Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FLUIDA STATIS DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA DASAR PESERTA DIDIK SMK Aba, La; Fahyuddin, Fahyuddin
-
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.974 KB) | DOI: 10.33772/biofiskim.v2i1.13751

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah  untuk membandingkan  model pembelajaran inkuiri terbimbing (PIT) dan model pembelajaran berbasis masalah (PBM) terhadap pemahaman konsep (PK) dan kemampuan pemecahan masalah (KPM) ditinjau dari kemampuan matematika dasar (KMD) peserta didik. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian nonequivalent control group design faktorial 3 x 2. Sampel penelitian diambil berdasarkan hasil evaluasi nilai rata-rata ulangan semester., kelas X TKRO belajar dengan model PIT dan kelas X TBSM belajar dengan model PBM. Hasil analisis perbandingan nilai rata-rata menunjukkan bahwa model pembelajaran tidak berpengaruh secara signifikan pada peningkatan pengetahuan dan kemampuan pemecahan masalah siswa. Model Pembelajaran langsung tidak berbeda dengan model PBM dan IT dalam meningkatan PK dan KPM siswa pada materi Fluida. 3) Kemampuan matematika dasar (KMD) siswa tidak berpengaruh secara signifikan pada penguasaan materi Fluida dan Kemampuan penyelasain masalah. Siswa dengan KMD rendah  memperoleh peningkatan PK dan KPM materi Fulida yang sama dengan kelompok siswa yang memiliki KMD sedang dan tinggi. 4) Khusus pada kelompok siswa dengan KMD tinggi, model pembelajaran memberikan pengaruh yang signifikan pada peningkatan KPM. Model IT lebih baik dari model PL dan model PBM dalam meningkatkan KPM siswa dengan KMD tinggi. 5) KMD memberikan pengaruh yang signifikan pada penerapan model IT  dalam pembelajaran materi Fulida terhadap peningkatan PK pada proses kognitif mengaplikasikan. Siswa dengan KMD sedang dan tinggi memperoleh peningkatan dimensi kognitif mengaplikasikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok siswa dengan KMD rendah. 6) Tidak ada pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan kemampuan matematika dasar terhadap peningkatan pengetahuan konsep dan kemampuan pemecahan masalah Fluida.Kata Kunci: model pembelajaran inkuiri terbimbing, model pembelajaran berbasis masalah, pemahaman konsep fluida statis, kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan matematika dasar
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR, MINAT BELAJAR DAN GAYA BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SMP NEGERI DI KOTA KENDARI Lapedu, Jandi Muhammad; Jahidin, Jahidin; Fahyuddin, Fahyuddin
-
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.835 KB) | DOI: 10.33772/biofiskim.v3i2.13940

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan Motivasi belajar, Minat belajar dan Gaya belajar terhadap Prestasi belajar IPA siswa SMP Negeri di Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII di 22 SMP Negeri yang berada di Kota Kendari. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified random sampling berdasarkan kelompok akreditasi dari masing-masing sekolah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan regresi linear sederhana dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Motivasi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap Prestasi belajar IPA siswa dengan pengaruh sebesar 29,3%, 2) Minat belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap Prestasi belajar IPA siswa dengan pengaruh sebesar 4,6%, 3) Gaya belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap Prestasi belajar IPA siswa dengan pengaruh sebesar 7,7% dan 4) Analisis data menunjukkan ketiga variabel secara bersama-sama berpengaruh sebesar 29,7% terhadap Prestasi belajar IPA siswa SMP Negeri di Kota Kendari.
ANALISIS MOTIVASI BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA SMP DI KABUPATEN KONAWE PADA MASA PANDEMI COVID-19 Saud, Siti Rahmatia; Fahyuddin, Fahyuddin; Aba, La
-
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.808 KB) | DOI: 10.33772/biofiskim.v3i2.21820

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah  untuk menganalisis motivasi belajar IPA, dan hubungan dengan prestasi belajar IPA Siswa Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Konawe. Penelitian ini tergolong jenis expost-facto yaitu jenis penelitian yang mana data dari suatu variabel pada sampel atau subyek yang diteliti sudah ada atau bukan merupakan akibat dari perlakukan yang diberikan oleh peneliti. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri kelas VII dan kelas VIII di Kabupaten Konawe pada tahun ajaran 2020/2021. Populasi diwakili oleh 10 Sekolah Menengah Pertama yang berada di Kabupaten Konawe. Peneliti mengasumsikan bahwa 10 Sekolah Menengah Pertama yang bersedia terlibat dalam penelitian dapat mewakili keseluruhan Sekolah Menengah Pertama Negeri yang ada di Kabupaten Konawe. Pada penelitian ini, teknik sampling yang akan digunakan adalah teknik stratified cluster random sampling. Populasi target dikelompokkan berdasarkan akreditasi sekolah, yaitu: akreditasi A dan akreditasi B. Setiap kelompokkan akreditasi diambil sampel menggunakan teknik Cluster Random Sampling, yaitu mengambil secara acak kelas siswa pada masing-masing level kelas pada setiap kelompok akreditasi. Jumlah sampel siswa pada masing masing kelompok akreditasi untuk setiap kelas (kelas VII dan kelas VIII) yang akan diambil  menggunakan rumus Slovin, diperolehlah 283 sampel untuk kelas VII, dan 288 sampel untuk kelas VIII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata motivasi dan prestasi rendah berdasarkan nilai data minimum. Motivasi dan prestasi belajar IPA, secara keseluruhan dan level kelas memiliki variasi yang sama. Motivasi belajar siswa lebih homogen secara kuantitatif dibandingkan dengan prestasi belajar IPA. Motivasi belajar memberikan pengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar IPA.   Kata Kunci: motivasi dan prestasi belajar IPA  
ANALISIS SOAL UJIAN NASIONAL IPA BERDASARKAN DIMENSI PROSES KOGNITIF TAHUN 2016-2018 Sinta, Wa; Fahyuddin, Fahyuddin; Ambardini, Sri
-
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.876 KB) | DOI: 10.33772/biofiskim.v1i2.13708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebaran soal Ujian Nasional IPA tahun 2016 - 2018 berdasarkandimensi proseskognitif. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif.Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IX SMP Negeri di Kabupaten Wakatobi yang telah mengikuti Ujian Nasional tahun 2016-2018. Sampel penelitian ini diambil dengan metode stratified random sampling. Data penelitian diperoleh melalui observasi. Hasil analisis data menunjukkan: 1) distribusi persentase tingkat kognitif C1 soal Ujian Nasional tahun 2016 ada 20% menurun menjadi 15% ditahun 2017 dan 10% ditahun 2018; 2)persentase tingkat kognitif C2 soal Ujian Nasional tahun 2016 ada 25% meningkat menjadi 40 % ditahun 2017 dan 45% ditahun 2018; 3) persentase tingkat kognitif C3 soal Ujian Nasional tahun 2016 ada 50% menurun menjadi 37,5 % ditahun 2017 dan 35% ditahun 2018, dan 4) persentase tingkat kognitif C4 soal Ujian Nasional tahun 2016 ada 5% meningkat menjadi 7,5 % ditahun 2017 dan 10% ditahun 2018 dari total 40 nomor soal Ujian Nasional materi IPA.Kata Kunci: Ujian Nasional, Dimensi Proses Kognitif
PENGGUNAAN METODE CREATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP PEMBELAJARAN PESAWAT SEDERHANA UNTUK PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SEKOLAH DASAR Yunus, Mardi; Fahyuddin, Fahyuddin; Safiuddin, La Ode
-
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.234 KB) | DOI: 10.33772/biofiskim.v1i2.13727

Abstract

Abstract. This study aimed to determine the mean score of improvement (N-`gain) in students’ understanding of concepts and creative thinking skill after they received instruction using creative problem-solving method and how significant it was when compared to the improvement made by their cohort who learnt via direct learning method, especially in their learning of simple airplane material. The sample of this research is 68 sixth grade students from elementary school of Integrated Islam Al Qalam Kendari where  they are distributed in two parallel classes (VA and VB). The VA class (N = 34) was randomly selected to be the experimental class (get Creative Problem Solving), while the VB class (N = 34) as the control class (get direct instruction). This study was a quasi experiment that using "pretest-postest control group designs.  It was found that the students who used the creative problem solving mtehods scored significantly higher than those attended direct instruction toward  conceptual understading and creative thinking skills. However, based on sub-materials, conceptual comprehension indicators,and creative thinking skills indicators there were variaties for the learning of creative problem solving methods over to direct instruction. Keywords: Instructional Design, Creative Problem Solving, Direct Instruction,                 Conceptual Understanding, Creative Thinking Skills
EFEKTIVITAS PROBLEM-SOLVING DAN GUIDED INQUIRY DALAM MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA SMA Basri, Alpin; Ngkoimani, La Ode; Fahyuddin, Fahyuddin
-
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.974 KB) | DOI: 10.33772/biofiskim.v1i2.13756

Abstract

Abstrak.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran problem solving dan model pembelajaran guided inquirydalam meningkatkan penguasaan konsep siswa SMA pada materi gerak lurus. Penelitian ini merupakanquasiexperimental atau eksperimensemudenganbentuk deskriptif kuantitatifyang menggunakandua kelaseksperimen sebagaiobyekpenelitian. Sampel penelitian diambil dengan teknik purposive random sampling berjumlah 59siswa kelas XSMAN 10 Konawe Selatan yang terdistribusi pada  dua kelas yaitu kelas X IPA 1 sebanyak 29 siswa dan kelas X IPA 2 sebanyak 30 siswa. Kelas X IPA 2 mendapatkan pembelajaran menggunakan model problem-solving, sedangkan kelas X IPA 1 diberikan pembelajaran model guided inquiry. Penguasaan konsep siswa pada materi gerak lurus diukur menggunakan tes pilihan ganda. Hasil analisis deskriptif menunjukkan penerapan model problem-solving dan guided inquirydapat meningkatkan penguasaan konsep siswa SMA pada materi gerak lurus.Hasil analisis inferensial menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran model problem-solving dan guided inquiry dalam meningkatkan penguasaan konsep siswa. Model pembelajaran guided inquiry lebih efektif dibandingkan model pembelajaran problem-solving. Kata Kunci: model pembelajaran problem-solving, model pembelajaran guided inquiry, penguasaan konsep 
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS BERDASARKAN JENIS KELAMIN PADA PESERTA DIDIK SMP NEGERI DI KABUPATEN KONAWE SELATAN Yasin, Muhammad; Fahyuddin, Fahyuddin; Safiuddin, La Ode
-
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.872 KB) | DOI: 10.33772/biofiskim.v3i2.16656

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan serta menganalisis perbedaan kemampuan berpikir logis berdasarkan jenis kelamin pada peserta didik SMPN di Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian survei eksploratif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 13.137 peserta didik SMPN di Kabupaten Konawe Selatan. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik proportional random sampling yaitu yaitu semua anggota mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel sesuai dengan proporsinya. Data penelitian diperoleh melalui kusioner penelitian yang dibuat di google form berupa tes kemampuan berpikir logis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) peserta didik yang memiliki kategori berpikir logis penalaran konkrit dengan persentase sebesar 73%, penalaran transisi dengan persentase sebesar 24% dan penalaran formal dengan persentase sebesar 3% dan 2) tidak ada perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir logis berdasarkan jenis kelamin. Kata Kunci: kemampuan berpikir logis , jenis kelamin
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES PILIHAN GANDA TIGA TINGKAT UNTUK MENGUKUR PEMAHAMAN DAN MISKONSEPSI SISWA SMA SE-KOTA KENDARI PADA MATERI TERMOKIMIA Nurfiah, Nurfiah; Maulidiyah, Maulidiyah; Fahyuddin, Fahyuddin
-
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.205 KB) | DOI: 10.33772/biofiskim.v3i1.16973

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan instrumen tes Pilihan Ganda Tiga Tingkat (PGTT) untuk mengukur pemahaman dan miskonsepsi siswa pada materi termokimia. Metode yang digunakan yaitu research and development (R and D). Studi pendahuluan dilakukan untuk mengembangan tes pilihan ganda tiga tingkat meliputi pengumpulan literatur miskonsepsi siswa pada termokimia dan analisis terhadap indikator pencapaian kompetensi pembelajaran. Miskonsepsi siswa yang diperoleh dijadikan sebagai pengecoh pada soal pilihan ganda. Subjek penelitian terdiri atas 100 orang siswa pada ujicoba terbatas dan 437 orang siswa pada ujicoba skala luas. Uji coba terbatas dilakukan untuk menganalisis karakteristik butir soal, sedangkan ujicoba skala luas dilakukan untuk mengukur miskonsepsi dan pemahaman siswa pada materi termokimia. Tes PGTT memenuhi kriteria kevalidan berdasarkan validitas logis dan ujicoba empiris. Nilai validitas konstruk dan isi tes PGTT berturut-turut sebesar 0.88 dan 0.77 sedangkan validitas empiris tes PGTT memenuhi syarat daya pembeda dan tingkat kesukaran dengan reliabilitas sebesar 0.90. Pemahaman siswa SMA di Kota kendari terhadap materi termokimia masih tergolong rendah yaitu hanya sebanyak 11% siswa yang memahami sisanya 52% siswa tidak memahami konsep termokimia dan terdapat 37% siswa yang mengalami miskonsepsi. Kata Kunci: pengembangan, tes pilihan ganda tiga tingkat, termokimia
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS MODELPEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN BERBASIS PROYEK DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA Fitriani, Fitriani; Jamili, Jamili; Fahyuddin, Fahyuddin
-
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.945 KB) | DOI: 10.33772/biofiskim.v2i2.13765

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas model pembelajaran inkuiri terbimbing dan pembelajaran berbasis proyek dalam peningkatan keterampilan berpikir kritis siswadalam menyelesaikan masalah sains.  Sampel penelitian ini adalah seluruhsiswa kelas VIII B yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan peserta didik kelas VIII C yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek ditenentuan dengan teknik random sampling. Desain penelitian ini adalah quasi experimental pretest-posttest two group. Data penelitian ini diperoleh melalui instrumen tes keterampilan berpikir kritisberupa soal uraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritisantara siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek. Kata Kunci: Perbandingan, model pembelajaran, keterampilan berpikir kritis, Inkuiri Terbimbing, berbasis proyek.
ANALISI FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR BIOLOGI : STUDI KASUS PADA SISWA KELAS XI SMA DI KABUPATEN MOROWALI Septiana, Santi; Fahyuddin, Fahyuddin; Yanti, Nur Arfa
-
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.616 KB) | DOI: 10.33772/biofiskim.v3i1.23525

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mempelajari Pengaruh Lingkungan Keluarga, Lingkungan Sekolah, Minat Dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Biologi Pada Siswa SMA Se-Kabupaten Morowali. Jenis penelitian ini adalah korelasi sebab akibat. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 2.630 siswa dan sampel berjumlah 169 siswa dengan teknik cluster stratified random sampling yang berasal dari siswa kelas XI IPA dari SMAN 1 Witaponda, SMAN 2 Bungku, SMAN 1 Menui Kepulauan, SMAS Al-Khairaat Kolono dan SMAN 1 Bungku Pesisir. Teknik analisis menggunakan teknik analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel eksternal lingkungan  keluarga  dan  lingkungan  sekolah  siswa  SMA  sekabupaten  Morowali  masih tergolong sedang secara rata. Lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, minat, dan motivasi secara bersama sama memberikan pengaruh yang signifikan pada prestasi belajar biologi sebesar 24% dan sisanya 76% di pengaruhi oleh faktor lain. Kata Kunci: lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, minat, motivasi dan prestasi belajar