Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Perbedaan Kompres Hangat dan Murottal dengan Nyeri Persalinan pada Ibu Bersalin Kala I Lusiana, Ria; Febriyanti, Hellen; Sukarni, Sukarni; Puspita, Linda
Journal of Current Health Sciences Vol. 1 No. 1: 2021
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jchs.v1i1.5

Abstract

Nyeri pada persalinan dapat membedakan proses kelahiran dan dapat menyebabkan gangguan pada kontraksi, sehingga dibutuhkan terapi dalam pengurangan nyeri antara lain kompres hangat dan murottal. Tujuan penelitian diketahui perbedaan kompres hangat dan Murottal dengan nyeri persalinan pada ibu bersalin kala I. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kompres hangat dan Murottal dengan nyeri persalinan. Sasaran dalam penelitian adalah seluruh ibu bersalin kala 1 pembukaan 4-7 cm sebanyak 70 orang, sampel sebanyak 30 yang dibagi menjadi 2 kelompok, tempat penelitian telah dilaksanakan di PMB Rosmianah dan PMB Essy Novia wilayah Kecamatan Tulang Bawang Udik Kabupaten Tulang Bawang Barat. Hasil penelitian diketahui rata-rata nyeri persalinan sebelum kompres air hangat adalah 7,20 dan setelah kompres air hangat adalah 5,47. Diketahui rata-rata nyeri persalinan sebelum diberikan murrotal adalah 7,00 dan setelah diberikan murrotal adalah 5,40. Ada Perbedaan kompres hangat dan Murottal terhadap skala nyeri persalinan pada ibu bersalin kala I Di Kecamatan Tulang Bawang Udik Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2021 (p-value = 0,000 (p-value kurang dari a = 0,05). Saran agar dapat membuat SOP terkait dengan kompres hangat dan murottal dalam pengurangan nyeri selama persalinan.
Pemberdayaan Ibu dalam Melakukan Pijat Balita dengan Metode Bioakupressure dan Pediatric Massage untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Balita Wasting di Pekon Sidokaton Ifayanti, Hikmah; Pratiwi, Amali Rica; Komalasari, Komalasari; Puspita, Linda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.12565

Abstract

ABSTRAK Wasting adalah hasil penilaian status gizi pada balita yang terbagi dalam kategori balita kurus (wasting) dan sangat kurus (severly wasting). Tingginya prevalensi kejadian wasting dipengaruhi oleh faktor langsung seperti asupan nutrisi, dan penyakit infeksi pada balita yang menyebabkan balita tidak nafsu makan. Dari hasil survei di Puskesmas Gisting melalui aplikasi EPPGBM, angka balita wasting pada bulan Januari-Desember 2021 sebesar 11,9 %. Sedangkan pada Bulan April tahun 2023, kejadian tertinggi berada di desa Sidokaton sebesar 19,81%. Saat diwawancarai, ibu yang memiliki anak wasting mengatakan bahwa anak susah sekali naik berat badannya. Awalnya anak mudah sekali sakit terutama batuk pilek demam atau diare. Sehingga saat sakit, nafsu makan makin menurun. Anak tidak memiliki selera makan makan dan ini menyebabkan anak menjadi kurus, berat badannya tidak sesuai dengan tinggi badannya. Dari masalah tersebut maka timbul gagasan dan inisiatif untuk melakukan pemberdayaan pada ibu-ibu rumah tangga khususnya ibu dari balita wasting melalui pelatihan pijat bayi/balita dengan metode bioakupressur dan pediatric sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan menstimulasi tumbuh kembang balita dengan maksimal. Metode yang digunakan yaitu melalui sosialisasi dan edukasi tumbuh kembang balita, manfaat serta Langkah-langkah pijat balita dan memberikan pelatihan kepada ibu rumah tangga yang memiiki balita wasting. Hasil analisis deskriptif perhitungan kuantitatif terkait dengan dampak pemberdayaan melalui pelatihan keterampilan pijat bioakupressur selaku tim mitra, bisa ditarik kesimpulan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu rumah tangga sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan dan pelatihan. Kata Kunci: Wasting, Pediatric Massage, Pijat Bioakupressure, Pijat Balita  ABSTRACT Wasting is the result of assessing the nutritional status of toddlers who are divided into the categories of underweight (wasting) and very thin (severly wasting) toddlers. The high prevalence of wasting is influenced by direct factors such as nutritional intake and infectious diseases in toddlers which cause toddlers to have no appetite. From the results of a survey at the Gisting Community Health Center via the EPPGBM application, the wasting rate for toddlers in January-December 2021 was 11.9%. Meanwhile, in April 2023, the highest incidence was in Sidokaton village at 19.81%. When interviewed, mothers who have wasting children said that their children had difficulty gaining weight. Initially, children get sick very easily, especially coughs, colds, fever or diarrhea. So when you are sick, your appetite decreases. Children do not have an appetite to eat and this causes children to become thin, their weight does not correspond to their height. From this problem, ideas and initiatives emerged to empower housewives, especially mothers of wasting toddlers, through training in baby/toddler massage using bioacupressure and pediatric methods so that they can increase body endurance and stimulate the growth and development of toddlers to the maximum. The method used is through socialization and education on toddler growth and development, the benefits and steps of toddler massage and providing training to housewives who have wasting toddlers. The results of the descriptive analysis of quantitative calculations related to the impact of empowerment through bioacupressure massage skills training as a partner team, can be concluded that there was an increase in the knowledge and skills of housewives before and after being given counseling and training. Keywords: Wasting, Pediatric Massage, Bioakupressure Massage, Toddlers Massage
Cegah Anemia, Selamatkan Generasi: Edukasi Gizi Dan Suplementasi Zat Besi Bagi Ibu Hamil puspita, linda; Umar, Mareza Yolanda; Ifayanti, Hikmah; Fuaida, Fatmah Indriana; Fatma Sari, Nadya Dwita
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23422

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada peningkatan morbiditas dan mortalitas ibu serta janin. Rendahnya pengetahuan gizi dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah merupakan faktor utama penyebabnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku ibu hamil dalam pencegahan anemia melalui edukasi gizi dan suplementasi zat besi di PMB Nursyamsiah Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, edukasi interaktif, demonstrasi konsumsi makanan kaya zat besi, dan pemberian tablet tambah darah. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner tertutup untuk menilai perubahan pengetahuan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan ibu hamil mengenai anemia, gizi seimbang, dan kepatuhan konsumsi tablet Fe setelah pelaksanaan kegiatan. Program edukasi gizi dan suplementasi zat besi terbukti efektif meningkatkan kesadaran serta perilaku sehat ibu hamil dalam mencegah anemia, sehingga berpotensi mendukung upaya penurunan angka kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah sasaran.Kata Kunci: anemia, ibu hamil, edukasi gizi, suplementasi zat besi
Kepiting massage effect on weight gain and illness in wasting toddlers Ifayanti, Hikmah; Putri, Nopi Anggista; Puspita, Linda; Lestari, Eliya Septi
Science Midwifery Vol 13 No 5 (2025): Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i5.2175

Abstract

Wasting is an acute form of malnutrition in children under five, marked by low weight-for-height (W/H < –2 SD). It increases the risk of infection, impaired immunity, growth delays, and mortality. In 2020, an estimated 45.4 million under-five children were wasted globally. In Indonesia, the prevalence in 2023 was 8.5%, with 7.3% in Lampung, 2.87% in Pringsewu, and 9.49% in Pekon Pamenang. One complementary approach to improve nutritional status is pijat kepiting (kepiting massage), a combination of acupressure and pediatric massage believed to enhance appetite, digestion, and immunity. This study assessed its effect on weight gain and illness frequency among wasted children under five. Methods: A quasi-experimental non-equivalent control group pretest–posttest design was applied to 20 wasted children divided into intervention and control groups. The intervention group received kepiting massage in addition to standard care. Results: Weight increased significantly in both groups but was greater in the intervention group (0.66 kg vs. 0.30 kg; p=0.002). Illness frequency decreased more sharply in the intervention group (1.5 to 0.3 episodes/month; p=0.010) than in the control group (2.5 to 1.9; p=0.014), with significant between-group differences (p=0.000). Conclusion: Kepiting massage effectively improves weight gain and reduces illness frequency among wasted children.
Kepiting massage effect on weight gain and illness in wasting toddlers Ifayanti, Hikmah; Putri, Nopi Anggista; Puspita, Linda; Lestari, Eliya Septi
Science Midwifery Vol 13 No 5 (2025): December: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i5.2175

Abstract

Wasting is an acute form of malnutrition in children under five, marked by low weight-for-height (W/H < –2 SD). It increases the risk of infection, impaired immunity, growth delays, and mortality. In 2020, an estimated 45.4 million under-five children were wasted globally. In Indonesia, the prevalence in 2023 was 8.5%, with 7.3% in Lampung, 2.87% in Pringsewu, and 9.49% in Pekon Pamenang. One complementary approach to improve nutritional status is pijat kepiting (kepiting massage), a combination of acupressure and pediatric massage believed to enhance appetite, digestion, and immunity. This study assessed its effect on weight gain and illness frequency among wasted children under five. Methods: A quasi-experimental non-equivalent control group pretest–posttest design was applied to 20 wasted children divided into intervention and control groups. The intervention group received kepiting massage in addition to standard care. Results: Weight increased significantly in both groups but was greater in the intervention group (0.66 kg vs. 0.30 kg; p=0.002). Illness frequency decreased more sharply in the intervention group (1.5 to 0.3 episodes/month; p=0.010) than in the control group (2.5 to 1.9; p=0.014), with significant between-group differences (p=0.000). Conclusion: Kepiting massage effectively improves weight gain and reduces illness frequency among wasted children.
A Retrospective Study: Re-examining the Established Narrative on the Association Between Maternal Chronic Energy Deficiency and Low Birth Weight in the Work Area of Air Naningan Public Health Center Wulandari, Eka tri; Oktaviana, Metalia; Puspita, Linda; Wulandari, Ririn
Excellent Midwifery Journal Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 No. 1, April Tahun 2026
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55541/emj.v9i1.404

Abstract

Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women remains a major nutritional concern and is widely recognized as a determinant of adverse perinatal outcomes, including Low Birth Weight (LBW). In the work area of Air Naningan Public Health Center, both CED and LBW remain prevalent, prompting the need for further evaluation of their association. This retrospective study aimed to analyze the relationship between maternal CED and LBW and to explore the observed mismatch in which many CED mothers still delivered normal-weight infants.This study used a retrospective analytic design involving 265 pregnant women who delivered in 2024. Data were extracted from electronic maternal cohort records (e-Kohort). Bivariate analysis using Chi-Square demonstrated a significant association between CED and LBW (χ² = 17.768; p < 0.001). The odds ratio (OR = 5.586; 95% CI: 2.337–13.354) indicated that pregnant women with CED had a 5.6-fold higher risk of delivering LBW infants. The prevalence of CED was 34.0%, while LBW occurred in 10.2% of births. Interestingly, 78.9% of CED mothers still delivered normal-weight infants, highlighting the multifactorial nature of LBW.These findings confirm CED as a strong predictor of LBW while emphasizing the importance of comprehensive maternal health interventions