Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Peran Pendampingan dalam Program Pemberdayaan Keluarga: Studi pada Keluarga TB Paru di Kelurahan Wajo Kecamatan Murhum Kota Baubau Nurjana, Nurjana; Rindu, Rindu; Yuslina, Yuslina
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.12677

Abstract

Sejak tahun 2020-2022 Kasus TBC di wilayah kerja Puskesmas Wajo merupakan penyumbang terbesar di Kota Baubau. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas peran pendampingan dalam program pemberdayaan keluarga pada keluarga TB Paru (kontak erat/kontak serumah). Dimana kader memberikan pendampingan pada keluarga dengan memberikan edukasi yang terkait dengan peningkatan sikap yang meliputi aspek pengetahuan/kognitif, afektif dan konatif dalam pencegahan penularan, dan perilaku terhadap pencegahan penularan penyakit pada keluarga penderita tuberkulosis (kontak serumah/kontak erat) meliputi perilaku pencegahan, perilaku peningkatan kesehatan, perilaku gizi dan upaya mencari pengobatan (pemeriksaan diri sejak dini). Selain itu dalam penelitian ini juga bertujuan mengetahui jumlah anggota keluarga yang melakukan pemeriksaan TB, serta kasus TB secara dini. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi experimental menggunakan metode Times Series Eksperimen,dalam penelitian ini hanya ada kelompok eksperimen tanpa adanya kelompok control. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan/pemberian edukasi kepada keluarga pasien dan pendampingan melalui kunjungan rumah sebanyak 4 kali (1 bulan). Sebanyak 65% dari total 40 responden memiliki sikap terhadap pencegahan penularan penyakit yang berada pada kategori tinggi, 14% berada pada kategori sedang, dan 0% pada kategori rendah pada saat dilakukan pre-test. Sedangkan pada hasil post-test terdapat peningkatan sikap terhadap pencegahan penularan penyakit yang berada pada kategori tinggi menjadi 82,5% dan sisanya 17,5% berada pada kategori sedang; sebanyak 62,5% dari total 40 responden memiliki perilaku terhadap pencegahan penularan penyakit yang berada pada kategori baik, 37,5% berada pada kategori cukup baik, dan 0% pada kategori tidak baik pada saat dilakukan pre-test. Sedangkan pada hasil post-test terdapat peningkatan perilaku terhadap pencegahan penularan penyakit yang berada pada kategori baik menjadi 72,5% dan sisanya 27,5% berada pada kategori cukup baik; Berdasarkan Uji Paired Sample T Test, diperoleh nilai Sig. (2-tailed) baik pada variabel sikap maupun pada variabel perilaku sebesar 0,002 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara hasil sikap dan perilaku responden terhadap pencegahan penularan penyakit TB pada data pre test dan post test; dari 40 sampel kontak erat pasien dilakukan TST pada 26 sampel, dan diperoleh hasil TST Negatif sebanyak 11 orang (42,31%) dan TST Positif sebanyak 15 orang (57,69%).
Key Factors Influencing Digital Transformation Success and Strategic Implications for Indonesian Higher Education: Evidence From IPB University Nurjana, Nurjana; Sukmawati, Anggraini; Koeswanda, Harry
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 11 No. 4 (2025): December
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v11i4.17807

Abstract

This study aims to identify key factors influencing the success of digital transformation at IPB University, analyze the most influential factors, and propose an optimal strategy to improve its implementation. A quantitative approach was used by distributing questionnaires to 180 respondents consisting of lecturers and educational staff at IPB University. Data were analyzed using multiple regression with SPSS. The findings reveal that digital technology and strategy significantly influence the successful implementation of digital transformation. Digital strategy has the greatest and most significant influence on the dependent variable. This means that the better the implementation of digital strategy within an organization, the higher the level of success of digital transformation. This finding confirms that targeted strategic planning, the selection of appropriate digital initiatives, and the alignment of strategy with organizational goals are crucial factors in driving successful digital transformation. Furthermore, seven key determinants influence the success of digital transformation in higher education institutions: the use of future-ready digital technology, developed digital technology systems, and technology products with user-friendly designs and optimal functionality. Alignment of strategy with the university's vision, mission, and business plan, a clear and structured digital strategy, and strategies that support cross-departmental collaboration within the organization are key determinants of digital strategy. Strengthening digital leadership and governance was identified as the top priority strategies for strengthening internal digital transformation in higher education. This research contributes to the development of digital transformation strategies in higher education, supporting Indonesia’s 2045 vision.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Pembiayaan Mikro Syariah Murniati, Murniati; Nia, Murni; Nurjana, Nurjana; Muh. Syata, Wahyu
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/j3h9ph68

Abstract

This study aims to determine the factors influencing the effectiveness of Islamic microfinance in increasing small business revenues in Kendari. This research uses a quantitative descriptive approach with a survey approach. The study will be conducted in Kendari City, Southeast Sulawesi, specifically in Wowawanggu Village, Kadia District. The sample size for this study is 20 respondents. Data collection techniques will include questionnaires, observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques will include regression and descriptive analysis. The results indicate that factors supporting the effectiveness of Islamic microfinance in Kendari include fair and transparent contracts in accordance with Islamic principles, relatively easy disbursement procedures and monitoring by financial institutions, as well as education, financial guidance, and a sense of security in transactions. Furthermore, factors inhibiting the effectiveness of Islamic microfinance in Kendari include low levels of Islamic financial literacy among the public, initial administration perceived as complicated by some business actors, and less than optimal business locations, resulting in less than optimal results. Therefore, collaboration between financial institutions, the government, and business actors is needed to overcome these obstacles and optimize the benefits of Islamic microfinance
KECERDASAN EMOSIONAL MENINGKATKAN KREATIFITAS GURU DALAM MENGAJAR Nurjana, Nurjana
Jurnal Pendidikan Guru Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/jurpendigu.v3i1.291

Abstract

Mengacu pada fungsi dan tujuan pendidikan nasional tersebut, terlihat jelas bahwa Undang-Undang di atas menghendaki guru memiliki kecerdasan emosional, kreatif, mempunyai sikap yang ajeg, mandiri dan mapan, sehingga dalam proses pembelajaran guru secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia yang berimplikasi pada kualitas proses (quality proses) pembelajaran, jaminan kualitas (quality ansurance) produk pembelajaran serta kualitas output (quality produc) sebagai tujuan akhir pembelajaran. Guru yang memiliki EQ yang tinggi senantiasa dapat mengontrol tingkah laku yang kemungkinan merugikan diri sendiri dan juga orang lain. Proses pembelajaran dikelas merupakan suatu interaksi yang melibatkan sikap dan daya kreativitas antara guru dengan sisw2a dan suatu komunikasi timbal balik yang berlangsung dalam suasana edukatif untuk mencapai tujuan belajar. Guru merupakan elemen kunci dalam sistem pendidikan, karena guru selalu berinteraksi langsung denagn siswa, memberikan keteladanan, motivasi dan inspirasi secara terus menerus. Oleh karena itu guru harus selalu bersemangat, berprestasi, dan kreatif dalam berkarya di dalam proses pembelajaran di kelas dan di luar kelas. Kaitan kecerdasan emosional denagn kreativitas guru, tergantung pada kondisi dalam lingkungan dan individu itu sendiri, seorang yang mempunyai kecerdasan emosional yang baik memiliki daya kreativitas pribadi yang tinggi, memiliki program kerja berdasarkan rencana dan tujuan yang realistis serta berjuang untuk merealisasikannya. Kreativitas merupakan perwujudan/pengaktualisasian diri dan aktualisasi diri sebagai kebutuhan pokok pada tingkat tertinggi dalam hidup manusia. Bahkan lebih dari itu bahwa berkreasi dapat bermanfaat bagi diri pribadi, lingkungan, dan juga memberikan kepuasan bagi individu, disamping memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidup, khususnya dalam menghadapi Era Pembangunan bersifat Global di Era Milenial.