Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Impact of Ippunkan Supīchi on Japanese Conversation Skills: Cognitive and Affective Outcomes Perceived by Universitas Andalas Japanese Students Devi, Rima; Putri, Darni Enzimar; Idrus, Idrus
Andalas International Journal of Socio-Humanities Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/aijosh.v7i1.83

Abstract

Japanese language learners at Universitas Andalas face significant challenges in achieving oral proficiency, particularly spontaneous speaking fluency and confidence. To address this, the present study investigates the implementation of the ippunkan supīchi (one-minute speech) method in Japanese kaiwa (conversation) courses. This quantitative and qualitative study utilized a questionnaire to evaluate student perceptions across ten key indicators of speaking competence, administered to 34 Japanese literature students who practiced weekly one-minute speeches for seven consecutive weeks. Results demonstrated unanimous improvement in confidence and spontaneous speaking ability (100%), with 85.3%–94.1% of participants reporting enhanced vocabulary retention, grammatical accuracy, reduced speaking anxiety, and faster response times. The findings substantiate the method's efficacy in fostering cognitive processing efficiency (e.g., lexical retrieval) and affective outcomes (e.g., self-efficacy) in L2 Japanese speakers. This study contributes empirical evidence for task-based language teaching approaches that combine time constraints with repetitive practice to optimize speaking proficiency.
Lima Konsep Tobin dalam Novel Jisatsu Yotei Bi Karya Akiyoshi Rikako Kajian Gastrokritik Ariska, Anggia; Devi, Rima; Rosa, Silvia
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 7, No 2 (2024): Vol 7, Number 2 (December 2024)
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v7i2.4869

Abstract

Penelitian ini menguraikan konsep-konsep dan makna makanan dalam novel "Jisatsu Yotei Bi" karya Akiyoshi Rikako dengan menggunakan teori gastronomi sastra, khususnya perspektif gastrokritik yang dikembangkan oleh Ronald W. Tobin. Metode penelitian sejalan dengan pendekatan gastrokritik, yang memungkinkan peneliti untuk memahami bagaimana makanan menjadi elemen penting dalam pengembangan karakter dan plot dalam karya sastra. Lebih lanjut, konsep makanan dalam novel tersebut diselidiki dan dianalisis dalam lima dimensi kunci. Pertama, makanan dan kesenangan; makanan sering digunakan sebagai simbol kesenangan, dan penelitian ini mencari tahu bagaimana hal ini memengaruhi karakter dan alur cerita dalam novel. Kedua, makanan dan kebutuhan; makanan juga bisa mencerminkan kebutuhan dasar manusia, dan penelitian ini mengidentifikasi cara di mana karakter dalam novel memenuhi kebutuhan ini melalui makanan. Ketiga, makanan dan nama; makanan sering kali memiliki makna tersembunyi dalam penamaannya, dan penelitian ini mengungkapkan bagaimana pemilihan nama makanan dalam novel dapat menggambarkan karakter atau situasi tertentu. Keempat, makanan dan seni; makanan juga bisa menjadi bentuk seni dalam sastra, dan penelitian ini memeriksa bagaimana penggunaan deskriptif dan penyajian makanan menciptakan gambaran estetika dalam novel. Kelima, makanan dan ekonomi; makanan sering kali terkait dengan aspek ekonomi dalam karya sastra, dan penelitian ini memperlihatkan bagaimana hubungan ini memengaruhi plot dan karakter dalam "Jisatsu Yotei Bi." Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa makanan bukan hanya elemen fisik dalam novel, tetapi juga memiliki makna mendalam yang mempengaruhi perkembangan cerita dan karakter. Dengan menggunakan perspektif gastrokritik, penelitian ini memberikan wawasan baru tentang cara makanan digunakan sebagai alat naratif dalam sastra, membantu kita memahami kompleksitas karya sastra dan hubungannya dengan budaya, sosial, dan ekonomi.
Absurditas Eksistensi Tokoh Barman dalam Novel Khotbah di Atas Bukit Karya Kuntowijoyo Desriyanto, A; Devi, Rima; Zurmailis, Zurmailis
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i1.14828

Abstract

Absurditas Eksistensi Tokoh Barman dalam Novel Khotbah di Atas Bukit Karya Kuntowijoyo Barman Character Existensialism Absurdity in Khotbah di Atas Bukit Written By Kuntowijoyo ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengungkapkan bentuk absurditas eksistensi tokoh Barman pada novel Khotbah di Atas Bukit karya Kuntowijoyo. Objek formal penelitian ini adalah bagaimana bentuk perspektif absurditas eksistensialisme Albert Camus yang terdapat pada tokoh utama yaitu Barman. Metode yang digunakan adalah metode naratologi Gerard Genette. Hasil penelitian ini mengungkapkan absurditas yang dimanfaatkan oleh tokoh Barman sebagai cara untuk menunjukkan bentuk eksistensi terhadap dirinya. Temuan penelitian adalah bentuk pemberontakan yang dihasilkan tokoh Barman terbagi atas dua jenis, yaitu pemberontakan secara fisik dan pemberontakan secara filosofi. Pemberontakan secara fisik mempengaruhi tindakan absurditas yang diperlihatkan oleh Barman sedangkan pemberontakan secara filosofi mempengaruhi tindakan perasaan dan cara berpikir tokoh Barman. Barman mengakhiri kehidupannya di dunia, tetapi tidak dengan ideologi yang sudah ditanamkan dan dikenang oleh para pengikutnya.Kata Kunci: Absurditas, Albert Camus, Eksistensialisme, Naratologi ABSTRACTThis study aims to reveal the form of the absurdity of Barman's existence in the novel Khotbah di Atas Bukit by Kuntowijoyo. The formal object of this research is how the perspective of the existentialist absurdity of Albert Camus is found in the main character, namely Barman. The method used is Gerard Genette's narratology method. The results of this study reveal the absurdity used by the character Barman as a way to show a form of existence towards himself. The research finding is that the form of rebellion produced by Barman's character is divided into two types, namely physical rebellion and philosophical rebellion. Rebellion physically affects the acts of absurdity shown by Barman while rebellion philosophically affects the actions of feelings and ways of thinking of Barman's character. Barman ended his life in the world, but not with the ideology that had been implanted and remembered by his followers.Keyword: Absurdity, Albert Camus, Existentialism, Narratology
Ironi Dalam Novel Yellowface Karya R.F. Kuang Raudhatul Jannah, Msy. Siti; Devi, Rima; Ferdinal, Ferdinal
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.2048-2062

Abstract

Penelitian ini mengkaji konstruksi ironi dalam novel Yellowface karya R.F. Kuang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif , penelitian ini menerapkan kerangka naratologi Gérard Genette (order, duration, frequency, mood, dan voice) yang dikombinasikan dengan konsep implied author dari Wayne C. Booth. Tujuan penelitian ini adalah untuk membongkar bagaimana strategi naratif digunakan untuk membangun ironi dan menciptakan jarak kritis. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelima aspek naratologi Genette secara sistematis digunakan untuk mengekspos narator, June Hayward, sebagai narator yang tidak dapat dipercaya (unreliable narrator). Setiap upaya justifikasi dirinya justru mengungkap kontradiksi. Jarak ironis yang tercipta antara narator dan implied author inilah yang berfungsi sebagai mekanisme utama untuk menyampaikan kritik etis terhadap praktik apropriasi budaya, logika kapitalistik industri penerbitan, serta komodifikasi identitas dan trauma