Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Modifikasi Pemilihan Forwarding Node pada Dynamic Source Routing (DSR) Berdasarkan Tingkat Kestabilan Neighboring Node di VANETs Glleen Allan M; Radityo Anggoro; Muchammad Husni
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28542

Abstract

Vehicular Ad hoc Networks (VANETs) merupakan pengembangan dari Mobile Ad hoc Networks (MANETs), dimana node memiliki karakteristik dengan mobilitas yang tinggi dan terbatas pada pola pergerakannya. Ada banyak routing protocol yang dapat diimplementasikan pada VANETs salah satunya adalah Dynamic Source Routing (DSR). DSR termasuk dalam klasifikasi reactive routing protocol. Sebuah routing protocol yang hanya akan membuat rute ketika ada paket yang ingin dikirim. Modifikasi akan dilakukan pada proses pengiriman paket route request (RREQ), dengan cara mengeliminasi jumlah neighbor node yang bertugas mengirim ulang (rebroadcast) paket RREQ. Hal ini dilakukan dengan cara melihat jumlah node tetangga dari tiap node, jika node tersebut memiliki jumlah node tetangga lebih dari threshold, maka node tersebut yang bisa melakukan proses rebroadcast. Jika paket RREQ sampai pada node tujuan, maka node tujuan akan mengirim paket route reply (RREP) ke node asal. Lalu rute untuk pengiriman paket akan terbentuk. Modifikasi yang dilakukan akan menghasilkan routing overhead dan forwarded route request yang lebih kecil daripada routing protocol DSR yang asli. Hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa DSR yang telah dimodifikasi menghasilkan peningkatan rata-rata packet delivery ratio sebesar 5.41%, rata-rata penurunan routing overhead sebesar 50.72%, dan juga rata-rata penurunan forwarded route request sebesar 16.9%.
Studi Kinerja 802.11P pada Protokol Ad Hoc On-Demand Distance Vector (AODV) di Lingkungan Vehicular Ad Hoc Network (VANET) Menggunakan Network Simulator 2 (NS-2) Ilmal Alifriansyah Rahardjo; Radityo Anggoro; F.X. Arunanto
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.467 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.21994

Abstract

Dalam dunia jaringan nirkabel sudah tidak asing dengan salah satu konsep yang memungkinkan komunikasi antar kendaraan (inter-vehicle) dan komunikasi antara kendaraan dengan infrastruktur dis sekitar jalan (vehicle-to-roadside). Konsep ini juga merupakan subset dari dari Mobile Ad-Hoc Network (MANET), yaitu Vehicular Ad-hoc Network (VANET). Pada VANET kendaraan yang ada bertindak sebagai node pada suatu jaringan. VANET terdiri dari banyak node yang juga berfungsi sebagai router. Berbeda dengan MANET, tingkat mobilitas pada VANET lebih tinggi. Tujuan utama dari adanya VANET ini adalah nantinya dapat digunakan untuk menciptakan dan menyediakan aplikasi-aplikasi transportasi untuk mendukung keamanan maupun kenyamanan bagi pengendara. Hal ini tentunya memerlukan implementasi protokol routing yang sesuai dengan karakteristik dari VANET dimana kendaraan-kendaraan yang notabene memiliki dinamika pergerakan node yang tinggi dalam suatu jaringan. Salah satu protokol routing reaktif yang telah teruji dalam VANET adalah routing protokol  Ad hoc On-Demand Distance Vector (AODV). Dan pada Studi ini dilakukan analisis performa dari routing protokol  Ad hoc On-Demand Distance Vector (AODV) tersebut dengan parameter 802.11p dalam lingkungan VANET. Dari percobaan Studi ini dihasilkan suatu performa bahwa routing protokol AODV dengan parameter 802.11p pada skenario riil mengalami peningkatan nilai rata-rata pada packet deliery ratio dan routing overhead dan mengalami penurunan nilai rata-rata pada delay seiring dengan bertambahnya kepadatan kendaraan dibandingkan dalam skenario grid.
Implementasi Konsep Overlay Network pada Greedy Perimeter Stateless Routing (GPSR) di VANETs Kevin Arditya; Supeno Djanali; Radityo Anggoro
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.044 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.23231

Abstract

Vehicular Ad hoc Network (VANETs) adalah teknologi komunikasi yang menggunakan jaringan ad hoc untuk berkomunikasi. Pengembangan VANETs berfokus kepada routing protocol yang dinamis yang dapat bertahan pada lingkungan VANETs yang cepat dan tidak terprediksi. Greedy Perimeter Stateless Routing (GPSR) merupakan salah satu protokol dalam VANETs yang bekerja secara geographic. Pengiriman paket data dilakukan secara greedy berdasarkan posisi node tetangga menuju node destination. Oleh karena itu, dibutuhkan proses route discovery agar GPSR bisa mendeteksi ketersediaan rute menuju node destination. GODV adalah modifikasi dari GPSR yang mengadopsi proses route discovery pada Dynamic Source Routing (DSR). Sebelum melakukan pengiriman paket data, node sumber mengirimkan paket route request menuju node destination. Lalu node destination akan merespon dengan mengirimkan paket route reply kembali node sumber dengan menyimpan titik-titik rute pengiriman paket data yang digunakan sebagai implementasi konsep overlay network. Hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa GODV memberikan nilai rata-rata packet delivery ratio (PDR) yang lebih baik dibandingkan dengan GPSR dengan kenaikan PDR sebesar 16 %.
Implementasi Routing Protocol DSR pada Skenario Mobility Random Waypoint dengan menggunakan Propagasi Nakagami Hasbi As Shiddi Qi; Radityo Anggoro; Muchammad Husni
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.639 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.23600

Abstract

Mobile Ad hoc Network (MANET) merupakan jaringan wireless yang berasal dari kumpulan mobile node yang topologinya dapat berubah dengan cepat dan kapan saja. Aspek yang penting dalam MANET adalah protokol rute dimana protokol  inilah yang mengatur sistem pencarian rute paket data dalam jaringan tersebut. Ada beberapa macam protokol rute pada MANET salah satunya adalah DSR. DSR merupakan pengembangan dari AODV. Perbedaan antara AODV dengan DSR adalah jumlah rute yang ditemukan dalam setiap proses pencarian rute. Dalam Tugas Akhir ini, dilakukan penelitian terhadap kinerja DSR menggunakan Network Simulator 2 (NS-2). Uji coba dilakukan dengan membuat pola traffic connection dan pola pergerakan node yang kemudian disimulasikan dengan menggunakan script DSR.tcl. Proses tersebut akan menghasilkan file otuput berupa trace file. Trace file hasil dari simulasi akan dianalisis untuk menghitung Packet Delivery Ratio (PDR), Routing Overhead (RO), dan End-to-End Delay.
Modifikasi Route Discovery pada Ad-hoc On Demand Distance Vector (AODV) Berdasarkan Level Konektivitas One-Hop Node di VANETs Aviananda Dwirahma Juliarti; Radityo Anggoro; Supeno Djanali
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28538

Abstract

Vehicular Ad hoc Networks (VANETs) merupakan pengembangan dari Mobile Ad hoc Network (MANET) dimana node memiliki karakteristik dengan mobilitas yang sangat tinggi dan terbatas pada pola pergerakannya. Ada banyak routing protocol yang dapat diimplementasikan pada VANETs, salah satunya adalah Ad hoc On demand Distance Vector (AODV). AODV merupakan salah satu routing protocol yang termasuk dalam klasifikasi reactive routing protocol, sebuah protokol yang hanya akan membuat rute ketika node sumber membutuhkannya. AODV memiliki dua fase, yaitu route discovery dan route maintenance. Route discovery digunakan untuk meminta dan meneruskan informasi rute yang terdiri dari proses pengiriman Route Request (RREQ) dan Route Reply (RREP). Modifikasi pada Tugas Akhir ini akan dilakukan pada proses route discovery berdasarkan level konektivitas one-hop node, yaitu dengan cara mengeliminasi jumlah forwarding node yang bertugas untuk mengirim ulang (re-broadcast) RREQ. Hal ini dilakukan agar dapat meningkatkan kinerja protokol AODV untuk mencari rute yang stabil dengan cara memodifikasi beberapa bagian dari mekanisme pengiriman paket RREQ. Dari hasil uji coba, AODV yang dimodifikasi berhasil meningkatkan nilai Packet Delivery Ratio (PDR) hingga 9,19%, penurunan nilai Routing Overhead (RO) hingga 2,17%, dan penurunan nilai Forwarded Route Request (RREQ F) hingga 31,62%.
STRUCTURAL SYSTEM SIMULATION USING GRID-COMPUTING FRAMEWORK Data Iranata; Radityo Anggoro
Journal of Civil Engineering Vol 29, No 2 (2009)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.751 KB) | DOI: 10.12962/j20861206.v29i2.1729

Abstract

A multi-level modeling and simulation method of structural system using grid-computing framework is proposed in this paper. Two levels of parallel processing will be involved in this framework: (1) multiple locally distributed computing environments connected by the local network to form (2) a grid-based cluster-to-cluster distributed computing environment. To successfully perform the simulations, a large-scale structural system is decomposed into the simulations of a simplified global model and several detailed component models with various scales. These correlated multi-scale simulation tasks are distributed amongst clusters and connected together in a multi-level modeling and simulation method and then coordinated over the internet. This paper also presents the development of a grid-computing software framework that can support the proposed simulation approach. The architectural design of the program also allows the integration of several multi-scale models to be clients and servers under a single platform. Additionally, the comparison result between proposed method and assumed exact solution show that the proposed simulation method is appropriate to simulate the response of the structural systems.
AODV-PNT Performance Study with Added Factor Number of Neighbor Nodes on VANET Grezio Arifiyan; Supeno Djanali; Radityo Anggoro
IPTEK Journal of Proceedings Series No 1 (2018): 3rd International Seminar on Science and Technology (ISST) 2017
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23546026.y2018i1.3510

Abstract

VANET (Vehucular Ad hoc Network) is a development of Mobile Ad hoc Network or often called MANET. The topology of VANET can change rapidly because of the movement of the node so that the topology can change dynamically, otherwise there is an interesting problem to be investigated on VANET ie connectivity between nodes. AODV protocol routing is further developed one of them is AODV-PNT, by adding prediction of node trend (Prediction Node Trend) by calculating TWR (Total Weight of The Route). In this study the factors - factors in determining TWR
Performance Study of Wireless Access in Vehicular Environment 802.11p in Ad-Hoc on Demand Distance Vector Routing (AODV) with Propagation Models Nakagami and Two Ray Ground Erna Auparay; Radityo Anggoro; Royyana M. Ijtihadie
IPTEK Journal of Proceedings Series No 1 (2018): 3rd International Seminar on Science and Technology (ISST) 2017
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.682 KB) | DOI: 10.12962/j23546026.y2018i1.3516

Abstract

The development of communication systems is not only limited in its use for human interaction and mobility with various electronic devices. However, it is expected to be a solution for traffic management and management strategies. The number of vehicles is continuously increasing especially in big cities so it needs communication between vehicles for the development of VANETs technology. The IEEE international standards communication system establishes the use of the Wireless Access in Vehicular Environment (WAVE). With the IEEE 802.11p standard, it is possible to build an integrated information and communication-based transportation system.In this research will be analyzed VANET communication performance through parameters of packet delivery ratio, routing overhead, and packet drop. VANET uses NS-2 as a simulator and AODV routing protocol. In a network, routing protocols are very influential on VANET network performance. Simulation scenarios with VANET using Nakagami and TwoRayGround propagation models are expected to result in connectivity performance on interoperable communication networks (V2V) with IEEE 802.11p standards in VANET environments. From the experimental results in the AODV protocol scenario using propagation modeling, the value of packet delivery ratio, routing overhead, and packet drop with the Nakagami transmission model is better than the value of packet delivery ratio, routing overhead, and packet drop with TwoRayGround transmission model has good value but Unstable in the node transmission process. Thus, the performance of the Nakagami transmission model looks more stable overall than the TwoRayGround transmission mode
Analisis Perbandingan Performa Dari Enhanced Ant AODV dan Enhanced Ant DSR Berdasarkan Parameter Quality of Service Wahyu Suadi; Radityo Anggoro
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 5, No 2 (2020): Volume 5 Nomor 2, Mei 2020
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.576 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v5i2.456

Abstract

Salah satu masalah yang dihadapi Mobile Ad-hoc Network (MANET) adalah pemilihan rute optimal dengan mempertimbangkan Quality of Service (QoS). Pada penelitian penelitian sebelumnya telah ditemukan metode routing protocol dengan mempertimbangkan quality of service. Metode routing protocol ini yaitu Enhanced-Ant Adhoc on-demand Vector (AODV) dan Enhanced-Ant Dynamic Source Routing (DSR) yang merupakan metode yang menerapkan algoritma Ant-Colony Optimization (ACO). Kedua metode ini menghitung nilai pheromone dengan mempertimbangkan beberapa faktor QoS. Berdasarkan kedua metode tersebut, dilakukan perbandingan dengan membandingkan hasil Packet delivery ratio, packet loss ratio, dan end-to-end delay. Hasil didapatkan bahwa metode Enhanced-Ant AODV lebih baik daripada metode Enhanced-Ant DSR.
Time Optimization for Radius Updates in Zone Dynamics of Zone Routing Protocol Muhsin Bayu Aji Fadhillah; Radityo Anggoro
Kinetik: Game Technology, Information System, Computer Network, Computing, Electronics, and Control Vol. 5, No. 2, May 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.307 KB) | DOI: 10.22219/kinetik.v5i2.1064

Abstract

Vehicular ad hoc networks are wireless network technologies that can be used to communicate without the need for fixed infrastructure. The use of zone routing protocol which is a hybrid routing protocol in a vehicular ad hoc network environment can reduce delay, packet flooding, and excess bandwidth usage on the network. However, traditional zone routing protocol is only configured for one fixed radius value, which makes it not adapt to existing network conditions. Zone dynamics with adaptive radius values in zone routing protocol are used so that zones formed by nodes are more optimal. In adapting the radius value to make the zone dynamics necessary, the optimal configuration of the radius update time is required. Simulations and tests that have been carried out with NS-2 show that the proper update time can improve zone routing protocol performance with a low end-to-end delay and routing overhead value, but has a high packet delivery ratio.