Claim Missing Document
Check
Articles

VARIASI KOMPOSISI MEDIA CAMPURAN AMPAS TEBU DAN TONGKOL JAGUNG SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN BERAT BASAH JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) Stanislaus Putu Mikael Mba Balu .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .; Ida Ayu Putu Suryanti, S.Si., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.21576

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) atau white mushroom merupakan salah satu jenis jamur yang banyak dan popular dibudidayakan serta paling sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) Perbedaan peningkatan berat basah pada jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) setelah pemberian ampas tebu dan tongkol jagung dengan komposisi yang berbeda (2) Pemberian komposisi ampas tebu dan tongkol jagung paling baik meningkatkan berat basah jamut tiram putih (Pleurotus ostreatus). Jenis Penelitian ini adalah penelitian experimen sungguhan dengan randomized post-test only control group design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) pada baglog yang ditakar dengan serbuk kayu, ampas tebu dan tongkol jagung dengan jumlah 16 baglog. Data yang diperoleh dari dianalisis dengan uji ANOVA two way pada taraf signifikan 5%. Hasi dari penelitian ini adalah : (1) Terdapat perbedaan pada peningkatan jumlah berat basah jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) setelah pemberian ampas tebu dan tongkol jagung dengan komposisi yang berbeda (2) Komposisi ampas tebu dan tongkol jagung yang paling optimal meningkatkan berat basah jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) J2T3 (Tongkol jagung 180g dan ampas tebu 80g) dengan rerata berat basah 207,00g dan memiliki rata-rata jumlah badan buah sebanyak 27,00 buahKata Kunci : Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus), ampas tebu, dan tongkol jagung This white oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) or white mushroom is one of the most widely used and popular types of edible mushrooms and it was consumed by the people of Indonesia. The purpose of this study are to find out (1) knowing the differences in the increase in wet weight of white oyster mushrooms (Pleurotus ostreatus) after giving bagasse and corn cobs with different compositions (2) Knowing the composition of bagasse and corncob which the best increases growth and productivity plural white oysters (Pleurotus ostreatus). This type of study is a real experimental study with randomized post-test only control group design. This study used white oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) as sample in baglog which was graded with wood powder, bagasse and corn cobs with a total of 16 baglogs. The data is analyzed by ANOVA two way at a significant level of 5%. The results of this study are: (1) There was an increase in the amount of white oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) fresh weight after the giving of bagasse and corn cobs with different compositions (2) The most optimal composition of bagasse and corn cobs increases the growth of oyster mushrooms white (Pleurotus ostreatus) J2T3 (corn cob 180g and bagasse 80g) with an average fresh weight of 207.00g and has an average number of fruit bodies as many as 27.00 pieces.keyword : white oyster mushroom (Pleurotus ostreatus), Bagasse, and corn cob
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI JAMUR MIKROSKOPIS PADA RIZOSFER TANAMAN JERUK SIAM (Citrus nobilis Lour.) DI KECAMATAN KINTAMANI, BALI Ni Putu Nila Ristiari; Ketut Srie Marhaeni Julyasih; Ida Ayu Putu Suryanti
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v6i1.21921

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui genus jamur mikroskopis yang terdapat pada rizosfer tanaman jeruk siam (Citrus nobilis Lour.) di Kecamatan Kintamani, Bali. Penelitian mengacu pada pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian yaitu penelitian deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah seluruh jamur mikroskopis pada rizosfer tanaman jeruk siam di perkebunan jeruk siam di Desa Kintamani. Adapun objek pada penelitian adalah genus jamur mikroskopis pada rizosfer tanaman jeruk siam yang diisolasi dari salah satu perkebunan jeruk siam di Desa Kintamani. Tahapan penelitian terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan analisis data. Hasil penelitian yakni melalui pengamatan makroskopis dan mikroskopis diperoleh 12 isolat diantaranya berasal dari 4 genus yaitu Aspergillus (4 isolat), Penicillium (3 isolat), Mucor (1 isolat), dan Trichoderma (4 isolat). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan yaitu 12 isolat jamur mikroskopis yang ditemukan, memiliki karakteristik makroskopis dan mikroskopis yang berbeda-beda.
JUMLAH TOTAL KOLONI JAMUR ENDOFIT PADA TANAMAN ANGGUR BALI (Vitis vinifera L. var Alphonso Lavalle) DI DESA BANJAR, KECAMATAN BANJAR, BULELENG BALI Putu Anggan Pradipta Utama; Ni Putu Ristiati; Ida Ayu Putu Suryanti
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 5 No. 3 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v5i3.21971

Abstract

Anggur Bali salah satu jenis buah yang dibudidayakan di kecamatan banjar, namun produktivitas dan kualitas buah anggur Bali mengalami penurunan tiap tahun dikarenakan serangan penyakit, akibatnya petani harus menggunakan pestisida kimia untuk menanggulangi serangan penyakit yang justru membawa dampak buruk. Sehingga perlu solusi untuk mengatasi masalah ini salah satunya dengan menggunakan jamur endofit sebagai agen hayati alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) jumlah koloni jamur endofit pada tanaman anggur Bali. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Hasil penelitian berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan yaitu (1) Terdapat variasi jumlah total koloni jamur endofit yaitu pada bagian akar  6,5 x 104 CFU/gram, pada batang 2,9 x 104 CFU/gram, dan pada daun 2,6 x 104 CFU/gram, sehingga diketahui jumlah koloni jamur endofit terbanyak terdapat pada bagian akar. Jumlah total koloni jamur endofit pada tanaman anggur Bali dihitung berdasarkan metode Total Plate Count dengan kisaran jumlah koloni jamur yang dihitung antara 10-100 koloni.
JUMLAH KOLONI BAKTERI PADA IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis L.) DI PASAR TRADISIONAL KOTA SINGARAJA, BALI Ida Ayu Putu Suryanti
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 12 No. 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.476 KB) | DOI: 10.23887/wms.v12i1.13844

Abstract

Ikan yang dijual di pasar tradisional mengalami kendala dalam mempertahankan kesegarannya. Hal tersebut disebabkan oleh mikroorganisme khususnya bakteri yang hidup pada ikan tersebut. Cakalang (Katsuwonus pelamis L.) merupakan ikan yang berasal dari laut timur Indonesia dan dikenal  sebagai salah satu ikan yang banyak diminati masyarakat khususnya di Singaraja, Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah koloni bakteri yang tumbuh pada insang ikan cakalang yang berasal dari pedagang ikan di tiga pasar tradisional di kota Singaraja, Bali. Adapun sampel dari penelitian ini antara lain ikan cakalang yang berasal dari pasar anyar, pasar banyuasri dan pasar banyuning. Perhitungan jumlah bakteri menggunakan metode Standard Plate Count. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata jumlah koloni bakteri yang ditemukan pada insang ikan cakalang di ketiga pasar cukup bevariasi. Bakteri terbanyak berjumlah 4,20 x 107 CFU/ml ditemukan pada pasar banyuasri dan tersedikit ditemukan pada pasar anyar yaitu 2,10 x 107 CFU/ml (rata-rata dari pengenceran 10-6). Bakteri gram negatif mendominasi pada setiap ikan cakalang yang dijual di pasar tradisional kota Singaraja.
Pertumbuhan Tanaman Gemitir (Tagetes erecta) Dengan Penggunaan Pupuk Organik dan Anorganik Ida Ayu Putu Suryanti
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 13 No. 1 (2019): April, 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.912 KB) | DOI: 10.23887/wms.v13i1.17130

Abstract

The purpose of this research were to determine the differences between organic and inorganic fertilizers in the growth of gemitir (Tagetes erecta) seen from the height and number of leaves. This research used a qualitative approach. This research was conducted by observing 56 fruit trees which were cultivated in two different beds and applied in organic and inorganic fertilizers at the same concentration and amount. To reduce the factors that inhibit plant growth, shade from plastic is made. Watering and maintenance were carried out every day with the same amount. Observations regarding plant height and number of leaves were carried out starting from week 1 to week 7. Data analysis was done by searching for the mean and percentage difference in yield from plant height and number of studies showing that the average plant height using organic fertilizer was 18.96 cm and organic fertilizer was 20.44 cm. This showed that there was a difference of 7.24% inorganic fertilizer higher than organic fertilizer. While the average number of leaves of gemitir plants added with organic fertilizer was 26.00 strands and inorganic fertilizers as much as 28.40 strands. The difference between the two was 8.5%, meaning that the use of inorganic fertilizers produces more leaves 8.5% or an average of 2-3 strands compared to organic fertilizers.
PELATIHAN PEMBUATAN TOTEBAG ECOPRINT SEBAGAI KREATIVITAS RAMAH LINGKUNGAN UNTUK MATERI PRAKARYA DI SMA KERTHA WISATA Heny, Ajeng Purnama; Suryanti, Ida Ayu Putu; Yuliana, Ina; Rachmadhani, Rachmadhani; Sujana, P. Krisna Widyantara
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 4 No. 3 (2025): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v4i3.4518

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas ramah lingkungan melalui pembelajaran prakarya di SMA Kertha Wisata, salah satu sekolah berbasis pariwisata di Singaraja. Upaya tersebut dilakukan dengan menerapkan praktik teknik ecoprint pada totebag. Pemilihan totebag ecoprint didasarkan pada edaran gubernur Bali tentang pembatasan penggunaan plastik sekali pakai di berbagai lembaga/instansi sekaligus menjadi aksi nyata dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yakni SDGs 4, SDGs 12 dan SDGs 13. Pelatihan ini dilaksanakan dalam 3 tahap yakni persiapan, pelatihan dan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan pemahaman konsep ecoprint dan kesadaran lingkungan mendapat kategori sangat baik sedangkan pada indikator keterampilan dan kreatifitas mendapat katergori baik. Selain mengembangkan kreatifitas ramah lingkungan pelatihan ini diharapkan mendorong pengembangan kewirausahaan di sekolah berbasis pariwisata melalui produk fesyen dan aksesori yang bernilai jual.
PARAMETER FISIK DAN JUMLAH PERKIRAAN TERDEKAT COLIFORM AIR DANAU BUYAN DESA PANCASARI KECAMATAN SUKASADA BULELENG Manik Widiyanti, Ni Luh Putu; Sukra Warpala, I Wayan; Suryanti, Ida Ayu Putu
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.695 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v6i1.8492

Abstract

Air merupakan kebutuhan pokok bagi makhluk hidup di bumi ini. Air bersih maupun air minum harus memenuhi syarat fisik, kimia, mikrobiologi dan radioaktif. Parameter mikrobiologi merupakan salah satu parameter yang harus mendapat perhatian karena dampaknya yang berbahaya yaitu dapat menimbulkan penyakit infeksi. Dalam penyediaan air minum harus memenuhi syarat-syarat sesuai dengan Permenkes RI No 492/MENKES/Per/IV/2010. Menurut ketentuan WHO dan APHA, kualitas air ditentukan oleh kehadiran dan jumlah bakteri di dalam air. Terdapat beberapa jenis bakteri yang hidup di dalam air antara lain bakteri coliform dan jenis Escherichia coli sebagai indikator pencemaran air. Coliform merupakan bakteri fekal berasal dari tinja hewan termasuk manusia. Danau Buyan yang terletak di Desa Pancasari-Sukasada-Buleleng- Bali merupakan kawasan pariwisata yang air danaunya digunakan untuk pariwisata air yaitu dayung dan memancing. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan parameter fisik air danau Buyan yang terukur pada saat penelitian : pH terendah dan kecerahan tidak memenuhi baku mutu air. Sedangkan parameter pH tertinggi, salinitas dan suhu memenuhi baku mutu air. Jumlah total bakteri coliform pada air danau Buyan berdasarkan metode Most Probable Number berkisar antara 20 – >1100.
Co-Authors ., ANA MAULANA ., Desi Asrini Jumia Miarti ., Dewa Putu Surya d ., Dwi Agus Satyawati ., Gusti Ngurah Yoga Pradipta ., I Gede Surya Natha ., I Luh Neni Ardani ., I Made Dicky Satya Narayana ., I Putu Esha Darmawan ., I Wayan Eva Widi Pratama ., IB PUTU EKA WEDANTA ., Kadek Agus Priady Wahyu Winantha ., Kadek Sera Harlistya Udayani ., Ketut Eka Nudastra ., Made Dwi Oktaviani ., Ngakan Putu Ari Krisna Pratama ., Ni Made Widnyani ., Ni Putu Asrini ., Ni Putu Ayu Meita Kurniawati ., Ni Putu Hendrayani ., Ni Putu Indah Kumala Sari ., Ni Putu Lilik Widiari ., NURUL HIDAYAH ., Nyoman Ayu Tri Martriani ., Stanislaus Putu Mikael Mba Balu Ajeng Purnama Heny ANA MAULANA . Ayu Seoulina . Ayu Seoulina ., Ayu Seoulina Desak Made Citrawathi Desi Asrini Jumia Miarti . Dewa Putu Surya d . Drs.I Ketut Artawan,M.Si . Dwi Agus Satyawati . Gusti Ngurah Yoga Pradipta . I Gede Surya Natha . I Gusti Agung Nyoman Setiawan I Kadek Hartawan . I Kadek Hartawan ., I Kadek Hartawan I Luh Neni Ardani . I Made Dicky Satya Narayana . I Made Sutajaya I Nyoman Wijana I Putu Esha Darmawan . I Wayan Eva Widi Pratama . I Wayan Sukra Warpala IB PUTU EKA WEDANTA . Ida Bagus Jelantik Swasta Kadek Agus Priady Wahyu Winantha . Kadek Sera Harlistya Udayani . Ketut Eka Nudastra . Ketut Srie Marhaeni Julyasih Made Dwi Oktaviani . Meitini Proborini Wahyuni Ngakan Putu Ari Krisna Pratama . Ni Kadek Ria Paramita Lestari . NI LUH PUTU MANIK WIDIYANTI Ni Made Widnyani . Ni Putu Asrini . Ni Putu Ayu Meita Kurniawati . Ni Putu Hendrayani . Ni Putu Indah Kumala Sari . Ni Putu Lilik Widiari . Ni Putu Nila Ristiari Ni Putu Ristiati Nurul Hidayah . Nyoman Ayu Tri Martriani . Pradipta Utama, Putu Anggan Putu Anggan Pradipta Utama Putu Budi Adnyana Rachmadhani Rachmadhani Ristiari, Ni Putu Nila Stanislaus Putu Mikael Mba Balu . Sujana, P. Krisna Widyantara Tirta Pratiwi Ni Komang . Tirta Pratiwi Ni Komang ., Tirta Pratiwi Ni Komang Yan Ramona Yuliana, Ina