Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Kajian Beban Kerja Mental Admin Financial Control berdasarkan NASA-TLX dan RSME untuk Perbaikan Kerja Mindandi, Zati Hulwani; Astuti, Rahmaniyah Dwi; Suhardi, Bambang
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2023: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Admin Financial Control (FC) merupakan divisi yang bertanggung jawab dalam verifikasi dokumen pengajuan pembayaran di wilayah PT XYZ. Pengajuan pembayaran yang dilakukan mendekati tenggat waktu pembayaran menyebabkan kesalahan verifikasi dan menjadi tanggung jawab admin FC. Tingginya tanggung jawab admin FC dapat menimbulkan beban kerja mental yang berlebih. Beban kerja mental yang berlebih dapat menyebabkan penurunan produktivitas, kualitas, dan kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai beban kerja mental admin FC dengan metode NASATLX dan RSME sekaligus menentukan usulan perbaikan berdasarkan akar masalah yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata beban kerja mental berada pada tingkat tinggi berdasarkan NASA-TLX dan berada pada tingkat usaha mental yang cukup besar berdasarkan RSME. Beban kerja mental yang tinggi disebabkan oleh tingginya skor own performance (OP), effort (EF), mental demand (MD), dan temporal demand (TD). Keempat dimensi tersebut memiliki skor yang tinggi karena adanya delapan poin akar masalah yang menjadi penyebabnya. Beberapa usulan yang diberikan untuk mengurangi beban kerja mental admin FC adalah pemanfaatan fitur Microsoft Excel, melakukan istirahat dengan metode 20-20-20, membuat lembar ceklis kesesuaian dokumen, membuat poster imbauan akses repository, dan membuat notifikasi pengingat pembayaran sebelum jatuh tempo pembayaran. Salah satu usulan perbaikan dipilih untuk dirancang, yaitu pemanfaatan fitur Microsoft Excel dengan membuat format perhitungan pertanggungjawaban perjalanan dinas.
Psychological distress analysis among nurses during Covid-19 pandemic Astuti, Rahmaniyah Dwi; Dewi, Ferina Ayu Kusuma; Iftadi, Irwan
Indigenous Vol 7, No 1 (2022): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v7i1.16179

Abstract

Abstract. During Covid-19 pandemic, the workload of nurses has become much higher. The condition of Covid-19 cases rate that continues to increase, adaptation to HSE measures and strict procedures to prevent transmission put great pressure on the health workers who are on duty. This study aims to measure the level of psychological distress in the form of stress, depression, and anxiety experienced by nurses at XYZ Hospital in Pemalang, Central Java using DASS 42 measuring instrument. The data analysis was processed using IBM SPSS Statistics 24 application with multiple linear regression method. The population is all nursing staff at XYZ Hospital, totaling 198 people. By using the stratified random sampling technique, a sample of 133 people was obtained consisting of 84 people from non-Covid-19 work units and 49 people from Covid-19 work units. Psychological distress factors are associated with internal factors (gender, age, years of service, education level, level of use of personal protective equipment) and external factors (level of PPE use, limited PPE, no PPE changing room facilities, lack of training, no zoning area, minimal formal psychological support, low social support, inadequate facilities and infrastructure, minimal information on the development of Covid-19, high working hours, fear of infection, chronic illness, trauma because the family has been exposed). The results showed that 75.2% of nurses experienced stress, 51.9% of nurses experienced depression, and 78.2% of nurses experienced anxiety disorders. The foremost vital factor influencing depression is age, anxiety is level of PPE use, and stress is length of time worked.Keywords: Covid-19 pandemic; DASS-42; nurses; psychological distress; SPSS
Assessment of the Work Posture Risk Level of the Canting Process Batik Maker Based on the Rapid Entire Body Assessment (REBA) Method (Case Study: Batik Tulis Tengah Sawah Pacitan) Valencia, Bella Renata; Astuti, Rahmaniyah Dwi; Pujiyanto, Eko
Teknoin Vol. 29 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Industrial Technology Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknoin.vol29.iss2.art1

Abstract

Batik Tulis Tengah Sawah is one of the UKM in Pacitan and is engaged in hand-written batik. In the production process, the batik maker makes the canting process while sitting on a short chair (dingklik) made of wood without a backrest. The stove used to melt malam is small and there is no table to put the stove on and it is used by 2 batik makers, so it requires the batik makers to sit obliquely facing the gawangan, causing the batik maker to sit with a slight bow. Therefore, it is necessary to assess the risk level of the work posture of the batik when doing the canting process. The purpose of this study is to evaluate the work posture of the batik maker during doing the canting process so that corrective action can be taken to reduce musculoskeletal complaints and bending posture. The result of this research is that the assessment of the risk level of the work posture of batik in all stages of the canting process activity has a REBA score of 5, which is included in the moderate or medium risk level with actions that need to be corrected.
PERBAIKAN METODE KERJA PADA DEPARTEMEN PREPARATION ASSEMBLY DI PT. XYZ Beauty, Yohana Very; Astuti, Rahmaniyah Dwi
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 8, No 2 (2017): JURNAL SIMETRIS VOLUME 8 NO 2 TAHUN 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.384 KB) | DOI: 10.24176/simet.v8i2.1593

Abstract

Perkembangan dunia industri manufaktur dan jasa semakin meningkat pesat dari waktu ke waktu. Industri dituntut untuk dapat meningkatkan produktivitasnya agar dapat terus bersaing. PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang garment. Dalam industri garment pekerjaan banyak dilakukan dengan manual handling terutama menggunakan anggota tubuh tangan. Pada penilitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas, waktu baku, metode kerja yang telah diterapkan dan selanjutnya dilakukan perbaikan metode kerja agar dapat meningkatkan produktivitas. Perbaikan metode kerja menggunakan peta tangan kiri tangan kanan. Peta tangan kiri tangan kanan digunakan untuk mengetahui gerakan-gerakan yang tidak efektif. Waktu baku untuk pembuatan produk Zipper Garage sebesar 44,44 detik setelah dilakukan perbaikan waktu baku menjadi 42,22 detik. Produktivitas meningkat sebesar 6%. Hal ini dikarenakan sudah tidak ada gerakan yang tidak efektif.
Penilaian Kesiapan Kerja dengan Model Fitness for Duty pada Pengemudi Truk Ekspedisi Angkutan Darat PT. Lookman Djaja Berdasarkan Aspek Fisik, Mental, dan Pekerjaan Tua, Timothy Gunung; Suhardi, Bambang; Astuti, Rahmaniyah Dwi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 37 No. 1 (2025): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v37i1.2392

Abstract

Penilaian kesiapan kerja menggunakan model kesesuaian untuk tugas (Fitness for Duty) pada pengemudi truk berdasarkan aspek fisik, mental, dan kerja memiliki signifikansi yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan kerja menggunakan model kesesuaian untuk tugas pada pengemudi truk PT. Lookman Djaja dengan menggunakan Tugas Kewaspadaan Psikomotor (PVT), Skala Analog Visual (VAS), Skala Kantuk Karolinska (KSS), dan regresi logistik untuk pengolahan data. Lima belas pengemudi truk PT. Lookman Djaja dengan dua waktu kerja yang berbeda mendukung penelitian dengan usia, berat badan, tinggi badan, kualitas tidur, konsumsi rokok, konsumsi kafein, waktu kerja, perhatian, kelelahan, dan kantuk sebagai variabel independen. Untuk variabel dependen digunakan FFD dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian dan evaluasi tingkat kesesuaian untuk tugas cukup baik. Berdasarkan model yang telah dibuat, 90,9% pengemudi siap untuk bertugas. Sebanyak 80% pengemudi truk diprediksi sesuai. Nilai adjusted R2 pada model adalah 56,40%. Kemampuan model untuk memprediksi nilai pengamatannya termasuk tinggi (72,10%). PVT dapat digunakan untuk menilai kesesuaian untuk tugas pengemudi truk, sedangkan VAS dan KSS tidak dapat digunakan. Perhatian mempengaruhi kesiapan kerja pengemudi truk, sedangkan kelelahan dan kantuk berpengaruh tetapi kurang signifikan. Waktu kerja pengemudi tidak secara signifikan mempengaruhi kesiapan kerja pengemudi, tetapi waktu kerja mempengaruhi perubahan tingkat perhatian pengemudi sebelum dan setelah bekerja.
Design of tools to reduce the risk level of work postures at warping station Wardani, Indira Kusuma; Iftadi, Irwan; Astuti, Rahmaniyah Dwi
Jurnal Sistem dan Manajemen Industri Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jsmi.v4i1.1997

Abstract

Based on the REBA analysis, there is a risky operator work postures in the warping work station at PT. Iskandar Indah Printing Textile because they do not use work tools. The assessment of the level of work posture risk by the REBA method gets the result that the highest work element with a final score of 10 is obtained by taking warp yarn at the warping station. This study aims to produce a design tool to reduce the level of work posture risk in warping work station operators. Then the design of tools was carried out by the Pahl and Beitz method to produce three alternative product design concepts. Based on the three ideas, the best plan is chosen by using an Engineering Design Selection, and the result is the second design concept. The selected design is an adjustable trolley with a vertical screw drive system that is comfortable to use and does not cause a bending position on the operator because it has a trolley plate that can be adjusted in height as needed. The use of the trolley causes a decrease in the level of work posture risk from a high-risk level to a small risk level with a final score of 10 to 3.
Perbaikan Metode Kerja untuk Meningkatkan Line Efficiency dengan Konsep ECRS Pertiwi, Asariella Findya Octa; Astuti, Rahmaniyah Dwi; Asariella Findya Octa Pertiwi; Rahmaniyah Dwi Astuti
Jurnal Sistem dan Manajemen Industri Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jsmi.v4i1.2184

Abstract

The Assembly line is the assembly process that is carried out based on the order of the production process in the production line. The problem that is often found in assembly lines is bottleneck conditions where some material piled up at the station. This situation indicates an imbalance in the production line. The improvement of the work method is one of the effective ways that can increase line efficiency. This study presents an increase in line efficiency by improving working methods in a washing machine assembly line of PT.X. The study aimed to increase the value of line efficiency by improving work methods. In this study, improvements were made using the line balancing method and Eliminate, Combine, Rearrange, Simplify (ECRS) concept. The results that have been done, the obtained value of line efficiency for washing machine products is 76.76%. This value has not reached the company's productivity target of 99.50%. Therefore it is necessary to improve the assembling line to increase the value of product production. The proposed improvements made with improvements to the work methods on the assembling line obtained 89.38% results is to increase the amount of line efficiency by improving work methods.
Waste analysis of fuselage assembly in panelization group of the 117th NC212i aircraft Pomalia, Frisca; Iftadi, Irwan; Astuti, Rahmaniyah Dwi
Jurnal Sistem dan Manajemen Industri Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jsmi.v4i1.2187

Abstract

Dirgantara Indonesia (PTDI) is the single source producer of the NC212i Aircraft. Almost every Aircraft is delivered to the customer over the deadline date. The existence of waste is believed to be one of causing the late delivery. Based on observations of the 117th NC212i Aircraft assembly line, which is precisely at the fuselage assembly in the paneling group, six wastes are identified: waiting, transportation, overprocessing, inventory, and motion. Waste of overproduction does not occur because PTDI applies MTO (Make to Order) system. These 6 wastes are then processed using Waste Assessment Model (WAM). The ranking result is: first place is 25% for defects, second place is 23% for waiting, third place is 17% for motion, fourth place is 15% for inventory, fifth place is 13% for transportation, sixth place is 8% for overprocessing, and seventh place is 0% for overproduction. Three critical wastes based Pareto principle can be minimized, so the delay of aircraft delivery can be reduced.
Inovasi Inkubator Fermentasi Tempe sebagai Implementasi SDGs 9 pada IKM Tempe Obor Mojosongo, Surakarta Astuti, Rahmaniyah Dwi; Suhardi, Bambang; Putri, Ade Aisyah Arifna
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan aplikasi Teknologi Vol. 4, No. 2: October 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.adipati.2025.v4i2.8222

Abstract

Proses fermentasi tempe pada Industri Kecil dan Menengah (IKM) umumnya masih dilakukan secara manual sehingga sering menimbulkan ketidakkonsistenan suhu dan kelembapan, yang berdampak pada lamanya waktu fermentasi serta kualitas produk yang kurang seragam. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu mitra IKM Tempe dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas melalui penerapan inkubator fermentasi tempe yang stabil, terjangkau, dan mudah dioperasikan. Inkubator dirancang menyerupai kabinet logam dengan enam tingkat rak tarik yang ergonomis, dilengkapi sembilan lampu pijar sebagai sumber panas dan lima exhaust fan untuk sirkulasi udara, dengan pengoperasian sederhana menggunakan saklar manual. Mitra dilibatkan dalam proses uji coba dan pelatihan penggunaan alat. Hasil pendampingan menunjukkan inkubator mampu menjaga suhu 30–40 °C dan kelembapan 60–70%. Tempe yang dihasilkan memiliki kualitas lebih seragam dari segi tekstur, aroma, dan warna, serta mengurangi risiko kegagalan fermentasi. Dengan alat yang ergonomis dan biaya produksi relatif murah, kegiatan ini dinilai memberikan manfaat nyata bagi mitra IKM, serta mendukung pencapaian SDG 9 (industri, inovasi, dan infrastruktur).
Penilaian Kesiapan Kerja dengan Model Fitness for Duty pada Pengemudi Truk Ekspedisi Angkutan Darat PT. Lookman Djaja Berdasarkan Aspek Fisik, Mental, dan Pekerjaan Tua, Timothy Gunung; Suhardi, Bambang; Astuti, Rahmaniyah Dwi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 37 No. 1 (2025): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v37i1.2392

Abstract

Penilaian kesiapan kerja menggunakan model kesesuaian untuk tugas (Fitness for Duty) pada pengemudi truk berdasarkan aspek fisik, mental, dan kerja memiliki signifikansi yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan kerja menggunakan model kesesuaian untuk tugas pada pengemudi truk PT. Lookman Djaja dengan menggunakan Tugas Kewaspadaan Psikomotor (PVT), Skala Analog Visual (VAS), Skala Kantuk Karolinska (KSS), dan regresi logistik untuk pengolahan data. Lima belas pengemudi truk PT. Lookman Djaja dengan dua waktu kerja yang berbeda mendukung penelitian dengan usia, berat badan, tinggi badan, kualitas tidur, konsumsi rokok, konsumsi kafein, waktu kerja, perhatian, kelelahan, dan kantuk sebagai variabel independen. Untuk variabel dependen digunakan FFD dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian dan evaluasi tingkat kesesuaian untuk tugas cukup baik. Berdasarkan model yang telah dibuat, 90,9% pengemudi siap untuk bertugas. Sebanyak 80% pengemudi truk diprediksi sesuai. Nilai adjusted R2 pada model adalah 56,40%. Kemampuan model untuk memprediksi nilai pengamatannya termasuk tinggi (72,10%). PVT dapat digunakan untuk menilai kesesuaian untuk tugas pengemudi truk, sedangkan VAS dan KSS tidak dapat digunakan. Perhatian mempengaruhi kesiapan kerja pengemudi truk, sedangkan kelelahan dan kantuk berpengaruh tetapi kurang signifikan. Waktu kerja pengemudi tidak secara signifikan mempengaruhi kesiapan kerja pengemudi, tetapi waktu kerja mempengaruhi perubahan tingkat perhatian pengemudi sebelum dan setelah bekerja.