Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PELATIHAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DIGITAL MENGGUNAKAN WHITEBOARD ANIMATION PADA GURU SMP Salim, Salim; Arvyaty, Arvyaty; Kadir, Kadir; Sudia, Muhammad; Prajono, Rahmad; T, Mursidin
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v4i1.1661

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi guru melalui pengunaan bahan ajar digital menggunakan Whiteboard Animation pada sekolah mitra. Sasaran program kegiatan pengabdian ini adalah guru SMP di Kota Kendari berjumlah 20 orang. Metode yang digunakan berupa metode ceramah, tanya jawab, dan simulasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan: (1) para peserta workshop telah memiliki pengetahuan membuat bahan ajar digital menggunakan whiteboard animation, (2) para peserta workshop telah memiliki bahan ajar digital dengan menggunakan whiteboard animation, dan (3) para peserta workshop telah memiliki pengetahuan dalam membuat dan mengembangkan konten bahan ajar digital menggunakan whiteboard animation
Profil Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Ditinjau Dari Gaya Kognitif Siswa Ningsih, Fadjra; Sudia, Muhammad; Jafar, Jafar
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v5i1.12878

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan profil pemecahan masalah matematis siswa SMP yang memiliki gaya kognitif reflektif dan gaya kognitif impulsif yang memuat tahapan pemecahan Polya. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini dipilih 2 siswa SMP, masing-masing 1 siswa yang memiliki gaya kognitif reflektif dan 1 siswa yang memiliki gaya kognitif impulsif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian diketahui bahwa: 1) Pemecahan masalah matematis siswa dengan gaya kognitif reflektif dalam memecahkan masalah pada tahap memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana dan memeriksa kembali, cenderung konseptual. 2) Pemecahan masalah matematis siswa dengan gaya kognitif impulsif dalam memecahkan masalah pada tahap memahami masalah, subjek impulsif cenderung proses berpikir konseptual sedangkan pada tahap membuat rencana,  melaksanakan rencana serta memeriksa kembali, cenderung semikonseptual. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam memecahkan suatu masalah matematis memiliki karakteristik yang berbeda jika dilihat dari gaya kognitif. Hasil penelitian khususnya secara praktis dapat digunakan untuk mengkontruksi perbaikan pembelajaran matematik dalam mempertimbangkan gaya kognitif siswa untuk memperoleh hasil belajar siswa yang maksimal. Kata Kunci: Pemecahan Masalah Matematis, Gaya Kognitif Abstract:This study aims to reveal the mathematical problem solving profil of junior high school students who have reflective cognitive style and impulsive cognitive style that contain Polya’s stages of solving. The subjects of this study were selected 2 junior high school students, each 1 students who had a reflective cognitive style and 1 students who had an impulsive cognitive style. The results obtained in this study note that: 1) Mathematichal problem solving of students with reflective cognitive style in solving problems at the stage of understanding the problem, making plans carrying out plans and checking again, tends to be conceptual. 2) Mathematical problem solving of students with impulsive cognitive style in solving problems at the stage of understanding the problem, impulsive subjects tend to be conceptual thinking processes while at the stage of making plans, at the stage of implementing plans and checking again, tend to be semiconceptual. So it can be concluded that in solving a mathematical problem has different characteristics when viewed from cognitive style. The results of research in particular can be practically used to contruct mathematical learning improvements in considering students’ cognitive styles to obtain maximum students learning outcomes. Keywords:Mathematical Problem Solving, Cognitive Style 
Profil Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Ditinjau Dari Gaya Kognitif Siswa Ningsih, Fadjra; Sudia, Muhammad; Jafar, Jafar
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v5i1.12878

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan profil pemecahan masalah matematis siswa SMP yang memiliki gaya kognitif reflektif dan gaya kognitif impulsif yang memuat tahapan pemecahan Polya. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini dipilih 2 siswa SMP, masing-masing 1 siswa yang memiliki gaya kognitif reflektif dan 1 siswa yang memiliki gaya kognitif impulsif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian diketahui bahwa: 1) Pemecahan masalah matematis siswa dengan gaya kognitif reflektif dalam memecahkan masalah pada tahap memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana dan memeriksa kembali, cenderung konseptual. 2) Pemecahan masalah matematis siswa dengan gaya kognitif impulsif dalam memecahkan masalah pada tahap memahami masalah, subjek impulsif cenderung proses berpikir konseptual sedangkan pada tahap membuat rencana,  melaksanakan rencana serta memeriksa kembali, cenderung semikonseptual. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam memecahkan suatu masalah matematis memiliki karakteristik yang berbeda jika dilihat dari gaya kognitif. Hasil penelitian khususnya secara praktis dapat digunakan untuk mengkontruksi perbaikan pembelajaran matematik dalam mempertimbangkan gaya kognitif siswa untuk memperoleh hasil belajar siswa yang maksimal. Kata Kunci: Pemecahan Masalah Matematis, Gaya Kognitif Abstract:This study aims to reveal the mathematical problem solving profil of junior high school students who have reflective cognitive style and impulsive cognitive style that contain Polya’s stages of solving. The subjects of this study were selected 2 junior high school students, each 1 students who had a reflective cognitive style and 1 students who had an impulsive cognitive style. The results obtained in this study note that: 1) Mathematichal problem solving of students with reflective cognitive style in solving problems at the stage of understanding the problem, making plans carrying out plans and checking again, tends to be conceptual. 2) Mathematical problem solving of students with impulsive cognitive style in solving problems at the stage of understanding the problem, impulsive subjects tend to be conceptual thinking processes while at the stage of making plans, at the stage of implementing plans and checking again, tend to be semiconceptual. So it can be concluded that in solving a mathematical problem has different characteristics when viewed from cognitive style. The results of research in particular can be practically used to contruct mathematical learning improvements in considering students’ cognitive styles to obtain maximum students learning outcomes. Keywords:Mathematical Problem Solving, Cognitive Style 
Analisis Kesalahan Menyelesaikan Masalah Kontekstual Ditinjau Dari Gender Putri, Rini; Lambertus, Lambertus; Sudia, Muhammad
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v5i1.15744

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang jenis dan  penyebab kesalahan siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Kendari dalam menyelesaikan masalah kontekstual serta pengaruh gender dalam menyelesaikan masalah kontekstual tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: (1) tes yang digunakan untuk mengetahui letak kesalahan siswa dalam menyelesaiakan masalah kontekstual serta adakah pengaruh gender di dalamnya; (2) wawancara yang digunakan untuk mendapatkan data faktor penyebab kesalahan. Berdasarkan hasil penelitian kesalahan menyelesaikan soal kontekstual yang dilakukan oleh siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Kendari di antaranya adalah sebagai berikut:(1) subjek laki-laki berkemampuan matematika tinggi melakukan kesalahan membaca (reading errors), kesalahan transformasi (transform errors), kesalahan keterampilan proses (process skill errors), dan kesalahan penulisan jawaban akhir (encoding). (2) subjek laki-laki berkemampuan matematika sedang mengalami kesalahan keterampilan proses (process skil errors) dan kesalahan penentuan jawaban akhir (encoding). (3) subjek laki-laki berkemampuan matematika rendah melakukan kesalahan memahami masalah (comprehension), kesalahan transformasi (transform errors), kesalahan keterampilan proses (process skil errors)  dan kesalahan penulisan jawaban akhir (encoding). Sedangkan Jenis kesalahan yang dilakukan siswa perempuan dalam menyelesaikan masalah kontekstual berdasarkan analisis Newman, sebagai berikut: (1) subjek perempuan berkemampuan matematika tinggi melakukan kesalahan keterampilan proses (process skil errors) dan kesalahan penulisan jawaban akhir (encoding). (2) subjek perempuan berkemampuan matematika sedang melakukan kesalahan penulisan jawaban akhir (encoding). (3) subjek perempuan berkemampuan  matematika rendah melakukan kesalahan memahami masalah (comprehension), kesalahan transformasi masalah (transform errors), kesalahan keterampilan proses (process skill errors) dan kesalahan penulisan jawaban akhir (encoding). Adapun faktor penyebab siswa laki-laki dan perempuan melakukan kesalahan karena: (1) tidak memahami masalah dalam soal, (2) lupa, tidak teliti dan tergesa-gesa.
Profil Kemampuan Representasi Matematik Siswa Madrasah Aliyah Ditinjau Dari Gaya Kognitif Dan Gender Rahma Hamid, Suci; Sudia, Muhammad; Samparadja, Hafiludin
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v5i1.14989

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan profil kemampuan representasi matematik siswa MAS Pesri Kendari yang bergaya kognitif reflektif-impulsif yang ditinjau dari gender. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini diperoleh melalui Matching Familiar Figure Test (MFFT) yang dikembangkan oleh Warli. Hasil MFFT membagi dua kelompok siswa menjadi kelompok siswa bergaya kognitif reflektif dan kelompok siswa bergaya kognitif impulsif. Dari pengelompokan tersebut dipilih masing-masing 1 (satu) orang siswa Reflektif Perempuan (RP), 1 (satu) orang siswa Reflektif Laki-laki (RL), 1 (satu) orang siswa Impulsif Perempuan (IP) dan 1 (satu) orang siswa Impulsif Laki-laki (IL). Intrumen utama penelitian ini adalah peneliti dan instrumen bantunya adalah tes gaya kognitif (MFFT), tes kemampuan representasi matematik dan pedoman wawancara. Kemampuan representasi matematik dalam penelitian ini diidentifikasi melalui 3 indikator yang dikembangkan oleh Cai, Lane dan Jacobsin. Teknik analisis data dilakukan dalam tiga tahap yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa (1) Siswa laki laki dan perempuan dengan gaya kognitif reflektif maupun impulsif memiliki kemampuan menginterpretasi fenomena matematik ke dalam representasi simbolik yang lebih baik daripada kemampuan mentranslasi representasi visual ke dalam representasi simbolik dan kemampuan menggunakan representasi simbolik untuk menjelaskan ide-ide matematik. (2) Siswa dengan gaya kognitif reflektif memiliki kemampuan mentranslasi representasi visual ke dalam representasi simbolik dan kemampuan menggunakan representasi simbolik untuk menjelaskan ide-ide matematik yang lebih baik daripada siswa dengan gaya kognitif impulsif.(3) Siswa laki-laki memiliki kemampuan mentranslasi representasi visual ke dalam representasi simbolik yang lebih baik daripada siswa perempuan. Sedangkan siswa perempuan memiliki kemampuan menggunakan representasi simbolik untuk menjelaskan ide-ide matematik yang lebih baik daripada siswa laki-laki.Kata Kunci: Kemampuan Representasi, Gaya Kognitif, Gender, Reflectif-impulsif Abstract: This study was aimed at revealing the profile of the mathematical representation ability of MAS Pesri Kendari students with cognitive reflective-impulsive in terms of gender. The type of this research was a qualitative descriptive study. The subjects of this study were obtained through the Matching Familiar Figure Test (MFFT) developed by Warli. The MFFT into two groups of students with reflective cognitive style and impulsive cognitive style groups. From these groupings, 1 (one) Female Reflective Student (RP) was taken, 1 (one) Male Reflective Student (RL), 1 (one) Female Impulsive Student (IP) and 1 (one) Student Male Impulsive students (IL). The main instruments of this research were the researcher and the secondary instruments were the cognitive style test (MFFT), the mathematical representation ability test and interview guidelines. The mathematical representation analysis in this study was identified through 3 indicators developed by Cai, Lane and Jacobsin. The data analysis technique was carried out in three ways, namely (1) data reduction, (2) data presentation, and (3) conclusion. Based on the results of the data analysis, it was concluded that (1) Male and female students with reflective and impulsive cognitive styles had the ability to interpret mathematical phenomena into better symbolic representations than the ability to transform visual representations into symbolic representations and the ability to use symbolic representations to explain the mathematical ideas. (2) Students with reflective cognitive styles had an ability to transform visual representations into symbolic representations and ability to use symbolic representations to explain mathematical ideas better than students with impulsive cognitive styles. (3) Male students had ability to interpret visual representation into symbolic representation better than female students. While female students had the ability to use symbolic representations to explain mathematical ideas better than male students. Keyword: Representation Ability, Cognitive Style, Gender, Reflective-impulsive
Analisis Kemampuan Literasi Matematika Ditinjau Dari Keyakinan Matematika Siswa SMP Di Wilayah Pesisir Kabupaten Konawe Zuliyati, Wa Ode; Sudia, Muhammad; Kadir, Kadir
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v5i2.15747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi matematika ditinjau dari keyakinan matematika dari setiap kategori keyakinan matematika dan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan literasi dan keyakinan matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan pada siswa SMP Negeri di wilayah pesisir Kabupaten Konawe. Sampel penelitian diperoleh dengan metode purposive sampling (sampel total) dimana seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 78 siswa diambil sebagai sampel. Data diolah dengan menggunakan Microsoft Excel serta SPSS dan hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematika siswa tergolong kategori rendah sebanyak 63 orang atau 80,77%, kategori sedang  sebanyak 13 orang atau 16,67%, dan tinggi sebanyak 2 orang atau 2,56%. Keyakinan matematika siswa tergolong kategori sedang (50 orang) atau 64,10%, kategori rendah (6 orang) atau 7,69% dan kategori tinggi (22 orang) atau 28,21%. Siswa dengan keyakinan matematika tinggi memiliki kemampuan literasi yang sedang, siswa dengan keyakinan matematika sedang memiliki kemampuan literasi rendah dan siswa dengan keyakinan matematika rendah memiliki kemampuan literasi yang rendah.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 16 Buton Tengah Ditinjau dari Self Concept Siswa Nurmin, Nurmin; Sudia, Muhammad; Busnawir, Busnawir
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v6i1.18619

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang memiliki self concept tinggi, sedang dan rendah, dalam menyelesaikan masalah matematika.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 16 Buton Tengah pada semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021.Sumber data dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII terdiri dari 2 Kelas yang berjumlah 45 siswa.Dari jumlah siswa tersebut kemudian diambil 3 siswa yang masing-masing 1 siswa memiliki self concept tinggi, 1 siswa memiliki self concept sedang, dan 1 siswa memiliki self concept rendah sebagai subjek penelitian. Dari hasil analisis data, diperoleh hasil sebagai berikut: 1) kemampuan berpikir kritis matematika siswa self concept tinggi dalam menyelesaikan masalah matematika dari soal yang diberikan bahwa mampu melalui lima tahap proses berpikir kritis, yaitu tahap menganalisis, mengidentifikasi konsep, menghubungkan antar konsep, memecahkan masalah serta tahap mengevaluasi. 2) kemampuan berpikir kritis matematika siswa self concept sedang hanya mampu melalui empat tahap proses berpikir kritis yaitu tahap menganalisis, mengidentifikasi konsep, menghubungkan antar konsep dan tahap memecahkan masalah, 3) Kemampuan berpikir kritis matematika siswa self concept rendah hanya mampu melalui tiga tahap proses berpikir kritis, yaitu tahap menganalisis, tahap mengidentifikasi konsep dan menghubungkan antar konsep.
Pengaruh Model Pembelajaran Core Terhadap Peningkatan Kemampuan Representasi Matematis di Tinjau dari Self-Efficacy Siswa Kelas VIII MTS Negeri 2 Kendari Nurwati, Nurwati; Sudia, Muhammad; Ruslan, Ruslan
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v6i2.21457

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Kemampuan representasi matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran CORE dan PBL; (2) Perbedaan kemampuan representasi matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran CORE dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran PBL; (3) Perbedaan kemampuan representasi matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran CORE dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran PBL khususnya siswa yang memilik self-efficacy tinggi dan rendah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTs Negeri 2 Kendari yang terdiri dari 5 kelas paralel. Pengambilan sampel menggunakan random sampling. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji hipotesis menggunakan Paired T-test, independent T-test, dan Anava dengan rancangan acak kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kemampuan representasi matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran CORE diperoleh rata-rata N-Gain 0,61 (sedang) dan kemampuan representasi matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional diperoleh rata-rata N-Gain 0,43 (sedang); (2) Kemampuan representasi matematis siswa memiliki (3) Rata-rata kemampuan representasi matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran CORE lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional; (3) Kemampuan representasi matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran CORE lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional baik ditinjau dari seluruh siswa, maupun pada setiap kategori self-efficacy.
PROFIL METAKOGNISI SISWA SMP DALAM MEMECAHKAN MASALAH OPEN-ENDED DITINJAU DARI TINGKAT KEMAMPUAN SISWA Sudia, Muhammad
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.145 KB) | DOI: 10.29407/jmen.v1i1.121

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan profil metakognisi siswa SMP  dalam memecahkan masalah  open-ended ditinjau dari tingkat kemampuan siswa. Penelitian ini dilakukan di kelas VII SMPN 5 Kendari  dengan subjek masing-masing satu siswa dengan tingkat kemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, penafsiran data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam memecahkan masalah open-ended, subjek yang memiliki tingkat kemampuan matematika tinggi, melibatkan metakognisinya melalui aktivitas perencanaan, monitoring dan evaluasi pada setiap pentahapan Polya, subjek yang memiliki tingkat kemampuan matematika sedang, melibatkan metakognisinya hanya melalui aktivitas perencanaan dan evaluasi pada setiap pentahapan Polya dan subjek yang memiliki tingkat kemampuan matematika rendah, melibatkan metakognisinya hanya melalui aktivitas perencanaan pada setiap pentahapan Polya. Kata Kunci: Profil metakognisi, masalah open-ended dan tingkat kemampuan siswa.
MENERAPKAN METAKOGNISI DALAM PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA (Suatu Upaya Membangun Budaya dan Karakter Bangsa) Sudia, Muhammad
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 1 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.148 KB) | DOI: 10.29407/jmen.v1i2.239

Abstract

ABSTRAKPersoalan budaya dan karakter bangsa kini menjadi sorotan tajammasyarakat.Sorotan itu mengenai berbagai aspek kehidupan, yang tertuang dalam berbagaimedia masa, melalui berbagai forum seminar. Berbagai persoalan muncul di masyarakatsebagai akibat dari krisis moral, misalnya: korupsi, kekerasan, kejahatan seksual, perusakan,perkelahian massa, kehidupan ekonomi yang makin terpuruk  dan sebagainya menjadi topikpembahasan hangat di media massa, seminar, dan di berbagai kesempatan. Metakognisiberhubungan dengan kesadaran  seseorang tentang cara berpikirnya sendiri dan kemampuanorang yang bersangkutan menggunakan strategi-strategi  berpikir  tertentu dengan tepat.Seseorang yang telah memiliki metakognisi, akan menyadari pentingnya  pendidikan budayadan karakter bangsa dalam upaya membangun bangsa kearah yang lebih baik, dan dengandemikian juga akan menyadari bahwa nilai-nilai yang ada pada pendidikan budaya dankarakter  bangsa adalah sangat penting untuk membangun generasi muda bangsa di masamendatang yang lebih baik. Kesimpulan tulisan dalam makalah ini adalah sebagai berikut: (1)salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi, paling tidak mengurangimasalah budaya dan karakter bangsa adalah melalui pendidikan, yaitu dilakukan melaluiserangkaian kegiatan pembelajaran pemecahan masalah yang melibatkan metakognisi; (2)seseorang yang telah memiliki metakognisi akan menyadari pentingnya pendidikan budayadan karakter bangsa, dan dengan demikian juga akan menyadari bahwa nilai-nilai yang adapada pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah sangat penting untuk membangungenerasi muda bangsa di masa mendatang yang lebih baik; (3) melalui pembelajaranpemecahan masalah yang melibatkan metakognisi, juga akan terbentuk pola pikir yang baikpada diri seseorang dan hanya orang-orang yang memiliki pola pikir  yang baik yang akanmenerapkan nilai-nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa dalam kehidupannya sehariharidansalahsatunyadalammengelolasumberdayakelautan.KataKunci:Metakognisi, Pemecahan Masalah, Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa.