Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series : Medical Science

Tingkat Stres Berdasarkan Sif Kerja pada Perawat di Ruang Isolasi COVID-19 Refika Ilma Nurul Uswah; Siska Nia Irasanti
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.342

Abstract

Abstract. COVID-19 is an acute respiratory disease that was first reported in Wuhan, China. High rates of infection and mortality increase social and mental pressure on health workers and cause mental health problems such as stress. Based on the results of research in Taiwan, nurses have a higher mean stress value than other health workers. Stress is a homeostatic imbalance condition caused by physical stimulation that results a changes in individuals. One of the stressors for nurses is work shift. The purpose of this study was to describe the work shift and the description of stress levels based on the work shift of nurses in the COVID-19 Isolation Room. Descriptive method with a cross-sectional design approach is used in this study, with 79 respondents taken by total sampling technique. The data was taken using a questionnaire instrument from Tayyib and Alsolami (2020), the questionnaire consists of 14 questions and has been modified by the researcher and has been tested valid and reliable .The results of this study showed that most of the nurses who experienced stress working on the morning and evening shifts were 27 nurses (71.05%) and 19 nurses (63.33%) and 5 out of 11 nurses (45.45%) in the afternoon shift. From these results, the hospital is expected to increase attention and evaluation regarding efforts to overcome stressors for nurses, especially during the COVID-19 pandemic. Abstrak. COVID-19 adalah penyakit respiratori akut yang dilaporkan pertama kali ditemukan di Wuhan, China. Tingginya angka infeksi dan mortalitas meningkatkan tekanan sosial dan mental pada tenaga kesehatan dan dapat menimbulkan gangguan kesehatan mental seperti stres. Berdasarkan hasil penelitian di Taiwan, perawat memiliki nilai mean stres yang lebih tinggi dibandingkan tenaga kesehatan lain. Stres adalah kondisi tidak seimbangnya homoestatis yang diakibatkan oleh adanya rangsangan fisik yang mengakibatkan perubahan pada individu. Salah satu stresor pada perawat adalah sif kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sif kerja dan gambaran tingkat stres berdasarkan sif kerja pada perawat di Ruang Isolasi COVID-19. Metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional design digunakan dalam penelitian ini, dengan 79 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Data diambil dengan instrument kuesioner dari Tayyib dan Alsolami (2020), kuesioner terdiri dari 14 pertanyaan dan telah dimodifikasi oleh peneliti dan telah teruji valid dan reliabel. Hasil penelitian ini menunjukan sebagian besar perawat yang mengalami stres bekerja pada sif pagi dan malam yaitu 27 perawat (71,05%) dan 19 perawat (63,33%) serta sif sore 5 dari 11 perawat (45,45%). Dari hasil ini, pihak Rumah Sakit diharapkan meningkatkan perhatian dan evaluasi mengenai upaya penganggulangan faktor yang menjadi stresor pada perawat terutama selama pandemi COVID-19.
Scoping Review: Efek Pegagan (Centella asiatica) dalam Sediaan Topikal terhadap Pencegahan Penuaan Dini Novita Arya Cahyani; Herri S. Sastramihardja; Siska Nia Irasanti
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.574

Abstract

Abstract. One of the problems that are often encountered today in the practice of dermatologists and genital specialists is premature aging. Natural products have proven to be the best choice for preventing premature aging due to environmental concerns, safety from synthetic chemicals, and health. One of these natural products is pegagan (C. asiatica). There have been many studies showing the benefits of pegagan, especially its content that is able to stimulate collagen synthesis in skin fibroblast cultures. However, research dataregarding the effectiveness of pegagan on anti-aging is still very limited. The purpose of this study was to determine the effect of pegaganin topical preparations on the prevention of premature aging. The research was conducted using the method of scoping review with samples of national and international scientific articles that meet the eligibility criteria (eligible). The results of this study were taken from three databases, namely Proquest, ScienceDirect, and Google Scholar, with an initial search result of 4.173. There were 1,536 articles according to the inclusion criteria, and the exclusion criteria and PICOS were four articles and the results of the feasibility test based on a critical study were also four articles. The results of the four articles that have been analyzed stated that the group that was given pegagan extract topically showed an antiaging effect more than the control group. The conclusions of the research suggest that pegagan in topical preparations, either managed with HA, glycerine, chitosan nanoparticles, or extracted Camellia sinensis and Glycine max has a role in preventing premature aging. Abstrak. Salah satu masalah yang sering dijumpai saat ini dalam praktik dokter spesialis kulit dan kelamin adalah penuaan dini. Produk alami telah terbukti menjadi pilihan yang terbaik untuk mencegah penuaan dini karena pertimbangan dari kesadaran lingkungan, keamanan dari bahan kimia sintesis, dan kesehatan. Salah satu produk alami tersebut adalah pegagan (C. asiatica). Telah banyak penelitian yang menunjukkan manfaat pegagan terutama kandungannya yang mampu merangsang sintesis kolagen dalam kultur fibroblas kulit. Namun data penelitian terkait efektivitas pegagan terhadap anti-aging masih sangat terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pegagan dalam sediaan topikal terhadap pencegahan penuaan dini. Penelitian diambil dengan metode scoping review dengan sampel artikel ilmiah nasional dan internasional yang memenuhi kriteria kelayakan (eligible). Hasil dari penelitian ini diambil dari tiga database yaitu Proquest, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan hasil pencarian awal terdapat 4.173. Artikel yang sesuai kriteria inklusi sebanyak 1.536, dan kriteria eksklusi beserta PICOS terdapat empat artikel dan hasil uji kelayakan berdasarkan telaah kritis tersisa sebanyak empat artikel. Hasil dari keempat artikel yang telah dianalisis, menyatakan bahwa kelompok yang diberikan intervensi ekstrak pegagan secara topikal menunjukkan adanya efek anti-aging daripada kelompok kontrol. Simpulan dari penelitian adalah pegagan dalam sediaan topikal baik pengelolaannya dengan HA, glycerine, nanopartikel kitosan, atau ekstrak Camellia sinesis dan Glycine max, memiliki peran dalam mencegah penuaan dini.
Scoping Review: Hubungan Pola Hidup Sedenter terhadap Obesitas pada Pekerja Kantor Risya Farisatul Aini; Siska Nia Irasanti; M. Ihsan Wahyudi
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.1827

Abstract

Abtrak. Obesity is a phenomenon that has continued to increase in recent years. Obesity can cause various diseases such as diabetes mellitus, cardiovascular disease, cancer, hyperlipidemia, etc. Lifestyle sedenter becomes one of the risk factors for obesity. One of the factors that cause an increase in lifestyle is long working hours such as office workers. Office workers sit most of the day and have little opportunity to move. Lack of activity in office workers causes the energy expended is not maximal so that it triggers obesity. The purpose of this study was to find out the relationship of lifestyle to obesity in office workers. Method: This study uses a scoping review conducted by analyzing articles in three databases namely ScienceDirect, Proquest and Cochrane with a sample of international scientific articles that meet the eligibility criteria (eligible). Articles obtained in the initial search results as many as 1371 articles and articles that meet the eligibility (eligible) there are 2 articles. Results: This study shows that activities such as cycling to/from work and leisure physical activity indicate a lower risk of being overweight or obese in workers. Conclusion: sedentary or sedentary behavior is significantly associated with the risk of obesity in office workers. Abstrak. Obesitas merupakan fenomena yang kejadiannya terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini. Obesitas dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti diabetes melitus, penyakit kardiovaskular, kanker, hiperlipidemia, dll. Pola hidup sedenter menjadi salah satu faktor risiko terjadinya obesitas. Salah satu faktor yang menyebabkan meningkatnya pola hidup sedenter adalah jam kerja panjang seperti pada pekerja kantor. Pekerja kantor duduk hampir sepanjang hari dan memiliki sedikit kesempatan untuk beraktivitas. Kurangnya aktivitas pada pekerja kantor ini menyebabkan energi yang dikeluarkan tidak maksimal sehingga memicu terjadinya obesitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola hidup sedenter terhadap obesitas pada pekerja kantor. Metode: Penelitian ini menggnakan scoping review yang dilakukan dengan menganalisis artikel pada tiga database yaitu ScienceDirect, Proquest dan Cochrane dengan sampel artikel ilmiah internasional yang memenuhi kriteria kelayakan (eligible). Artikel yang didapatkan pada hasil pencarian awal sebanyak 1371 artikel dan artikel yang memenuhi kelayakan (eligible) ada 2 artikel. Hasil: Penelitian ini menunjukan bahwa aktivitas seperti bersepeda ke/dari tempat kerja dan aktivitas fisik waktu luang menunjukan risiko yang lebih rendah terjadinya kelebihan berat badan atau obesitas pada pekerja. Kesimpulan: perilaku menetap atau sedenter secara signifikan terkait dengan risiko terjadinya obesitas pada pekerja kantor.
Tingkat Stres dan Indeks Massa Tubuh Reyhan Abhari; Siska Nia Irasanti; RB. Soeherman Herdiningrat
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6052

Abstract

Abstract. During the Covid-19 pandemic there has been an increase in stress in Indonesia compared to before. Stress can have an impact on various parties, especially medical students who are known to have high levels of stress related to academic, environmental, and other problems. This stress can trigger the release of stress hormones through the hypothalamus-pituitary-andrenal axis, so that it can increase food intake which is the cause of an increase in body mass index in individuals. The research sample was taken using a probability sampling technique with a simple random sampling type, totaling 228 respondents and the respondents were selected using a lottery method so that there were 107 respondents by random sampling using the Chi-Square analysis method. The results showed that there was no relationship between stress levels and body mass index in first year students of the 2022 class of the Faculty of Medicine, Unisba, as evidenced by the p-value of p = 0.166 (p> 0.05). There are other factors that can affect the increase in body mass index including genetics, hormones, lifestyle, environment, and level of education. Abstrak. Pada masa pandemi Covid-19 telah terjadi peningkatan dari stres di Indonesia dibanding sebelumnya. Stres dapat memberikan dampak kepada berbagai pihak, terkhusus kepada mahasiswa kedokteran yang diketahui memiliki tingkat stres yang tinggi terkait dengan masalah akademik, lingkungan, dan lain-lain. Stres tersebut dapat memicu keluarnya hormon stres melalui aksis hipotalamus-pituitari-andrenal, sehingga dapat meningkatkan asupan makan yang menjadi penyebab terjadinya peningkatan indeks massa tubuh pada individu. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik probability sampling dengan jenis simple random sampling yang berjumlah 228 responden dan dilakukan pemilihan responden menggunakan metode undian sehingga terdapat 107 responden secara random sampling dengan metode analisis Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat stres dengan indeks massa tubuh pada mahasiswa tingkat satu angkatan 2022 Fakultas Kedokteran Unisba, terbukti dengan nilai p-value p=0.166 (p>0,05). Terdapat faktor lain yang dapat memengaruhi peningkatan indeks massa tubuh diantaranya genetik, hormonal, gaya hidup, lingkungan, dan tingkat pendidikan.
Hubungan Perilaku Merokok dan Komorbid dengan Lama Rawat Inap Pasien PPOK di RSUD Al Ihsan Bandung tahun 2019-2021 Alda Alysia Jaswirna; Siska Nia Irasanti; Ganang Ibnusantosa
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.5678

Abstract

Abstract. Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) is a disease with airflow limitation caused by an abnormal inflammatory response in the lungs and is characterized by a decrease in the FEV1/FVC ratio below 0.7 postbronchodilator. In the world, the prevalence of COPD is 174 million people in 2015, in Indonesia it is 3.7% per mil, and in West Java COPD ranks second highest after asthma. COPD risk factors include genetics, age, gender, comorbidities, smoking, and occupation. These risk factors can have an impact not only on the incidence of COPD, but also on the length of stay of COPD. This study aims to determine the relationship between smoking behavior, age, and comorbidities with the length of stay of COPD patients at Al Ihsan Hospital in Bandung in 2019-2021. This type of research is quantitative with analytic observational method and cross sectional approach design. The instrument used is a medical record. In this study, data were obtained from 60 medical records of COPD patients using random sampling technique. The data analysis used was univariate and chi square test for bivariate analysis. Statistical test results showed that 68.3% of patients smoked, 81.7% of elderly patients, and 76.7% of patients had comorbidities. The results showed that there was a significant relationship between smoking behavior and the length of stay of COPD patients with p-value= 0.013 (p <0.05), and there is a significant relationship between comorbidities and length of stay of COPD patients with p-value= 0.004 (p <0.05). It is recommended to carry out health promotion and prevention related to risk factors associated with COPD length of stay such as smoking behavior, age, and comorbidities. Abstrak. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah suatu penyakit dengan keterbatasan aliran udara disebabkan oleh respon inflamasi abnormal paru-paru dan ditandai dengan penurunan rasio FEV1/FVC di bawah 0,7 pascabronkodilator. Di dunia prevalensi PPOK 174 juta orang tahun 2015, di Indonesia 3,7% per mil, dan di Jawa Barat PPOK menempati peringkat tertinggi kedua setelah asma. Faktor risiko PPOK di antaranya genetik, usia, jenis kelamin, komorbid, merokok, dan pekerjaan. Faktor risiko tersebut dapat berdampak tidak hanya pada kejadian PPOK, tetapi juga pada lama rawat inap PPOK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku merokok, usia, dan komorbid dengan lama rawat inap pasien PPOK di RSUD Al Ihsan Bandung pada tahun 2019-2021. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode observasional analitik dan rancangan pendekatan cross sectional. Instrumen yang digunakan berupa rekam medis. Pada penelitian ini didapatkan data sebanyak 60 rekam medis pasien PPOK dengan teknik random sampling. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan uji chi square untuk analisis bivariat. Hasil uji statistik menujukkan 68,3% pasien merokok, 81,7% pasien adalah lansia, dan 76,7% pasien memiliki komorbid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku merokok dengan lama rawat inap pasien dengan p-value= 0,013 (p <0,05), dan terdapat hubungan yang bermakna antara komorbid dengan lama rawat inap pasien dengan p-value= 0,004 (p <0,05). Disarankan melakukan promosi kesehatan dan pencegahan berkaitan dengan faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan lama rawat inap PPOK seperti perilaku merokok, usia, dan komorbid.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Diare Ibu dengan Kejadian Diare Balita di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Cikidang Muhamad Gio Juliansyah; Siska Nia Irasanti; Sara Puspita
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6183

Abstract

Abstract. Diarrhea is a disease that causes an increase in the frequency of bowel movements or a change in the consistency of the stool with high fluid content. Diarrhea is the 2nd cause of death worldwide. The incidence of diarrhea in Indonesia is 16.7%, the highest is in the province of West Java with a total of 364,749 incidents. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of maternal prevention knowledge and the incidence of diarrhea in toddlers in the working area of the UPTD Cikidang Health Center. This research is analytic observational with cross sectional design. The sampling method is simple random sampling. The number of samples in the study amounted to 111 people, consisting of 54 (49%) mothers who had diarrhea under five and 57 mothers (51%) who did not have diarrhea. Data obtained from the results of filling out the questionnaire, using the chi-square test analysis. The results showed that most mothers knew what diarrhea was, as many as 76 respondents (67.9%), the remaining 35 respondents (31.5%) had poor knowledge. The results of the analysis showed that there was no significant relationship between knowledge (p=0.69)). Results that were not significant could be influenced by other factors that contributed to the incidence of diarrhea. Abstrak. Diare merupakan penyakit yang menyebabkan peningkatan frekuensi buang air besar atau perubahan konsistensi tinja dengan kadar cairan yang tinggi. Diare menjadi penyebab kematian ke 2 di seluruh dunia. insidensi diare di Indonesia sebanyak 16,7%, yang tertinggi adalah di provinsi Jawa barat dengan jumlah 364.749 insidensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Tingkat pengetahuan pencegahan ibu dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Cikidang. Penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Metode pengambilan sampel adalah simple random sampling. Jumlah sampel pada penelitian berjumlah 111 orang, terdiri dari 54 (49%) ibu yang memiliki balita diare dan 57 ibu (51%) yang tidak memiliki balita diare. Data diperoleh dari hasil pengisian kuesioner, dengan menggunakan analisis chi-square test. Hasil menunjukan mayoritas ibu mengetahui tentang apa itu diare sebanyak 76 responden (67,9%) sisanya sebanyak 35 responden (31.5%) memiliki pengetahuan yang kurang baik. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p=0.69). Hasil yang tidak bermakna dapat dipengaruhi oleh faktor lain yang berkontribusi terhadap kejadian diare.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Kesehatan Syariah dalam Meningkatkan Kepuasan Pasien Pasca Rawat Inap RS Berkonsep Syariah Nadia Salsabila; Siska Nia Irasanti; Sandy Faisal
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.7160

Abstract

Abstract. This literature study was used to collect adequate data regarding the effect of the quality of sharia health services in increasing post-hospital patient satisfaction at Al Islam Hospital Bandung. The chosen method is through a literature study that collects several previous studies to determine the effect of the quality of sharia health services in increasing post-hospital patient satisfaction in Islamic Concept Hospitals. The results of this study explain that there is an influence of the quality of sharia health services in increasing post-hospital patient satisfaction with Islamic Concept Hospitals which can be seen in the aspects of service in sharia hospitals in five dimensions including Rabbaniyah (surrendering everything to Allah SWT), akhlaqiyyah ( character and character), waqi'iyyah (the truth of facts), and insaniyyah (in line with human nature). Thus it can be concluded that there is an influence of the quality of sharia services in increasing post-hospital patient satisfaction in Islamic Concept Hospitals. Hospitals that provide sharia health services will provide different from non-Islamic hospitals, namely they must have a sharia concept and maqashid sharia principles. So that their services must adjust to sharia operational standards while still paying attention to patient satisfaction. Abstrak. Studi literatur ini digunakan untuk mengumpulkan data yang memadai mengenai pengaruh kualitas pelayanan Kesehatan syariah dalam meningkatkan kepuasan pasien pasca rawat inap RS Berkonsep Syariah. Metode yang dipilih adalah melalui studi literatur yang mengumpulkan beberapa penelitian terdahulu untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan kesehatan syariah dalam meningkatkan kepuasan pasien pasca rawat inap di RS Berkonsep Islam. Hasil dari studi ini memaparkan bahwa adanya pengaruh kualitas pelayanan kesehatan syariah dalam meningkatkan kepuasan pasien pasca rawat inap RS Berkonsep Syariah yang dapat dilihat pada aspek pelayanan di rumah sakit syariah pada lima dimensi antara lain:Rabbaniyah (mempasrahkan segala sesuatu kepada Allah SWT), akhlaqiyyah (budi pekerti dan tabiat), waqi’iyyah (kebenaran atas fakta), dan insaniyyah (sejalan dengan fitrh manusia). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh kualitas pelayanan syariah dalam meningktkan kepuasan pasien pasca rawat inap RS Berkonsep Islam. Rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan syariah akan memberikan perbedaan dengan rumah sakit non Islam, yakni harus berkonsep syariah dan berprinsip maqashid syariah.Sehingga pelayanannya harus menyesuaikan standar operasional syariah dengan tetap memperhatikan kepuasan pasien.
Gambaran Tingkat Kecemasan pada Korban Pasca Bencana Tanah Longsor Berulang di Desa Sawangan Kecamatan Punggelan Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah Febriana Faridatu Amalia; Siska Nia Irasanti; Ariko Rahmat Putra
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10520

Abstract

Abstract. Anxiety is a type of mental disorder that often occurs. Landslide disasters can be a stressor and have an influence on the level of anxiety in the victims. Banjarnegara Regency is one of the districts in Central Java that often experiences landslides. This research was conducted with the aim of determining the level of anxiety experienced by victims of repeated disasters in Sawangan Village. This research is a descriptive study with a cross sectional approach. The sampling technique was consecutive sampling and involved 115 research subjects who were victims of repeated landslides in RW 02 Sawangan Village. Data collection was carried out by asking questions and answers to research subjects and using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). The research results showed anxiety with the majority having a severe level of anxiety, 37 people (37%). Subjects experienced the most anxiety in late adulthood (36-45 years), were female, had low education, did not work, and had a low income, namely less than the same as RP. 2,500,000.00 and lived in Sawangan Village for more than 2 years. Victims of repeated landslides are vulnerable to experiencing anxiety due to repeated stressors. Abstrak. Kecemasan merupakan salah satu jenis gangguan mental yang sering terjadi. Bencana tanah longsor dapat menjadi stresor dan mempunyai pengaruh terhadap tingkat kecemasan pada korban bencana. Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang sering mengalami bencana longsor. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan yang dialami oleh korban bencana berulang di Desa Sawangan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel secara consecutive sampling dan melibatkan 115 subjek penelitian korban bencana longsor berulang di RW 02 Desa Sawangan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara tanya jawab kepada subjek penelitian dan menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil penelitian menunjukkan kecemasan dengan mayoritas memiliki tingkat kecemasan berat yaitu 37 orang (37%). Subjek paling banyak mengalami kecemasan pada usia dewasa akhir (36-45 tahun), berjenis kelamin perempuan, berpendidikan rendah, tidak bekerja, dan berpenghasilan rendah yaitu kurang dari sama dengan Rp. 2.500.000,00 dan tinggal di Desa Sawangan selama lebih dari 2 tahun. Korban bencana tanah longsor yang berulang rentan mengalami kecemasan akibat stresor yang berulang.
Hubungan Stres Kerja dan Kepuasan Kerja dengan Tingkat Ketidakhadiran (absenteissm) pada Karyawan di Instalasi Farmasi RSUD Syamsudin SH Kota Sukabumi Fani Fitriani; Siska Nia Irasanti; Budiman
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10699

Abstract

Abstract. Workplace stress occurs when the demands and pressures of a job exceed an individual's abilities and knowledge. It becomes a problem and can be caused by factors such as the type of job, individual vulnerabilities, and poor organizational work systems. Lack of job satisfaction can also be a major trigger for workplace stress. . At RSUD Syamsudin SH, a referral hospital in the city of Sukabumi, there is a high risk of workplace stress. The number of patient visits that continues to increase every year can have serious impacts, both physically and mentally, and on organizational performance.. Therefore, there is a need for attention and actions to address workplace stress in the environment of RSUD Syamsudin SH in order to minimize its negative impacts. This study aims to determine the relationship between job stress and job satisfaction with the level of absenteeism in Pharmacy Installation Employees at Syamsudin SH Hospital. The research method used was analytic observational with cross sectional research design. Total sampling technique amounted to 97 employees. In this study, the independent variable is job stress and job satisfaction and the dependent variable is absenteeism. Data analysis using one way anova. Research on 97 employees showed that most experienced moderate levels of work stress (53.60%), moderate job satisfaction (42.30%) and the highest number of absences reached 42 days. The statistical test results showed that there was a significant relationship between work stress and absenteeism (p-value=0.000<0.05) and there was no significant relationship between job satisfaction and absenteeism (p-value=0.491>0.05). Abstrak. Stress kerja terjadi ketika tuntutan dan tekanan pekerjaan melebihi kemampuan dan pengetahuan seseorang. Ini menjadi masalah dan dapat disebabkan oleh faktor seperti jenis pekerjaan, kerentanan individu, dan sistem kerja organisasi yang buruk. Kurangnya kepuasan kerja juga dapat menjadi pemicu utama stress kerja. RSUD Syamsudin SH, rumah sakit rujukan di Kota Sukabumi risiko tinggi terhadap stress kerja dapat terjadi. Jumlah kunjungan pasien yang terus meningkat tiap tahunnya dapat menyebabkan dampak serius, baik secara fisik, mental, maupun terhadap kinerja organisasi. Oleh karena itu, perlu adanya perhatian dan tindakan untuk mengatasi stress kerja di lingkungan RSUD Syamsudin SH agar dapat meminimalkan dampak negatifnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan stress kerja dan kepuasan kerja dengan tingkat ketidakhadiran. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel total sampling berjumlah 97 karyawan. Variabel bebasnya stress kerja dan kepuasan kerja dan variabel terikatnya ketidakhadiran. Analisa data menggunakan oneway anova. Penelitian terhadap 97 karyawan menunjukkan sebagian besar mengalami tingkat stress kerja sedang (53.60%), kepuasan kerja sedang (42.30%) dan jumlah ketidakhadiran terbanyak mencapai 42 hari. Hasil uji statistik diperoleh adanya hubungan yang signifikan antara stres kerja dan ketidakhadiran (p-value=0.000<0.05) dan tidak ada hubungan yang signifikan antara kepuasan kerja dan ketidakhadiran (p-value=0.491>0.05). Stres kerja berhubungan dengan ketidakhadiran dan kepuasan kerja tidak berhubungan dengan ketidakhadiran.
Gambaran Indeks Massa Tubuh dengan Karies Gigi pada Anak Kelas 5 dan 6 di SDN 42 Gambir Bandung Tahun 2023 Andini Mulyani; Siska Nia Irasanti; Nurul Romadhona
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10932

Abstract

Abstract. Poor oral and dental health will impact aspects of a child's quality of life such as speaking and chewing, thus affecting BMI. Body Mass Index (BMI) is also used as a risk factor for early detection of a person's health or the prevalence of several health problems, one of which is dental caries. Dental caries is a disease caused by multifactorial etiology and attacks the hard tissue of the teeth, resulting in demineralization of tooth enamel. The aim of this research is to determine the description of Body Mass Index and dental caries in grade 5 and 6 children at SDN 042 Gambir Bandung in 2023. This research uses a quantitative analysis method with a cross sectional approach using nonprobability sampling technique. Data collection used direct examinations for BMI by researchers and dental examinations by dentists directly at elementary schools. The results of the research using univariate test analysis were obtained from 74 students of SDN 042 Gambir Bandung. The research results showed that 47 students (63.5%) were underweight. Food choices influence BMI and many other factors that cause dental caries, such as frequent consumption of sweet foods and drinks, children who do not maintain oral and dental hygiene, how to brush their teeth, frequency of brushing their teeth and socio-economic factors. Abstrak. Kesehatan gigi dan mulut yang buruk akan berdampak pada aspek kualitas hidup anak seperti bicara dan mengunyah sehingga berpengaruh terhadap IMT. Indeks Massa Tubuh (IMT) juga digunakan sebagai faktor risiko untuk mendeteksi secara dini tentang kesehatan seseorang atau prevalensi beberapa kesehatan masalah seseorang, salah satunya adalah karies gigi. Karies gigi merupakan penyakit yang disebabkan oleh etiologi multifaktorial dan menyerang jaringan keras pada gigi sehingga akan terjadi demineralisasi enamel gigi. Tujuan penelitian ini mengetahui gambaran Indeks Massa Tubuh dengan karies gigi pada anak kelas 5 dan 6 di SDN 042 Gambir Bandung Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional menggunakan teknik pemilihan sampel nonprobability sampling. Pengumpulan data menggunaikain pemeriksaiain laingsung untuk IMT oleh peneliti dain pemeriksaiain gigi oleh dokter gigi secairai laingsung di SD. Hasil penelitian menggunakan analisis uji univariat diperoleh dari 74 siswa SDN 042 Gambir Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki berat badan kurang (underweight) sebanyak 47 orang (63,5%). Pemilihan makanan berpengaruh terhadap IMT dan banyak faktor-faktor lain penyebab dari karies gigi seperti seringnya mengkonsumsi makanan dan minuman manis, anak-anak yang kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut, cara menyikat gigi, frekuensi menyikat gigi dan dari faktor sosio-ekonomi.
Co-Authors Adhika Putra Rahmatullah Adjat Sedjati Rasjad Adlina Afifah Ahmad Kamil Alda Alysia Jaswirna Aliya Salsabila Andini Mulyani Annisa Aulia Listiani Arief Budi Yulianti Ariko Rahmat Putra Audia Rizky Pratama Budiman Budiman , Budiman Caecielia Wagiono Dedeh Helpironi Deis Hikmawati Dewi Sartika Dhian Indriasari Efendi, Mochammad Nauval Asraf Eka Nurhayati Ennok Nisa Islamiati Faisal, Sandy Fajar Awalia Yulianto Fani Fitriani Febriana Faridatu Amalia Febriana Kurniasari Ferry A. F.M. Ganang Ibnusantosa Herri S. Sastramihardja Hilal Muhammad Dimas Nugraha Ieva B. Akbar Ieva Baniasih Akbar Ismawati Ismet Muchtar Nur M. Ahmad Djojosugito M. Ihsan Wahyudi Meta Maulida Damayanti Mia Kusmiati Muhamad Gio Juliansyah Muhammad Mufti Nabiel Makarim Shafary Nadia Salsabila Novita Arya Cahyani Novita Arya Cahyani Novy Latifah Nurul F Nurdjaman Nurimaba Nurul Romadhona R.B. Soeherman Herdiningrat Raden Ganang Ibnusantosa Rahmawaty Alie, Ike Rakanda Muhammad Naufal Pratomo Refika Ilma Nurul Uswah Revika Ilma Nurul Uswah Reyhan Abhari Richi Delistianti Y Rika Nilapsari Rio Dananjaya Risya Farisatul Aini Risya Farisatul Aini Rizki Perdana Rizky Ramdhani Rizky Ramdhani, Rizky Rosady, Dony Septriana Roy Rillera Marzo Sara Puspita Tannia Kusumawardhani Tita Barriah Siddiq Titik Respati Triana Nur Aripin Wawang S Sukarya, Wawang S Wawang S. Sukarya Wawang S. Sukarya Wawang S. Sukarya Wellisna Merduani Yani Dewi Suryani Yoyoh Yusroh Yudi Azis Yuli Susanti Yuniarti Yuniarti Yuniarti Yuniarti Yusuf Heriady Zulmansyah , Zulmansyah