Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

ANALISIS KEBUTUHAN PARKIR DI PASAR LOS SUNGAI PINYUH KABUPATEN MEMPAWAH Tarida Ita; Siti Nurlaili Kadarini; Heri Azwansyah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i3.59083

Abstract

Pasar Los Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah merupakan pasar yang sering dikunjungi masyarakat sekitar maupun masyarakat dari berbagai daerah, dengan banyaknya pengunjung yang berparkir kendaraannya di kawasan Pasar Los di jam– jam sibuk,  dan pada saat hari – hari libur kendaraan sering parkir menggunakan badan jalan sehingga mengganggu lalu lintas pada jalan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis karakteristik durasi, akumulasi parkir dan mengetahui kebutuhan ruang parkir, metode yang digunakan adalah durasi parkir, akumulasi parkir, kapasitas parkir, indeks parkir dan kebutuhan parkir. Dengan diketahuinya kebutuhan petak parkir, petak parkir akan dibuat sesuai dengan kebutuhan parkir minimum kendaraan, kendaraan roda dua sebanyak 43 SRP , Pasar Los Jalan Jurusan Mempawah, 22 SRP untuk Jalan Ahmad Yani, 14 SRP petak parkir roda empat Jalan Jurusan Mempawah 14 SRP untuk Pasar Los Jalan Ahmad Yani 13 SRP  sudah mencukupi. Kata kunci :Parkir, Kebutuhan Parkir, Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah.
PEMANFAATAN KARET ALAM SEBAGAI BAHANTAMBAH MATERIAL ASPAL TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN LASTON (AC-WC) - Basir; Komala Erwan; Heri Azwansyah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v6i3.36520

Abstract

Untuk memperbaiki campuran agregat aspal, dapat pula dengan dimodifikasi sifat-sifat pisik aspal khususnya pada berat jenis, penetrasi dan titik lembeknya, dengan menggunakan bahan tambah ini  bisa mengurangi kepekaan aspal terhadap temperatur dan keelastisannya. Karet Alam adalah bahan tambah untuk campuran (AC-WC). Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan beberapa campuran aspal yang menggunakan variasi kadar karet (0%, 2%, 4%, 6%, dan 8%), dan masing masing kadar karet dibuat 15 benda uji untuk setiap kadar aspal 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, 7%. Dari hasil analisa kadar aspal normal didapat nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) yaitu 6,0%. Dan untuk kadar aspal karet 2% dan 4% didapat  nilai KAO sebesar 6,0%, untuk kadar aspal karet 6% didapat nilai KAO sebesar 6,45%, dan kadar aspal karet 8% didapat nilai KAO sebesar 6,5%. Dari data yang telah diteliti dapat di tarik kesimpulan bahwa aspal karet memiliki stabilitas yang lebih rendah dari aspal normal, dalam segi ekonomis juga lebih mahal dari aspal normal akan tetapi aspal karet memenuhi syarat dan spesifikasi yang telah ditentukan.Kata kunci: karet alam Laston (AC-WC), Spesifikasi Bina Marga 2010
EVALUASI GEOMETRIK JALAN SERIMBU-NGABANG KECAMATAN AIR BESAR(STUDI KASUS: STA 19+100 SAMPAI STA 20+000 KABUPATEN LANDAK) Bambang Irawan; Komala Erwan; Heri Azwansyah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i3.42801

Abstract

Permasalahan yang terjadi pada ruas jalan Ngabang - Serimbu adalah Lebar jalan, jari-jari dan superelevasi. Hasil analisis kondisi eksisting Tikungan 1,2,3 dan 4 memiliki lebar jalan 5,2 m berdasarkan syarat menurut Direktorat Bina Marga direkomendasikan dengan lebar 6m. Superelevasi eksisting pada tikungan 1 yaitu 7,29%, tikungan 2 yaitu 5,99%, tikungan 3 yaitu 5,95% dan tikungan 4 yaitu 3,38%, melakukan perbaikan berdasarkan analisis dengan kecepatan rencana 50 km/jam didapat tikungan 1 yaitu 5,29%, tikungan 2 yaitu 6,36%, tikungan 3 yaitu 5,82% da tikungan 4 yaitu 6,88%. Jari jari pada tikungan 1,2,3 dan 4 adalah R1<R2 syarat menurut Direktorat Bina Marga, direkomendasikan jari jari R1 > R2. Berdasakan analisis alinyemen vertikal untuk tikungan 1 kelandaian eksisting tikungan 1 yaitu g1=7,8% dan g2=11,8% berdasarkan syarat Direktorat Bina Marga direkomendasikan kelandaian sebesar 9%. Lengkung vertikal 1 adalah cekung, lengkung vertikal 2 dan 3 adalah cembung. Rekomendasi perbaikan geometrik menggunakan kecepatan rencana 50 km/jam bertujuan untuk merencanakan tikungan yang landai membuat pengendara lebih aman dan nyaman saat melewati tikungan. Jenis tikungan dari pendekatan ketiga jenis tikungan FC, SCS dan SS untuk tikungan 1 , 2 ,3 dan 4 adalah jenis tikungan spiral-circle-spiral pemilihan jenis tikungan ini diambil dari nilai Ts ,Es serta total panjang lengkung terpendek dengan jenis tikungan yang lain.Kata Kunci : Kecepatan Rencana ( Vr ), Jari-jari ( RC ), Superelevasi ( e ), Alinyemen horisontal , Alinyemen vertikal.
EVALUASI KINERJA DERMAGA SENG HIE Bella Liberty; - Akhmadali; Heri Azwansyah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i2.42153

Abstract

Dermaga Seng Hie berada di wilayah Kota Pontianak, yang secara administrasi berada di Jalan Sultan Muhammad kelurahan Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja Dermaga Seng Hie. Data yang digunakan dalam evaluasi kinerja Dermaga ini melalui data primer seperti melakukan pengamatan langsung dan melakukan wawancara terhadap pihak terkait. Adapun data sekunder yang diperoleh yaitu data fisik pelabuhan, data jumlah bongkar muat barang, data jumlah kapal yang bertambat, dan layout pelabuhan. Dari hasil evaluasi kinerja pelabuhan tersebut diperoleh kinerja arus kapal yang kurang baik berdasarkan standarisasi PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Pontianak. Untuk realisasi kinerja bongkar muat barang rata-rata 6,05 ton/jam. Sedangkan realisasi untuk kinerja berdasarkan pemanfaatan utilitas dan sarana penunjang bulan Desember 2019 diperoleh BTP 15,29 ton/m dan BOR 39,14%, maka Dermaga Seng Hie masih dapat menerima kapal yang lebih banyak untuk melakukan bongkar muat. Prediksi jumlah truk yang dibutuhkan yaitu 29 truk/hari, dimana hasil prediksi tersebut sudah sesuai dengan kondisi lapangan. Dari perhitungan proyeksi dalam 5 tahun kedepan arus kunjungan kapal dan arus kunjungan barang di Dermaga Seng Hie mengalami penurunan. Sehingga kinerja Dermaga Seng Hie untuk 5 tahun kedepan juga mengalami penurunan.Kata Kunci: evaluasi kinerja dermaga, Dermaga Seng Hie, Berth Troughput (BTP), Kinerja Bongkar Muat, Berth Occupancy Ratio (BOR
Analisis Kinerja Simpang Jalan Imam Bonjol – Jalan Daya Nasional Kota Pontianak Menggunakan Metode PKJI 2023 dan Software PTV Vissim Gabriela Cassandra; Heri Azwansyah; S.Nurlaily Kadarini
JURAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 4 No. 3 (2025): Desember : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurritek.v4i3.8293

Abstract

Increasing traffic activity at unsignalized intersections often results in congestion and delays. The intersection of Jl. Imam Bonjol and Jl. Daya Nasional experiences these conditions, making performance evaluation necessary. This research tends to scrutinize the intersection performance under existing conditions and five-year projected conditions and to identify appropriate improvement measures. The analysis was carried out using the 2023 Indonesian Road Capacity Guidelines (PKJI 2023) and PTV VISSIM microsimulation software. Data on intersection geometry, vehicle speed, and traffic volume were collected through CCTV observations on weekdays and weekends. The results show that under existing conditions, the degree of saturation reached 1.170 with an average delay of 33.75 seconds (LOS D). In the five-year projection, the degree of saturation increased to 1.239 with an average delay of 53.69 seconds (LOS E). These findings indicate a decline in intersection performance, highlighting the need for alternative traffic management measures to improve operational performance and service levels.
Analisis Keselamatan dan Kenyamanan Lalu Lintas terhadap Penggunaan Traffic Light di Simpang Empat Jl. Raden Kusno – Jl. A. Djaelani – Jl. Raden Sujarwo, Kecamatan Mempawah Hilir Muhammad Taufiq Muzadi; Chairunnisa Chairunnisa; Heri Azwansyah; Erni Yuniarti; S. Nurlaily Kadarini
JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58169/jwikal.v5i1.1056

Abstract

This research is motivated by the increasing urban activities in Mempawah Hilir District as a Regional Activity Center, which has led to high traffic movement at the intersection of Jl. Raden Kusno – Jl. A. Djaelani – Jl. Raden Sujarwo. The diversity of land use and the meeting of arterial and collector roads create potential traffic conflicts and accident risks. The installation of traffic lights is implemented as a traffic control measure; however, its effectiveness in improving safety and comfort needs further analysis. This study aims to assess traffic safety and comfort conditions after the implementation of traffic lights at the intersection. A quantitative approach was used with primary and secondary data. Primary data were obtained through questionnaires on road users’ perceptions and field observations, while secondary data included traffic accident records from Mempawah Police and spatial development data from Google Earth Pro, Google Maps, Copernicus, and Google Colab. The analysis employed descriptive-comparative, spatial descriptive, and scoring methods. The results show that traffic lights implemented since August 2023 have reduced traffic accidents and improved safety conditions, although not yet optimal compared to the lowest accident rate in 2021. Increased land use activity and traffic volume influence this condition. User perceptions indicate improved comfort internally, but external factors such as road conditions and side obstacles still reduce comfort and safety.