Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Integration of Traditional Agricultural Systems with the Concept of Sustainable Agriculture: Opportunities and Challenges Yohanes Kamakaula; Yunita Palinggi; Trees A. Pattiasina
West Science Nature and Technology Vol. 2 No. 04 (2024): West Science Nature and Technology
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsnt.v2i04.1546

Abstract

Traditional agriculture has long been an integral part of agrarian systems in various regions, yet global challenges such as climate change and urbanization demand more sustainable approaches. This study aims to explore the opportunities and challenges of integrating traditional agricultural systems with sustainable agriculture concepts through a literature review method. The findings reveal that traditional practices, such as crop rotation and organic fertilization, align with sustainability principles. However, there is a need to enhance efficiency through the application of modern technologies such as precision irrigation and integrated pest management. This integration faces significant challenges, including farmers' limited access to technology and a lack of supportive policies. The study highlights the importance of contextual approaches, farmer training, and cross-sector collaboration to optimize the potential of this integration. Thus, the findings provide relevant insights for developing sustainable agricultural policies and practices in Indonesia and other countries.
Meningkatkan Minat Siswa SD pada Pertanian melalui Pendidikan Lingkungan Kamakaula, Yohanes
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6752

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran pendidikan lingkungan dalam meningkatkan minat siswa sekolah dasar terhadap bidang pertanian. Metode yang digunakan adalah studi literatur yang menganalisis informasi dari berbagai sumber ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dan berbasis pengalaman nyata, seperti bercocok tanam di sekolah dan kunjungan ke lahan pertanian, efektif meningkatkan ketertarikan siswa; keberhasilan program dipengaruhi oleh kualitas kurikulum, keterampilan guru, dan dukungan infrastruktur; serta terbatasnya fasilitas dan pelatihan bagi guru menjadi kendala utama. Oleh karena itu, diperlukan kurikulum yang inklusif serta dukungan sumber daya untuk meningkatkan efektivitas pendidikan lingkungan berbasis pertanian.
Analisis Efisiensi Usaha Jeruk Manis (Citrus Sinensis)Di Distrik Nabire Barat Kabupaten Nabire Heatubun, Lourdesia Ave Cintami; Kamakaula, Yohanes; Mayawati, Deasi
Sosio Agri Papua Vol 3 No 1 (2014): Juni
Publisher : Department of Social Economic Agriculture, Faculty of Agriculture, University of Papua, Manokwari, West Papua, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/sap.v3i1.13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan petani jeruk manis, menganalisis efisiensi usaha jeruk manis dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi usaha jeruk manis di Distrik Nabire Barat Kabupaten Nabire. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik studi kasus. Analisis data menggunakan analisis tabulasi untuk mengetahui keadaan usaha jeruk manis dan R/C ratio untuk mengetahui keuntungan yang diperoleh serta efisiensi dari usaha jeruk manis tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, pendapatan yang diperoleh petani jeruk manis di Distrik Nabire Barat selama sebulan sebesar Rp. 6.595.793,-. Usahatani jeruk manis di Distrik Nabire Barat sudah efisien dengan nilai R/C rasio sebesar 3,77. Faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi usaha jeruk manis adalah penerimaan dan biaya. Rata-rata penerimaan petani jeruk manis sebesar Rp. 8.973.333,-/bulan dan rata-rata biaya yang digunakan untuk memproduksi jeruk manis sebesar Rp. 2.377.540.-/Bulan. Faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi usahatani adalah penerimaan dan biaya. Semakin tinggi penerimaan maka semakin besar keuntungan yang diperoleh petani ataupun sebaliknya.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KETERSEDIAAN PANGAN LOKAL DI DISTRIK MASNI KABUPATEN MANOKWARI Manusaway, Grace; Kamakaula, Yohanes; Supri Hadi
Sosio Agri Papua Vol 4 No 1 (2015): Juni
Publisher : Department of Social Economic Agriculture, Faculty of Agriculture, University of Papua, Manokwari, West Papua, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/sap.v4i1.25

Abstract

Tingkat ketersediaan pangan yang ada pada Provinsi Papua Barat umumnya dan Kabupaten Manokwari khususnya mengalami fluktuasi setiap tahunnya. Distrik Masni merupakan salah satu distrik di Kabupaten Manokwari yang memberikan kontribusi besar terhadap ketersediaan pangan di kabupaten tersebut. Dimana distrik tersebut merupakan distrik yang menghasilkan komoditi ubi kayu terbesar. Namun selama 3 tahun terakhir luas tanam komoditi tersebut mengalami penurunan dari 16 hektar pada tahun 2009 menjadi 12 hektar pada tahun 2012. penelitian ini diarahkan untuk mengetahui secara mendalam mengenai jenis-jenis pangan local yang dibudidayakan serta ketersediaannya dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi ketersediaan pangan lokal masyarakat di distrik tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis-jenis pangan lokal yang diusahakan oleh petani lokal di Distrik Masni adalah ubi kayu, ubi jalar, keladi, sagu dan pisang. Rata-rata ketersediaan pangan lokal yang dijual jauh lebih besar dibandingkan yang dikonsumsi karena masyarakat cenderung memanfaatkan pangan lokal untuk menghasilkan uang demi kebutuhan sehari-hari. Dimana ketersediaan pangan local sangat dipengaruhi oleh tinggi rendahnya produksi pangan local yang dihasilkan oleh masyarakat setempat.
PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM RESPEK DI KAMPUNG ANGGRAIDI KABUPATEN BIAK NUMFOR Rumpaidus, Glen Karis; Kamakaula, Yohanes; Hutabarat, Martua
Sosio Agri Papua Vol 4 No 1 (2015): Juni
Publisher : Department of Social Economic Agriculture, Faculty of Agriculture, University of Papua, Manokwari, West Papua, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/sap.v4i1.27

Abstract

Papua merupakan salah satu Provnsi yang sedang berkembang dengan jumlah penduduk relatif sedikit yaitu kurang lebih 2.851.999 juta jiwa (BPS, 2013). Sebagai Provinsi yang berkembang, maka dewasa ini Provinsi Papua sedang giat melaksanakan pembangunan dalam segala bidang. Secara umum pembangunan di Papua berdasarkan kondisi objektif daerah dan analisis KKPA (Kekuatan, Kelemahan, Peluang, Ancaman) terhadap pembangunan. Ada empat agenda utama yang dikerjakan yaitu: (1). menata kembali pemerintah daerah dalam rangka membangun pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa (good governance) pada semua jajaran dan tingkatan. Penataan kembali pemerintahan daerah sekaligus penataan tata kehidupan politik dan kemasyarakatan yang demokratis, dewasa dan bermutu, berdasarkan Undang-Undang Nomor 21/2001 tentang Otonomi Khusus kepada Provinsi Papua, (2). membangun Tanah Papua yang damai dan sejahtera, melalui upaya yang sungguh-sungguh untuk menigkatkan kesejahteraan rakyat secara adil dan merata bagi semua, dengan titik berat perhatian harus diberikan kepada rakyat yang hidup di daerah pedesaan dan daerah-daerah terpencil serta rakyat miskin di daerah perkotaan, dan (3) membangun Tanah Papua yang aman dan damai, yang rakyatnya ikut serta memelihara dan menikmati suasana yang aman, damai, penuh disiplin, dan taat kepada hukum serta menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia. (4). meningkatkan dan mempercepat pembangunan prasarana dasar (infrastruktur) diseluruh Tanah Papua antara lain terdiri dari prasarana perhubungan transportasi terpadu yaitu (transportasidarat, transportasi laut, dan transportasi udara), ketersediaan air bersih, ketersediaan energi, dan ketersediaan sistim telekomunikasi yang cukup memadai bagi seluruh rakyat Papua (Suebu, 2007:11).
DAMPAK KEHADIRAN PERUSAHAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TERHADAP MASYARAK LOKAL ARFAK DISTRIK PRAFI KABUPATEN MANOKWARI PROVINSI PAPUA BARAT Basna, Manfred; Sagrim, Mecky; Kamakaula, Yohanes
Sosio Agri Papua Vol 4 No 1 (2015): Juni
Publisher : Department of Social Economic Agriculture, Faculty of Agriculture, University of Papua, Manokwari, West Papua, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/sap.v4i1.29

Abstract

Prafi merupakan distrik dengan jumlah populasi petani peserta plasma lokal terbesar yakni sebanyak 551 KK (PTP N II Prafi, 2013), dan tersebar di 11 Kampung yang terdapat di Distrik Prafi (Kantor Distrik Prafi, 2013). Proyek PIR kelapa sawit di Distrik Prafi yang sudah beroperasi selama kurang lebih 25 tahun diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat suku asli Arfak terutama yang terlibat sebagai petani peserta plasma. Namun harapan tersebut disangsikan oleh beberapa komponen masyarakat seperti lembaga swadaya masyarakat, tokoh agama maupun tokoh masyarakat bahwa pengembangan perkebunan kelapa sawit belum/tidak dapat mensejahterahkan masyarakat asli Papua (Arfak). PIR kelapa sawit saat ini dinilai belum memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat Arfak yang terlibat sebagai peserta plasma. Padahal pada awal kehadirannya diharapkan dapat berdampak positif bagi pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Dampak terhadap masyarakat Arfak yang dimaksud disini mencakup keadaan pangan, pakaian, perumahan, kesehatan, dan pendidikan yangdikemas dalam topik taraf hidup masyarakat Arfak.
Meningkatkan Minat Siswa SD pada Pertanian melalui Pendidikan Lingkungan Kamakaula, Yohanes
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6752

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran pendidikan lingkungan dalam meningkatkan minat siswa sekolah dasar terhadap bidang pertanian. Metode yang digunakan adalah studi literatur yang menganalisis informasi dari berbagai sumber ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dan berbasis pengalaman nyata, seperti bercocok tanam di sekolah dan kunjungan ke lahan pertanian, efektif meningkatkan ketertarikan siswa; keberhasilan program dipengaruhi oleh kualitas kurikulum, keterampilan guru, dan dukungan infrastruktur; serta terbatasnya fasilitas dan pelatihan bagi guru menjadi kendala utama. Oleh karena itu, diperlukan kurikulum yang inklusif serta dukungan sumber daya untuk meningkatkan efektivitas pendidikan lingkungan berbasis pertanian.
Farmers' Resilience to Climate Change through Sustainable Agricultural Practices Kamakaula, Yohanes; Fenetiruma, Obadja Andris
West Science Nature and Technology Vol. 3 No. 02 (2025): West Science Nature and Technology
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsnt.v3i02.1974

Abstract

Rice farmers in Indonesia face significant challenges due to climate change, including unpredictable weather patterns, extended dry spells, and increased pest outbreaks. This study explores the resilience of rice farmers to climate change through sustainable agricultural practices using a qualitative approach with five purposively selected participants. Data collection included semi-structured interviews, field observations, and document reviews, analyzed through thematic analysis. Results reveal that farmers are adopting practices such as integrated pest management, organic fertilizers, efficient water use, and resilient seed varieties. However, barriers such as economic constraints, knowledge gaps, and inconsistent institutional support hinder broader adoption. The findings emphasize the need for targeted policy interventions, capacity-building programs, and leveraging community networks to enhance resilience. This study contributes to understanding how grassroots-level adaptations can mitigate climate impacts and promote agricultural sustainability in Indonesia.
Comparative Study: Traditional Agriculture vs Modern Agriculture in the Context of Sustainable Development Kamakaula, Yohanes; Uria, Darmawanto
Contemporary Journal of Applied Sciences Vol. 2 No. 6 (2024): June 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/cjas.v2i6.12266

Abstract

This study examines the comparison between traditional and modern agriculture in achieving sustainable development. Traditional agriculture emphasizes local knowledge and ecosystem-friendly practices, such as crop rotation and organic fertilizers, but faces challenges in production capacity and climate resilience. Modern agriculture leverages high technology like genetic engineering and chemical inputs to enhance productivity but risks environmental degradation and economic instability for farmers. This research highlights the potential of integrating both systems through agroecology, combining traditional techniques with modern innovations. This integration can increase productivity while preserving environmental sustainability, contributing to a more balanced and sustainable agricultural system
Sistem Pertanian Ladang Berpindah Dalam Perspektif Etnoekologi Yohanes Kamakaula; Darmawanto Uria
Hidroponik : Jurnal Ilmu Pertanian Dan Teknologi Dalam Ilmu Tanaman Vol. 2 No. 1 (2025): March: Hidroponik: Jurnal Ilmu Pertanian Dan Teknologi Dalam Ilmu Tanaman
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/hidroponik.v2i1.310

Abstract

Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnoekologi. Tujuan dari penelitian ini adalah menggali dan memahami sistem pengetahuan lokal masyarakat dalam mengelola ladang berpindah serta relasi mereka dengan lingkungan secara holistik. Temuan dalam penelitian ini adalah dalam perspektif etnoekologi, ladang berpindah bukanlah praktik usang atau destruktif, melainkan sistem pertanian yang kaya akan akan nilai-nilai ekologis, sosial, dan spritual. Ia mencerminkan cara hidup yang harmonis dengan alam, berbasis pengetahuan lokal yang telah terbukti adaptif dan berkelanjutan selama berabad-abad. Oleh karena itu, penting untuk mengakui, melindungi, dan mendukung praktik ladang berpindah sebagai bagian dari kekayaan budaya dan solusi alternatif terhadap krisis ekologi global. Pendekatan ini juga menegaskan bahwa pembangunan pertanian berkelanjutan harus mempertimbangkan suara dan pengalaman masyarakat adat sebagai pelaku utama dalam pelestarian bumi.