The main problem in this study is the low level of student engagement, logical thinking skills, and collaboration in Indonesian language learning, particularly in the topic of affixes and conjunctions between sentences among fifth-grade students at SDN Sungai Miai 8. This condition was triggered by learning activities that remained monotonous, lacked variation, and provided limited opportunities for interaction. To address these issues, the PIJAR learning model (Active Learning, Collaborative Integration, Role Exploration, and Logical Rationalization) was implemented, combining elements of Problem-Based Learning (PBL), Jigsaw, and Role Playing. This Classroom Action Research (CAR) was conducted in four cycles involving 15 fifth-grade students, consisting of 8 boys and 7 girls. Data were collected through observations of teacher and student activities, assessments of logical thinking and collaboration skills, and learning achievement tests. The results showed a significant improvement in student activity from 46% to 98%, logical thinking skills from 41% to 89%, and group collaboration from 41% to 91% across the cycles. Furthermore, the average learning outcomes consistently increased from 43% to 81%. Therefore, the PIJAR model has proven to be effective in enhancing both the learning process and learning outcomes in Indonesian language instruction at the elementary school level. ABSTRAKPermasalahan utama dalam penelitian ini adalah rendahnya keterlibatan siswa, kemampuan berpikir logis, serta kerja sama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya materi imbuhan dan kata hubung antar kalimat di kelas V SDN Sungai Miai 8. Kondisi tersebut dipicu oleh proses pembelajaran yang masih cenderung monoton, minim variasi, dan kurang memberikan ruang interaksi. Untuk menjawab permasalahan ini, digunakan model pembelajaran PIJAR (Pembelajaran Aktif, Integrasi Kolaboratif, Jelajah Peran, dan Rasionalisasi Logika) yang merupakan gabungan dari Problem Based Learning (PBL), Jigsaw, dan Role Playing. Penelitian berbentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan dalam empat siklus dengan melibatkan 15 siswa kelas V, terdiri atas 8 laki-laki dan 7 perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru dan siswa, keterampilan berpikir logis, kerja sama, serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aktivitas siswa dari 46% menjadi 98%, kemampuan berpikir logis dari 41% menjadi 89%, serta kerja sama kelompok dari 41% menjadi 91% dilihat dari siklus ke siklus. Selain itu, nilai rata-rata hasil belajar juga mengalami kenaikan yang konsisten setiap pertemuannya, dari 43% menjadi 81%. Dengan demikian, model PIJAR terbukti efektif meningkatkan kualitas proses maupun hasil pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.