Priharyanti Wulandari, Priharyanti
Program Studi Ilmu Keperawatan STIKES Widya Husada Semarang

Published : 41 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Language and Health

Gambaran Massage Effleurage terhadap Intensitas Nyeri Dismenor pada Remaja Putri Wulandari, Priharyanti; Andriani, Fadia
Journal of Language and Health Vol 5 No 2 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i2.4050

Abstract

Menstruasi merupakan proses fisiologis yang dialami oleh setiap wanita remaja dengan rentang usia 12 – 13 tahun. Dismenore terjadi karena peningkatan sekresi prostaglandin F2a pada fase luteal siklus menstruasi peningkatan ini menyebabkan kontraksi uterus yang tidak terkoordinasi dan tidak teratur sehingga menimbulkan nyeri. Pada usia remaja sekolah dismenore mengakibatkan tidak fokus dalam belajar. Penalataksanaan dismenore bisa dengan terapi farmakologis dan terapi non farmakologis salah satunya Massage Effleurage. Massage Effleurage adalah teknik pijatan yang dilakukan untuk menurunkan nyeri dengan menggunakan sentuhan tangan untuk menimbulkan efek relaksasi dan mengeluarkan hormone positif endofrin yang menimbulkan rasa nyaman. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran Massage Effleurage terhadap dismenore pada remaja putri. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan metode studi kasus. Subjek penelitian ini adalah remaja putri dengan dismenore primer hari pertama dan kedua sebanyak 15 responden. Teknik pengambilan data menggunakan numeric rating scale. analisis univariat derajat dismenore sebelum diberikan terapi Massage Effleurage hari pertama dan kedua kategori tertinggi adalah sedang dan sesudah diberikan terapi Massage Eflleurage kategori tertinggi adalah ringan. Terdapat keefektifan dalam terapi Massage Effleurage dalam intensitas skala nyeri dismenore.
Penerapan Pijat Oksitosin terhadap Masalah Menyusui Tidak Efektif pada Ibu Post Partum Spontan Wulandari, Priharyanti; Wardhani, Natasya Kusuma
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5283

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi dan makanan terbaik bagi anak demi tumbuh kembang yang optimal.Produksi ASI yang kurang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu Solusi untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI adalah dengan cara melakukan pijat oksitosin.Pijat oksitosin adalah pijat disepanjang tulang belakang (vertebre) sampai tulang costae kelima atau keenam, berfungsi untuk meningkatkan oksitosin, sehingga ASI dapat keluar dengan lancar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan pijat oksitosin terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu post partum. Desain penelitian yang digunakan ialah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus dengan jumlah responden sebanyak 15 responden dengan melakukan pijat oksitosin selama 2 hari berturut-turut dengan frekuensi 2x sehari selama 10-15 menit. Instrumen yang digunakan adalah lembar informed concent,lembar observasi dan evaluasi dan lembar standar operasional prosedur (SOP). Hasil penelitian menunjukan setelah dilakukan pijat oksitosin pada ibu post partum, produksi ASI pada intervensi pertama belum terlihat adanya peningkatan produksi ASI sampai pada intervensi kedua baru mulai terlihat adanya tetesan ASI yang keluar saat dilakukan pijat oksitosin dan terdapat peningkatan sesudah pemberian terapi pijat oksitosin pada hari pertama pada pemijatan kedua dan di hari kedua. Hasil penelitian menunjukan bahwa pijat oksitosin mampu meningkatkan produksi ASI ibu post partum.
Terapi Foot Massage terhadap Nyeri Post Sectio Caesarea Wulandari, Priharyanti; Oktaviani, Dewi
Journal of Language and Health Vol 6 No 1 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i1.6425

Abstract

Persalinan secara Sectio Caesarea (SC) pasien akan mengalami rasa nyeri biasanya muncul 4-6 jam setelah proses persalinan selesai, perawatan nyeri dapat dilakukan dengan terapi obat-obatan maupun terapi non farmakologi, salah satu terapi nonfarmakologi ialah terapi foot massage. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh terapi foot massage terhadap nyeri pada ibu post partum dengan sectio caesarea di RSUD Cibinong. Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus dengan jumlah responden sebanyak 8 ibu post partum dengan sectio caesarea. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini menggunakan numeric rating scale (NRS) untuk mengukur intensitas nyeri dan lembar standar operasional prosedur (SOP) terapi foot massage. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil studi kasus menunjukan bahwa setelah dilakukan terapi foot massage terhadap nyeri post sectio caesarea rata-rata mengalami penurunan intensitas nyeri, yang memiliki tingkat nyeri sedang (4-6) sebanyak 2 orang (25%) dan nyeri ringan (1-3) sebanyak 6 orang (75%). Berarti terapi foot massage mempunyai pengaruh terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien post sectio caesarea di RSUD Cibinong. Terapi foot massage dapat menjadi salah satu alternatif terapi non farmakologi dalam memberikan asuhan keperawatan untuk mengurangi nyeri pada ibu post partum dengan sectio caesarea.