Claim Missing Document
Check
Articles

KELIMPAHAN POLEN DAN SPORA ENDAPAN CHANNEL DELTA MAHAKAM -, Winantris
Bulletin of Scientific Contribution Vol 10, No 2 (2012): Bulletin of Scientific Contribution
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.966 KB) | DOI: 10.24198/bsc.v10i2.8280

Abstract

In the delta area there aretwo type of channelsnamely distributary channel and tidal channel. Both controlthe supply of sedimentforming thedelta. Channel is an open areaof vegetation.Channel justovergrown by plant water, but channel gets pollen and spore from the vegetation growing arround it. The aim of research is to know abundance of pollen and spore are deposted in the channel,to be usedas a guidedeposition environment and study provenance. The avarage pollen and spores in the sediment distributary channelat 47.73 grain per sampleincluded poor category and average pollen and spores in the tidal channel at 66.85 grain per sampleincluded in themoderately rich category. The abundance of pollen in the deposit of tidal channel is higher than deposit of distributary channel, while the abundance of fern sporeswere not significantly differentbetween the two channel.
PALEOFLORA PADA BATUBARA CIHARA FORMASI BAYAH Faurine, Nurul Rizma; Winantris, .; Rosana, Mega Fatimah
Bulletin of Scientific Contribution Vol 19, No 3 (2021): Bulletins of Scientific Contribution : Geology
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v19i3.37586

Abstract

Formasi Bayah memiliki karakteristik litologi batuan salah satunya sisipan batubara. Batubara daerah penelitian terletak pada Cihara, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Batubara merupakan batuan sedimen organiklastik yang mudah terbakar terbentuk dari material sisa-sisa tumbuhan yang mengalami kompaksi pada endapan gambut. Polen dan spora memiliki struktur dinding yang resisten terhadap proses pembatubaraan. Sehingga fosil polen dan spora pada batubara terawetkan dengan cukup baik pada batubara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lingkungan pengendapan dan umur relatif pada batubara daerah penelitian. Preparasi polen dan spora dilakukan berdasarkan metode standar asam. Pendekatan identifikasi polen dan spora dilakukan berdasarkan karakteristiknya meliputi bentuk dan ukuran butir, tipe apertur serta ornamentasi pada eksin. Berdasarkan analisis palinologi ditemukan kehadiran Proxapertites operculatus, Proxapertites psilatus, Palmaepollenites kutchensis, dan Florschuetzia trilobata sebagai taksa penunjuk pada kala Eosen Akhir. Interpretasi lingkungan pengendapan batubara Cihara terendapkan pada lingkungan fluvial-deltaic hingga brackish swamp dengan umur relatif Eosen Akhir.
INDIKASI ENDAPAN TSUNAMI BERDASARKAN SUBFOSIL DI RAWA DAERAH SIMEULUE, SUMATERA UTARA Lestari, Raihanna Ayu; Fauzielly, Lili; -, Winantris; -, Yudhicara
Bulletin of Scientific Contribution Vol 12, No 3 (2014): Bulletin of Scientific Contribution
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.085 KB) | DOI: 10.24198/bsc.v12i3.8377

Abstract

Administratively, the study site is located in Sumatra Utara region, on swamp area at Simeuleu Island, which has coordinates point on 95° 43’ 15” BT and-2° 45’ 29” LS. Subfossil group used are foraminifera and ostracoda. Based on Simeuleu core analysis of lithological and biofacies, the study area are divided into 3(three) biofacies namely A,B and C. in Biofacies A, Heterolepa subhaidingeri is found as the predominate species that live in outer neritic environment. In Biofacies B, Elphidium depressulum is found as the predominate species that live in middle neritic environment. And in Biofacies C, Hanzawaia grossepuncata and Pararotalia calcariformata are found as the predominate species that live in middle neritic environment. Origin of depositional environment of tsunami deposits is middle neritic and outer neritic.
PALEOSALINITAS BERDASARKAN KELIMPAHAN FORAMINIFERA BENTONIK KECIL PADA CORE JPA 07-04 DI PERAIRAN JEPARA, JAWA TENGAH Hanifah, Rani Izdihar; Winantris, .; Jurnaliah, Lia
Bulletin of Scientific Contribution Vol 20, No 3 (2022): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v20i3.43178

Abstract

Foraminifera merupakan organisme yang hidup secara akuatik, uniseluler, memiliki satu atau lebih kamar-kamar yang terpisah satu sama lainnya yang dipisahkan oleh sekat-sekat (septa) yang ditembusi oleh lubang-lubang halus (foramen). Penelitian bertujuan untuk menentukan paleosalinitas berdasarkan kelimpahan foraminifera bentonik kecil pada Core JPA 07-04 di Perairan Jepara, Jawa Tengah. Data sampel yang digunakan sebanyak 20 sampel sedimen dari hasil pekerjaan lapangan yang dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis kuantitatif berdasarkan dengan kumpulan kelimpahan foraminifera bentonik kecil dengan menghitung jumlah individu serta genus setiap sampel dan genus dominansi terpilih. Hasil penelitian menyatakan bahwa paleosalinitas daerah penelitian relatif berada pada kondisi salinitas air normal 32-40%. Perubahan paleosalinitas pada daerah perairan Jepara dapat diakibatkan oleh faktor perbedaan kedalaman, perubahan muka air laut, kondisi iklim dan kondisi tektonik Indonesia.  
IKLIM PURBA FORMASI JATILUHUR BERDASARKAN KUMPULAN FOSIL FORAMINIFERA PLANKTONIK PADA DAERAH KECAMATAN JATILUHUR DAN SEKITARNYA, KABUPATEN PURWAKARTA, JAWA BARAT Ravandi, Theo Alfredo; Jurnaliah, Lia; Winantris, .
Bulletin of Scientific Contribution Vol 19, No 1 (2021): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v19i1.31606

Abstract

Keadaan iklim dalam periode waktu tertentu dalam skala waktu geologi disebut iklim purba, dapat diketahui melalui pengukuran proksi pada periode waktu tertentu. Distribusi yang terkontrol oleh perubahan temperatur permukaan laut menjadikan foraminifera planktonik sebagai proksi biologi yang cocok dalam menentukan iklim purba. Penelitian ini dilakukan karena belum ada penelitian mengenai iklim purba pada daerah penelitian, serta menurut penelitian terdahulu terdapat perubahan keberagaman kandungan fosil foraminifera planktonik yang kemungkinan terpengaruh oleh iklim saat pengendapan Formasi Jatiluhur pada Miosen Tengah. Sebanyak 18 sampel sedimen berasal dari 7 singkapan pada wilayah Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Dilakukan rekonstruksi penampang geologi agar diketahui urutan sampel secara stratigrafi. Berdasarkan hasil preparasi sampel sedimen menggunakan metode mekanik dan kimia serta analisis kuantitatif, ditemukan 61 spesies foraminifera planktonik dengan total individu sebanyak 305.184. Kurva kelimpahan kelompok iklim, kurva kumulatif, dan kurva perubahan iklim dibuat bertujuan untuk menentukan zona iklim berdasarkan data kumpulan dan kelimpahan spesies foraminifera planktonik. Daerah penelitian terbagi menjadi 7 zona iklim, secara keseluruhan menunjukan Formasi Jatiluhur diendapkan pada kondisi iklim hangat dengan nilai kurva berkisar antara 13,02 hingga 50,35.
PENENTUAN SPESIES FORAMINIFERA BENTONIK KECIL DOMINAN PADA PERAIRAN SEMARANG, PROVINSI JAWA TENGAH Nurani, Rina; Jurnaliah, Lia; -, Winantris
Bulletin of Scientific Contribution Vol 12, No 1 (2014): Bulletin of Scientific Contribution
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.941 KB) | DOI: 10.24198/bsc.v12i1.8364

Abstract

Twenty sea surface sediment samples are taken for research. Research area is located at Semarang Water and lied on 109º38’08,53’’ - 109º 43’31,57’’ BT and 05º 30’00’’ - 06º28’46,02’’ LS. Benthic foraminifera is marine unicellular animal that very useful to determine environment. The purpose of this research is to determine the genus of dominant small benthic foraminifera in order to interpret the environment. Based on quantitative method, result of the research shows total of genera is 29 with 145335 individual. Six genera which occur in all over samples are Ammonia, Anomalina, Asterorotalia, Elphidium, Heterolepa and Quinqueloculina. Genus Heterolepa is small benthic foraminifera dominant with total percentage individual is 35.957%. Based on the dominant genus, the environment of research area is marine (neritic).
FUNGAL SPORE SEDIMEN RESEN DELTA FRONT DELTA MAHAKAM KALIMANTAN TIMUR -, Winantris
Bulletin of Scientific Contribution Vol 9, No 2 (2011): Bulletin of Scientific Contribution
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.068 KB) | DOI: 10.24198/bsc.v9i2.8267

Abstract

Ten samples taken from delta front by grab sampler. Sediment grain size of delta front varies from fine silt to fine sand. Acetolyzed method was used to separate fungal spore from sediment. Two methods used to identify of fungal spore i.e. Elsik classifications and fungal classification. Fungal spores in delta front derived from terrestrial and marine. Fungal spore is effective to study deposition environment and paleoenvironment.
REKAM INTI SEDIMEN GUNA PREDIKSI PERUBAHAN LINGKUNGAN DI DELTA KALIGARANG, PROVINSI JAWA TENGAH Astriandhita, Karina Melias; Winantris, .; Muljana, Budi; Putra, Purna Sulastya; Praptisih, .
Bulletin of Scientific Contribution Vol 15, No 3 (2017): Bulletin of Scientific Contribution:GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.296 KB) | DOI: 10.24198/bsc.v15i3.15104

Abstract

ABSTRACTDetailed 20 meters core sampling of sediment was carried out from the recent deltaic Kaligarang, northern part Semarang, Central Java. The main objective of this research is to predict environment changes according to some parameters sedimentation process, for example grain size, organic and inorganic content and the occurrence of benthic foraminifera. The core was analyzed by destructive techniques. The sediment record indicated that the silt grain size dominance deposited in littoral to inner shelf with high organic content than inorganic. Keywords: Kaligarang Delta, grain size, organic content, foraminifera ABSTRAK20 meter rekaman vertikal inti sedimen resen dari Delta Kaligarang, Semarang Utara, Jawa Tengah. Objek penelitian ini untuk memprediksi perubahan lingkungan saat sedimen terendapkan berdasarkan dari parameter besar butir, material organik dan inorganik, dan foraminifera bentik. Inti batuan dianalisis dengan teknik dekstruktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakter sedimen memiliki dominansi lanau yang terendapkan pada lingkungan litoral-paparan dalam disertai kandungan material organik lebih tinggi dibandingkan inorganik. Kata kunci: Delta Kaligarang, besar butir, material organik, foraminifera
REKONSTRUKSI IKLIM PURBA KALA MIOSEN TENGAH HINGGA MIOSEN AKHIR BERDASARKAN DATA KUMPULAN FORAMINIFERA PLANKTONIK SUMUR-A1 PADA ZONA MANDALA REMBANG, CEKUNGAN JAWA TIMUR UTARA Danendra, Evan Faiz; Jurnaliah, Lia; Winantris, .
Bulletin of Scientific Contribution Vol 20, No 1 (2022): Bulletins of Scientific Contribution : Geology
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v20i1.38715

Abstract

Foraminifera merupakan organisme mikroskopis yang memiliki berbagai fungsi dalam studi mikropaleontologi dan biostratigrafi. Penelitian berfokus pada pemanfaatan foraminifera planktonik dalam merekonstruksi iklim purba dari Sumur-A1 pada Zona Mandala Rembang, Cekungan Jawa Timur Utara. Penelitian menggunakan 40 sampel hasil pengeboran yang berasal dari rentang titik kedalaman 168 hingga 1116 kaki. Perhitungan kuantitatif berdasarkan kelimpahan individu dilakukan terhadap sampel yang telah dipreparasi dengan metode mekanik dan kimiawi. Rekonstruksi iklim purba mengacu pada pengelompokkan spesies peciri iklim Indo-Pasifik kala Miosen Tengah hingga Miosen Akhir dan disajikan dalam grafik iklim Spezzaferri. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pada kala Miosen Tengah hingga Miosen Akhir, Zona Mandala Rembang, Cekungan Jawa Timur Utara, memiliki 8 zona iklim yang seluruhnya menunjukkan iklim hangat dengan indikasi penghangatan dan/atau penyejukan sebagai dampak dari peristiwa iklim global Middle Miocene Climate Transition (MMCT), semakin berkembangnya East Antarctic Ice Sheet (EAIS) dan semakin mendinginnya Antartika, serta Antarctic’s Thermal Isolation.
Perubahan Kondisi Lingkungan dan Iklim Danau Bandung Purba Bagian Timur Berdasarkan Analisis Palinologi Daerah Cikuya, Jawa Barat YOGA, KUNCARANINGRAT EDI; ADI, GILANG PERWIRA; WINANTRIS, WINANTRIS
Bulletin of Scientific Contribution Vol 18, No 3 (2020): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v18i3.29174

Abstract

Abstrak Lingkungan merupakan hubungan organisme dan aspek fisik yang tidak hidup di sekitarnya. Iklim merupakan kondisi rata-rata cuaca suatu daerah pada jangka waktu yang relatif panjang. Lingkungan dan iklim dapat mempengaruhi vegetasi yang berkembang di suatu daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan dan perkembangan kondisi lingkungan dan iklim yang berlangsung pada kala Holosen di daerah Danau Bandung Purba bagian Timur melalui analisis palinologi. 14 Sampel diambil menggunakan bor tanah di kedalaman 182 cm hingga 52 cm pada endapan yang diinterpretasikan sebagai endapan penyusun daerah Danau Bandung Purba bagian Timur. Sebanyak 14 sampel tersebut telah dianalisis secara palinologi. Perubahan dan perkembangan kondisi lingkungan dan iklim daerah Danau Bandung Purba bagian Timur ditentukan dengan membandingkan kuantitas taksa polen dan spora. Pada penelitian ini secara umum ditemukan hasil lingkungan berupa rawa terbuka beriklim kering dan dingin yang direpresentasikan oleh taksa Araceae, berbagai taksa flora tidak berkayu (Non-arboreal) dan persentase spora yang rendah. Katakunci: Lingkungan, iklim, palinologi, Danau Bandung Purba bagian Timur.
Co-Authors . Solihin, . ADI, GILANG PERWIRA Agustina Djafar Anita Galih Ringga Jayanti Arya, Pulung P Astriandhita, Karina Melias Aswan Aswan Bani Nugroho, Bani Budi Muljana Danendra, Evan Faiz Ellin Harlia Emi Sukiyah Erick Setiyabudi Fatih, Rayhan Faurine, Nurul Rizma Fauziely, Lili Fitriany, Ria Haitami, Riza Rohmatul Hanifah, Rani Izdihar Helman Hamdani Helman Hamdani, Helman Ifan Yoga Pratama Suharyogi Ildrem Syafri Iqbal, M. ISANJARINI, VISMAIA Karina Melias Astriandhita Katon Sena Lestari, Tiffany Hanik Lia Jurnaliah Lia Jurnaliah Lili Fauzielly Lili Fauzielly Lili Fauzielly M. Iqbal M. Iqbal Mega Fatimah Rosana Mega Fatimah Rosana Nana Suwarna Nana Suwarna Nana Suwarna Nisa, Firda Aulya Nugrahanto, Kuntadi Oktariani, Hanny oktariani, Hanny Pangaribuan, Vallery Theresa Parikesit Parikesit Parikesit Parikesit Praptisih Praptisih Praptisih, . Purna Sulastya Putra Purna Sulastya Putra, Purna Sulastya Rachman, Rizki Satria Rahajeng Ayu Permana Sari Rahajeng Ayu Permana Sari Rahardjo, AT. - Rahmola, Wiryadi Rizkiputra Raihanna Ayu Lestari, Raihanna Ayu Ratih Damayanti Ravandi, Theo Alfredo Ria Fitriani, Ria Rina Nurani, Rina Rizki Satria Rachman Rizki Satria Rachman Rizki Satria Rachman Rizki Satria Rachman Rosana, Mega Fattima Rumsih, . Rusman Rinawan -, Rusman Rinawan Sakilla Gia Mentari Siti Mulia Nurul Aswad, Siti Mulia Nurul Suwarna, Nana Syafri, I - Teti Syahrulyati, Teti Tiffany Hanik Lestari Unggul Prasetyo Wibowo Vijaya Isnaniawardhani Witjahjati, Retno Wiwik Handayani YOGA, KUNCARANINGRAT EDI Yudhicara -, Yudhicara