Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Simetris

PERANCANGAN APLIKASI PENGUJIAN KEWASPADAAN MASINIS KERETA API DI INDONESIA Budiawan, Wiwik; -, Sriyanto; Raditya, R. Frans
Jurnal Simetris Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Simetris
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.008 KB)

Abstract

ABSTRAK   Dalam sebuah kecelakaan kereta api banyak faktor yang dapat berkontribusi menyebabkan terjadinya kecelakaan. Dinas perhubungan darat membagi penyebab kecelakaan kereta api menjadi beberapa faktor, antara lain sarana, prasarana, sumber daya manusia (SDM) operator, eksternal, dan alam. Kesalahan manusia (Human error) merupakan salah faktor terjadinya suatu kecelakaan kereta api di Indonesia. Salah satu human error yang dilakukan oleh seorang masinis yakni ketidakwaspadaan saat mengendalikan  kereta api. Terdapat aplikasi pengujian tingkat kewaspadaan pekerja, salah satunya dengan aplikasi Psychomotor Vigilance Task (PVT). Namun pengujian dengan menggunakan PVT sangatlah sederhana dan hanya menggunakan variabel rasa kantuk (sleepiness) dan kelelahan (fatigue) saja. Selanjutnya, dilakukannya perancangan aplikasi pengujian kewaspadaan yang baru dengan menambahkan variabel monoton. Output dari aplikasi ini merupakan data pendukung dari aplikasi analisis kecelakaan kereta api Human Factor Analysis and Classification System-Indonesia Railroad (HFACS-IR) yang dikembangkan sebelumnya.   Kata kunci: PVT, kesalahan manusia, kelelahan, HFACS-IR
PERANCANGAN APLIKASI PENGUJIAN KEWASPADAAN MASINIS KERETA API DI INDONESIA Wiwik Budiawan; Sriyanto -; R. Frans Raditya
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Simetris
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.008 KB) | DOI: 10.24176/simet.v5i2.224

Abstract

ABSTRAK Dalam sebuah kecelakaan kereta api banyak faktor yang dapat berkontribusi menyebabkan terjadinya kecelakaan. Dinas perhubungan darat membagi penyebab kecelakaan kereta api menjadi beberapa faktor, antara lain sarana, prasarana, sumber daya manusia (SDM) operator, eksternal, dan alam. Kesalahan manusia (Human error) merupakan salah faktor terjadinya suatu kecelakaan kereta api di Indonesia. Salah satu human error yang dilakukan oleh seorang masinis yakni ketidakwaspadaan saat mengendalikan kereta api. Terdapat aplikasi pengujian tingkat kewaspadaan pekerja, salah satunya dengan aplikasi Psychomotor Vigilance Task (PVT). Namun pengujian dengan menggunakan PVT sangatlah sederhana dan hanya menggunakan variabel rasa kantuk (sleepiness) dan kelelahan (fatigue) saja. Selanjutnya, dilakukannya perancangan aplikasi pengujian kewaspadaan yang baru dengan menambahkan variabel monoton. Output dari aplikasi ini merupakan data pendukung dari aplikasi analisis kecelakaan kereta api Human Factor Analysis and Classification System-Indonesia Railroad (HFACS-IR) yang dikembangkan sebelumnya. Kata kunci: PVT, kesalahan manusia, kelelahan, HFACS-IR
KAJIAN AWAL SIMULASI KOMPUTER MODEL KEBIJAKAN PENENTUAN JUMLAH OPTIMAL ARMADA BUS RAPID TRANSIT (BRT) SEMARANG Wiwik Budiawan; Ary Arvianto; Nabiel Putra Adam
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 7, No 1 (2016): JURNAL SIMETRIS VOLUME 7 NO 1 TAHUN 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.786 KB) | DOI: 10.24176/simet.v7i1.531

Abstract

Keberadaan Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Semarang diharapkan dapat menjadi salah satu solusi akan permasalahan kemacetan, adanya BRT ini terutama pada trayek perjalanan koridor II, ternyata mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat pengguna, terbukti dari meningkatnya permintaan yang terjadi dari tahun 2012 hingga 2013 yakni hampir menyentuh angka 90% dari tahun sebelumnya. Dari hasil pengamatan pada trayek perjalanan Koridor II yang telah dilakukan, ternyata diketahui bahwa pada beberapa shelter (halte) terjadi permintaan yang cukup tinggi, dan akhirnya pada saat peak hour armada BRT tidak mampu menampung seluruh permintaan yang terjadi, sehingga mengakibatkan penumpang harus menunggu lebih lama untuk dilayani oleh armada tersebut. Hal tersebut memicu permasalahan baru yakni kurang optimalnya jumlah armada yang beroperasi dan juga jadwal antar keberangkatan armada yang kurang menyesuaikan kondisi ketika tingginya permintaan pada setiap halte. Adapun metode yang digunakan adalah dengan melakukan pendekatan sistem, yang selanjutnya melakukan pemodelan sistem transportasi dan simulasi computer yang terjadi pada rute perjalanan tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah rancangan model simulasi dalam bentuk model matematis dan simulasi komputer. Variabel pengendali pada model matematis dan simulasi komputer adalah frekuensi waktu antar kedatangan armada BRT, sehingga diharapkan mengurangi panjang antrian penumpang. Kata kunci: sistem transportasi, pemodelan sistem, simulasi komputer.