Domestic violence remains a pervasive issue with profound psychological consequences for survivors, often leading to trauma, anxiety, depression, PTSD, and a drastic reduction in self-esteem. Cognitive Behavioral Therapy (CBT) is widely recognized as an effective therapeutic intervention for addressing these psychological impacts. This study aims to explore the effectiveness of CBT in improving the psychological well-being of survivors of domestic violence, particularly focusing on its role in enhancing self-esteem, self-love, and mindfulness, as well as its ability to reduce negative symptoms such as trauma, PTSD, and depression. Using a systematic literature review methodology, the study analyzed twelve relevant studies published between 2019 and 2025. The findings reveal that CBT significantly improves positive psychological outcomes, including self-esteem and self-love, while also effectively alleviating symptoms of trauma, PTSD, and depression. Additionally, CBT fosters emotional regulation and enhances mindfulness, contributing to the survivor's overall well-being and resilience. The implications of this research suggest that CBT should be widely integrated into interventions for survivors of domestic violence, offering a structured and culturally sensitive approach to healing. Future research is recommended to explore the long-term effects of CBT and its application in diverse cultural contexts to strengthen its efficacy and impact.Kekerasan dalam rumah tangga tetap menjadi isu yang meluas dengan dampak psikologis yang mendalam bagi penyintasnya, sering kali menyebabkan trauma, kecemasan, depresi, PTSD, dan penurunan drastis dalam harga diri. Cognitive Behavioral Therapy (CBT) diakui secara luas sebagai intervensi terapeutik yang efektif untuk mengatasi dampak psikologis ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas CBT dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis penyintas kekerasan dalam rumah tangga, dengan fokus pada perannya dalam meningkatkan harga diri, cinta diri, dan kesadaran penuh, serta kemampuannya untuk mengurangi gejala negatif seperti trauma, PTSD, dan depresi. Menggunakan metodologi tinjauan pustaka sistematis, penelitian ini menganalisis dua belas studi relevan yang diterbitkan antara 2019 dan 2025. Temuan penelitian menunjukkan bahwa CBT secara signifikan meningkatkan hasil psikologis positif, termasuk harga diri dan cinta diri, sekaligus efektif meredakan gejala trauma, PTSD, dan depresi. Selain itu, CBT mendukung regulasi emosional dan meningkatkan kesadaran penuh, yang berkontribusi pada kesejahteraan dan ketahanan penyintas secara keseluruhan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa CBT sebaiknya diintegrasikan secara luas dalam intervensi bagi penyintas kekerasan dalam rumah tangga, menawarkan pendekatan yang terstruktur dan sensitif secara budaya untuk pemulihan. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi efek jangka panjang dari CBT dan penerapannya dalam konteks budaya yang beragam untuk memperkuat efektivitas dan dampaknya.