Priharyanti Wulandari, Priharyanti
Program Studi Ilmu Keperawatan STIKES Widya Husada Semarang

Published : 41 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Penatalaksanaan Disminore pada Remaja Putri Wulandari, Priharyanti; Nurmadinisia, Rahmi
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i2.1701

Abstract

Remaja putri terkadang mengalami nyeri saat menstruasi yang disebut dismenore. Dismenore bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik karena bisa mengganggu kegiatan sehari-hari.. Menstruasi merupakan proses saat rahim dibersihkan agar siap memasuki siklus reproduksi selanjutnya. Salah satu gangguan menstruasi yang sering terjadi adalah dismenore yang dapat membahayakan wanita dan menimbulkan rasa tidak nyaman dalam beraktivitas sehari-hari, terutama bagi remaja putri yang biasanya berstatus pelajar.. Dengan upaya penanganan yang baik oleh remaja putri tentu akan mengurangi tingkat ketidakhadiran disekolah.Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah mengetahui dan memahami penatalaksanaan dismenore agar tidak mengganggu aktivitas di sekolah selama belajar. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan memberikan pelatihan luring/tatap muka, sehingga terjadi peningkatan tingkat pengetahuan sebagian besar responden setelah penyuluhan. Hasil akhir dari pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah sebanyak 90% siswi merespon positif dan mengalami peningkatan pemahaman tentang pengobatan dismenore dan peningkatan pengetahuannya dari rata-rata 5,30 menjadi 7,80. terlihat dari antusiasme para siswa untuk mendengarkan materi dan menjawab pertanyaan, dan juga dari apresiasi yang besar untuk menerapkan apa yang telah diberikan.
Upaya Pencegahan Anemia pada Remaja melalui Edukasi Makanan Fungsional di Yayasan Raflesia Depok Prasasti, Arnindya Kanti; Nurmadinisia, Rahmi; Wulandari, Priharyanti
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 4 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i4.2468

Abstract

Anemia yang terjadi pada kalangan remaja dapat menimbulkan berbagai dampak baik di masa sekarang maupun masa depan. Prevalensi penderita anemia di kalangan remaja yang terus meningkat sekaligus juga meningkatkan risiko penurunan produktivitas pada remaja. Hasil skrining Puskesmas Tugu depok menyebutkan bahwa siswa siswi yang menuntut ilmu di sekolah naungan Yayasan Raflesia Depok masih memiliki angka anemia yang cukup tinggi. Pengabdian Masyarakat ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada remaja akan bahaya anemia dan makanan yang perlu dikonsumsi untuk mencegah anemia. Sasaran dari kegiatan ini adalah 43 siswa dan siswi di SMKIT dan SMAIT Raflesia Depok. Edukasi dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama adalah pemaparan materi, dilanjutkan dengan tanya jawab. Peserta yang aktif bertanya dan menjawab pertanyaan dari tim diberikan reward. Di akhir edukasi Kesehatan, peserta diminta mengisi kuesioner untuk mengukur pemahaman peserta tentang anemia dan makanan fungsional untuk mencegah anemia.
Pijat Oksitosin sebagai Upaya Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Menyusui Wulandari, Priharyanti
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3731

Abstract

ASI merupakan suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa, dan beragam garam anorganik yang dikeluarkan oleh kelenjar payudara ibu yang bermanfaat sebagai makanan pertama bayi. Masalah yang sering terjadi pada ibu menyusui salah satunya adalah ASI yang tidak lancar atau keluarnya hanya sedikit yang disebabkan kurangnya rangsangan hormon oksitosin dan prolaktin yang berperan dalam kelancaran produksi ASI sehingga dibutuhkan upaya tindakan alternatif atau penatalaksanaan berupa pijat oksitosin, karena pijat oksitosin sangat efektif membantu merangsang pengeluaran ASI. Pijat oksitosin dapat menjadikan ibu merasa rileks dan menghilangkan stress, sehingga merangsang pengeluaran hormon oksitosin yang dapat memperlancar pengeluaran produksi ASI. Tujuan dari pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu tentang pijat oksitosin sebagai upaya meningkatkan produksi ASI. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan demonstrasi pijat oksitosin sebagai upaya untuk meningkatkan produksi ASI. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui tentang pijat oksitosin sesudah diberikan penyuluhan dan demonstrasi. Pemberian demonstrasi memberikan efek positif terhadap pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui tentang pijat oksitosin. Terdapat peningkatan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilan setelah diberi demonstrasi, dari hasil ini menunjukan bahwa adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan pijat oksitosin, diharapkan ibu dapat menerapkan pijat oksitosin ini supaya dapat meningkatkan volume ASI sehingga dapat meningkatkan cakupan ASI.
Hubungan tingkat morning sickness pada ibu primigravida trimester I dengan tingkat kecemasan suami di kelurahan Wonolopo kecamatan Mijen Semarang Kustriyani, Menik; Wulandari, Priharyanti; Chandra, Ade
MEDISAINS Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i1.1623

Abstract

Latar Belakang: Studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Mijen Semarang, didapatkan 17 pasangan suami istri dari ibu primigravida trimester I, diperoleh dari ibu primigravida trimester I semua pernah mengalami morning sickness, sedangkan pada suami rata-rata mengatakan cemas, kadang gelisah, dan waspada saat istri mengalami morning sickness. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan tingkat morning sickness pada ibu primigravida trimester I dengan tingkat kecemasan suami di Kelurahan Wonolopo kecamatan Mijen Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan survey analitik, dengan pendekatan waktu cross sectional, sampel diambil dengan teknik accidental sampling yang berjumlah 47 responden, data dikumpulkan melalui lembar kuesioner, dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan batas signifikan nilai alpha 0,05. Hasil: Hasil uji statistik diperoleh p = 0,002 Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara tingkat morning sickness pada ibu primigravida trimester I dengan tingkat kecemasan suami di Kelurahan Wonolopo Kecamatan Mijen Semarang.
Penerapan Pijat Oksitosin terhadap Masalah Menyusui Tidak Efektif pada Ibu Post Partum Spontan Wulandari, Priharyanti; Wardhani, Natasya Kusuma
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5283

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi dan makanan terbaik bagi anak demi tumbuh kembang yang optimal.Produksi ASI yang kurang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu Solusi untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI adalah dengan cara melakukan pijat oksitosin.Pijat oksitosin adalah pijat disepanjang tulang belakang (vertebre) sampai tulang costae kelima atau keenam, berfungsi untuk meningkatkan oksitosin, sehingga ASI dapat keluar dengan lancar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan pijat oksitosin terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu post partum. Desain penelitian yang digunakan ialah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus dengan jumlah responden sebanyak 15 responden dengan melakukan pijat oksitosin selama 2 hari berturut-turut dengan frekuensi 2x sehari selama 10-15 menit. Instrumen yang digunakan adalah lembar informed concent,lembar observasi dan evaluasi dan lembar standar operasional prosedur (SOP). Hasil penelitian menunjukan setelah dilakukan pijat oksitosin pada ibu post partum, produksi ASI pada intervensi pertama belum terlihat adanya peningkatan produksi ASI sampai pada intervensi kedua baru mulai terlihat adanya tetesan ASI yang keluar saat dilakukan pijat oksitosin dan terdapat peningkatan sesudah pemberian terapi pijat oksitosin pada hari pertama pada pemijatan kedua dan di hari kedua. Hasil penelitian menunjukan bahwa pijat oksitosin mampu meningkatkan produksi ASI ibu post partum.
Edukasi Pijat Oksitosin untuk Memperlancar Produksi ASI pada Ibu Menyusui Wulandari, Priharyanti; Nurmadinisia, Rahmi; Farma, Ritta
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Mei 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i3.6481

Abstract

Masa laktasi merupakan suatu masa terjadi perubahan pada payudara ibu, sehingga mampu memproduksi air susu ibu (ASI) dan merupakan suatu interaksi yang sangat kompleks antara rangsangan mekanik, saraf dan berbagai macam hormon sehingga ASI dapat dikeluarkan. Salah satu kendala dini dalam pemberian ASI secara dini adalah ASI keluar dengan jumlah yang sedikit pada hari pertama setelah melahirkan. Salah satu cara untuk menstimulasi agar ASI ibu keluar dengan lancar adalah melalui pijat oksitosin. Pijat oksitosin merupakan salah satu upaya memperlancar produksi ASI dengan mekanisme yang mampu memicu pengeluaran prolaktin dan oksitosin yang merupakan hormon yang diperlukan untuk mengeluarkan ASI. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu menyusui tentang pijat oksitosin untuk memperlancar produksi ASI pada ibu menyusui. Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berupa edukasi dan praktik pijat oksitosin yang ditujukan kepada ibu menyusui sebanyak 15 orang di RW 5 Kelurahan Curug. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui tentang pijat oksitosin. Pemberian demonstrasi memberikan efek positif terhadap pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui tentang pijat oksitosin. Setelah diberikan edukasi dan praktik pijat oksitosin diharapkan dapat memperlancar produksi ASI ibu menyusui serta meningkatkan cakupan pemberian ASI pada ibu menyusui.
Terapi Foot Massage terhadap Nyeri Post Sectio Caesarea Wulandari, Priharyanti; Oktaviani, Dewi
Journal of Language and Health Vol 6 No 1 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i1.6425

Abstract

Persalinan secara Sectio Caesarea (SC) pasien akan mengalami rasa nyeri biasanya muncul 4-6 jam setelah proses persalinan selesai, perawatan nyeri dapat dilakukan dengan terapi obat-obatan maupun terapi non farmakologi, salah satu terapi nonfarmakologi ialah terapi foot massage. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh terapi foot massage terhadap nyeri pada ibu post partum dengan sectio caesarea di RSUD Cibinong. Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus dengan jumlah responden sebanyak 8 ibu post partum dengan sectio caesarea. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini menggunakan numeric rating scale (NRS) untuk mengukur intensitas nyeri dan lembar standar operasional prosedur (SOP) terapi foot massage. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil studi kasus menunjukan bahwa setelah dilakukan terapi foot massage terhadap nyeri post sectio caesarea rata-rata mengalami penurunan intensitas nyeri, yang memiliki tingkat nyeri sedang (4-6) sebanyak 2 orang (25%) dan nyeri ringan (1-3) sebanyak 6 orang (75%). Berarti terapi foot massage mempunyai pengaruh terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien post sectio caesarea di RSUD Cibinong. Terapi foot massage dapat menjadi salah satu alternatif terapi non farmakologi dalam memberikan asuhan keperawatan untuk mengurangi nyeri pada ibu post partum dengan sectio caesarea.
The Difference Between Spiritual Emotional Freedom Technique And Acupressure On The Dysmenorrhea Intensity Wulandari, Priharyanti; Nurmadinisia, Rahmi; Nurdiana, Dina
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 16 No 1 (2025): JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI VOLUME 16 NOMOR 1 TAHUN 2025
Publisher : IAKMI South Tangerang Branch

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Dysmenorrhea is a type of  menstrual pain that is often experienced by adolescent girls, including school-aged students. This condition can interfere with learning activities, concentration, and even psychological well-being, often leading to  school abstain. Method: This study employed used a non-equivalent control group design. Proportional stratified random sampling was conducted on 110 students at SMP Plus Cahaya Insan Depok who met the inclusion criteria. Pain intensity was measured using the Numeric Rating Scale (NRS). Data were analyzed using  the Wilcoxon Sign Rank Test and the Mann-Whitney test. Results: The results showed that the average value of pain intensity in the intervention group (SEFT) was 4.95 which decreased to 2.11, showing  a difference of 2.84. Meanwhile, the average value in the control group (acupressure) was 4.65 which  decreased to 4.00, showing a difference of 0.65. There was a significant difference in the average dysmenorrhea intensity between the SEFT group and the acupressure group after treatment, with a p-value of 0.002 (<0.05). Conclusion: There is a significant difference in the effect of SEFT and acupressure on dysmenorrhea among adolescent girls.
The Effect of Dark Chocolate on Dysmenorrhea in Young Women at Stikes Raflesia Depok Qoriyah, Rika; Wulandari, Priharyanti
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 5 No 4 (2023): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v5i4.2503

Abstract

Dysmenorrhea can affect young women's learning activities. Treatment of dysmenorrhea can be overcome with non-pharmacological therapy, such as dark chocolate. The magnesium content in dark chocolate can block prostaglandin hormones that trigger uterine muscle tension. The purpose of this study was to determine the effect of dark chocolate on dysmenorrhea in adolescent girls. This type of research is a quantitative method with a pre-experiment design of one group pretest-posttest without a control group. The subjects of this study were adolescent girls with primary dysmenorrhea on the first and second days, with as many as 55 respondents. The sample consisted of 30 respondents with a stratified random sampling technique. The data collection technique uses a numeric rating scale and a Wilcoxon data analysis test. In the univariate analysis of the degree of dysmenorrhea before and after the first and second days of dark chocolate, the highest category was medium, and after dark chocolate, the highest category was mild. The results of the Wilcoxon test on the first and second days showed the effect of dark chocolate on dysmenorrhea in young women with a p-value of 0.000 (p < 0.05). There was a decrease in the degree of dysmenorrhea after giving dark chocolate 100 grams (72%) to young women at STIKes Raflesia Depok.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PEMBIMBING KLINIK MELALUI PELATIHAN METODE PRECEPTORSHIP Retnaningsih, Dwi; Sukesi, Niken; Aini, Dwi Nur; Wahyuningsih, Wahyuningsih; Arifianto, Arifianto; Widyaningsih, Tri Sakti; Karunianingtyas, Maulidta; Wulandari, Priharyanti
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 5, No 1 (Maret) (2023): Jurnal implementasi pengabdian masyarakat kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v5i1.82

Abstract

Peran perawat dalam meningkatkan kualitas asuhan adalah sebagai Preceptor. Preseptor bertugas untuk membimbing mahasiswa keperawatan atau perawat baru untuk belajar menerapkan teori dan pengetahuan yang dimiliki. Perawat, sebagai instruktur keperawatan, bertindak sebagai guru dengan tanggung jawab khusus kepada peserta didiknya yaitu mahasiswa (mentee). Preceptorship adalah salah satu metode bimbingan dengan one to one relationship dalam ruang lingkup keperawatan yang dinilai cukup baik untuk menambah keterampilan dalam perawatan, baik soft skills, hard skills dan attitude profesi keperawatan. Pengabdian masyarakat bertujuan untuk membimbing pembimbing klinik dengan pendekatan preseptorship, baik yang sudah pengalaman ataupun yang belum banyak pengalaman namun memiliki ketertarikan menjadi preseptor klinik yang berkualitas. Metode pengabdian dilakukan dengan format kuliah didaktif, roleplay, latihan ketrampilan dan evaluasi kegiatan. Peserta akan belajar memahami kurikulum pendidikan Klinik, konsep model preseptorship, merancang kegiatan bimbingan klinik berdasarkan kondisi yang dihadapi, pembinaan hubungan kooperatif dan kolaboratif antara preseptor dan peserta didik, ketrampilan memberikan feedback, menilai kemampuan peserta didik dan memahami tugas dan fungsi preseptor klinik yang professional. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mendapatkan respon yang baik, dan terlaksana dengan lancar.