidup dan interpretasi hasil pemeriksaan. Hasil: Menunjukkan bahwa sebagian peserta menunjukkan indikasi awal gangguan kardiovaskuler, seperti hipertensi dan gangguan metabolik yang ditunjukkan di interpretasi alat tersebut, dengan sebagian besar yang terdeteksi gangguan kardiovaskuler adalah anggota dengan usia di atas 40 tahun. Simpulan: Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan preventif berbasis teknologi dapat meningkatkan kesadaran kesehatan dan menjadi bagian dari program rutin pemeriksaan kesehatan di lingkungan organisasi perempuan. Saran: Kegiatan ini adalah perlunya pemeriksaan lanjutan oleh tenaga medis serta peningkatan edukasi kesehatan bagi anggota Dharma Wanita.
PEMBERIAN TERAPI MUSIK KLASIK UNTUK MENSTIMULASI PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK TUNA GRAHITA EMBISIL RINGAN DI TKLB WIYATA BHAKTI TUBAN Astuti, Novia Dwi; Suhartono, Suhartono; Widiharti, Widiharti; Suminar, Ervi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i2.445-449

Abstract

Perkembangan kognitif merupakan suatu proses genetik, yaitu suatu proses yang didasarkan atas mekanisme biologis perkembangan sistem syaraf. Dengan makin bertambahnya umur seseorang, maka semakin kompleksnya susunan sel syarafnya dan semakin meningkat pula kemampuannya. Ketika Individu berkembang menuju kedewasaan, akan mengalami adaptasi biologis dengan lingkungannya yang akan menyebabkan adanya perubahan-perubahan kualitatif didalam struktur kognitifnya (Piaget 1896-1980). Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk menerapkan penelitian sebelumnya tentang pengaruh terapi musik klasik terhadap perkembangan kognitif anak tuna grahita embisil ringan. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada anak tunagrahita di TKLB Wiyata Bhakti Tuban berjumlah 12 anak dengan  menggunakan SOP pemberian terapi musik klasik dan menilai perkembangan kognitifnya selama 4 kali pemberian sesuai dengan hasil penelitian pengaruh pemberian terapi musik klasik terhadap perkembangan kognitif anak tuna grahita embisil ringan di SDLB Negeri Tuban di bulan Februari 2020. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan sebagian responden memiliki perkembangan kognitif kurang sebelum distimulasi yaitu 4 (33,3%) anak dan sebagian besar responden memiliki kognitif cukup setelah distimulasi yaitu 8 (66,7%) anak. Hasil pengabdian masyarakat ini diharapkan  mampu meningkatkan kognitif pada anak dengan tuna grahita katagori embisil ringan dengan selalu sesering mungkin menstimulasi anak dengan memberikan terapi musik klasik.