Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi Anak Melalui Pengetahuan dan Perilaku Orang Tua Dalam Pemeliharaan Kesehatan Gigi Fitriani, Indah Dwi; Hikmawati, Isna; Sodikin; Azizah, Ulfa
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.232

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan gigi merupakan aspek penting bagi tubuh. Kesehatan gigi yang bermasalah berdampak pada kesejahteraan, keterampilan, kompetensi dan kondisi anak Karies gigi merupakan penyakit yang dialami hampir dari setengah populasi anak di dunia (60-90%). Karies gigi sering dianggap sebagai penyakit biasa oleh orang tua. Karies gigi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, mempengaruhi perkembangan fisik, mental dan status gizi anak. Pengetahuan dan perilaku sangat penting dimiliki orang tua untuk mengurangi kejadian karies gigi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan perilaku orang tua dalam pemeliharaan kesehatan gigi dengan kesehatan anak dari aspek kejadian karies gigi. Metode: Jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan case-control. Total sampel sebanyak 76 responden (Ibu, ayah, kakek, nenek), sampel kontrol sebanyak 38 dan kelompok kasus sebanyak 38, diambil dengan cara Proporsional Random Sampling. Instrumen menggunakan kuesioner dan rekam data pemeriksaan karies gigi puskesmas purwokerto utara dan data dianalisis menggunakan analisis Chi-Square. Hasil: Pengetahuan orang tua pada kelompok kasus memiliki pengetahuan kurang sebesar (65,8%) dan kelompok kontrol memiliki pengetahuan baik sebesar (73,7%). Perilaku orang tua pada kelompok kasus memiliki perilaku buruk (71,1%) dan kelompok kontrol memiliki perilaku baik sebanyak (65,8%). Berdasarkan uji Chi-Square, pengetahuan dengan kejadian karies gigi (p-value= 0,001, OR= 5,385), Perilaku dengan kejadian karies gigi (p-value= 0,003, OR= 4,720). Kesimpulan: Pengetahuan dan perilaku dalam pemeliharaan kesehatan gigi mempengaruhi kejadian karies gigi. Orang tua dengan pengetahuan dan perilaku yang baik berbanding lurus dan bernilai positif pada kesehatan gigi
Pelatihan Pemanfaatan Parental Control Penggunaan Gadget Pada Anak Bagi Wali Siswa Sekolah Dasar Hikmawati, Isna; Adi Purwanto, Lahan; Setiyabudi, Ragil; Susilo, Rakhmat
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 3 (2023): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i3.128

Abstract

Latar belakang: Indonesia menjadi negara dengan penggunaan smartphone terbesar keempat yang aktif di dunia setelah China, India, dan Amerika. Berbagai fenomena peningkatan penggunaan gadget di Indonesia, perlu peran orangtua dalam ikut serta mendampingi anak, agar bijak dalam penggunaan gadget. Saat ini sebagian besar anak sudah mempunyai gadget pribadi karena adanya pembelajaran daring pada tahun sebelumnya akibat wabah Covid-19. Tujuan: Mencegah dampak buruk penggunaan gadget pada anak melalui penggunaan aplikasi parental control. Metode: Kegiatan dilaksanakan di Sekolah Dasar  Negeri 01 Bobosan, Purwokerto, Banyumas dengan metode pelatihan digital parenting dan praktik penggunaan aplikasi parental control dalam google family link. Materi disampaikan melalui pembagian leaflet dan paparan menggunakan Powerpoint. Pengukuran pengetahuan peserta dilakukan sebelum pelatihan dan sepekan setelah kegiatan dilaksanakan. Hasil: Pelatihan diikuti 30 peserta wali siswa kelas 4 dan 5. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebelum da setelah dilangsungkan kegiatan pelatihan, namun capaian penggunaan aplikasi oleh peserta masih relatif rendah (40%). Kesimpulan: Pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan wali siswa tentang parental control bagi anak. Perlu kerjasama yang baik antara sekolah dan orangtua siswa dalam pengelolaan penggunaan gadget pada anak. Kata kunci: digital parenting, gadget, parental control, pelatihan ____________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Indonesia is the fourth largest number of active smartphone users after China, India, and America. Various phenomena of increasing use of gadgets in Indonesia require the parents to accompany children so that they are wise in using devices. Currently, most children already have personal gadgets due to online learning the previous year due to the Covid-19 outbreak. Objective: It is preventing the effects of using gadgets on children through parental control applications. Method: The activities were carried out at Bobosan 01 Public Elementary School, Purwokerto, Banyumas. Digital parenting training was a method chosen. A practice of parental control applications was using the Google Family Link. The knowledge is substantial through the distribution of leaflets and sharing using Powerpoint. Measurement of participant knowledge was taken before the training and a week after the training. Result: The training was attended by 30 guardians of students in grades 4 and 5. The results showed increased knowledge before and after the training activities, but the achievement of using the application by the participants was still relatively low (40%). Conclusion: Training can increase parents' knowledge about parental control for children. There needs to be good cooperation between schools and parents of students in managing the use of gadgets in children. Keywords: digital parenting, gadgets, parental control, training
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media KODE “Komik Demam Dengue” terhadap Pengetahuan Anak SD tentang Pencegahan DBD Nugraha, Arya Dwi; Ramdani, Meida Laely; Hikmawati, Isna
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jrkm.2025.28706

Abstract

Latar belakang: Demam Berdarah Dengue menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, dengan angka kejadian 41,4% per 100.000 penduduk dan angka kematian 0,78%. Anak usia 5-14 tahun sangat rentan, menyumbang sekitar 34% kasus dan kematian DBD.Penularan sering terjadi di lingkungan sekolah, karena nyamuk Aedes aegypti aktif menggigit saat anak-anak beraktivitas. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan sejak dini di sekolah sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan mencegah penyebaran DBD. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui pengaruh pendidikan  kesehatan dengan media KODE “Komik Demam Dengue” terhadap pengetahuan anak SD tentang pencegahan  DBD.Metode: Penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain pre-test dan post-test with control group design. Penelitian dilakukan di MI Islamiyah Karangpetir dan MI Al-Islam Karangpetir, melibatkan 100 siswa sebebagai responden. Data penelitian ini dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan Uji Mann-Whitney dan uji Wilcoxon.Hasil: Setelah intervensi dengan media komik, kelompok intervensi menunjukkan peningkatan signifikan pada skor pengetahuan. Nilai rata-rata pengetahuan kelompok intervensi meningkat sebesar 2,1 poin yaitu dari nilai 6,24 menjadi 8,34. Pada kelompok kontrol nilai rata-rata adalah 7,22. Hasil Uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan p-value 0,001 antara kelompok intervensi dan kontrol. Uji Wilcoxon dilakukan untuk mengetahui pengaruh media komik terhadap pengetahuan pada kelompok intervensi dan hasilnya nilai p-value 0,001.Simpulan: Pendidikan kesehatan menggunakan media KODE "Komik Demam Dengue" sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan anak SD mengenai pencegahan DBD. Kata kunci: Demam Berdarah Dengue, Pendidikan Kesehatan, Komik
Efektivitas Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) Terhadap Mortalitas Larva Aedes aegypti : The Effectiveness of Garlic Extract (Allium sativum) Against the Mortality of Larvae Aedes aegypti Agesti, Eka Fauzia; Wardani, Dita Pratiwi Kusuma; Mujahid, Ikhsan; Hikmawati, Isna
Aspirator Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Aspirator Volume 16 Nomor 2 2025
Publisher : Perkumpulan Entomologi Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58623/aspirator.v16i2.79

Abstract

Aedes aegypti is a dengue fever vector that can transmit dengue (DEN-V). Pyrethroid, carbamate, and organophosphate synthetic insecticides are often used as dengue control because they are very effective, quick to show results, and have minimal environmental impact. Garlic is commonly used as a seasoning by some people, but this plant has potential as an alternative larvicide. This plant contains the compounds allicin, sulfur ammonia acid, and allin. This study aims to determine the larvicidal effect of garlic extract on the mortality of Ae. aegypti larvae. The study was conducted with a post-test with a control group design of 5 groups. There are two groups: a negative control group (Aquadest) and a positive control (Temefos 1%). The other three groups were treated with garlic extract concentrations of 10% (P1), 20% (P2), and 30% (P3). There were 375 Ae. aegypti larvae with 3 repetitions, and 24 hours of larval mortality were observed. The Kruskal-Wallis and post hoc Mann-Whitney U tests analyzed larval mortality data. LC50 and LC90 values were subjected to probit analysis. The results of the Kruskal-Wallis test showed that there were differences in the effectiveness of garlic extracts on the mortality of Ae. aegypti larvae (p = 0.007). The LC50 value is 2.346%, while the LC90 value is 2.641%. Garlic extract (Allium sativum) is effective as a larvicide for Ae. aegypti
Kombinasi Ekstrak Bawang Merah (Alium ascalonicum) dan Minyak Kayu Putih (Melaleuca cajuputi) terhadap Mortalitas Pediculus humanus capitis: The Effectiveness of Shallot (Allium ascalonicum) Extract and Cajuput Oil (Melaleuca caju - puti) Combination on the Mortality of Pediculus humanus capitis Faza, Thariqi Mushthafa; Wardani, Dita Pratiwi Kusuma; Hikmawati, Isna; Azizah, Atika Nur; Mujahid, Ikhsan; Almanfaluthi, Muhammad Luthfi; Widodo, Oei Stefani Yuanita
Aspirator Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Aspirator Volume 16 Nomor 2 2025
Publisher : Perkumpulan Entomologi Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58623/aspirator.v16i2.158

Abstract

 Pediculosis is caused by Pediculus humanus capitis and is characterized by scalp itching. The use of chemical pediculicides can cause scalp irritation and toxic hazards. The use of natural ingredients, such as a combination of shallot extract and eucalyptus oil, is used as an alternative pediculicide to reduce the impacts caused by the use of synthetic pediculicides. This research aims to determine the effectiveness of combining shallot extract and eucalyptus oil in eradicating head lice. This research is a true experimental type with a post-test only with control group design consisting of a positive control group (1% permethrin), a negative control (aquadest), and five treatment groups of 5% shallot extract combination and eucalyptus oil in ratios 1:1 (P1), 1:2 (P2), 2:1 (P3), 1:3 (P4), and 3:1 (P5). Data were analyzed using the Friedman test, and LT50 and LC50 were analyzed using probit analysis. There was a difference in the effectiveness of the 5% shallot extract combination and 5% eucalyptus oil. Group P4 was the most effective in causing mortality of Pediculus humanus capitis, with an LC50 value of 0.056% at 30 minutes, while the LT50 value was 0.781 minutes in group P4. The combination of shallot extract and eucalyptus oil in a 1:3 ratio was the most effective alternative to traditional plant-based pediculicides. The combination of shallot extract and eucalyptus oil has the potential to serve as an alternative pediculicide
Pengembangan Kemampuan Kepemimpinan pada Pengurus Persyarikatan Melalui Kegiatan ‘Outbound’ Hikmawati, Isna; Wibowo, Ugung Dwi Ario; Kusumawinakhyu, Titik; Setiyabudi, Ragil
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 5 No 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Permasalahan yang hampir ada di setiap kepengurusan Muhammadiyah dan Aisyiyah, baik cabang maupun ranting, adalah kurangnya semangat anggota pengurus dalam kegiatan organisasi. Hal tersebut tercermin dari persentase kehadiran rapat-rapat pengurus PCM dan PCA Tambak yang masih berkisar 10-15 persen. Tujuan:  Untuk mengembangkan kepemimpinan pengurus cabang dan ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah, sehingga berdampak pada partisipasi anggota dalam menjalankan program-programnya. Metode: Partisipan pengabdian masyarakat ini terdiri dari  ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, ketua dan anggota majelis atau bidang, pimpinan amal usaha di lingkungan cabang dan ranting Muhammadiyah dan Aisiyyah sebanyak 122. Kegiatan berbentuk outbound dengan tema kepemimpinan. Pemandu outbound adalah instruktur atau tim outbound Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas. Outbound dilaksanakan pada hari Ahad, tanggal 25 Mei 2025, bertempat di Pantai Cemaran Sewu, Cilacap, Jawa Tengah. Untuk mengukur tingkat pemahaman tentang kepemimpinan, digunakan kuesioner community building yang diisi oleh partisipan sebelum dan sesudah kegiatan outbound. Analisis dilakukan dengan membandingkan skor sebelum dan sesudah kegiatan dengan paired t test.  Hasil: Rerata skor community building sebelum outbound 66,54±7,794 poin, sedangkan sesudah outbound reratanya 87,61±4,588 poin dengan perbedaan rerata 21,066±8,941 poin dan berbeda signifikan (p= 0,0001). Kesimpulan: Kegiatan outbound berpengaruh terhadap peningkatan pemahaman kepemimpinan pengurus Muhammadiyah dan Aisyiyah. Kata kunci : Aisyiyah, kepemimpinan, Muhammadiyah, outbound, persyarikatan ________________________________________________________________________ Abstract Background: The problem that almost exists in every Muhammadiyah and Aisyiyah management, both branches and sub-branches, is the lack of enthusiasm of the management members in organizational activities. This is reflected in the percentage of attendance at the PCM and PCA Tambak management meetings which is still around 10-15 percent. Objective: To develop the leadership of the Muhammadiyah and Aisyiyah branch and sub-branches management, so that it has an impact on member participation in carrying out its programs. Method: Participants in this community service consisted of the chairman, vice chairman, secretary, treasurer, chairman and members of the council or field, leaders of charitable efforts in the Muhammadiyah and Aisiyyah branch and sub-branches environment totaling 122. The activity was in the form of an outbound with the theme of leadership. The outbound guide was an instructor or outbound team from the Muhammadiyah Banyumas Regional Leadership. The outbound was held on Sunday, May 25, 2025, at Cemaran Sewu Beach, Cilacap, Central Java. To measure the level of understanding of leadership, a Community Building questionnaire was used which was filled out by participants before and after the outbound activity. The analysis was conducted by comparing scores before and after the activity using a paired t-test. Result: The average community building score before the outbound was 66.54±7.794 points, while after the outbound the average was 87.61±4.588 points, with a mean difference of 21.066±8.941 points and a significant difference (p=0.0001). Conclusion: The outbound activity has an impact on improving the leadership understanding of Muhammadiyah and Aisyiyah administrators. Keywords: Aisyiyah, leadership, Muhammadiyah, outbound, organization