Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Spatio-temporal analysis of pulmonary tuberculosis in Astambul District, South Kalimantan, Indonesia 2020-2021 Rosadi, Dian; Agustina, Novita; Haji Darise Lasari, Hadrianti; Fakhriadi, Rudi; Fadillah, Noor Ahda; Ali, Indra Haryanto
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 13, No 4: December 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v13i4.23057

Abstract

Respiratory tuberculosis (TB) remains a significant global health concern and ranks among the top 10 leading causes of death worldwide, following human immunodeficiency virus/acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS). Globally, it is estimated that 1.2 billion people are at risk of being infected with tuberculosis, and Indonesia is the country that contributes the third-highest number of TB cases worldwide, behind China and India. Tuberculosis is still a significant issue in South Kalimantan, notably in Banjar Regency. This study is a descriptive study that intends to identify respiratory TB clusters spatially and temporally in Astambul District during 2020–2021 with the SatScan application, which is visualized as a map of respiratory TB clusters using the Quantum GIS 3.28 application. Data on respiratory TB cases collected from the Banjar District Health Office were examined using retrospective space-time scan statistics, employing a Poisson probability model for analysis. This study found 4 respiratory TB clusters, and 2 of them had significant results, namely in 2020 (RR=6.90, p-value=0.000030) and 2021 (RR=5.27, p-value=0.00003). Factors that affect these clusters are population density, the physical condition of houses, humidity levels, and the availability of health facilities.
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN FREKUENSI KONSUMSI JUNK FOOD PADA REMAJA Tazkiah, Misna; Fakhriadi, Rudi; Rosadi, Dian; Lasari, Hadrianti H.D.; Cahyani, Lenny Indah; Rifaldi, Rifaldi; Nyssa, Talitha Nuzul
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 8, No 3 (2024): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v8i3.24180

Abstract

Junk food adalah makanan yang mengandung tinggi kalori. Tidak hanya mengandung lemak dan gula, tetapi juga memiliki kandungan zat tidak baik bagi kesehatan. Konsumsi makanan berlemak provinsi Kalimantan Selatan melebihi indikator nasional kebiasaan mengkonsumsi makanan berlemak. Kebaruan dalam penelitian karena menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan frekuensi konsumsi junk food pada remaja. Tujuan penelitian menganalisis hubungan antara niat, sikap, norma subjektif, dan kontrol diri dengan frekuensi junk food pada masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan. Metode penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik pendekatan cross sectional.  Populasi dari penelitian ini adalah seluruh remaja yang tinggal di Provinsi Kalimantan Selatan selama ≥ 1 tahun. Sampel dalam penelitian ini diambil sebagian dari remaja yang tinggal di Provinsi Kalimantan Selatan selama ≥1 tahun sebanyak 93 orang. Teknik pengambilan sampel adalah consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji fisher exact (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa  tidak ada hubungan antara niat dengan perilaku konsumsi junkfood  (P-value=0,059), ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan perilaku konsumsi junkfood (P-value=0,009), ada hubungan anatara norma subjektif dengan perilaku konsumsi junkfood (P-value=0,041),  tidak ada hubungan antara kontrol perilaku dengan perilaku konsumsi junkfood. (P-value=0,353). Kesimpulan bahwa faktor sikap dan norma subjektif sangat berpengaruh dengan frekuensi remaja dalam mengkonsumsi junk food.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Aktivitas Fisik Pada Remaja di Kota Banjarbaru Tahun 2021 Sujarwati, Annisa; Agustina, Emelia; Azmiyannoor, Muhammad; Rosadi, Dian; Fakhriyadi, Rudi; Fadillah, Noor Ahda; Lasari, Hadrianti H.D.; Nisa, Mufatihatul Aziza
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 3, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data Riskesdas 2013-2018 menunjukkan peningkatan aktivitas fisik yang kurang pada penduduk usia ≥10 tahun di Indonesia. Kurangnya aktivitas fisik dapat disebabkan dari berbagai hal. Oleh karena itu, dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kurangnya aktfitas fisik pada remaja 10-24 tahun di Kota Banjarbaru melalui pendekatan teori perilaku Lawrence Green. Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasinya adalah seluruh remaja usia 10-24 tahun di Kota Banjarbaru. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dengan jumlah sampel 80 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan dinyatakan valid. Variabel bebas yang diteliti adalah jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan, ketersediaan sarana aktivitas fisik, dan dukungan sosial. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah perilaku aktivitas fisik. Penelitian dilakukan September-November 2021. Data yang dikumpulkan diolah dan dianalisis menggunakan uji bivariat. Hasil uji Fisher’s exact test didapati hubungan bermakna antara jenis kelamin (nilai P=0,001; PR=21,3) dan pengetahuan (nilai P=0,001; PR=10,2) terhadap perilaku aktivitas fisik. Sebaliknya, tidak terdapat hubungan bermakna antara pendidikan terakhir (nilai P=0,679), ketersediaan sarana aktivitas fisik (nilai P=0,408) dan dukungan sosial (nilai P=0,679) dengan perilaku aktivitas fisik. Disimpulkan bahwa perilaku aktifitas fisik dapat dipengaruhi dari faktor yang menjadi dasar motivasi seseorang melakukan sesuatu berupa pengetahuan dibandingkan faktor lainnya.
POTENSI EKSTRAK KULIT BUAH NAGA UNGU (Hylocereus costaricensis) SEBAGAI BIOLARVASIDA Aedes aegypti Rifaldi, Rifaldi; Fakhriadi, Rudi; Fadillah, Noor Ahda; Lasari, Hadrianti HD; Rosadi, Dian
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.18771

Abstract

Pengembangan pengendalian vektor DBD dengan bahan alami sangat dianjurkan. Salah satu bahan alami yaitu kulit buah naga ungu (H. costaricensis) mengandung flavonoid jenis antosianin yang berpotensi sebagai biolarvasida. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan potensi ekstrak kulit buah naga ungu (H. costaricensis) sebagai biolarvasida. Penelitian menggunakan desain penelitian true experimental dengan rancangan the post test only controlled group design menggunakan subjek larva Ae. aegypti instar IV. Pengujian potensi biolarvasida menggunakan 7 kelompok uji dengan 4 kali pengulangan. Tujuh kelompok uji terdiri dari 5 kelompok perlakuan yaitu 275,5 ppm, 551 ppm, 1102 ppm, 2204 ppm dan 4408 ppm serta kontrol negatif dan kontrol positif. Hasil Kruskal-Wallis H test didapatkan perbedaan yang signifikan terhadap semua kelompok baik perlakuan dan kontrol (p-Value = 0,001). Hasil Mann-Whitney U Test didapatkan perbedaan rata-rata yang signifikan antara semua kelompok perlakuan dengan kontrol negatif (p-Value < 0,05). Hasil analisis regresi probit didapatkan LC50 sebesar 3231,961 ppm dan LT50 selama 13,268 jam pada konsentrasi 4408 ppm. Potensi biolarvasida terjadi karena flavonoid jenis antosianin sebagai racun pernapasan sehingga terjadi retriksi inhalasi. Disimpulkan bahwa ekstrak kulit buah naga ungu (H. costaricensis) berpotensi sebagai biolarvasida. Pengembangan penelitian selanjutnya disarankan mengisolasi senyawa antosianin pada kulit buah naga ungu (H. costaricensis) dan mengombinasikan dengan tanaman lain yang berpotensi sebagai biolarvasida.
Penyuluhan Kesehatan di SDIT Nurul Fikri: Langkah Edukatif Menghadapi Ancaman Diare Hapsari, Restiana Kartika Mantasti; Tazkiah, Misna; Fadhilah, Noor Ahda; Ali, Indra Haryanto; Fakhriadi, Rudi; Rosadi, Dian; Nisa, Mufatihatul Aziza; Noor, Ihya Hazairin
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/3xtae265

Abstract

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang sering terjadi di Indonesia, terutama pada anak-anak usia dini. Penyakit ini dapat dicegah melalui edukasi kesehatan, khususnya tentang pentingnya mencuci tangan dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa kelas I SDIT Nurul Fikri Banjarbaru dalam mencegah diare melalui penerapan teknik cuci tangan tujuh langkah. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan berbasis video animasi, praktik cuci tangan bersama, dan sesi tanya jawab untuk memperkuat pemahaman peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan siswa tentang diare dan kemampuan mencuci tangan secara benar. Program ini menegaskan pentingnya edukasi berbasis visual dan praktik langsung dalam membangun kebiasaan hidup bersih pada anak-anak. Dengan demikian, pendekatan ini berpotensi menjadi model preventif untuk mengurangi kejadian diare di kalangan anak sekolah.
Program “PANGKAS” Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Upaya Penanganan Permasalahan Kesehatan Lingkungan di Desa Pejambuan Maharani, Madhea; Rosadi, Dian; Fadillah, Muhammad Ryas Rasyad; Latifah, Nur Aulia
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 11, No 5 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v11i5.9336

Abstract

Sampah merupakan permasalahan lingkungan yang signifikan, terutama di wilayah pedesaan seperti Desa Pejambuan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, yang belum memiliki sistem pengelolaan sampah yang memadai. Program PANGKAS (Program Aksi Nyata dengan Kelola Sampah) dirancang sebagai bentuk intervensi untuk mengatasi permasalahan ini melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. Tujuan program ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah serta mengubah perilaku dalam pengelolaannya. Intervensi dilakukan dalam bentuk penyuluhan, penyediaan tong sampah sistem pilah, dan pembentukan tim relawan Sahabat Lingkungan untuk monitoring berkelanjutan. Penyuluhan dilaksanakan secara partisipatif dengan metode ceramah, diskusi, dan media visual, serta dilengkapi evaluasi pre-test dan post-test yang menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 62,66 menjadi 76,66. Meskipun uji statistik Wilcoxon menunjukkan peningkatan tidak signifikan secara statistik (p=0,052), tren peningkatan pengetahuan terus berlanjut dalam tiga kali monitoring lanjutan, dengan persentase warga berpengetahuan baik meningkat dari 60% menjadi 80%. Selain itu, penggunaan tong sampah pilah dan keterlibatan Sahabat Lingkungan berhasil mengurangi sampah berserakan dan meningkatkan kebersihan lingkungan. Program ini menunjukkan bahwa kombinasi edukasi, fasilitasi, dan pelibatan komunitas dapat menjadi strategi efektif dalam mengatasi permasalahan sampah di tingkat masyarakat akar rumput.
Environmental Factors Associated with Pulmonary Tuberculosis in Martapura’s Primary Health Center Rosadi, Dian; Lasari, Hadrianti Haji Darise; Tazkiah, Misna; Fadillah, Ahmad; Sepira, Yuli; Maulidah, Siti
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 22, No 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v22i2.476-484

Abstract

Pulmonary TB continues to be a health problem as it is the leading cause of death and ranks 10th in the world. The number of TB cases in South Kalimantan Province reached 5,636. Based on district/city, the highest number of TB cases was in Banjarmasin City with 868 cases, followed by Banjar Regency with 817 cases and Banjarbaru City with 483 cases, while the lowest number was in Balangan Regency with 187 cases. The purpose of this study was to analyse the relationship between ventilation, floor type and lighting with the incidence of pulmonary tuberculosis in the working area of Martapura 1 primary health center, Banjar Regency. This study was an observational analytical study with a case-control design approach. The study population consisted of 90 respondents, 30 people as cases and 60 people as controls. There was an association between ventilation (p-value = 0.03, OR 95% CI 4.5) and the incidence of pulmonary TB. Floor type (p-value = 0.211) and lighting (p-value = 0.577) were not associated with the incidence of pulmonary TB in Martapura 1 Health Centre.
Intervensi Edukatif Berbasis Komunitas untuk Pencegahan Stroke pada Lansia: Studi di Kabupaten Banjar Ridha, Muhammad Rasyid; Ali, Indra Haryanto; Andiarsa, Dicky; Rosadi, Dian; Fadillah, Noor Ahda; Fakhriadi, Rudi; Musafaah, Musafaah; Tazkiah, Misna
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/2ytz6s54

Abstract

Stroke merupakan penyebab utama kematian dan disabilitas di Indonesia. Lansia di panti sosial merupakan populasi yang sangat rentan akibat prevalensi hipertensi yang tinggi dan keterbatasan pengetahuan tentang pencegahan stroke. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sebuah intervensi edukatif berbasis komunitas dalam meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan stroke pada lansia. Sebuah studi pra-pasca (one-group pre-test post-test design) dilakukan terhadap 17 lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera II, Kabupaten Banjar. Intervensi berupa penyuluhan kesehatan tunggal tentang epidemiologi, faktor risiko, gejala, dan pencegahan stroke. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) intervensi. Tekanan darah juga diukur untuk melihat profil risiko. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji paired t-test. Terjadi peningkatan yang signifikan secara statistik dalam skor pengetahuan peserta (nilai rata-rata pre-test: 60; post-test: 80; p < 0.001). Namun, pengukuran tekanan darah mengungkapkan bahwa 68% peserta mengalami kondisi prehipertensi hingga hipertensi stage 3. Intervensi edukatif berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan pengetahuan lansia tentang pencegahan stroke. Namun, tingginya prevalensi hipertensi yang tidak terkelola menunjukkan bahwa edukasi saja tidak cukup. Diperlukan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan, yang mengintegrasikan promosi kesehatan dengan pemantauan klinis faktor risiko secara rutin untuk dampak yang lebih nyata.
Trends and Mapping of Framing Theory Research: A Bibliometric Analysis using R Studio Biblioshinny Rosadi, Dian; Prawesti, Anissa Febby Widya; Ali, Maudy Alkahfi; Naqisa, Zikrina Istighfara
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 9, No 4 (2025): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (November)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v9i4.9532

Abstract

Framing Theory is an important approach in communication studies that explains how media construct reality by selecting, highlighting, and presenting certain aspects of an issue. The concept was first introduced by Erving Goffman (1974) in his work Frame Analysis, and was later refined by Robert Entman and other scholars within the context of mass media. Its relevance has grown in the digital media era, where the construction of reality plays a major role in shaping public perception. Numerous studies have applied the framing framework across various issues, including politics, public policy, and international conflicts. This study aims to explore the global development of research on Framing Theory through a bibliometric approach using the Scopus database. The analysis covers publication trends from 2015 to 2024, the most productive authors and countries, institutional affiliations, dominant keywords, and frequently studied themes. The findings reveal that the overall trend of publications on Framing Theory and mass media has increased, despite fluctuations over the years. A significant rise occurred in 2024. Furthermore, the most cited article was on Press Relationship, which received 10 global citations and ranked first. Citation analysis also indicates that no single researcher is entirely dominant, as most authors contributed with a relatively balanced number of publications. Nevertheless, certain scholars, such as Brian J. Bowe, stand out with high citation counts in framing studies. From an institutional perspective, Technische Universität Ilmenau emerged as the most consistent contributor to research on Framing Theory. In addition, keyword analysis (wordclouds) highlights that mass media remains the central theme in studies using the framing framework, alongside other topics related to communication, politics, health, sports, and social issues.
Pemberdayaan Masyarakat Kampung Pelangi Melalui Pelatihan Langkah Cuci Tangan Pakai Sabun pada Ibu Rumah Tangga Di Kelurahan Guntung Paikat Kota Banjarbaru Fakhriadi, Rudi; Rosadi, Dian; Fadillah, Noor Ahda; Lasari, Hadrianti HD
Jurnal Edukasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Yayasan Insan Literasi Cendekia (INLIC) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/jepkm.v3i1.98

Abstract

Banjarbaru City is the second city with the highest number of cases after Banjarmasin with 4,411 cases and 123 deaths in 2021. Several health behaviors that can reduce the possibility of being infected with the COVID-19 virus are implementing Clean and Healthy Living Behavior, one of which is by implementing the behavior of washing hands with soap. Therefore, training activities aim to increase the knowledge and behavior of housewives regarding PHBS, especially the practice of washing hands with soap in the household setting. The training method used uses an active participatory method so that participants are free to express opinions and ask questions and practice hand washing steps directly. The target of this activity is 30 housewives in Kampung Pelangi, Guntung Paikat Village, Banjarbaru City. This activity is divided into three stages, namely preparation, implementation and evaluation. The evaluation results showed that there was an increase in the knowledge of the training participants before and after the training. It is hoped that future activities can involve other groups in the household, such as involving the head of the house