Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Dinamika Rahn: Mengungkap Faktor-faktor Pendorong Pertumbuhan Praktik Illegal dalam Industri Gadai di Indonesia Rizkan Polem, T.; Sri Sudiarti; Marliyah
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9 No 4 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v9i4.23163

Abstract

Masalah dalam industri gadai di Indonesia melibatkan praktik gadai illegal yang masih marak meskipun sudah ada regulasi. Maka, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahu masalah dan faktor-faktor yang mendorong pertumbuhan praktik illegal dalam industry gadai di Indonesia. Pendekatan kualitatif ini melalui pengembangan kasus yang bersumber dari literatur, media massa, dan data-data pergadaian dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hasil penelitian menunjukkan Peraturan OJK Nomor 31/POJK.05/2016 bertujuan meningkatkan standar operasional dan transparansi, serta mencegah praktik gadai illegal dengan menetapkan persyaratan ketat terkait perizinan, barang jaminan yang sah, dan prosedur penjualan barang jaminan yang transparan. Namun, banyak entitas gadai menolak mengurus perizinan karena dianggap memberatkan. Faktor pendorong lain adalah kurangnya kesadaran mengenai regulasi dan lemahnya penegakan hukum serta pengawasan. Praktik gadai illegal merugikan konsumen, industri pergadaian resmi, dan upaya pemerintah dalam menciptakan sistem keuangan yang sehat, serta melanggar prinsip syariah. Untuk mengatasi masalah ini, OJK dan Satgas PASTI telah memblokir banyak entitas illegal dan meningkatkan edukasi keuangan, menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam mengatasi praktik gadai illegal.
Strategi Peningkatan Penyaluran Pembiayaan Mudharabah pada Bank Syariah di Indonesia Hakim Sitompul, Muhammad; Sri Sudiarti; Marliyah
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9 No 4 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v9i4.23194

Abstract

Pembiayaan mudharabah menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan pada Desember 2023, meningkat sebesar 18,08% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Meski demikian, persentase pembiayaan mudharabah hanya 2,16% dari total pembiayaan, jauh di bawah pembiayaan murabahah dan musyarakah yang mendominasi. Mudharabah, sebagai salah satu produk unggulan perbankan syariah, bertujuan untuk kerjasama berbasis bagi hasil antara pemilik modal dan pengelola usaha. Namun, penyalurannya masih minim di Indonesia akibat risiko tinggi, kurangnya pemahaman nasabah, dan kendala operasional. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi yang dapat meningkatkan penyaluran pembiayaan mudharabah di bank syariah Indonesia. Pembiayaan ini berperan penting dalam menggerakkan ekonomi mikro dan UMKM. Namun, implementasinya menghadapi tantangan transparansi dan risiko nasabah. Metodologi penelitian meliputi pengumpulan data primer melalui wawancara dan data sekunder dari laporan statistik perbankan syariah, serta analisis data kualitatif menggunakan metode tematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa faktor internal seperti kurangnya kemampuan petugas bank dalam menganalisa usaha nasabah dan sulitnya pemantauan usaha menjadi hambatan utama. Eksternal, nasabah sering kali tidak jujur dalam laporan keuangan dan regulasi yang ketat dari OJK juga menambah tantangan. Strategi efektif meliputi pelatihan berkala untuk petugas bank, penggunaan teknologi untuk pemantauan, dan kerjasama dengan lembaga keuangan lainnya seperti koperasi syariah. Kesimpulannya, pembiayaan mudharabah memiliki potensi besar namun memerlukan strategi yang tepat untuk mengatasi tantangan dan risiko yang ada.
Identifikasi Kasus Wanprestasi dalam Kontrak Kafalah Irawan, Harry; Sri Sudiarti; Marliyah
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9 No 4 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v9i3.23344

Abstract

Penelitian ini mengidentifikasi dan menganalisis kasus wanprestasi dalam ekonomi, khususnya dalam kontrak kafalah. Metode penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data melalui observasi, melalui sumber dokumen atau media massa. Temuan menunjukkan bahwa wanprestasi sering terjadi dalam berbagai situasi, termasuk di sektor fintech peer-to-peer lending dan ekonomi syariah. Faktor penyebab wanprestasi meliputi kegagalan ekonomi, kurangnya literasi keuangan, risiko bisnis, dan kelalaian atau pelanggaran oleh pihak yang dijamin. Dampak wanprestasi mencakup kerugian finansial signifikan, rusaknya kepercayaan, konsekuensi hukum, dan kerugian immaterial seperti stres dan ketidakpastian. OJK berperan penting dalam mengawasi dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan, serta melindungi konsumen dan pelaku usaha jasa keuangan dari risiko wanprestasi. Upaya pengawasan dan mitigasi yang dilakukan OJK, termasuk melalui POJK Nomor 22 Tahun 2023, bertujuan untuk menjaga stabilitas dan integritas sektor jasa keuangan di Indonesia. Penelitian ini menekankan pentingnya penilaian risiko yang ketat dan edukasi keuangan untuk meminimalkan risiko wanprestasi dalam kontrak kafalah.
Stability Analysis of the Dinar Dirham as an Alternative Currency for the Islamic World Sri Sudiarti; Wahyu Syarvina
International Journal of Economics (IJEC) Vol. 1 No. 1 (2022): January-June
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijec.v1i1.372

Abstract

The dinar and dirham can last decades to become a formidable medium of exchange, as gold and silver have the highest suitability as money rather than commodities. However, some people believe there are alternative currencies besides gold and silver. Starting to implement and use the dinar and dirham currencies is part of muamalah activities. The wheel of Islamic economics is driven by the dinar and dirham cycle, where a currency is used as a medium of exchange, storage, or fair value of wealth. This will lead to the prosperity of humanity. This study aims to find out evidence of the stability of the dinar and dirham values by using qualitative research methods which are methods of understanding and extracting meaning from what happens to various individuals or groups, originating from humanitarian or social problems. Sources of data obtained from textbooks, journals, manuscripts, etc., and sources obtained from trusted websites. The dinar and dirham currencies are alternatives that can be used as a medium of exchange in the current economy so that the period of socialization and education for the community must be in collaboration with other factors in various elements of society, the world of education, and most importantly the policies made by the government are in line with in tune with the principles of Islamic economics in various aspects of life.
The Role of Islamic Law in Increasing Public Understanding of Islamic Values in Sharia Banks munawaroh; Nurhayati; Sri Sudiarti
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 002 (2024): Pena Justisia (Special Issue)
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Understanding Islamic law is something that is often seen in implementing an existing contract in Islamic banks or Islamic financial institutions. But currently, many people do not understand this matter. Therefore, from these problems, the researcher wanted to test the variables of Islamic Law Understanding (X1), Islamic Economic Literacy (X2) and Religisutas (X3) on the Understanding of Islamic Values in Sharia Banks (Y). This study uses a quantitative approach with the SmartPLS analysis tool. The results of the study found that there was an influence of the variable Literacy of Islamic law understanding (X1) had a significant effect on the understanding of Islamic Values in Sharia Banks (Y) by 44.10%. Then Islamic economic literacy (X2) has a significant effect on the Understanding of Islamic Values in Sharia Banks (Y) by 27.47%, and lastly there is no influence of Religiosity (X3) on the Understanding of Islamic Values in Sharia Banks (Y).