Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja maqashid syariah Fatkhiya Ainur Rahma; Johan Arifin
Proceeding of National Conference on Accounting & Finance Volume 4, 2022
Publisher : Master Program in Accounting, Faculty of Economics, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maqashid syariah mencakup kesejahteraan manusia dan lingkungan sekitarnya sesuai aturan hukum islam yang dirancang untuk mencapai tujuan di dunia maupun akhirat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja maqashid syariah pada bank syariah di Indonesia. Sampel penelitian adalah 14 bank umum syariah di Indonesia yang terdaftar di OJK antara tahun 2014-2019. Metode pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dana syirkah temporer dan Dewan Komisaris tidak berpengaruh signifikan; ROA dan DPS berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja maqashid syariah. Penelitian ini menambahkan variabel kontrol ukuran bank syariah, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran bank syariah tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja maqashid syariah.
Potential Factors to Enhance the Level of Disclosure within Financial Statements of Indonesian Provincial Governments Johan Arifin
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 20 No. 2 (2018): NOVEMBER 2018
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.506 KB) | DOI: 10.9744/jak.20.2.89-98

Abstract

Using Agency theory, this research aims to examine the factors that potentially influence the level of disclosure within financial statements in Indonesian provincial governments including Human Development Index  (HDI),  Liabilities,  General  Allocated  Fund  (GAF),  and  Provincial  Original  Revenue  (POR).  This research is very important because Indonesia has recently undergone major governmental financial reform and is seeking to greatly enforce its financial accounting transparency. The objects of this research are 99 financial statements from 33 Indonesian provinces in the period of 2014 to 2016. The level of disclosure is measured using a 34 item index derived from Indonesian Government Accounting Standards. Regression analysis shows that Human Development Index (HDI) and General Allocated Fund (GAF) are positive and significant predictors of the level of disclosure within financial statements of Indonesian provincial govern- ments. These results can be used by Indonesian government as a potential information in making government policy related to financial transparency at provincial level.
Domination of Regional Wealth as a Determining Factor of Financial Statement Disclosure Johan Arifin
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 22 No. 2 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.533 KB) | DOI: 10.9744/jak.22.2.91-104

Abstract

AbstractUsing Stewardship theory, this study examines the factors that influence the level of mandatory disclosure within financial statements of provincial governments in Indonesia, including size of government, regional wealth, number of Regional Working Units (SKPD), administrative age of government and audit findings. By applying the purposive sampling method, this study uses a sample of financial statements from 27 provinces in Indonesia during 2016 to 2018, therefore the total sample is 81 financial statements. The findings reveal that there is a moderate level of compliance with key mandatory disclosures (61,33%). In addition, the regression analysis shows that from the five potential predictor variables, regional wealth is the only predictor that is significantly positive towards the level of mandatory disclosure within financial statements of Indonesian provincial governments. Given overall non-compliance rate of over 38% there is a clear need for the Indonesian government especially the Supreme Audit Board (BPK) to better enforce provincial government's compliance combined with important financial reforms and regulations.
Kepatuhan wajib pajak UMKM di Indonesia: faktor internal dan eksternal Mery Enggar Palupi; Johan Arifin
Proceeding of National Conference on Accounting & Finance Volume 5, 2023
Publisher : Master Program in Accounting, Faculty of Economics, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ncaf.vol5.art39

Abstract

Kepatuhan pajak merupakan hal penting bagi Indonesia karena pendapatan terbesar negara ini bersumber dari pungutan pajak. Jumlah Wajib Pajak di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahun, namun pajak UMKM tercatat masih sangat rendah kontribusinya. Tujuan penelitian untuk menguji pengaruh religiusitas, etika uang, sosialisasi perpajakan, dan modernisasi sistem administrasi perpajakan terhadap kepatuhan Wajib Pajak UMKM di Indonesia. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner online. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Metode analisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan religiusitas, sosialisasi perpajakan, dan modernisasi sistem administrasi perpajakan secara parsial berpengaruh positif terhadap kepatuhan pajak, sedangkan etika uang tidak memiliki pengaruh terhadap kepatuhan Wajib Pajak UMKM. Hasil penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan ilmu akuntansi khususnya perpajakan dan membantu para pemangku kepentingan dalam mempertimbangkan aspek-aspek yang berpotensi meningkatkan kepatuhan pajak.
Determining factors of sustainability report using the institutional isomorphism theory approach Tri Siwi Nugrahani; Hadri Kusuma; Johan Arifin; Rifqi Muhammad
Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia Vol 27, No 1 (2023)
Publisher : Accounting Department, Faculty of Business and Economics, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jaai.vol27.iss1.art1

Abstract

One form of company participation in sustainable development is the preparation of quality reports (SR) taking into account SR content and pressure from stakeholders including the determinants of SR quality in companies listed on the IDX during 2017-2020 with an isomorphism theory approach. The sample for this study was 444 companies using the purposive method, with the criteria for companies compiling SRs during the year of observation either separately or in combination with the annual financial statements. Data analysis with multivariate regression. The results showed that environmental pressure and social pressure coercively isomorphism had an effect on SR quality, and industrial pressure had mimetic isomorphism affected SR quality, while normative pressure from the audit committee had no effect on SR quality because p > 0.05. This study proves that testing the quality of SR with a coercive, mimetic, and normative isomorphism theory approach can determine the quality of SR.
Pengaruh Pemberian Difenhidramin Pada Pencegahan Agitasi Pasca Anestesi Pasien Pediatrik Dengan Sevofluran Purnomo, Ika Cahyo; Arifin, Johan; ., Witcaksono
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 4 No. 3 (2017): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.544 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v4i3.330

Abstract

Latar belakang : Sevofluran adalah salah satu agen anestesi inhalasi yang banyak digunakan pada pediatri. Meski demikian kejadian agitasi lebih besar pada pediatri yang diberi anestesi dengan sevofluran dibandingkan dengan yang diberi anestesi inhalasi lainnya. Delirium atau agitasi saat pulih sadar adalah masalah yang serius karena dapat menimbulkan bahaya saat pulih sadar baik pada diri mereka sendiri dan lingkungannya, termasuk tenaga kesehatan. Difenhidramin merupakan salah satu alternatif obat untuk penatalaksanaan farmakologis delirium dan agitasi akut pada pediatri di ruang rawat intensif.Namun demikian, belum terdapat penelitian tentang penggunaan obat ini untuk pencegahan delirium dan agitasi saat pulih sadar pasca anestesi. Tujuan:Untuk mengetahui pengaruh difenhidramin terhadap pencegahan agitasi/emergence delirium pada saat pulih sadar pada pediatrik yang menjalani anestesi umum dengan sevofluran Metode: Penelitian dengan desain double blinded randomized controlled trial pada 50 anak berusia 10-21 bulan yang menjalani anestesi umum dengan sevofluran untuk pembedahan labioplasti.Subjek secara acak diberikan plasebo atau difenhidramin dosis tunggal 0,5 mg/kg intravena 15 menit sebelum obat anestesi inhalasi dihentika,. Subjek dilakukan ekstubasi dan diobservasi di ruang pulih sadar untuk adanya agitasi atau emergence delirium dan kelayakan untuk kembali ke ruang perawatan. Agitasi atau emergence delirium dinilai dengan Pediatric Agitation and Emergence Delirium Score (PAEDS) sedangkan kelayakan untuk kembali ke ruang perawatan dinilai dengan skor Steward. Bila PAEDS > 10 pasien dinilai mengalami agitasi atau emergence delirium dan diberikan rescue tranquilizer ketamin 0,1 mg/ kg. Jumlah rescue tranquilizer dan efek samping obat-obatan yang bermakna secara klinis juga dicatat. Hasil: Terdapat perbedan bermakna kejadian agitasi atau emergence delirium kedua kelompok yaitu 40% pada kelompok kontrol dan 4 % pada kelompok difenhidramin (p= 0.005). Skor PAEDS satu menit pasca ekstubasi antar kelompok tidak menunjukkan perbedaan bermakna, namun pada saat subject mulai pulih sadar rerata PAEDS kelompok kontrol 10.1± 1.96, dan kelompok intervensi adalah 8.8±0.82 (p= 0.00). Tidak terdapat perbedaan bermakna pada lama rawat di ruang pulih sadar dan tidak terdapat efek samping yang bermakna secara klinis. Kesimpulan: Pemberian difenhidramin intravena dosis tunggal sebelum ekstubasi dapat menurunkan angka kejadian agitasi/emergence delirium saat pulih sadar dan menurunkan skor Pediatric Agitation and Emergency Delirium Score (PAEDS) pada pasien pediatrik yang menjalani labioplasti dengan anestesi umum dengan sevofluran, tanpa memperpanjang waktu rawat di ruang pulih sadar. Kata Kunci: Difenhidramin, agitasi, emergence delirium, sevofluran, PAEDS
The Representation of Ethnic Identity in Banjar Fiction by Jamal T. Suryanata Lismayanti, Heppy; Arifin, Johan; Kamariah, Kamariah
International Journal Of Education, Social Studies, And Management (IJESSM) Vol. 4 No. 3 (2024): The International Journal of Education, Social Studies, and Management (IJESSM)
Publisher : LPPPIPublishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/ijessm.v4i3.564

Abstract

This study aims to analyze the representation of ethnic identity in Banjar fiction by Jamal T. Suryanata. Banjar fiction, as part of regional literature, plays an important role in depicting the life, culture, and thoughts of the Banjar community. The main objective of this research is to identify how Banjar ethnic identity is portrayed in Suryanata's works, as well as to understand how the characters, themes, and symbols used in these works reflect the social and cultural construction of Banjar ethnicity. The method used in this study is descriptive qualitative text analysis. This research examines several works of Banjar fiction by Jamal T. Suryanata, such as novels and short stories, through an ethnic identity theory approach and literary sociology studies. The analysis focuses on the characters in the stories, cultural depictions, and the role of the Banjar language in shaping the image and characteristics of ethnicity in these works. The findings of this study indicate that Banjar ethnic identity in Jamal T. Suryanata’s works is portrayed through depictions of daily life, customary values, and the social conflicts faced by the Banjar community. The characters in these fictions often experience shifts or quests for identity, both in relation to other communities and in maintaining their original culture. The Banjar language also plays an important role in reinforcing the authenticity and depth of the representation of Banjar cultural identity. Themes such as unity, social change, and modernization challenges become central issues that highlight the dynamics of ethnic identity. The implications of this research show that Banjar literature functions not only as entertainment but also as a medium for communicating and preserving cultural identity. The representation of ethnic identity in Banjar fiction contributes to a deeper understanding of Banjar cultural values and how its community faces the challenges of modern times. This study also opens up space for further research on the role of regional literature in preserving Indonesia’s cultural diversity.
Perbedaan Efektifitas Oral Hygiene Antara Povidone Iodine Dengan Chlorhexidine Terhadap Clinical Pulmonary Infection Score Pada Penderita Dengan Ventilator Mekanik Sebayang, Kurniadi; Pujo, Jati Listiyanto; Arifin, Johan
JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia) Vol 3, No 1 (2011): JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia)
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jai.v3i1.6450

Abstract

Latar belakang: Antiseptik oral hygiene merupakan salah satu cara non farmakologi yang dapat menurunkan insiden Ventilation Associated Pneumonia (VAP) dengan menurunkan skor Clinical Pulmonary Infection Score (CPIS) pada penderita dengan ventilator mekanik. Chlorhexidine adalah antiseptik yang lebih mampu mencegah pembentukan biofilm dibandingkan dengan povidone iodine. Tujuan: Mengetahui chlorhexidine 0,2% lebih efektif menurunkan angka Clinical Pulmonary Infection Score (CPIS) dibandingkan dengan povidone iodine 1% pada penderita dengan ventilator mekanik. Metode : Merupakan penelitian eksperimental, dua subjek dibagi dua kelompok sama besar (n =16). Kelompok chlorhexidinee 0,2 % dan kelompok kontrol povidone iodine 1%. Kedua kelompok sebelum dan setelah perlakuan dilakukan pemeriksaan CPIS, yaitu: suhu, analisa gas darah, sekret trakea, darah rutin dan foto ronsen dada. Uji wilcoxon adalah uji korelatif untuk melihat GC plaque sebelum dan setelah perlakuan.Sedangkan uji spearman melihat korelasi GC plaque dan skor CPIS pada kelompok perlakuan. Hasil: Hasil skor CPIS berbeda makna pada kelompok I (p<0,05). Analisis komparatif selisih skor sebelum dan sesudah perlakuan kedua kelompok berbeda bermakna (p<0,05). Skor GC plaque sebelum [6,00 (5,60-7,00)] dan setelah aplikasi chlorhexidinee 0,2% [7,00 (6,80-7,20)] menunjukkan hasil berbeda bermakna (p= 0,000). Uji spearman skor GC plaque dan CPIS menunjukkan hasil berbeda tidak bermakna, hasil korelatif negatif. Kesimpulan: Chlorhexidinee 0,2% merupakan antiseptik orofaring yang lebih efektif menurunkan skor CPIS dibandingkan dengan povidone iodine 1% pada pasien dengan ventilator mekanik. Tidak ada korelasi antara kenaikan skor GC plaque dengan penurunan skor CPIS.
Kontribusi Model Kewirausahaan Sosial dalam Meningkatkan Kemandirian Ekonomi dan Jaringan Sosial Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan di Mojokerto Sabarisman, Muslim; Arifin, Johan; Sulubere, Muhammad Belanawane
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 14 No. 1 (2024): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi (Pusdiklat-bangprof), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v14i1.3502

Abstract

Abstrak: Artikel ini mengkaji kontribusi intervensi berbasis kewirausahaan dalam meningkatkan kemandirian ekonomi dan jaringan sosial bagi penerima program bantuan sosial transfer bersyarat Indonesia, Program Keluarga Harapan. Melalui studi kasus pada Program Kewirausahaan Sosial (ProKUS) di Kabupaten Mojokerto, digunakan metode kualitatif dengan data yang dihimpun melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan tinjauan dokumentasi dari penerima manfaat, pendamping sosial, dan dinas pemerintah daerah. Temuan menunjukkan bahwa ProKUS berhasil mendorong peningkatan relatif pendapatan keluarga melalui berbagai kegiatan usaha mikro seperti produksi sepatu dan penjualan makanan keliling. Selain itu, interaksi dalam komunitas kewirausahaan ini memperkuat jaringan sosial di kalangan penerima manfaat, menciptakan solidaritas dan saling dukung yang merupakan faktor penting bagi keberhasilan usaha. Akan tetapi terdapat beberapa tantangan dalam implementasi ProKUS, di antaranya keterbatasan modal, kurangnya keterampilan kewirausahaan, dan kendala akses teknologi. Studi ini merekomendasikan peningkatan akselerasi model peningkatan pendapatan KPM PKH melalui model kewirausahaan dengan pelatihan usaha yang lebih relevan, akses modal yang berkelanjutan, dan kemudahan izin administrasi usaha. Dengan mengatasi tantangan ini dan memperkuat sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas usaha lokal, ProKUS berpotensi menciptakan keluaran ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi keluarga penerima manfaat PKH menuju keamanan finansial yang merupakan prasyarat vital bagi upward mobility.   Kata kunci: Kewirausahaan, kewirausahaan sosial, kemandirian ekonomi, jaringan sosial.
Decision of Fraud Disclosure in the Indonesian Regional Government Arifin, Johan; Ariefadisya, Sheila Hikma; Ayuntari, Chivalrind Ghanevi
Riset Akuntansi dan Keuangan Indonesia Vol 5, No 3 (2020) Riset Akuntansi dan Keuangan Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/reaksi.v5i3.11088

Abstract

The objective of this study was to examine the potential factors affecting employees to perform whistleblowing in Indonesian regional government level. The examined factors included supervisor support, protection, compensation and the level of fraud severity.This study was conducted by testing 130 civil servants who have worked in a number of regions in Indonesia. The test was done by handing out questionnaires that consisted of some questions and two case studies. The participants were asked to answer one of the available five answer choices which were related to the decision of fraud disclosure in regional government. The result showed that employees were willing to disclose any fraud in the workplace if they received sufficient supervisor support, protections and considered that the level of fraud was serious. However, it was found that compensation did not affect the employees to perform whistleblowing.