Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

The Effect of Marketing Mix on Patient Retention at the Regional General Hospital (RSUD) Datu Beru Takengon Rizki Anjar Pinanggih; Irwan Saputra; Said Usman; Muhazar Muhazar; Martunis Martunis
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 2 (2022): Budapest International Research and Critics Institute May
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i2.5656

Abstract

Retention of patients as hospital customers is very important for agencies that provide services, in this case hospitals, but is often neglected. Several studies have stated that patient retention can be improved with the existence of a marketing mix by the hospital management. This type of research is observational using a cross sectional design. The population in this study included inpatients at Datu Beru Takengon Hospital where the sample size was determined by the Slovin equation and 113 people were selected. Statistical analysis used was logistic regression. The results showed that there was an effect of the dimensions of the product (product), place (place), health workers (people) and the service process (process) on patient retention in RSUD Datu Beru Takengon (p≤0.05). There is no influence of the dimensions of promotion (promotion) and physical appearance (physical) on patient retention in RSUD Datu Beru Takengon (p>0.05). Based on the results of the study, it can be concluded that the most dominant factor in patient retention at RSUD Datu Beru Takengon is the service process
The Effect of Marketing Mix on Patient Retention at the Regional General Hospital (RSUD) Datu Beru Takengon Rizki Anjar Pinanggih; Irwan Saputra; Said Usman; Muhazar Muhazar; Martunis Martunis
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 3 (2022): Budapest International Research and Critics Institute August
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i3.5790

Abstract

Retention of patients as hospital customers is very important for agencies that provide services, in this case hospitals, but is often neglected. Several studies have stated that patient retention can be improved with the existence of a marketing mix by the hospital management. This type of research is observational using a cross sectional design. The population in this study included inpatients at Datu Beru Takengon Hospital where the sample size was determined by the Slovin equation and 113 people were selected. Statistical analysis used was logistic regression. The results showed that there was an effect of the dimensions of the product (product), place (place), health workers (people) and the service process (process) on patient retention in RSUD Datu Beru Takengon (p≤0.05). There is no influence of the dimensions of promotion (promotion) and physical appearance (physical) on patient retention in RSUD Datu Beru Takengon (p>0.05). Based on the results of the study, it can be concluded that the most dominant factor in patient retention at RSUD Datu Beru Takengon is the service process
Penggunaan Kayu Bakar Untuk Penyulingan Sere Wangi Dengan Luasan Hutan Pinus di Kecamatan Blangjerango Kabupaten Gayo Lues Jamaludin Jamaludin; Martunis Martunis; Ryan Moulana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.543 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i1.16724

Abstract

Abstrak. Kabupaten Gayo Lues merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Aceh dengan luas wilayah seluas 571.958 Ha yang terdiri dari 11 kecamatan dan 136 kampung. Sekitar 40% masyarakat Gayo Lues bergantung hidup dari sere wangi, salah satunya adalah masyarakat di Kecamatan Blangjerango. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkiran berapa luas hutan pinus yang di manfaatkan sebagai sumber kayu bakar bagi penyulingan minyak sere wangi. Penelitiaan ini dilakukan di Kecamatan Blangjerango khususnya yang memiliki kebun sere wangi yaitu di  Kampung Peparik Gaib, Penosan dan Sekuelen. Pengambilan dan pengumpulan data menggunakan metode purposive sampling. Terdapat 127 titik ketel penyulingan yang masih aktif beroperasi di ketiga lokasi peneltian sehingga menghabiskan kayu bakar sebanyak 2.667 m3 dan 444.500 kg sere wangi atau setara dengan 4,3 Ha lahan hutan pinus dan 51 Ha lahan sere wangi. Dengan mengambil kayu bakar dari hutan pinus tentunya akan menyebabkan tegakan pinus berkurang dan banyaknya pembukaan lahan untuk penanaman sere wangi.Abstract. Gayo Lues is one of the regencies located in Aceh Province with an area of 571,958 hectares which consists of 11 sub districts and 136 villages about 40% of the Gayo Lues community depends on sere wangi life, one of which is the people in the Blangjerango sub district, this study aims to determine the approximate extent of pine forests that are used as a source of firewood for the refining of citronella oil. This research was conducted in Blangjerango sub district especially those with sere wangi gardens namely in the villages of Peparik Gaib, Penosan and Skuelen. Retrieval and date collection using purposive sampling method. There are 127 refineries are still actively operating in the three research locations so that they use up 2,667 m3 of firewood and 444,500 kg of sere wangi or the equvalent of 4,3 hectares of sere wangi land. By taking firewood from the forest, of couse, willcause less pine stands and more land clearing for planting sere wangi. 
Studi Keanekaragaman Jenis Burung Di Perkebunan Desa Cinta Damai Kecamatan Bambel Kabupaten Aceh Tenggara Lita Mardiani; Martunis Martunis; Arif Habibal Umam
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.721 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i1.18457

Abstract

Abstrak Desa Cinta Damai adalah sebuah desa yang dekat dengan pegunungan terdapat di Provinsi Aceh, yaitu di daerah Aceh Tenggara Kecamatan Bambel. Desa Cinta Damai memiliki wilayah paling luas di Kecamatan Bambel mencapai 190 Ha. salah satu daerah menjadi habitat bermacam jenis burung dalam keadaan lingkungan telah menyediakan adanya kehidupan untuk burung baik serupa pakan serta buah dan serangga kecil jadi sumber pakan untuk burung. Penelitian ini bertujuan mengetahui keanekaragaman jenis, indeks keanekaragaman jenis, morfologi, kelimpahan dan dominan burung yang terdapat di perkebunan Desa Cinta Damai. Hasil ini di harapkan dapat bermanfaat berupa data dan informasi dasar mengenai keanekaragaman jenis burung di Desa Cinta Damai sebagai acuan pengelolaan jenis burung untuk masyarakat sekitar dan pemerintah dapat mengetahui keanekaragaman jenis burung di Desa Cinta Damai Kecamatan Bambel. Metode kombinasi antara metode titik hitung (Point Count) dan metode jalur (Transect). Dari 25 jenis burung tedapat 2 jenis burung dilindungi menurut Peraturan pemerintah No.P106 2018 adalah Elang Tikus (Elanus caeruleus), Elang Hitam (Ictinaetus malayensis) dan Status keterancaman menurut daftar merah IUCN yaitu 1 spesies yaitu Kerah Kerbau (Acridotheres javanicus) Vulnerable (rentan). Indeks keanekaragaman spesies burung di lokasi penelitian tergolong sedang, yang ditandai dengan indeks keanekaragaman burung H’= 2,6805. Burung yang dominan yang berada pada perkebunan Desa Cinta Damai merupakan dominan sedang dengan jumlah 0,1053. Kata Kunci : Keanekaragaman Jenis Burung Di Perkebunan Desa Cinta Damai AbstrakDesa Cinta Damai merupakan sebuah desa yang dekat dengan pegunungan di Provinsi Aceh yaitu di wilayah Aceh Tenggara Kecamatan Bambel. Desa Cinta Damai memiliki wilayah terluas di Kecamatan Bambel mencapai 190 ha. Suatu kawasan yang menjadi habitat berbagai jenis burung dalam keadaan lingkungan telah memberikan kehidupan bagi burung baik yang sejenis sebagai pakan maupun buah-buahan dan serangga kecil sebagai sumber pakan bagi burung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis, indeks keanekaragaman jenis, morfologi, kelimpahan dan burung dominan yang terdapat di perkebunan Desa Cinta Damai. Hasil ini diharapkan dapat bermanfaat berupa data dan informasi dasar tentang keanekaragaman jenis burung di Desa Cinta Damai sebagai acuan pengelolaan jenis burung bagi masyarakat sekitar dan pemerintah dapat mengetahui keanekaragaman jenis burung di Desa Damai Kecamatan Bambel. Penelitian dilakukan pada tanggal 31 Januari sampai dengan 28 Februari 2021. Kombinasi metode hitung titik dan metode jalur (Transect). Dari 25 jenis burung tersebut, 2 jenis burung yang dilindungi menurut PP No.P106 2018 adalah Elang Tikus (Elanus caeruleus), Elang Hitam (Ictinaetus malayensis) dan Status isolasi menurut daftar merah IUCN 1 jenis yaitu Kerah Kerbau (Acridotheres javanicus) Rentan (rentan). Indeks keanekaragaman jenis burung di lokasi penelitian relatif sedang, yang dicirikan oleh H'= indeks keanekaragaman burung sebesar 2,6805. Burung yang dominan di perkebunan Desa Cinta Damai adalah burung yang dominan sedang dengan jumlah 0.1053. Kata kunci : Keanekaragaman Jenis Burung di Perkebunan Desa Cinta Damai
Mutu Kimia dan Sensori Nugget Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) dengan Penambahan Wortel Yunisa Safrila; Normalina Arphi; Martunis Martunis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.089 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.20025

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah jamur tiram putih menjadi produk nugget dengan variasi penambahan wortel dan tepung, serta menentukan mutu kimia dan sensori nugget yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor, yaitu rasio jamur tiram putih:wortel (K) yang terdiri dari tiga taraf yaitu K0= 100:0 (kontrol), K1= 80:20 dan K2= 60:40. Selain itu perlakuan lainnya berupa rasio terigu:maizena (T) terdiri dari tiga taraf yaitu T1= 100:0, T2= 50:50 dan T3= 0:100. Uji kimia yang dilakukan meliputi kadar air, abu, lemak dan protein serta dilakukan juga analisis kadar serat kasar dan DPPH (antioksidan). Pengujian sensori yang dilakukan berupa uji hedonik terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur pada nugget jamur tiram putih.Hasil penelitian menunjukkan rasio jamur:wortel (K) hanya berpengaruh (P≤0.05) terhadap kadar lemak dengan nilai kadar lemak paling baik yaitu 8,70% yang diperoleh pada rasio jamur:wortel 60:40 (K2). Selain itu rasio terigu:maizena (T) hanya berpengaruh (P≤0.05) terhadap nilai hedonik rasa dan tekstur. Nilai terbaik yang diperoleh pada hedonik rasa yaitu 4,11-4,21 (suka), dan nilai hedonik tekstur yaitu 4,14 (suka) dari nugget dengan rasio terigu:maizena 0:100 (T3). Sedangkan perlakuan rasio jamur:wortel (K), rasio terigu:maizena (T), dan interaksi kedua perlakuan (KT), berpengaruh tidak nyata (P≥0.05) terhadap kadar air, abu, protein, serat kasar, persentase inhibisi DPPH, nilai hedonik warna dan aroma nugget jamur tiram putih. Perlakuan terbaik berdasarkan uji rangking berupa analisis kimia dan sensori diperoleh pada perlakuan K2T3 yaitu pada rasio jamur:wortel 60:40 dan rasio terigu:maizena 0:100, dengan kadar lemak 10,51%, rasa 4,18 (suka) dan tekstur 4,06 (suka).
Jenis dan Komposisi Vegetasi di Blok Pemanfaatan, Blok Perlindungan dan Blok Tradisional di Kawasan Tahura Lae Kombih Kota Subulussalam Asnita Rahmah Juliar; Martunis Martunis; Lola Adres Yanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.668 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.20009

Abstract

Kawasan Hutan Taman Hutan Raya (Tahura) Lae Kombih memiliki beberapa ekosistem/tipe vegetasi hutan. Penelitian bertujuan untuk mengindentifikasi jenis dan komposisi vegetasi pada blok pemanfaatan, perlindungan dan tradisional dengan menggunakan metode Systematic Random Sampling yaitu petak contoh ditempatkan pada lokasi hutan dominan. Penentuan sampel menggunakan intesitas sampling sebesar 0,05 % terdiri atas 20 plot sampel. Hasil penelitian menunjukan pada blok pemanfaatan, blok perlindungan dan blok tradisional dengan luas kawasan 589 ha ditemukan 26 jenis tumbuhan berdasarkan tingkat semai, pancang, tiang dan pohon dengan total individu sebanyak 315 individu.
Studi pengetahuan, Sikap dan Perilaku Masyarakat Pemburu Madu hutan Terhadap Kelestarian Kawasan Hutan Pining Zena Sara Bangsu; Subhan Subhan; Martunis Martunis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.208 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i1.18943

Abstract

Abstrak. Hutan Pining adalah salah satu kawasan hutan yang berada di dalam Kawasan Ekosistem Leuser, luas wilayah kawasan hutan di Kecamatan Pining mencapai 95.568,00 Ha, dengan ketinggian 400 meter dari permukaan laut yang memiliki flora dan fauna hingga hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang cukup tinggi dan bersifat perlindungan serta konservasi sehingga perlu dilakukan penelitian agar sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya lestari. Salah satu HHBK yang dimanfaatkan masyarakat kampung Pertik, Kecamatan Pining adalah Madu hutan. Sehingga hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku masyarakat berpengaruh terhadap kondisi lingkungan dan ekonomi masyarakat desa hutan terhadap hutannya yang  mencakup berbagai kehidupan. Kondisi  sosial  masyarakat di sekitar hutan merupakan variabel yang perlu diperhitungkan dalam merumuskan tujuan pengeloaan hutan tentunya dalam budidaya madu hutan serta kelestariannya. Penelitian ini dilakukan dari bulan Februari sampai bulan September 2021. Penelitian ini dilakukan di Kampung Pertik, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues. Dengan 74 responden. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif  kuantitatif  hasil analisis data dideskripsikan secara kualitatif. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan Skala likert. Skor ideal merupakan skor yang digunakan untuk menghitung skor untuk menentukan skala penilaian dan jumlah seluruh jawaban. Selanjutnya Data akan diolah menggunakan analisis Rank Spearman menggunakan SPSS 22 FOR WINDOWS. Dengan hasil jawasan responden tentang Studi pengetahuan masyarakat pemburu madu hutan Pining paling tinggi tahu sebesar 32%, studi sikap masyarakat pemburu madu hutan Pining paling tinggi setuju sebesar 50% dan studi perlikau masyarakat pemburu madu hutan Pining paling tinggi setuju 39 %.  Nilai kolerasi pengetahuan dengan perilaku masyarakat pemburu madu hutan terhadap kelestarian kawasan hutan Pining memiliki nilai hubungan yang searah dan signifikan dengan kolerasi yang kuat. Nilai kolerasi sikap dengan perilaku masyarakat pemburu madu hutan terhadap kelestarian kawasan hutan Pining memiliki nilai hubungan yang searah namun tidak signifikan dengan memiliki nilai kolerasi sangat kuat.Kata Kunci : Studi pengetahuan, Sikap dan Perilaku Masyarakat Pemburu Madu hutan Terhadap Kelestarian Kawasan Hutan PiningAbstract. Pining Forest is one of the forest areas located in the Leuser Ecosystem Area, the area of the forest area in Pining District reaches 95,568.00 Ha, with an altitude of 400 meters above sea level which has sufficient flora and fauna to non-timber forest products (NTFPs). protection and conservation, so it is necessary to conduct research so that living natural resources and their ecosystems are sustainable. One of the NTFPs used by the people of Pertik Village, Pining District is forest honey. So that the relationship between knowledge and attitudes towards community behavior affects the environmental and economic conditions of forest village communities towards their forests which cover a variety of lives. The social condition of the community around the forest is a variable that needs to be taken into account in formulating the objectives of forest management, of course, in the cultivation of forest honey and its sustainability. This research was conducted from February to September 2021. This research was conducted in Pertik Village, Pining District, Gayo Lues Regency. With 74 respondents. The data analysis used in this research is quantitative descriptive analysis. The results of data analysis are described qualitatively. Quantitative data were analyzed using a Likert scale. The ideal score is the score used to calculate the score to determine the rating scale and the total number of answers. Furthermore, the data will be processed using Spearman Rank analysis using SPSS 22 FOR WINDOWS. With the results of the respondents' answers regarding the study of knowledge of the Pining forest honey hunter community, the highest is tofu at 32%, the study of attitudes of the Pining forest honey hunter community agrees the highest at 50% and the behavior study of the Pining forest honey hunter community agrees with the highest 39%. The correlation value of knowledge with the behavior of forest honey hunter communities on the sustainability of the Pining forest area has a unidirectional and significant relationship value with a strong correlation. The correlation value of attitudes with the behavior of forest honey hunter communities towards the sustainability of the Pining forest area has a unidirectional but insignificant relationship value with a very strong correlation value.
Studi Tentang Pengetahuan Masyarakat, Peran Masyarakat Dan Kebijakan Pemerintah Terhadap Keberadaan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Studi Kasus Di Desa Ketambe Kabupaten Aceh Tenggara Srydinda Agustinsy; Martunis Martunis; Ashabul Anhar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.844 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i2.16962

Abstract

Abstrak. Keberadaan masyarakat di sekitar TNGL merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan ekosistem Taman Nasional, sering dihadapkan pada dilema antara kepentingan konservasi  keanekaragaman  hayati  dengan kepentingan dan kebutuhan masyarakat terhadap sumberdaya di TNGL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat,  peran masyarakat dan kebijakan pemerintah terhadap keberadaan TNGL dan melihat faktor-faktor serta tingkat korelasi yang berdampak pada pengetahuan masyarakat, peran masyarakat dan kebijakan pemerintah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan Statistical Program From Social Science (SPSS) 22 dan Microsoft Excel 2007. Pengolahan data dilakukan menggunakan rumus Uji Korelasi Spearman Rank untuk menguji  hubungan antar variabel. Berdasarkan uji korelasi Rank Spearman pada pengetahuan masyarakat, yakni faktor  pekerjaan dan pendidikan  berkorelasi signifikan  keberadaan TNGL sedangkan faktor jenis kelamin, umur, dan jumlah tanggungan keluarga berkorelasi tidak signifikan. Pada peran masyarakat faktor pendidikan berkorelasi signifikan, sedangkan faktor jenis kelamin, umur, pekerjaan  dan jumlah tanggungan keluarga berkorelasi tidak signifikan. Pada kebijakan pemerintah  seluruh faktor karakteristik berkorelasi tidak signifikan terhadap keberadaan TNGL.Kata kunci :Pengetahuan Masyarakat, Peran Masyarakat, Kebijakan Pemerintah dan TNGL Desa Ketambe AbstractThe existence of communities around TNGL is an inseparable part of the management of the National Park ecosystem, often faced with a dilemma between the interests of biodiversity conservation and the interests and needs of the community for resources in TNGL. This study aims to determine the level of public knowledge, the role of society and government policies on the existence of GLNP and to see the factors and levels of correlation that have an impact on public knowledge, the role of society and government policies. The method used in this study is to use the Statistical Program From Social Science (SPSS) 22 and Microsoft Excel 2007. Data processing is carried out using the Spearman Rank Correlation Test formula to test the relationship between variables. Based on the Spearman Rank correlation test on public knowledge, the work and education factors have a significant correlation with GLNP, while the factors of gender, age, and number of family dependents are not significantly correlated. In the role of the community, the education factor has a significant correlation, while the factors of gender, age, occupation and number of family dependents have no significant correlation. In government policy, all characteristic factors have insignificant correlation to the existence of TNGL. Keywords: Community Knowledge, Community Role, Government Policy and TNGL in Ketambe Village 
STUDI ANATOMI KAYU MEDANG KULI (Actinodaphne nitida) DI KABUPATEN GAYO LUES Sri Wati; Martunis Martunis; Essy Harnelly
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.002 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.22345

Abstract

Abstrak. Medang Kuli (Actinodaphne nitida) merupakan  jenis kayu komersial dengan kayu yang kuat selain itu jenis tumbuhan ini mengandung alkaloid (obat-obatan). Medang kuli (Actinodaphne nitida) tidak ada dalam daftar kayu yang bisa diperdagangkan serta telah disahkan oleh Keputusan Mentri Kehutanan No.163/Kpts-II/2003. Tujuan dari dilakukannya penelitian agar bisa mengetahui ciri-ciri secara umum, makroskopis serta mikroskopis kayu Medang Kuli (Actinodaphne nitida) di kabupaten Gayo Lues. Dalam pengujian secara struktur anatomi mikroskopis digunakan standar internasional (Association of Wood Anatomist). Didapatkan hasil struktur anatomi darikayu Medang Kuli (Actinodaphne nitida) secara umum memiliki warna kuning jerami, tekstur, tekstur halus, arah seat berpadu, kusam, berat sedang, tidak terlalu keras, kesat, tidak bercorak, tidak berbau, tidak memiliki kulit tersisip dan tanda kerinyut. Berdasarkan ciri makroskopis dan mikroskopis kayu Medang Kuli (Actinodaphne nitida) memiliki Kayu Medang Kuli (Actinodaphne nitida) memiliki penyebaran pembuluh/pori tata baur, penyusunan pori diagonal dan atau radial, penggabungan pori bergabung, isi pori deposit, rata-rata luas pori 1.6101,24 µm, diameter pori 142,43 µm, dinding pori 8,24 µm, jarak antar pori 311,40 µm. Parenkim paratrakeal sepihak, parenkim paratrakeal alifrom sayap tipis, parenkim apotrakeal deretan tangensial pendek dan parenkim aksial lainnya bentuk tangga. Tipe jari-jari halus, ukuran jari-jari memiliki satu ukuran, lebar jari-jari 17,89 µm, panjang jari-jari 129,63 µm, tebal dinding jari-jari 4,54 µm, jarak antar jari-jari 61,64 µm, saluran intraseluler aksial deretan tangensial pendek. Diameter serat 32,82 µm, diameter lumen 12,77 µm, panjang serat 4.685,95 µm, tebal dinding serat 10.33 µm. Abstract. Medang Kuli (Actinodaphne nitida) is a commercial type of wood with strong wood besides that this plant species contains alkaloids (medicines). Medang coolie (Actinodaphne nitida) has not been registered in the timber trade which has been ratified by the Decree of the Minister of Forestry No. 163/Kpts-II/2003. This study aims to determine the general characteristics, macroscopic and microscopic characteristics of Medang Kuli wood (Actinodaphne nitida) in Gayo Lues district. In this study to test the microscopic anatomical structure refers to the standards of the International Association of Wood Anatomists. The results showed that the anatomical structure of Medang Kuli wood (Actinodaphne nitida) in general had a straw yellow color, texture, smooth texture, blended seat direction, dull, medium weight, not too hard, rough, not patterned, odorless, did not have inserted skin and wrinkle marks. Based on the macroscopic and microscopic characteristics of Medang Kuli wood (Actinodaphne nitida) Medang Kuli wood (Actinodaphne nitida) has diffuse distribution of vessels/pores, diagonal and/or radial pore arrangement, merged pores, deposited pore content, average pore area of 1,601, 24 m, pore diameter 142.43 m, pore wall 8.24 m, pore spacing 311.40 m. Unilateral paratracheal parenchyma, thin wing alifrom paratracheal parenchyma, short tangential row apotracheal parenchyma and other axial parenchyma in the form of stairs. Type of fine fingers, the size of the radius has one size, the width of the radius is 17.89 m, the length of the radius is 129.63 m, the wall thickness of the radius is 4.54 m, the distance between the fingers is 61.64 m, short tangential row axial intracellular channels. Fiber diameter is 32.82 m, lumen diameter is 12.77 m, fiber length is 4,685.95 m, fiber wall thickness is 10.33 m.
Problematika Intervensi Sosial dalam Penanganan Covid-19 di Desa Mon Ara Bireuen-Aceh Menuju Normalisasi Massa Zulham Zulham; Martunis Martunis
Mandub : Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2023): JUNI : Mandub: Jurnal Politik, Sosial, Hukum, Dan Humaniora
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/mandub.v1i2.312

Abstract

The government through the Ministry of Health has been continuously outreaching and educating the public to understand health protocols, but the phenomena that occurred in Mon Ara Village, Makmur District, Bireuen Regency include; there are still many people who are lazy to wear masks, wash their hands with soap, and keep their distance, there are still many people who think that Covid-19 is just the engineering of certain elements, there are still people who think that Covid-19 is exaggerated, and there are still people who have the view that handling Covid-19 is the government's job. This study aims to determine community intervention on the governance of handling Covid-19 in Desa Mon Ara, Makmur District, Bireuen Regency. The theory used in this research is intervention theory. The research approach used is qualitative by using interview instruments, documentation and observation. The data obtained were analyzed descriptively. The results of the study explained that community intervention in the governance of handling Covid-19 in Desa Mon Ara, Makmur District, Bireuen Regency, mobilized the masses to be vaccinated. However, some people do not follow the regulations, so that the community's willingness to use masks is not optimal. Community intervention in the distribution of direct cash assistance (BLT) is another problem during Covid.