Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI PENERAPAN GOOD HANDLING PRACTICES (GHP) PADA BERAS ORGANIK Suswadi Suswadi; Agung Prasetyo; Haryuni Haryuni; Achmad Fatchul Aziez; Dwi Susilo Utami; R. Soelistijono; Sapto Priyadi
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v2i2.2006

Abstract

Kelompok Tani Mulyo I, dalam mengembangkan pertanian organik telah menerapkan Good Agriculture Practices (GAP-organik) pedoman tentang cara budidaya tanaman organik yang baik dan sesuai dengan ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Tahun 2016. Tetapi kulitas beras masih rendah, karena kelompok tani belum menerapkan Good Handling Practices (GHP-organik) secara baik. Pengelolaan pascapanen masih dilakukan dengan alat dan tempat yang sangat sederhana. Kondisi ini mempengaruhi tingkat efisiensi bisnis dan kualitas beras rendah sehingga mempengaruhi volume penjualan beras yang rendah. Oleh sebab itu untuk meningkatkan kualitas beras bahwa proses pengelolaan pascapanen pada pengabdian masyarakat telah dilakukan pelatihan dalam penanganan pascapanen beras organik sesuai dengan pedoman GHP-Organik yang ditetapkan Badan Standar Nasional (BSN). Dari Hasil pengabdian ini diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Petani mampu membuat perncanaan yang didasarkan pada permasalahan tentang penanganan pasca panen beras organik di kelompok tani Tani Mulyo I. (2) Petani mampu membuat lantai penjemuran sesuai standar GHP dan mampu melakukan penjemuran secara baik, (3) Petani mampu mengoperasikan mesin penggilingan secara baik. (4) Petani mampu melakukan grading dan sorting beras organic secara baik, (5) Petani mampu mengoperasikan alat timbangan digital secara baik.
PENDAMPINGAN OTOMASI MANAJEMEN QURBAN (PERSIAPAN, DAN DISTRIBUSI DAGING) DI MASJID AL–BUKHARI SINGOPURAN – KARTASURA Sapto Priyadi; Wiyono; Eko Hartoyo; R. Soelistijono; Haryuni Haryuni
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v2i2.2048

Abstract

Pelaksanaan penyembelihan hewan qurban dalam rangka hari raya ‘Idul Adha di masjid Al-Bukhari Singopuran Kartasura dilaksanakan oleh panitia. Kepanitiaan tersebut dibentuk oleh Ta’mir masjid yaitu menujuk Seorang Ketua Panitia, dengan tugas pokok mempersiapkan kepanitiaan secara lengkap dan pelaksanaan qurban secara cerdas dan tuntas. Pelaksanaan qurban bukanlah hal yang sederhana, karenqa di dalamnya melibatkan banyak pihak. Terkait dengan perihal tersebut Ketua Panitia membentuk person in charge team yang memiliki kompetensi dalam menjalankan tugasnya. Pelaksanaan qurban di Masjid Al-Bukhari dilaksanakan atas dasar syar’i dengan mengacu pada Qur’an surat Al-Hajj (36), sehingga dalam pelaksanaannya memerlukan manajemen qurban yang tegas dan handal yaitu: kebijakan, aturan dan tatatertib mudah dimengerti, praktis dilaksanakan, terprogram dan akurasinya tinggi. Terkait dengan perihal tersebut penulis yang kebetulan warga dan jama’ah Masjid Al-Bukhari menginisiasi otomasi manajemen qurban dengan berbasis program excel. Otomasi manajemen tersebut digunakan dalam: 1) menentukan besaran nominal iuran qurban sapi yang ditanggung 7 orang, 2) nominal pengelolaan per ekor kambing, 3) perhitungan perolehan daging sapi maupun kambing quban, 4) jatah daging untuk shahibul/pelaku qurban dan panitia sebagai wakil (hukum muwakkil), 5) pembagian daging qurban sebagai hadiah maupun yang dishadaqohkan, serta 6) neraca keuangan.
Impact of carbofurans on sweet corn pest predators: A study of good agroecosystem practices Sapto Priyadi; Lutfi Ali Setiawan; Dwi Susilo Utami; Achmad Fatchul Aziez; R. Soelistijono; Haryuni
JURNAL ILMIAH AGRINECA Vol. 22 No. 2 (2022): JURNAL ILMIAH AGRINECA
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/afp.v22i2.2029

Abstract

Sweet corn (Zea mays var. Saccharata, Sturt) is a horticultural crop with high economic value. Sweet corn plants are susceptible to attack by plant pest organisms, reducing production yields. Using synthetic chemical pesticides of the carbamate group can reduce the diversity of predatory insects as biological controllers. Many farmers do not know about the role of predatory insects in agriculture, so there is often a mistarget in control. This study aimed to determine the diversity of predatory insects on sweet corn. The research was conducted in Cabeyan, Sukoharjo district, using the descriptive observation method. Data collection is done directly. In this study, several types of predatory insects were found, including three species from the Araneae order, two from the Odonata, one from the Hymenoptera, one from the Diptera, and one species from the Coleoptera.
Rhizoctonia mycorrhizae application and watering intervals on Dendrobium violaceoflavens seedling: a study of its effect on drought stress R Soelistijono; Daryanti Daryanti; Haryuni Haryuni; Irvansyah Cahya Perwita; Dian Rakhmawati
Jurnal Agro Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/21123

Abstract

Dendrobium violaceoflavens merupakan spesies asli Papua, habitat alaminya adalah daerah dengan curah hujan tinggi sehingga akan menjadi masalah bila dibudidayakan dan terlambat dalam penyiraman. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh aplikasi Rhizoctonia mikoriza dan interval penyiraman pada pertumbuhan vegetatif bibit D. violaceoflavens terhadap cekaman kekeringan (faktor abiotik). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor dan 5 ulangan. Faktor pertama: dengan dan tanpa aplikasi Rhizoctonia mikoriza, faktor kedua adalah interval penyiraman 2 hari, 4 hari dan 6 hari. Hasil penelitian menunjukkan [1] aplikasi Rhizoctonia mikoriza berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dengan nilai tertinggi 2,43 cm, jumlah daun 3,17 helai, dan jumlah akar 4,6 helai; [2] Interval penyiraman berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dengan nilai tertinggi 2, 85 cm, jumlah daun 3,35 helai, jumlah akar 5,27 helai, dan bobot segar 1,23 g; [3] Interaksi pemberian Rhizoctonia mikoriza dan interval penyiraman 4 hari berpengaruh nyata pada panjang daun 1,90 cm dan jumlah daun 3,70 helai, dan pada akar terbentuk struktur peloton. Hasil terbaik diperoleh pada aplikasi Rhizoctonia mikoriza dan interval penyiraman 4 hari dalam penanggulangan cekaman kekeringan.ABSTRACTDendrobium violaceoflavens is a native species of Papua, its natural habitat is an area with high rainfall that will be a problem if it is cultivated and watering is delayed. The aim of this study was to determine the effect of Rhizoctonia mycorrhizae application and watering interval on vegetative growth of D. violaceoflavensseedlings on drought stress (abiotic factors).Research used a Completely Randomized Design (CRD) with 2 factors and 5 replications. First factor was with and without application of Rhizoctonia mycorrhizae, second factor was watering interval of 2 days, 4 days and 6 days. The result showed that [1] the application of Rhizoctonia mycorrhizae had a significant effect on plant height with the highest value of 2.43 cm, number of leaves 3.17 leaves, number of roots 4.6 leaves; [2] watering interval significantly affected on plant height with the highest value of 2.85 cm, number of leaves 3.35 sheets , number of roots 5.27, fresh weight of 1.23 g; [3] Interaction between Rhizoctonia mycorrhizae and watering interval of 4 days significantly affected on leaf length 1.90 cm, leaf number 3.70 sheets and a peloton structure was formed on the root. Best results were obtained on the application of Rhizoctonia mycorrhizae and watering interval of 4 days in overcoming the drought stress.
INOVASI PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DENGAN TEKNOLOGI ZERO WASTE BERORIENTASI PADA GOOD MANAGEMENT-GARBAGE PRACTICES Sapto Priyadi Priyadi; R. Soelistijono; Achmad Fatchcul Aziez; Haryuni Haryuni; Wiyono Wiyono
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v3i1.2247

Abstract

Paradigma masyarakat terhadap sampah padat yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga pada umumnya dibuang agar tidak lagi berada di lingkungannya. Pengelolaan sampah di tingkat rumag tangga tergantung pada tingkat pendidikan, penghasilan, tingkat pemahaman dan kesadaran bahaya sampah apabila tidak dikelola dengan baik. Anggota masyarakat yang telah memahami dan sadar, pembuangan sampah dilakukan secara terstruktur, yaitu dibungkus dan dibuang di prasarana pembuangan sampah sementara tingkat rumah tangga yang telah disediakan, kemudian diambil oleh petugas sampah tingkat lingkungan untuk dibuang di tempat pembuangan sampah sementara tingkat kalurahan. Anggota masyarakat yang telah dan/atau belum paham serta belum sadar bahaya sampah, penelolaannya dilakukan dengan cara dibakar di sekitar rumah, atau dibungkus dan dibuang di pinggir jalan, di lahan kosong atau di sungai. Membuang sampah sembarangan selain merusak pemandangan, menimbulkan bau tidak sedap dan mencemari lingkungan, sampah bisa menjadi tempat berkembangbiaknya kuman penyebab penyakit. Dampak buruk dari tindakan tersebut dalam jangka pendek mencemari udara dengan gas dioxan, metan dan sulfuric acid, dalam jangka menengan/panjang menyebabkan tersebarnya wabah penyakit diare, leptospirosis, demam tifoid, penyakit pes, dan shigellois serta dapat menurunkan kualitas hidup manusia. Merubah pola fikir anggota masyarakat terkait pengelolaan sampah yang tidak sehat dan sampah tidak bermanfaat, menjadi tanggung jawab bersama antara masyarakat dan stakeholder tingkat desa. Penulis yang mempunyai kompetensi yang didukung pengalaman hasil riset serta merupakan bagian dari warga Singopuran, terpanggil untuk berbagi ilmu good management-garbage practices kepada masyarakat dan stakeholder tingkat desa Singopuran – Kartasura. Inovasi good Management-garbage practices penulis sampaikan dalam forum diskusi dengan stakeholder tingkat kalurahan (Kepala Desa, Ketua Badan Perwakilan Desa dan Ketua BUMDES). Gambaran singkat inovasi pengelolaan sampah: timbulan sampah rumah tangga (dari dapur) dimasukkan dalam wadah (plastik) à dikondisikan di depan rumah (aman dari hujan dan gangguan binatang) à limbah sampah diambil oleh petugas (penggrobag) à dibawa ke tempat pembuangan sementara (TPS) – Singopuran; di TPS timbulan sampah dilakukan pemilahan pendahuluan (secara manual): batang kayu, besi pecahan kaca, limbah elektronik, lembaran spon, styrofoam dan ban) à sampah campuran plastik dan bahan organik masuk ke mesin pemilah dan pencacah bahan organik; 1) plastic outer secara manual dipilah berdasarkan warna dan jenis à pressing à penjualan. 2) luaran cacahan bahan organik, processed à a) media tanam dan b) pupuk organik padat (berupa pellet) à packaging à penjualan. Styrofoam, plastik tidak laku, spon dan karet masuk ke mesin pirolisis à liquid smoke anorganik, arang dan tar à raw material paving-block. Sebagian padatan organik (50%) + potongan-potongan kayu dan tempurung kelapa à mesin pirolisis à precursor pestisida nabati à a) pestisida nabati dalam kemasan; timbulan arang + tar à b) briket.
PENJAMINAN MUTU PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DI TPS SINGOPURAN YANG BERORIENTASI PADA GOOD GARBAGE PRACTICES Sapto Priyadi Priyadi; R Soelistijono; Achmad Fatkhul Aziez; Haryuni Haryuni
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v3i2.2609

Abstract

Pengelolaan sampah organik di TPS Singopuran – Kartasura, dilaksanakan dengan konsep optimalisasi proses secara bertahap dan penjaminan mutu produk luaran yang brorientasi pada nilai kemanfaatan dan zero waste. Optimalisasi proses secara bertahap yang sekarang dilaksanakan dengan menggunakan mesin pemilah plastik dan seresah sampah organik. Seresah sampah organik yang keluar dari mesin berupa cacahan atau potongan-potongan kecil dengan ukuran ± 2 cm. Proses peningkatan nilai manfaat potongan bahan organik direncanakan menjadi media tanam dalam pot yang disebut bio-star media, pupuk bokhasi bio-star, pupuk bio-star pellet dan pestisida organik. Proses pembuatan sarana produksi pertanian tersebut berorientasi pada mutu produk dan mengikuti standar operasional prosedur yang telah ditetapkan. Pengelolaan sampah di TPS Singopuran – Kartasura mengikuti alur prosedur penjaminan mutu secara lengkap, yang dimulai dari visi, misi dan tujuan serta berbagai standar operasional prosedur yang telah ditetapkan. Visi pengelolaan TPS desa Singopuran – Kartasura bernarasi “Menjadi Perusahaan Pengolahan Sampah Mapan dan Unggul"; ungkapan kata “mapan” pada visi berarti maju terdepan, karena proses pengolahan sampah berbasis teknologi mekanisasi ramah lingkungan dan luarannya berupa produk unggul (siap bersanding dan bersaing dengan produk serupa), serta mengolah limbah sampah menjadi produk bernilai guna tanpa limbah. Program pengelolaan limbah sampah dari rumah tangga tersebut dilaksanakan secara bertahap terkait dengan penerapan teknologi mekanisasi pengolahan sampah, perihal tersebut dilakukan karena keterbatasan anggaran. Ungkapan kata unggul dalam visi tersebut karena pengelolaan sampah berorientasi pada good garbage practices dan zero waste, serta produk luaran berupa: 1) media tanam dalam pot (bio-star media), 2) pupuk bokhasi bio-star, 3) pupuk organik bio-star pellet, 4) pembuatan kultur mikroba (konsorsium mikroba dekomposer) bahan organik, 5) pestisida organik format liquid smoke, dan 6) liquid aggregate beton dan/atau bahan bakar reaktor pirolisis, serta 7) pembuatan briket dari arang limbah reaktor pirolisis sebagai dukungan bahan bakar secara mandiri.
EFEKTIFITAS DAUN MAHONI (Swietenia mahagoni L. Jacq.) SEBAGAI BIOPESTISIDA Spodoptera litura F. PADA TOMAT R Soelistijono
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v8i2.4107

Abstract

Daun mahoni berpotensi sebagai biopestisida (pestisida nabati) karena mengandung senyawa aktif seperti saponin, alkaloid, tanin, dan flavonoid yang berpotensi sebagai pengendali organisme pengganggu tanaman (OPT) salah satunya hama Spodoptera litura F.. Penelitian biopestida dari daun mahoni dengan proses ekstraksi sederhana perlu dilakukan untuk mengetahui keefektifannya dalam mengendalikan hama ulat grayak dan pengaruhnya terhadap tanaman tomat. Penelitian yang telah dilaksanakan sejak bulan September sampai dengan Desember 2022. Penelitian dilaksanakan di dukuh Jloko Tengah, desa Plosorejo, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar menggunakan metode rancangan acak kelompok lengkap (RAKL). Terdapat 4 perlakuan penyemprotan yaitu biopestisida daun mahoni dengan konsentrasi 0%, 10%, 15%, dan 20% setiap perlakuan diulang 6 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biopestisida ekstrak daun mahoni dengan konsentrasi 10%, 15% dan 20% dapat menekan serangan hama ulat grayak dan juga berpengaruh pada parameter hasil pada tanaman tomat. Persentase dan intesitas serangan tertinggi terjadi pada kontrol (P0)dengan persentase sebesar 27,53% dan intensitas sebesar 25,46% sedangkan persentase serangan terendah pada konsentrasi 20% (P3) dengan persentase sebesar 4,09% dan intensitas sebesar 2,05%. Hasil parameter hasil jumlah buah dan berat buah pada tanaman tomat tertinggi pada perlakuan konsentrasi 20% (P3) dengan jumlah buah sebesar 29,77 buah dan berat buah sebesar 1642,27 gram sedangkan yang terendah pada perlakuan kontrol (P0) dengan jumlah buah sebesar 21,20 buah dan berat buah sebesar 1209,10 gram pada tanaman tomat.
THE EFFECT USING RHIZOCTONIA MYCORRHIZAEE ON Dendrobium nandia anindhita SEEDLING R Soelistijono; K Aprilliyan; Daryanti Daryanti
Journal of Biodiversity and Biotechnology Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Biodiversitas (P3BB) LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jbb.v1i2.56352

Abstract

Dendrobium nandia anindhita orchid is a favored hybrid of orchid because it flowers easyly and has high variety of flower colors. The aim of this study was to determine the effect of the application of Rhizoctonia mycorrhizaee on seedling Dendrobium hybrid orchids. It is expected that the seedling will have the characteristics of the Dendrobium orchid species. The research was carried out in a green house and laboratory of the Faculty of Agriculture, Tunas Pembangunan University. The design used was a completely randomized design with one variable and 25 seedling samples each. The results showed: (1) Microscopically, Rhizoctonia mycorrhizaee had the following characteristics: Fungal hyphae growing on PDA media were white, branches of Rhizoctonia mycorrhizaee hyphae formed elbows and had septa; (2) The application treatment of Rhizoctonia mycorrhizaee (M) had a significant effect on the parameters of plant height, number of leaves, number of roots, root length and plant fresh weight, treatment (M) had no significant effect on parameters of leaf length; (3) Morphological observations showed that the orchid plants that were applied to Rhizcotonia mycorrhizae had greener leaf colors, more leaves, and longer roots than those without Rhizcotonia mycorrhizae.
Application of Rhizoctonia mycorrhiza and without Rhizoctonia mycorrhiza in improving vegetative growth of Dendrobium nindii seedlings R Soelistijono; Daryanti Daryanti; Siti Mardhikasari; Tyara Yunika Sari; Dian Rakhmawati
Jurnal AGRO Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/30844

Abstract

Dendrobium is a genus of orchid that has the most attraction among the public rather than other types, especially for orchid species such as Dendrobium nindii type. The obstacle in cultivating orchids species is the slow vegetative growth when compared to orchids resulting from crosses (hybrid orchids). This research aimed to determine the vegetative growth of D. nindii seedlings using Rhizoctonia sp. The research was conducted at the Greenhouse, Faculty of Agriculture, Tunas Pembangunan University from January to July 2023. The research used quantitative descriptive method consisting of one treatment with six replications and each replications contained ten plants. The factor was application of Rhizoctonia mycorrhiza and without application of Rhizoctonia mycorrhiza. The results showed that (1) the morphological characteristics of Rhizoctonia mycorrhiza were white colonies, with right-angled branches and two nuclei, (2) the application of mycorrhizal Rhizoctonia had a very significant effect on the vegetative growth of D. nindii as shown in the parameters of plant height, leaf length, number of leaves, root length, number of roots and fresh weight of seedlings, and (3) there was an association of Rhizoctonia mycorrhiza with the formation of the peloton structure.ABSTRAKDendrobium merupakan salah satu genus anggrek yang memiliki daya tarik paling banyak di masyarakat diantara jenis anggrek lainnya terutama untuk anggrek spesies seperti Dendrobium nindii. Kendala dalam budidaya anggrek spesies adalah pertumbuhan vegetatif yang lambat bila dibandingkan dengan anggrek hasil persilangan (anggrek hibrida). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan vegetatif bibit D. nindii dengan menggunakan Rhizoctonia sp. Penelitian dilakukan di Rumahkasa Fakultas Pertanian Unversitas Tunas Pembangunan dari Januari sampai Juli 2023. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan enam ulangan dan setiap ulangan terdiri enam tanaman. Faktor perlakuan adalah aplikasi Rhizoctonia mikoriza dan tanpa aplikasi Rhizoctonia mikoriza. Hasil penelitian menunjukkan (1) ciri morfologi Rhizoctonia mikoriza berupa koloni berwarna putih, dengan percabangan siku-siku dan berinti dua, (2) pemberian Rhizoctonia mikoriza berpengaruh sangat nyata pada pertumbuhan vegetatif D. nindii  yang ditunjukan pada parameter tinggi tanaman, panjang daun, jumlah daun, panjang akar, jumlah akar dan berat segar bibit, dan (3) terjadi asosiasi Rhizoctonia mikoriza dengan terbentuknya struktur peloton.
The effectiveness of garlic extract against Spodoptera litura on Chili Firmansyah, Efrin; Hidayat, Cecep; Roosda, Anna Aina; Pradana, Adinda Nurul Fatah Adi; Soelistijono, R
Kultivasi Vol 22, No 3 (2023): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v22i3.50318

Abstract

Spodoptera litura is a polyphagous pest and attack many families of cultivated plants, such as chili plants. Application of synthetic pesticides is still the mainstay for controlling this pest in the field. To support eco-friendly plant protection management, it is important to explore potential natural materials such as garlic extract. This research aims to determine the potential of garlic extract in controlling S. litura on chili plants, and to see its indirect effect on chili yield. The research was carried out in two sites, in the laboratory and the field. The experiment used a completely randomized design with 6 treatments and 4 replications. The concentrations of garlic extract, i.e., control (0%), 24%, 26%, 28%, 30%, and 32%. The results showed the application of garlic extract had a significant effect on the mortality of S. litura, the frequency of attacks, and the intensity of pest attacks in the field, and had an effect on the variable number of fruit and fruit weight of chili plants. The LC50 and LC90 values reached 19.66% and 29.97% in the laboratory, and 28.30% and 34.3%% in the field, respectively. The LT50 and LT90 values from the 32% garlic extract in the laboratory were respectively 3.37 and 7.23 days. The application of garlic extraction affected growth and yield, i.e. healthy leaves, number of fruits, and weight of fruits in chili. The garlic extract is potentially used as an organic pesticide to suppress the S.litura attacks while keeping the plant's growth and yield.