Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Performansi Router Maxprop Pada Vehicular Ad Hoc Network Berbasis Delay Tolerant Network Yasir Ahmad Abdillah; Tody Ariefianto Wibowo; Leanna Vidya Yovita
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada VANET sulit untuk membangun komunikasi end-to-end antara sumber dan tujuan karena cakupan dari node terbatas dan selalu bergerak dengan cepat. Salah satu jaringan yang dapat digunakan sebagai solusi adalah Delay Tolerant Network (DTN). Apabila jaringan terputus saat dalam perjalanan maka data akan disimpan pada node terakhir sehingga tidak diperlukan membangun hubungan dari awal lagi. Pada Delay Tolerant Network, bandwidth dan buffer yang digunakan sangat terbatas. Akibat keterbatasan ini, kinerja jaringan DTN secara keseluruhan ditentukan oleh skema dan jenis routing yang digunakan. Protokol MaxProp menggunakan beberapa mekanisme dalam upaya meningkatkan delivery rate dan meminimalkan latency yang disampaikan oleh paket. MaxProp memberikan prioritas yang lebih tinggi untuk paket baru , dan juga upaya untuk mencegah penerimaan paket yang sama dua kali . MaxProp mempunyai performansi yang buruk dengan buffer yang kecil, bisa dikatakan MaxProp akan lebih baik digunakan pada buffer yang tinggi. Dari hasil simulasi diperoleh bahwa besar buffer router Maxprop untuk lokasi simulasi yaitu Buah Batu, Bandung paling baik pada nilai buffer 15 MB. Berdasarkan dua skenario pengujian, buffer 15 MB memiliki performansi paling baik dibanding besar buffer 5 MB dan 10 MB. Semakin besar paket data yang dikirimkan akan menghasilkan nilai latency dan packetloss yang semakin besar. Sebaliknya akan menghasilkan nilai packet delivery ratio yang semakin kecil. Kata kunci: Delay Tolerant Network, MaxProp, latency, packetloss, packet delivery ratio Abstract
Analisa Performansi Algoritma Routing Dtn Maxprop Dan Spray And Wait Pada Vehicular Ad Hoc Network (vanet) Sofia Nafila Putri; Leanna Vidya Yovita; Doan Perdana
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Small number of vehicle and high mobility cause some problem in VANET. Since there is no complete end-to-end path cause conventional VANET routing protocol can’t handle an intermittent connectivity and large delay properly. In this research, I implement the DTN routing protocol Maxprop and Spray and Wait to solves the problem in VANET. The performance of Maxprop and Spray and Wait is evaluated by observing the performance parameters of both routing protocol under varying node speed and node volume. Simulation result shows that the increment of node speed reduces the overhead of both routing protocol for about 10.8% for Spray and Wait, and 5.9% for Maxprop. It is also increases the delivery probability of both oruitng protocol about 9.37% for Spray and Wait . The increment of number of node gives the biggest impact and raises the overhead ratio of both routing protocol. The overhead ratio of Maxprop rise for about 74.7% and Spray and Wait for about 88%.
Implementasi Dan Analisis Performansi Kamailio Sip Server Untuk Arsitektur Ip Multimedia Subsystem Dengan Layanan Voip Dan Video Call Radian Priambodo; Rendy Munadi; Leanna Vidya Yovita
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini kebutuhan user akan layanan multimedia memunculkan konsep teknologi IP Multimedia Subsystem yang melengkapi teknologi Next Generation Network. Dengan adanya teknologi IMS semakin membantu user untuk berkomunikasi dengan layanan multimedia. VoIP dan video call merupakan beberapa dari berbagai macam layanan yang didukung oleh arsitektur IMS. Salah satunya Kamailio SIP Server yang dapat di integrasikan dengan arsitektur IMS. Dengan adanya Kamailio SIP Server untuk arsitektur IMS maka ada jaminan QoS dan mampu menangani sampai ribuan panggilan per detik. Dalam penelitian ini diimplementasikan Kamailio SIP Server pada arsitektur IP Multimedia Subsystem (IMS) dengan menggunakan VoIP dan video call sebagai layanannya. CPU usage, memory usage, emulate call, MOS, serta beberapa parameter QoS seperti delay, jitter, dan throughput yang digunakan untuk melihat performansi dari Kamailio SIP Server dalam mengimpleme ntasikan arsitektur IMS dengan layanan VoIP dan video call. Dari hasil pengukuran parameter QoS, saat kondisi sistem diberikan background traffic 80 Mbps maka nilai one way delay dan jitter terbesar untuk layanan VoIP yaitu dengan nilai delay sebesar 66,1850 ms dan jitter sebesar 0,00345 ms lalu untuk layanan video call yaitu dengan nilai delay sebesar 84,4925 ms dan jitter sebesar 0,00982 ms. Besarnya nilai throughput pada layanan VoIP dengan diberikan background traffic sebesar 0 Mbps – 80 Mbps berbanding terbalik dengan nilai throughput yaitu 0,085657 Mbps s.d. 0,08599 Mbps. Begitu pula pada layanan video call berada pada interval 0,1990 Mbps s.d. 0,1463 Mbps. Sementara pada persentase success rate terbesar yang diperoleh adalah 94,07% yang didapatkan ketika berada pada kondisi 15000 calls/s. Ketika kondisi ini, nilai CPU usage yang diperoleh yaitu 39,6% dan memory usage sebesar 692 MB. Kata kunci : Kamailio, SIP, NGN, IMS, VoIP, Video Call, QoS
Simulasi Dan Analisis Layanan Triple Play Pada Jaringan Dengan Metode Vlan Dan Selective Qinq I Made Wahyuda Permana; Rendy Munadi; Leanna Vidya Yovita
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Virtual Local Area Network (VLAN) merupakan salah satu metode yang sering digunakan untuk melakukan segmentasi user di dalam sebuah jaringan yang besar. Tapi belakangan, meski telah digunakan cukup lama oleh beberapa penyedia layanan komunikasi, metode VLAN mulai dikhawatirkan kemampuannya untuk mengakomodasi jaringan komunikasi yang semakin besar jumlah penggunanya. Kondisi yang kemudian memicu dikembangkannya VLAN menjadi sebuah metode baru dengan nama QinQ atau 802.1Q-in-802.1Q. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan performansi dari metode VLAN dan Selective QinQ ketika bekerja untuk memberikan sebuah layanan yang membutuhkan segmentasi user. Pada penelitian ini akan dilakukan pengamatan terhadap simulasi layanan Triple Play (data, suara, dan video) di dalam sebuah jaringan komunikasi dengan metode VLAN dan Selective QinQ, menggunakan aplikasi GNS3.Hasil menunjukkan jika metode Selective QinQ memiliki angka yang lebih baik daripada metode VLAN di segi kecepatan, namun lebih buruk jika memandang keutuhan data. Pada metode Selective QinQ, layanan Triple Play membutuhkan waktu rata-rata 159,154 ms ketika menyajikan layanan komunikasi data, suara dan video. Sedangkan metode VLAN butuh waktu rata-rata 160.488 ms.Kata kunci: triple play, VLAN, Selective QinQ
Perancangan Aplikasi Dan Implementasi Pencarian Lokasi Terdekat Pada Fakultas Teknik Telkom University Berbasis Android Kevin Prathama Nugraha; Bambang Hidayat; Leanna Vidya Yovita
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencarian rute pada peta geografis mempunyai banyak aplikasi di banyak bidang. Rute yang dicari biasanya merupakan rute terpendek dalam artian dengan biaya kecil. Algoritma Dijkstra merupakan salah satu dari banyak algoritma pencarian rute pada peta geografis. Keunggulan dari algoritma ini adalah efisiensi waktu dengan tidak mengorbankan perhitungan biaya. Hal tersebut dimungkinkan karena selain memperhitungkan biaya, algoritma ini juga menggunakan estimasi untuk memprioritaskan arah pencarian yang benar. Pada tugas akhir ini telah dikembangkan salah satu fitur LBS ( Location Base Service ) , yaitu shortest path finder atau pencari rute terpendek, dengan pembuatan suatu aplikasi berbasis android yang bertujuan memberikan layanan berupa informasi lokasi kepada pengguna perangkat mobile di kawasan kampus Telkom University. Pada sistem kerja aplikasi ini pengguna dari perangkat mobile akan dideteksi posisinya oleh GPS yang terintegrasi pada aplikasi ini. Selanjutnya Pengguna perangkat mobile menentukan tempat yang diinginkan. Setelah itu aplikasi akan memberikan rute terpendek ketempat tujuan dari posisi pengguna perangkat mobile yang sebelumnya telah terdeteksi oleh GPS. Hasil yang dicapai dalam tugas akhir ini terbentuknya aplikasi berbasis android yang dapat menentukan rute terpendek dengan algoritma Dijkstra dari suatu titik ke suatu titik tujuan yang telah ditentukan pada kawasan kampus Telkom University. Kata kunci : LBS, Shortest Path, Android, Algoritma Dijkstra, GPS
Analisa Performansi Single & Double Vlan Pada Pengiriman Data Dan Voice Filipi Filipi; Leanna Vidya Yovita; Tody Ariefianto Wibowo
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini cukup banyak industri ISP (Internet Service Provider) yang menggunakan teknologi ethernet IEEE 802.1ad sebagai bridge dari ISP untuk sampai kepada pelanggan dikarenakan secara performansi lebih baik dari pada penggunaan wireless. Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai implementasi dan analisa performansi Single & Double VLAN. Perangkat yang digunakan adalah 2 buah router, 2 buah switch dan 2 buah notebook sebagai client & server. Software yang digunakan adalah vmware untuk membuat virtual machine, iperf sebagai trafik generator dan wireshark untuk menganilis performansi jaringan. Hasil yang didapatkan pada tugas akhir ini, berturut-turut dari SVLAN, CVLAN dan Double VLAN sebagai berikut. Througput untuk protokol TCP pada ketiga metode adalah 60, 50 dan 46 kbps, untuk UDP adalah 64, 58 dan 56 kbps dan SCTP dengan nilai berikut 56, 44 dan 42 kbps. Hasil delay untuk protokol TCP adalah 0.27, 0.94 dan 1.6 ms, protokol UDP adalah 0.1, 0.5 dan 0.8 ms dan SCTP adalah 0.34, 1.9 dan 2.1ms. Kemudian hasil untuk jitter pada protokol TCP adalah 0.04, 0.1 dan 0.16 ms, protokol UDP dengan nilai 0.02, 0.06 dan 0.08ms dan SCTP adalah 0.05, 0.18 dan 0.24ms. Pada percobaan dengan background trafik dengan bandwidth 85, 90 dan 95mbps dilakukan pada protokol UDP, SCTP dan TCP dengan perolehan packet loss berturut-turut sebagai berikut. UDP dengan nilai 0.34, 1.78 dan 2.106 %; SCTP dengan nilai 0.115, 0.714 dan 0.82%. sedangkan untuk TCP diperoleh nilai delay berikut 117.2, 205.6 dan 290.4 ms.
Simulasi Dan Analisis Performansi End-to-end Qos Menggunakan G.711 Dan G.729 Sebagai Codec Pada Layanan Voice Over Lte (volte) Fanny Tarida Tampubolon; Rendy Munadi; Leanna Vidya Yovita
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan LTE dapat memberikan mobile broadband dengan kapasitas yang lebih besar dan latensi yang rendah. Namun, jaringan LTE hanya menyediakan layanan khusus untuk data transfer dan dirancang hanya sebagai jaringan packet-switched all-IP sistem. Karena tidak ada domain circuit-switched di LTE, maka dibentuklah solusi untuk layanan suara berbasis IP, yang dikenal sebagai VoLTE. Dengan VoLTE, pelanggan dapat menikmati High Definition Voice (HD Voice). VoLTE menggunakan sistem yang berbeda dibandingkan dengan layanan suara pada teknologi pendahulunya seperti 2G, dan 3G sehingga kualitas performansi VoLTE dituntut agar lebih baik dari teknologi pendahulunya. Dalam penelitian ini disimulasikan layanan VoLTE pada arsitektur LTE (Long Term Evolution) dengan menggunakan G.711 dan G.729 sebagai codec- nya. Beberapa parameter end-to-end QoS seperti delay, jitter, packet loss dan throughput serta MOS yang digunakan untuk melihat performansi dari simulasi layanan VoLTE. Simulasi ditinjau dari sisi capacity (kapasitas) jumlah user yang dibagi dalam tiga kategori yaitu; 5 pasang UE, 30 pasang UE, dan 100 pasang UE. Dari hasil pengujian yang dilakukan pada jaringan VoLTE yaitu untuk codec G.729 didapatkan delay tertinggi 91.5152 ms, jitter terendah yaitu 0.000084 ms, packet loss 0%, dan throughput tertinggi 12.82 Kbps. Kemudian untuk codec G.711 didapatkan delay tertinggi 79.3810 ms, jitter terendah 0.000037 ms, packet loss 0% dan throughput tertinggi 69.59 Kbps. Hasil yang diperoleh masih memenuhi standar ITU-T. Kata kunci : end-to-end QoS, VoLTE, G.711, G.729.
The NDNS PERFORMANCE WITH VARIATION OF TOPOLOGY AND PREFIX ON NAMED DATA NETWORKING Muhammad Daffa; Leanna Vidya Yovita; Tody Ariefianto Wibowo
CEPAT Journal of Computer Engineering: Progress, Application and Technology Vol 1 No 03 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cepat.v1i03.5428

Abstract

NDNS is DNS embedded in Named Data Network (NDN) architecture as a distributed database system to support NDN caching and know the content's location. In this research, the simulation performed using two topologies, Abilene and PAN-Europe with changes to their prefixes. This simulation conducted to see performance of NDNS with minimal ability to cache on NDN router or Caching Resolver. From simulation results, the variation of prefix at Second Level Domain and Top Level Domain there is no difference in average delay in both topologies, namely 1% increase in average delay as the variation of prefix increases. There is a decrease in the Cache Hit Ratio by 0.16% (Abilene) and 0.18% (PAN-Europe) because the probability of getting cached data decreases as the prefix varies. In the change in interest frequency, there is an increase of 0.4% in average delay and the Cache Hit Ratio decreases by 0.08% in both topologies as the frequency of interest per second increases. NDNS with cache in Router and Caching Resolver get 43% lower average delay (Abilene) and 44% (PAN-Europe) than NDN with cache in Router and 57% lower (Abilene) and 60% (PAN-Europe) than NDNS with cache in Caching Resolver only.
Interoperabilitas NDN-DPDK dan Forwarding NFD dalam Video Streaming berbasis NDN pada Virtual Machine Syafaat Deha; Malldi Saesar; Syifa Aulia Sakira Nur Rahman; Anggita Yaumil Istiana; Leanna Vidya Yovita; Istikmal Istikmal; Tody Ariefianto Wibowo
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i7.13187

Abstract

The Named Data Network (NDN) is a future network concept that addresses some of the issues present in the current internet architecture. One of the main advantages of NDN is the use of content caching at each router, enabling faster and more efficient data access. As internet network technology develops, the demand for video content continues to increase every year. Therefore, video optimization and delivery require high access speeds so that clients can run content from the server seamlessly. This research incorporates NDN-DPDK (Named Data Network-DData Plane Development Kit), which is designed as hardware acceleration, and uses NDN's default forwarder, Network Forwarding Daemon (NFD), which allows a wide variety of experiments with NDN architecture. The implementation and analysis of video streaming performance will use Quality of Service (QoS) parameters such as RTT, throughput, and startup delay to measure the quality of video streaming on the network side. In addition, CPU measurements are made on the router closest to the client to evaluate the traffic load required by the forwarder to transmit data. The results of implementation and analysis in this study obtained video streaming quality on the second accessor with an RTT time of 4 seconds, throughput above 0.4 MBps, a video startup delay of 8 seconds, and 100% CPU usage.
Adaptive Forwarding and Routing of Named Data Networking A Survey Ade Aditya Ramadha; Leanna Vidya Yovita; Tody Ariefianto Wibowo; Ilmi Aulia Assyifatunisa
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol. 21 No. 1 (2023): November 2023
Publisher : Centre for Research and Development on Resources, Equipment, and Operations of Posts and I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17933/bpostel.v21i1.357

Abstract

In recent years, Named Data Networking (NDN) has been one of the future internet network architectures by proposing it as a substitute for existing IP networks. NDN assigns addresses/names to data or content, whereas IP assigns addresses to devices. NDN router has a Content Store (CS) component to store requested packets and reducing the time for duplicate content requests. As network architecture, NDN uses several algorithms and strategies in the process. This paper will specifically discuss the forwarding and routing algorithm. Forwarding mechanisms play a significant role in packet delivery on the NDN system. Even though routing was not the main component of the NDN system, the routing mechanism and Routing Information Base remain important, considering Forwarding Information Base was generated after Routing Information Base was generated. Routing has significant control, whereas forwarding can give finer control over the delivery path. Considering the previous statement, the combination of routing and forwarding strategy must be considered to optimize the performance of the packet delivery system on NDN. In addition to getting information about the entire network, centralized routing, and adaptive networking are needed to distribute all network traffic fairly. The challenges and opportunities can also be a reference and a guideline for future Adaptive NDN research.