Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Cara Penularan, Gejala dan Perawatan Flu Burung Kamaliah Kamarudzaman; Johannes Hudyono
Jurnal Kedokteran Meditek vol. 14 no. 38 September-Desember 2006
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v14i38.179

Abstract

PEngaruh Iklan Obat di Televisi dan Radio pada Penduduk Desa Palalangon, Jawa Barat Johannes Hudyono
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 6 No. 17 Oktober-Desember 1998
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v6i17.943

Abstract

Gambar Kadar Gula Darah dan Kolesterol Pejabat Struktural UKRIDA Johannes Hudyono; Diana S Raharja
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 3 No. 6 Mei-Agustus 1995
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v3i6.962

Abstract

Diagnosis dan Penatalaksanaan Fibroadenoma Payudara Ni Putu Yudiartini Putri; Johannes Hudyono
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v20i53.1018

Abstract

AbstrakFibroadenoma merupakan tumor jinak pada payudara perempuan yang paling umum ditemukan.Penyebab pasti fibroadenoma tidak diketahui. Namun, terdapat beberapa faktoryangdikaitkandengan penyakit ini, antara lain peningkatanmutlakaktivitasestrogen. Fibroadenoma berkembangdari unit lobular duktus terminal karena proliferasitak terkendali dari komponen epitel dan stroma yangmelibatkan bagian darijaringan sekitarnya. Fibroadenoma memilikiduapuncak insiden:pada dekade ketiga dan kelima kehidupan, tetapi mereka juga dapat terjadi setelahmenopause sebagaiakibatdari terapisulih hormon. Fibroadenoma dapatditemukan sebagai nodul diskret, biasanyasoliter, dapat digerakkan secara bebas, dan berukuran 1-10 cm. Tumor jinak jenis ini dapatdidiagnosis banding dengan tumorfilodes, papiloma intraduktal, dan kista payudara. Pilihan terapiyang dapat dilakukan antara lain operasi eksisi, cryanoablasi, dan Radiofrequency ablation.Tinjauanpustaka inibertujuan untuk memberi gambaran dasar fibroadenoma payudara.Kata kunci:diagnosis, penatalaksanaan, fibroadenomaAbstract Fibroadenoma is the mostcommon benign tumors in the breast. The exactetiology is unknown.However, there are severalfactorsassociatedwith this disease, among others,isthe absoluteincreaseofestrogenactivity.Fibroadenoma occurred fromterminalductlobularunitdue touncontrolled proliferationofepithelialand stromal components involvingpartofthe surroundingtissue. Incidenceoffibroadenomas has two peaks:in third andfifth decadesoflife, buttheyalsocan occur after menopause as a result of hormone replacementtherapy . Fibroadenomacould befoundasdiscretenodules, usuallysolitary,freely movabl, and measuring 1-10 cm. Thistypeofbenign tumor canbe differentialdiagnosed with phyllodestumor, intraductalpapilloma, and breastcysts. Therapeuticoptionsaresurgicalexcision,cryanoablasi, and radiofrequencyablation. Thisliterature review aims toprovide a basic overview of breast fibroadenoma.Key Words:diagnosis, management, fibroadenoma
Risiko Meningkatnya Penyakit Kardiovaskular karena Aterotrombosis pada Penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) yang Diperantarai Enzim Matriks Metaloproteinase 9 (MMP-9) Febyan .; Jovian Adinata; Sri Handawati Wijaya; Johannes Hudyono
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 21 No. 57 September-Desember 2015
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v21i57.1167

Abstract

AbstrakPenyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan penyebab kematian ke-5 di dunia dan menjadi penyebab kematian ke-6 di Indonesia. Sedangkan penyakit kardiovaskular menjadi salah satu penyebab utama kematian baik di negara maju maupun berkembang, termasuk Indonesia. Dalam patogenesis PPOK diketahui bahwa enzim matriks metaloproteinase-9 (MMP-9) yang dilepaskan oleh makrofag alveolar dapat menyebabkan hipersekresi mukus, sehingga terjadi penyempitan saluran pernapasan dan keterbatasan aliran udara. Enzim MMP-9 ini ternyata memiliki hubungan dalam meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, diketahui bahwa enzim MMP-9 mendegradasi matriks ekstraselular pada pembuluh darah, sehingga menimbulkan aterotrombosis yang merupakan penyebab tersering terjadinya penyakit kardiovaskular. Kata kunci: PPOK, MMP-9, penyakit kardiovaskular AbstractChronic obstructive pulmonary disease (COPD) is the 5th leading cause of mortality in the world and the 6th in Indonesia. While cardiovascular disease is one of the major causes of mortality in developed and developing countries, including Indonesia. In COPD pathogenesis, it is known that matriks metaloproteinase-9 enzyme (MMP-9) which is released by alveolar macrophages could cause mucus hypersecretion followed by narrowing of airway and limitation of airflow. Furthermore, MMP-9 enzyme appeared to having a correlation with the increasing risk of cardiovascular disease, it has been known that MMP-9 enzyme also degrades the extracellular matriks into the blood vessel causing atherothrombotic which is the most common cause of cardiovascular disease. Keywords: COPD, MMP-9, Cardiovascular disease 
Penggunaan Insulin untuk Pasien Diabetes Melitus dari Generasi ke Generasi Diporapdwijoyo Sinoputro; Felicia Rezkhi Putri; Givela Harsono Jomeiputri; Lia Angelina Simbolon; Maria Priscilla; Novy Triandani Limbong; Nurul Aisyah Binti Ismail; Rebecca Yolanda; Sumindah .; Sylvia Asteria; Johannes Hudyono
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 21 No. 55 Januari - April 2015
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v21i55.1201

Abstract

AbstrakDiabetes melitus adalah suatu penyakit kronik metabolik atau kondisi dimana terjadi peningkatan glukosa darah karena gangguan sekresi, atau resistensi hormon insulin ataupun keduanya, yang umumnya diterapi dengan Obat Hipoglikemik Oral (OHO) dan bila tidak tercapai target terapinya, harus di tambah injeksi insulin. Insulin pertama kali ditemukan pada tahun 1923. Pada awal mulanya, generasi insulin yang digunakan menggunakan insulin hewan seperti anjing, sapi, dan babi. Kemudian generasi tersebut digantikan dengan generasi insulin manusia dan generasi analog insulin. Semakin berkembangnya teknologi, insulin pun memiliki banyak jenis dan cara pemakaian yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Secara umum, insulin berperan dalam penggunaan glukosa oleh sel tubuh untuk pembentukan energi. Hal ini dapat mengkompensasi fungsi sel beta pankreas. Insulin juga memiliki efek lain yang menguntungkan dalam kaitannya dengan komplikasi diabetes mellitus. Indikasi, kontraindikasi serta efek samping insulin perlu diperhatikan dalam penggunaan insulin ini. Kata kunci: diabetes melitus, generasi insulin.  AbstractDiabetes mellitus is a chronic metabolic disease or a condition where there is an increase glucose in the blood, usually due to impaired secretion or resistence of the insulin hormone or both, that generally treated with oral hypoglycemic agents and if not achieved the target of the therapy, insulin injection should be added. Insulin was first discovered in 1923. In the beginning, the generation of insulin used to use insulin animals such as dogs, cows, and pigs. Later generations are replaced by generation of human insulin and insulin analogues generation. In this period, insulin having many kinds and method of application adapted to the needs of patients. Normally, insulin is a hormone made by the pancreas that allows our body to use glucose from carbohydrates in the food for source of energy. Therefore insulin can compensate the function of pancreatic beta cells. Insulin have other benefit effects in overcoming the complication of diabetes mellitus. Indications, contraindications and side effects of insulin need atention for their use.  Keywords: diabetes mellitus, generation of insulin.
Pengobatan Komplementer Daun Sambiloto (Andrographolide) sebagai Antitrombosis melalui Aktivasi Jalur Endothelial Nitric Oxide Synthase - Nitric Oxide / Cyclic Guanosin Mono Phosphate Febryan .; Ivan Laurentius Susentia; Shirly Elisa Tedjasaputra; Johannes Hudyono
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 21 No. 56 Mei-Agustus 2015
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v21i56.1261

Abstract

AbstrakPenyakit kardiovaskular saat ini merupakan salah satu penyebab utama kematian di negara maju dan berkembang, termasuk Indonesia. Salah satu pemicu penyakit kardiovaskular adalah trombosis yang berperan penting pada patogenesis penyakit kardiovaskular yang dapat dicegah dengan obat-obatan antitrombosis. Trombosis merupakan proses pembentukan, atau adanya darah beku yang terdapat di dalam pembuluh darah atau kavitas jantung. Ada dua macam trombosis, yaitu trombosis arterial (trombus putih) yang ditemukan pada arteri, dimana pada trombus tersebut ditemukan lebih banyak platelet, dan trombosis vena (trombus merah) yang ditemukan pada pembuluh darah vena dan mengandung lebih banyak sel darah merah dan lebih sedikit platelet. Peranan pengobatan herbal diperlukan sebagai terapikomplementeryang dapat dimanfaatkan untuk menekan progesifitas pembentukan trombosis yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi pada penyakit kardiovaskular.Pada makalah ini akan dibahasperanan daun Sambiloto (andrographolide)sebagai antitrombosit yang melibatkan peningkatan endothelial nitric oxide synthase - nitric oxide siklus jalur guanosin monophosphate, yang diikuti dengan inhibisi kaskadephosphoinositide 3-kinase/Akt-p38 Mitogen-activated protein kinase dan kaskadephospolipase C γ2-protein kinase Cyang akan menginhibisi mobilisasi kadar Ca2+, dan pada akhirnya menghambat agregasi trombosit. Agregasi trombosit berperan penting dalam berbagai kelainan tromboemboli pada berbagai penyakit kardiovaskular. Oleh karenanya peran andrographolide dengan aktivitas antitrombosisnya memiliki potensi sebagai pengobatan komplementer pada pencegahan pembentukan trombus. Kata kunci: andrographolide, antitrombosis, endothelial nitric oxide synthase - nitric oxide/cyclicguanosin mono phosphate  AbstractCardiovascular disease is one of the leading and foremost causes of death in both developed and developing country, including Indonesia. One of the triggers that cause cardiovascular disease is thrombosis which plays an important role in the pathophysiology of acute cardiovascular disease that is preventable with antithrombotic drugs. Thrombosis is the process of forming, or already existed, blood clot in the blood vessel or heart cavity. There are two types of thrombosis, arterial thrombosis (white thrombi) which is found in arterial vessel and more predominated by platelets; and vein thrombosis (red thrombi) which is found in vein vessel and more predominated by red blood cells and less platelets. The role of herbal medication as a complementary medicine can be used to inhibit the progression of thrombosis formation that may cause various complications in cardiovascular disease. This review will discuss that Sambiloto leaf (andrographolide) plays a role in antiplatelet activity, which may involve the activation of the endothelial nitric oxide synthase - nitric oxide/cyclicguanosin mon phosphate pathway, resulting in the inhibition of the phosphoinositide 3-kinase /Akt p38 Mitogen-activated protein kinaseand phospolipase C γ2-protein kinase C cascades, followed by the inhibition of relative Ca2+ mobilization and, eventually, inhibition of platelet aggregation. Platelet aggregation plays important roles in a various thromboembolic disorders. Therefore, the role of andrographolide in antiplatelet activation may represent a high therapeutic as complementary medicine to treat thrombus formation. Keywords: andrographolide, antithrombosis, endothelial nitric oxide synthase - nitric oxide/cyclicguanosin monophosphate
Berbagai Pemeriksaan Penunjang Terkini untuk Diagnosis Intoleransi Laktosa Febyan Febyan; Sri Handawati Wijaya; Sinsanta Ho; Johannes Hudyono
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 22 NO.60 SEPTEMBER-DESEMBER 2016
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v22i60.1444

Abstract

 AbstrakIntoleransi laktosa adalah suatu keadaan ketidakmampuan enzim laktase menghidrolisis laktosa diusus  halus,  umumnya  diderita  oleh  anak  –  anak dan  remaja.  Intoleransi  laktosa  primer  dapat disebabkan oleh berkurang atau tidak adanya aktivitas enzim laktase dan kelainan gen LCT C>T-13910. Intoleransi laktosa sekunder umumnya terjadi akibat infeksi rotavirus. Intoleransi laktosa dapatasimtomatis atau dengan gejala klinis yang bervariasi seperti mual, sakit perut, kembung dan sering flatus. Pemeriksaan penunjang yang umum, antara lain:  tes napas hidrogen, tes toleransi laktosa (TTL) dan tes Gen LCT C>T-13910. Ketiga pemeriksaan ini saling berhubungan satu sama lain. Tes genetik adalah yang paling akurat. Kata kunci: Tes napas hidrogen, intoleransi laktosa Recent Diagnostic Procedures for Lactose Intolerance AbstractLactose intolerance is a condition of lactase enzyme inability to hydrolyze lactosein small intestine, mostly in children and teenagers. Primary lactose intolerance is LCT C>T-13910 gene disorder causing reduction or absence of lactase activity, while secondary lactose intolerance is usually caused by rotavirus infection. This condition can be asymptomatic but may cause nausea, stomachache, and flatulence. Diagnositc laboratory tests such as: hydrogen breath test, lactose tolerance test and LCT C>T-13910 gene test are correlated and complementary with their different sensitivities and specificities. Gene test is the  most accurate test. Keywords: Hydrogen breath test, lactose intolerance   
Hubungan antara Sindroma Dispepsia dengan Pola Makan dan Jenis Kelamin pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wancana Angkatan 2013 Anggela Tiana; Suryadi Susanto; Irene Maria Elena; Johannes Hudyono
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i63.1562

Abstract

Sindroma dispepsia fungsional merupakan kumpulan gejala yang terdiri atas nyeri ulu hati, mual, kembung, muntah, rasa cepat kenyang, dan sendawa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dan pola makan, mengetahui gambaran sindroma dispepsia fungsional dan menganalisis hubungan antara pola makan serta jenis kelamin dengan sindroma dispepsia fungsional. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida). Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional analitik dengan 97 responden yang diambil secara simple random sampling. Data penelitian dianalisa dengan analisis bivariat dan univariat. Hasil penelitian ini, responden terbanyak adalah perempuan 61,9%, berpola makan tidak teratur 54,6%, dan gambaran sindrom dispepsia fungsional 57,7%. Hasil analisis hubungan antara pola makan dengan sindroma dispepsia fungsional yang mengalami sindroma dispepsia fungsional diperoleh 42 (79,2%) dari 53 responden yang pola makannya tidak teratur dan 14 (31,8%) dari 44 responden yang pola makannya teratur Hasil analisis hubungan antara jenis kelamin dengan sindrom dispepsia fungsional diperoleh 11 (29,7%) dari 37 responden laki-laki dan 45 orang (75,0%) dari 60 responden perempuan. Terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan dan jenis kelamin mahasiswa angkatan 2013 dengan sindroma dispepsia fungsional (p < 0,001).Kata kunci : sindrom dispepsia fungsional, pola makan, jenis kelamin, mahasiswa
Pesticide Exposure, Neurobehavioral Symptoms, and Neurobehavioral Performance in Pesticide Applicator in West Java, Indonesia Liem, Jen Fuk; Frendy, Holie; Handoko, Yusuf; Hudyono, Johannes; Sutanti, Yosephin Sri
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 20, No 1 (2024)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v20i1.44599

Abstract

It was known that pesticide applicators are at risk of experiencing neurotoxicity and neurobehavioral alterations related to occupational pesticide exposure. This study aims to evaluate the association between pesticide exposure and the neurobehavioral performance of pesticide applicators in West Java, Indonesia where chemical pesticides were heavily used. We conducted a cross-sectional study in a vegetable farming center in West Java Province, Indonesia. A total of 88 pesticide applicators were included in the study on November 2022. A structured interviewer-administered questionnaire was used to obtain the participants’ characteristics. We performed the German Q18 questionnaire to screen the neurobehavioral symptoms and the WHO Neurobehavioral Core Test Battery (NCTB) for each participant to identify the neurobehavioral performance among pesticide applicators. Data were summarized descriptively and statistical analysis using chi-square and independent sample t-test was performed. We found that the most common neurobehavioral symptoms were symptoms related to memory, concentration, and fatigue. Poor neurobehavioral performance was found in 29.5% of participants and it was found to be associated with those grouped at age ≥ 44 years and categorized as having a high CEL. The pieces of evidence presented here suggest that neurobehavioral performance was associated with pesticide exposure.
Co-Authors -, Febyan ., Febryan ., Febyan ., Sumindah Adiansyah Adiansyah, Adiansyah Adinata, Jovian Adinata, Jovian Anang Endaryanto Anggela Tiana Anggoro, Antonius Riyan Dwi Arini Setiawati Arwi Wijaya Aslamia, Aulia Asteria, Sylvia Ayudhea Tannika Binti Ismail, Nurul Aisyah Budi Setiabudiawan Diana S Raharja Dina Muktiarti, Dina Diporapdwijoyo Sinoputro Elena, Irene Maria Febryan . Febyan - Febyan - Febyan - Febyan . Febyan Febyan Febyan, Febyan Febyan, Febyan Felicia Rezkhi Putri Frendy, Holie Furny, Erly Furhana Givela Harsono Jomeiputri Handoko, Yusuf Heriyanto Heriyanto Ho, Sinsanta Irene Maria Elena Ivan Laurentius Susentia Jomeiputri, Givela Harsono Jovian Adinata Jovian Adinata Kamaliah Kamarudzaman Ketut Dewi Kumara Wati Lia Angelina Simbolon Liem, Jen Fuk Limbong, Novy Triandani Linardi, Michelle Maria Priscilla Martha, Elisabeth Melva Louisa Michelle Linardi Ni Putu Yudiartini Putri Ni Putu Yudiartini Putri Novy Triandani Limbong Nurul Aisyah Binti Ismail Priscilla, Maria Putri, Felicia Rezkhi Rebecca Yolanda Ruth Mary Kasan Shirly Elisa Tedjasaputra Silaen, Desi Hartati Simatupang, Aswin Oktavian Hasudungan Simbolon, Lia Angelina Sinoputro, Diporapdwijoyo Sinsanta Ho Sri Handawati Wijaya Sri Handawati Wijaya Sri Handawati Wijaya Sri Sutanti, Yosephin Sumadiono Sumadiono Sumindah . Suryadi Susanto Susanto, Suryadi Susentia, Ivan Laurentius Sutanti, Yosephin Sri Sylvia Asteria Tandean, Marshel Tannika, Ayudhea Tedjasaputra, Shirly Elisa Tiana, Anggela Wijaya, Arwi Wijaya, Sri Handawati Wijaya, Sri Handawati Yolanda, Rebecca Yundari, Yundari Yusuf Handoko Zakiudin Munasir