p-Index From 2021 - 2026
1.554
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL ILMIAH PLATAX
Unstain N. W. J. Rembet, Unstain N. W. J.
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Direct Benefit Value Of Coral Reefs Ecosystem in Bahoi Village West Likupang District North Minahasa Regency Kindangen, Rezky G. T. L; Sangari, Joudy R. R.; Wantasen, Adnan S.; Rembet, Unstain N. W. J.; Mandagi, Stephanus V.; Kambey, Alex D.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 1 (2024): ISSUE JANUARY-JUNE 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i1.50086

Abstract

The high use of coastal resources especially coral reefs by the people of Bahoi Village can affect the existing ecosystem. This research was conducted in July 2021 in Bahoi Village, West Likupang District, North Minahasa Regency designed to determine the value of direct benefits of the coral reefs ecosystem at the location. The data collected in this study were primary and secondary data. Primary data were obtained by conducting interviews among the fishermen as respondents. The interview was conducted using the purposive sampling method by taking a sample of 30 respondents from fishermen's households in the community. As for secondary data, namely the ecological condition of coral reefs (coral cover), the general condition and population of Bahoi Village were based on YAPEKA 2015 data. The data collected were then tabulated and analyzed using the effect on production (EOP) model to determine the value of the direct benefits of coral reefs. The main livelihood of the people of Bahoi Village is fishermen, which is comprised of 107 people (60% of the total number of households in Bahoi Village. The results show that the community of Bahoi is very dependent on the coastal resources. Based on the result of the EOP analysis technique used the value of direct use benefits obtained from coral reef fisheries is Rp. 379,746,378,-/ha/year. Keywords: Direct benefits, ecosystem value, Coral reefs Abstrak Tingginya pemanfaatan pesisir khususnya terumbu karang oleh masyarakat Desa Bahoi dapat mempengaruhi sumber daya ekosistem yang ada. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2021 di Desa Bahoi, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara dengan tujuan untuk mengetahui nilai manfaat langsung ekosistem terumbu karang di lokasi tersebut. Sumber data yang dikumpulkan dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan dari hasil wawancara. Wawancara yang dilakukan menggunakan metode purposive sampling dengan mengambil sampel responden sebanyak 30 orang. Sedangkan untuk data sekunder yaitu kondisi ekologi terumbu karang (tutupan karang) Desa Bahoi, Gambaran umum Desa Bahoi dan jumlah penduduk Desa Bahoi. Data yang dikumpulkan selanjutnya dibuat tabulasi dan dilakukan analisis untuk menentukan nilai manfaat langsung dari terumbu karang yang ada di Desa Bahoi. Mata pencaharian utama masyarakat Desa Bahoi adalah nelayan yaitu sebanyak 107 orang (60% dari total jumlah kepala keluarga Desa Bahoi). Dimana menunjukkan bahwa masyarakat Desa Bahoi sangat bergantung pada hasil perairan di Desa Bahoi. Berdasarkan hasil analisis dengan pendekatan EOP, diperoleh nilai manfaat langsung yang didapatkan dari pemanfaatan terumbu karang sebagai perikanan tangkap di Desa Bahoi yaitu sebesarĀ  Rp. 379.746.378,-/ha/tahun. Kata kunci: Manfaat langsung, Nilai, Terumbu karang
Spatial Analysis of Shallow Sea Benthic Habitats Based on Sentinel-2A Imagery in the Southern Waters of Manado Bay Putra Antou, Kevin; Rondonuwu, Ari B.; Rembet, Unstain N. W. J.; Modaso, Vivanda O. J.; Manu, Lusia; Kemer, Kurniati
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 14 No. 1 (2026): ISSUE JANUARY-JUNE 2026
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v14i1.66137

Abstract

The southern coastal region of Manado Bay is experiencing intensive development pressure alongside increasing tourism activities and marine space utilization. These conditions have the potential to cause degradation of shallow-water benthic habitats, which play a vital ecological role. This study aims to map and analyze the spatio-temporal changes of shallow-water benthic habitats in southern Manado Bay using Sentinel-2A satellite imagery as the primary data source. Analysis was conducted using Sentinel-2A imagery from the 2017-2023 period through stages of image pre-processing, water column correction, and unsupervised classification using the K-means algorithm. Evaluation of the classification results was performed using an error matrix to obtain overall accuracy and Kappa coefficient values. The results indicate that the overall accuracy ranged from 72-78% with Kappa coefficients between 0.60-0.71. Spatio-temporal analysis indicates a significant decline in live coral cover from 41.09% to 28.17% during the 2017-2023 period, accompanied by an increase in dead coral area and sand substrates. These findings demonstrate that Sentinel-2A imagery can be effectively utilized for monitoring the dynamics of shallow-water benthic habitats at a regional scale and has the potential to support sustainable coastal zone planning and management. Keywords: Change Detection, Coastal Management, Sentinel-2A, Benthic Habitat. Abstrak. Wilayah pesisir selatan Teluk Manado mengalami tekanan pembangunan yang intensif seiring dengan meningkatnya aktivitas pariwisata dan pemanfaatan ruang laut. Kondisi ini berpotensi menyebabkan degradasi habitat bentik perairan dangkal, yang memainkan peran ekologis vital. Studi ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis perubahan spasial-temporal habitat bentik perairan dangkal di selatan Teluk Manado menggunakan citra satelit Sentinel-2A sebagai sumber data utama. Analisis dilakukan menggunakan citra Sentinel-2A dari periode 2017-2023 melalui tahapan pra-pemrosesan citra, koreksi kolom air, dan klasifikasi tanpa pengawasan menggunakan algoritma K-means. Evaluasi hasil klasifikasi dilakukan menggunakan matriks kesalahan untuk mendapatkan akurasi keseluruhan dan nilai koefisien Kappa. Hasil menunjukkan bahwa akurasi keseluruhan berkisar antara 72-78% dengan koefisien Kappa antara 0,60-0,71. Analisis spasial-temporal menunjukkan penurunan signifikan pada tutupan karang hidup dari 41,09% menjadi 28,17% selama periode 2017-2023, disertai dengan peningkatan luas karang mati dan substrat pasir. Temuan ini menunjukkan bahwa citra Sentinel-2A dapat dimanfaatkan secara efektif untuk memantau dinamika habitat bentik perairan dangkal pada skala regional dan berpotensi mendukung perencanaan dan pengelolaan zona pesisir yang berkelanjutan. Kata kunci: Deteksi Perubahan, Pengelolaan Pesisir, Sentinel-2A, Habitat Bentik