Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Viabilitas Benih Cabai Rawit Tiyung Tanjung pada Metode Ekstraksi dengan Perendaman Natrium Hidroksida Angela Venta Yosefhine; Hikma Ellya; Rila Rahma Apriani; Raihani Wahdah; Gani Jawak
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 13 No. 1 (2026): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v13i1.13135

Abstract

Cabai rawit Tiyung Tanjung (Capsicum frutescens L.) merupakan varietas lokal khas Kalimantan Selatan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Salah satu kendala dalam pengembangan varietas ini adalah rendahnya kualitas benih. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perendaman benih dalam larutan NaOH terhadap viabilitas benih cabai rawit Tiyung Tanjung serta mengetahui konsentrasi yang memberikan respons terbaik. Penelitian ini dilaksanakan pada juni hingga agustus 2025 di Laboratorium Produksi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor berupa konsentrasi NaOH 0% (kontrol), 1%, 2% dan 3% yang di ulang sebanyak lima kali. Variabel yang diamati meliputi daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, kecepatan tumbuh, panjang plumula dan panjang radikula. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan perendaman menggunakan larutan NaOH tidak memberikan pengaruh nyata terhadap daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum dan kecepatan tumbuh benih. Namun perlakuan tersebut berpengaruh terhadap panjang plumula dan panjang radikula kecambah. Semakin tinggi konsentrasi NaOH yang diberikan, semakin besar kecenderungan penurunan viabilitas benih akibat gangguan fisiologis dan kerusakan embrio yang dipicu oleh sifat basa kuat larutan. Kata kunci: Cabai Tiyung Tanjung, NaOH, Viabilitas benih. ABSTRACT Tiyung Tanjung cayenne pepper (Capsicum frustescens L.) is a local variety typical of south kalimantan that has high economic value and has the potential to be developed to meet the needs of community consumption. One of the obstacles in the development of this variety is the low quality of the seeds. This study was conducted to determine the effect of seed soaking in NaOH solution on the viability of Tiyung Tanjung cayenne pepper seeds and to determine the best response. This study was conducted from june to august 2025 at the Agroecotechnology Production Laboratory, Faculty of Agriculture, Lambung Mangkurat University. The method used was a Completely Randomized Design (CRD with one factor in the form of NaOH concentrations of 0% (control), 1%, 2% and 3% which were repeated five times. The variables observed included germination power, maximum growth potential, growth rate, plumule length and radicle length. The results showed that the soaking treatment using NaOH solution did not have a significant effect on germination power, maximum growth potential and seed growth rate. However, the treatment affected the length of the plumule and radicle length of the sprouts. The higher the NaOH concentration applied, the greater the tendency for seed viability to decrease due to physiological disturbances and embryo damage triggered by the solution’s strong alkaline nature. Keywords: Tiyung Tanjung Chili, NaOH, Seed Viability
Pelatihan pembuatan komposter POC dengan metode ember tumpuk pada kelompok Dasa Wisma Teratai 8, Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara Bakti Nur Ismuhajaroh; Gani Jawak; Indya Dewi; Nofia Hardarani; Juharni Juharni; Muhammad Syaiful Shodiq; Dwija Putripertiwi; Tuniah Tuniah; Muhammad Ihsan Fadhiel; Izzatul Afifah; Rahmat Safutra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39554

Abstract

Abstrak Wilayah Banjarbaru Utara termasuk daerah dengan penduduk yang padat. Hampir setengah dari jumlah penduduk di Kecamatan Loktabat Utara berada di Kelurahan Loktabat Utara. Tingginya jumlah penduduk yang padat akan diikuti dengan meningkatnya sampah, baik sampah organik maupun sampah anorganik. Masalah sampah ini menjadi masalah yang sangat komplek. Tujuan dari pengabdian ini adalah upaya untuk mengatasi sampah dengan gerakan menyadarkan dan menumbuhkan kepedulian dalam mengolah sampah. Metode yang digunakan untuk menyadarkan adalah dengan memberikan penyuluhan terhadap masyarakat mengenai pemanfaatan sampah organik pada kelompok Dasa Wiswa Teratai 8. Penyuluhan yang dilakukan disertai dengan praktik pengolahan sampah organik dengan metode ember tumpuk. Hasil yang diperoleh dari penyuluhan menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan mengenai sampah organik yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan POC dan kompos. Pengetahuan  mengenai sampah organik yang mudah terurai dari responden 88% kemudian meningkat menjadi 100%, untuk sampah organik yang sulit terurai masih ada 12% menjadi 0%. Peningkatan masyarakat untuk mengolah sampah dengan ember tumpuk sebagai kelebihan dengan metode lainnya sebesar 8% dari 92% menjadi 100% tertarik. Ketertarikan masyarakat mengelola sampah dengan metode ember tumpuk berdasarkan tingkat kemudahannya sebesar 72%. Melalui pelatihan ini kelompok Dasa Wisma Teratai 8 mendapat informasi tentang pengelolaan sampah organic menggunakan metode ember tumpuk dan mendapat teknologi pengetahuan baru tentang metode pengomposan. Pelatihan ini juga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dari rerata 63,2% menjadi 84,4%. Kata kunci: sampah organik; ember tumpuk; penyuluhan; kepedulian; penduduk Abstract The North Banjarbaru area is one of the regions with a dense population. Almost half of the population in the North Loktabat District resides in the North Loktabat Urban Village. The high population density will be followed by an increase in waste, both organic and inorganic. This waste problem has become a very complex issue. The aim of this service is an effort to tackle waste through a movement to raise awareness and foster concern in managing waste. The method used to raise awareness is by providing counseling to the community regarding the utilization of organic waste in the Dasa Wiswa Teratai 8 group. The counseling conducted was accompanied by practice in processing organic waste using the stacked bucket method. The results obtained from the counseling showed an increase in knowledge about organic waste that can be used as materials for making POC and compost. Knowledge about easily decomposable organic waste among respondents increased from 88% to 100%, while for hard-to-decompose organic waste, it decreased from 12% to 0%. The increase in community interest in processing waste using stacked buckets, as an advantage compared to other methods, was 8%, increasing from 92% to 100%. Community interest in managing waste using the stacked bucket method based on its ease of use was 72%. The Dasa Wisma Teratai 8 group learned new technological information about composting techniques and learned how to manage organic waste utilizing the stacked bucket approach. Additionally, the participants' knowledge and skills grew from an average of 63.2% to 84.4% as a result of this training. Keywords: concern; counseling; organic waste; population; stacked buckets.