Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Mozaik Humaniora

Diskursus Martabat dan Tragedi Manusia dalam Film Perempuan Tanah Jahanam (2019) Kukuh Yudha Karnanta; Ni Luh Ayu Sukmawati
MOZAIK HUMANIORA Vol. 21 No. 2 (2021): MOZAIK HUMANIORA VOL. 21 NO. 2
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mozaik.v21i2.29666

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplisitkan aspek naratif dan diskursif film Perempuan Tanah Jahanam karya Joko Anwar meliputi aspek penokohan, genre, dan master genre, yang berujung pada pemaknaan terhadap film tersebut. Data-data didapatkan dengan teknik simak-catat dari transkripsi dialog dan tangkap layar scene film. Data-data dianalisis berdasarkan teori naratif model aktansial Greimas dan puitika film David Bordwell untuk menunjukkan sintaksis naratif, skema aktansial, hingga pada semiotic square. Penelitian ini menemukan bahwa, pertama, meskipun dikemas dalam genre horor supranatural dan ditemukan penggunaan naratif tragedi Aristotelian sebagai master genre, film ini sesungguhnya berbicara tentang martabat manusia hidup, khususnya martabat perempuan. Hal itu terlihat dari aktan-aktan yang mendominasi sintaksis naratif cerita adalah perempuan dengan premis cerita keinginan mendapatkan harta warisan hingga pada akhirnya mendorong seseorang untuk berjuang mengakhiri misteri dan kutukan keluarga. Tokoh-tokoh perempuan itu digambarkan sebagai subjek bagi tindakan serta tubuhnya, tetapi jauh dari kesan eksploitasi seksual seperti pada film horor Indonesia lainnya. Kedua, pada aspek diskursif, penelitian ini menemukan diskursus eksotifikasi yang ditunjukkan dengan hadirnya kode-kode sinematik tentang stereotipe masyarakat eastern yakni irasional, mistis, tradisional, eksotis, dan bahkan masih berperilaku bar-bar.
Literacy Learning Model Based on Surabaya’s Local Identities in Community-Based Libraries of Surabaya Nur Wulan; Kukuh Yudha Karnanta; Ni Luh Ayu Sukmawati; Puji Karyanto
MOZAIK HUMANIORA Vol. 22 No. 1 (2022): MOZAIK HUMANIORA VOL. 22 NO. 1
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mozaik.v22i1.33666

Abstract

This study investigates the ways bottom-up learning, specifically discovery and project-based learning, in strengthening local wisdom and identities among the youths in Surabaya. The local identities of Surabaya are generally associated with being egalitarian, urban, and multicultural. Despite the strong association of Surabaya with the bravery of Surabaya youths in the 1945 war against the Allied troops (semangat arek Suroboyo), young people of Surabaya nowadays do not internalize the spirit strongly. Our preliminary observation suggests the fact, and this can be seen from their writings before joining the writing class that we conducted. In coordination with the Public Library of Surabaya (Municipal Library and Archive of Surabaya) and community-based libraries in Surabaya, this experimental research was conducted to gain insights on the extent to which discovery and project-based learning can stimulate junior high school students to be more aware of their locally rooted identities. The study shows that the application of the student-centered learning methods can contribute significantly to the internalization and representation of Surabaya identities reflected in the students’ writings.