Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

MODEL PERMAINAN AKTIVITAS LUAR KELAS UNTUK MENGEMBANGKAN RANAH KOGNITIF, AFEKTIF, DAN PSIKOMOTORIK SISWA SMA Setyawan, Hendra; Dimyati, Dimyati
Jurnal Keolahragaan Vol 3, No 2: September 2015
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.383 KB) | DOI: 10.21831/jk.v3i2.6230

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan model-model permainan Aktivitas Luar kelas (ALK) yang layak digunakan sebagai materi pembelajaran penjas, serta efektif untuk mengembangkan ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa SMA. Penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) pengumpulan informasi di lapangan, (2) menganalisis informasi yang telah dikumpulkan, (3) mengembangkan produk awal, (4) validasi ahli dan revisi, (5) uji coba skala kecil dan  revisi, (6) uji coba skala besar dan revisi, dan (7) pembuatan produk final. Uji coba skala kecil dilakukan terhadap siswa kelas X-D dan XI-IPA 4 dari SMA N I Prambanan berjumlah 66 orang. Uji coba skala besar dilakukan terhadap siswa kelas X-G, X-H, XI-IPS 3, dan XI-BHS dari SMA N I Prambanan berjumlah 132 orang. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu; (1) pedoman wawancara, (2) skala nilai, (3) pedoman observasi permainan, (4) pedoman observasi keefektifan permainan, (5) pedoman observasi terhadap guru pelaku uji coba, dan (6) rubrik penilaian siswa. Teknik analisis data dengan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian berupa tujuh model permainan yang layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran penjas, hal ini dibuktikan dengan perolehan persentase sebesar 100% dari data hasil kuesioner skala nilai, observasi model permainan, observasi keefektifan permainan, dan observasi guru pelaku uji coba. Model permainan juga efektif untuk mengembangkan ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik, yang dibuktikan dengan terjadinya peningkatan persentase nilai rata-rata siswa sebesar 21%. Kata kunci: model, permainan, aktivitas luar kelas, kognitif, afektif, psikomotorik THE OUTDOOR ACTIVITY GAME MODEL TO DEVELOP THE ASPECT OF COGNITIVE, AFFECTIVE, AND PSYCHOMOTOR OF THE SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Abstract This study aims at producing outdoor activity game models which are proper to be used for physicall education learning and developing cognitive, affective, and psychomotor domains for senior high school students. This educational research and development was carried out following the steps of developing research, consisting of: (1) collecting information, (2) information analysis, (3) developing initial product, (4) expert validation and revision, (5) preliminary field test and revision, (6) main field test and revision, and (7) making the final product. The small field try out is done for the students of the class X-H and XI-IPA 3 from SMA N 1 Prambanan, with the total number of students 66. The big field try out is done for the students of class X-G, X-H, XI-IPS, and XI Bahasa from SMA N 1 Prambanan, with the total number students 132. The data instruments collecting which were used were: (1) interview guide, (2) rating scale, (3) observation guide for games observation, (4) observation guide for games effectiveness, and (5) observation guide for perpetrator teachers, (6) scoring rubric for measuring student’s work. The data were analyzed using quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. The results of the study in the form of seven models of the game are proper and effective to be used in physicall education, this is proved by percentage result about 100% from score scale questioner data, game model observation, observation for the offender trial teacher. Besides, the game is also effective for developing the aspect of cognitive, affective, and psychomotor which is proved by the increasing of percentage average of the students about 21%. Keywords: models, games, outdoor activity, cognitive, affective, psychomotor
Pengembangan Media Flipbook Berbasis Fabel untuk Meningkatkan Pemahaman Pesan Moral pada Peserta Didik Kelas Sekolah Dasar Yusuf, Nidar; Setyawan, Hendra; Immawati, Sri; Santoso, Gunawan; Usman, Muhammad
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 5 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3735

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan masalah minimnya ketertarikan peserta didik dalam pembelajaran karena kurangnya media pembelajaran dan kurangnya pemahaman peserta didik terhadap pemahaman pesan moral dalam materi fabel. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media flipbook berbasis fabel untuk meningkatkan pemahaman pesan moral pada peserta didik kelas 3 SDN Krukut 01 Pagi dan mengetahui efektivitas penggunaan media tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RnD) model Borg dan Gall dengan delapan tahapan pengembangan yaitu penelitian dan pengumpulan informasi awal, perencanaan, pengembangan format produk awal, uji (try out) kelayakan, try out  utama  lapangan, revisi akhir (produk). Hasil penelitian ini adalah 1) validasi materi memperoleh persentase rata-rata 86% sedangkan media memperoleh 88,65% kategori sangat layak; 2) respons peserta didik secara keseluruhan 92,45% dengan kategori sangat layak; 3) efektivitas penggunaan media flipbook berbasis fabel untuk meningkatkan pemahaman pesan moral pada peserta didik kelas 3 SDN Krukut 01 Pagi secara keseluruhan memperoleh 0,7 dengan kategori sedang. Kesimpulan penelitian ini adalah media flipbook berbasis fabel untuk meningkatkan pemahaman pesan moral pada peserta didik kelas 3 SDN Krukut 01 Pagi dengan tautan kumpulan cerita fabel kelas 3 (fliphtml5.com) dinyatakan sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran dan dapat digunakan dalam pembelajaran.
The differences in learning outcomes in students' archery skills according to physiological ability Widiyanto, Widiyanto; Setyawan, Hendra; Suharjana, Suharjana; Garcí­a-Jiménez, José Vicente; Pavlovic, Ratko; Nowak, Agnieszka Magdalena; Susanto, Nugroho; Gusliana-HB, Gusliana-HB; Bin Shahri, Mohd Izwan
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol. 43 No. 2 (2024): Cakrawala Pendidikan (June 2024)
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v43i2.63268

Abstract

This study aims to compare how students learn archery skills in terms of physiological ability factors arising from first, middle, and last shots. Arm muscular strength is one physiological ability aspect that affects archery skills. Physical fitness has a big impact on archery success or accomplishment. This comparative quantitative study aims to ascertain how much student learning outcomes for archery skills vary or differ from one another. Thirty individuals from five different classes of Physical Education, Health, and Recreation (2019/2020) were sampled using the cluster random sampling method. Inferential one-way ANOVA descriptive statistics were employed for data analysis in this study, with a significance threshold of α 0.05. The research results show a difference in the average of the three archery skills learning outcomes for the students. The differences are between the outcomes of the first shot (encroachment), middle shot, and final shot. The results of Tukey's post hoc follow-up test indicated that (1) there was a significant difference (p < 0.05) in the average shot result (encroachment) between the first and the middle shots; (2) there was a significant difference (p < 0.05) in the average shot result (increase) between the first and the last shots; and (3) there is no significant difference (p < 0.05) in the average shot results between the middle shot and the last shot (p < 0.05).
Pengembangan Media Flipbook Berbasis Fabel untuk Meningkatkan Pemahaman Pesan Moral pada Peserta Didik Kelas Sekolah Dasar Yusuf, Nidar; Setyawan, Hendra; Immawati, Sri; Santoso, Gunawan; Usman, Muhammad
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 5 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3735

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan masalah minimnya ketertarikan peserta didik dalam pembelajaran karena kurangnya media pembelajaran dan kurangnya pemahaman peserta didik terhadap pemahaman pesan moral dalam materi fabel. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media flipbook berbasis fabel untuk meningkatkan pemahaman pesan moral pada peserta didik kelas 3 SDN Krukut 01 Pagi dan mengetahui efektivitas penggunaan media tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RnD) model Borg dan Gall dengan delapan tahapan pengembangan yaitu penelitian dan pengumpulan informasi awal, perencanaan, pengembangan format produk awal, uji (try out) kelayakan, try out  utama  lapangan, revisi akhir (produk). Hasil penelitian ini adalah 1) validasi materi memperoleh persentase rata-rata 86% sedangkan media memperoleh 88,65% kategori sangat layak; 2) respons peserta didik secara keseluruhan 92,45% dengan kategori sangat layak; 3) efektivitas penggunaan media flipbook berbasis fabel untuk meningkatkan pemahaman pesan moral pada peserta didik kelas 3 SDN Krukut 01 Pagi secara keseluruhan memperoleh 0,7 dengan kategori sedang. Kesimpulan penelitian ini adalah media flipbook berbasis fabel untuk meningkatkan pemahaman pesan moral pada peserta didik kelas 3 SDN Krukut 01 Pagi dengan tautan kumpulan cerita fabel kelas 3 (fliphtml5.com) dinyatakan sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran dan dapat digunakan dalam pembelajaran.
Pengaruh Energizer Kerang Dara, Kerang Hijau, dan Kerang Tiram terhadap Kekerasan Perkakas Potong HSS pada Proses Powder Nitriding Setyawan, Hendra; Jaman, Winda Sri; Sonjaya, Muhammad Luthfi; Alfarizi, Tito
Majalah Teknik Industri Vol 32 No 2 (2024): Majalah Teknik Industri
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkakas potong dari High-Speed Steel (HSS) memiliki peran krusial dalam industri manufaktur, terutama dalam proses pemotongan dan pembentukan material. Kekerasan dan ketahanan aus dari perkakas potong sangat mempengaruhi efisiensi dan kualitas produksi. Proses nitriding adalah metode yang umum digunakan untuk meningkatkan sifat mekanik HSS, dengan tujuan meningkatkan kekerasan permukaan dan ketahanan aus melalui difusi nitrogen ke dalam material. Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan bahan alami sebagai energizer dalam proses powder nitriding, khususnya cangkang kerang dara, kerang hijau, dan kerang tiram. Bahan-bahan ini kaya akan kalsium karbonat (CaCO3) dan mineral lain yang dapat memperkuat hasil nitriding. Sampel HSS tanpa perlakuan nitridasi memiliki kekerasan dasar 784,73 HVN, digunakan sebagai baseline untuk mengevaluasi efektivitas proses nitriding dengan energizer kerang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua jenis kerang mampu meningkatkan kekerasan HSS, dengan cangkang kerang tiram memberikan peningkatan tertinggi hingga 71,6% (1346,47 HVN) pada suhu 600°C selama 3 jam. Kerang hijau menunjukkan stabilitas kekerasan yang baik di berbagai kondisi, sedangkan kerang dara mengalami penurunan kekerasan pada suhu tinggi, akibat over-diffusion nitrogen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan energizer cangkang kerang, terutama kerang tiram pada proses powder nitriding, dapat meningkatkan kekerasan HSS secara signifikan.
Analisis hubungan kualitas tidur dan frekuensi latihan terhadap VO₂max mahasiswa Rizqiyanti, Yeni; Widiyanto, Widiyanto; Setyawan, Hendra
Jurnal Pedagogi Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpok.v6i1.23785

Abstract

Kebugaran jasmani merupakan salah satu komponen penting yang harus dimiliki oleh mahasiswa program studi olahraga guna mendukung aktivitas akademik, praktikum, dan kesiapan fisik dalam mengikuti perkuliahan. Salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur kebugaran jasmani adalah kapasitas aerobik maksimal (VO₂max), yang merefleksikan kemampuan sistem kardiorespirasi seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dan frekuensi latihan terhadap hasil tes VO₂max pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan metode total sampling yang melibatkan 31 mahasiswa sebagai responden. Instrumen yang digunakan meliputi Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur, International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) untuk mengukur frekuensi latihan, serta tes Cooper 12 menit untuk memperoleh data VO₂max secara langsung. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi latihan memiliki hubungan yang signifikan dengan hasil VO₂max (p 0,05), sedangkan kualitas tidur tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p 0,05). Simpulan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan frekuensi latihan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kebugaran jasmani mahasiswa, khususnya dalam aspek kapasitas aerobik. Implikasi dari hasil ini memperkuat pentingnya pelaksanaan program latihan fisik secara rutin dalam lingkungan pendidikan olahraga, serta memberikan rekomendasi agar penelitian lanjutan mengkaji variabel lain seperti intensitas latihan, durasi tidur, atau faktor gizi untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.
Manajemen Alokasi Waktu Pendidikan Jasmani (PE) Untuk Mempertahankan Kebugaran Siswa Setyawan, Hendra; Gani, Ismail
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.242

Abstract

Berkembanganya teknologi memberikan banyak kemudahan bagi siswa. Namun sayangnya, kemudahan tersebut juga memiliki dampak negatif yang perlu dicegah dengan memainkan peran pendidikan jasmani yang memiliki ciri khusus aktivitas gerak. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi terkait kurang idealnya pengelolaan alokasi waktu dalam pendidikan jasmani yang dapat berdampak terhadap berbagai masalah kebugaran dan kesehatan akibat perilaku kurang gerak bagi siswa. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif-kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang mengkaji berbagai literatur seperti jurnal, buku, website dan artikel ilmiah yang relevan. Kesimpulannya yaitu PE yang selama ini dilakukan 1 kali perminggu belum mampu mengatasi permasalahan kesehatan dan kebugaran peserta didik. Perlu adanya perbaikan program PE dengan pendistribusian alokasi waktu PE secara terukur agar dapat memberikan sumbangan dalam meningkatkan kebugaran dan perilaku hidup aktif. Indikasi rendahnya tingkat kebugaran jasmani siswa dapat diakibatkan pelajaran PE yang tidak memperhatikan alokasi waktu. Pendistribusian alokasi waktu PE yang dilaksanakan 4 x seminggu dengan waktu 35 menit akan dapat memberikan pengaruh yang signifikan dibandingkan hanya 1 x seminggu dengan waktu 140 menit. Oleh karena itu, program kebugaran jasmani yang realistic pada kondisi ini perlu menjadi pertimbangan kebijakan pemerintah dalam memberikan alokasi waktu yang ideal pada PE. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu intervensi dan pertimbangan pemerintah dengan memberikan kebijakan pendistribusian waktu yang dapat meningkatkan frekuensi dan intensitas aktivitas fisik pelajaran PE di sekolah. Perubahan pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani dari 1 kali per minggu dengan waktu 3 x 45 menit atau 135 menit, menjadi 4 kali pertemuan per minggu dengan waktu 45 menit per tatap muka merupakan jalan keluar dari permasalahan kurangnya aktivitas fisik dan menurunnya tingkat kebugaran jasmani siswa. PE memiliki peran yang dapat dimainkan dalam memenuhi kebutuhan aktivitas fisik harian remaja yang direkomendasikan, serta berbagai manfaat kesehatan masyarakat lainya. Dengan demikian, diantara cara untuk mengurangi penyakit akibat kurang gerak bagi para siswa adalah dengan meningkatkan durasi pelajaran PE di sekolah pada semua jenjang pendidikan.
Penguatan Evaluasi Budaya Literasi Pembelajaran PJOK Kurikulum 2013 SMP Di Indonesia Setyawan, Hendra; Gani, Ismail
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2023): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v4i1.244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penguatan evaluasi budaya literasi dan faktor-faktor penghambatnya pada pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan (PJOK) Kurikulum 2013 jenjang SMP di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kombinasi model concurrent embedded, dengan metode kuantitatif sebagai metode primer dan metode kualitatif sebagai metode sekunder. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan sistem purpose sampling. Sampel penelitian kuantitatif yakni 105 responden guru PJOK SMP di delapan propinsi yang mewakili deskripsi penguatan budaya literasi pembelajaran PJOK di sekolah masing-masing. Adapun untuk sampel kualitatif adalah 6 partisipan yang terdiri dari 2 kepsek, 3 wakil kurikulum, dan 1 guru PJOK senior SMP. Data kuantitatif diambil dengan kuesioner skala likert 1-4, sedangkan data kualitatif diambil dengan wawancara semiterstruktur. Analisis data kuantitaif menggunakan statistik deskriptif, sedangkan analisis data kualitatif dengan mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa penguatan evaluasi budaya literasi pada pembelajaran PJOK SMP kurikulum 2013 dalam kategori baik dengan nilai 84.76 %. Hal ini di dukung dengan data kualitatif yang menyatakan bahwa evaluasi budaya literasi pada pembelajaran PJOK kurikulum 2013 sudah berjalan dengan baik. Adapun faktor-faktor penghambat penguatan penguatan budaya literasi pada pembelajaran PJOK kurikulum 2013, yakni: sebagian siswa kurang suka membaca informasi terkait materi olahraga/pjok, kurangnya kesadaran siswa dalam pembiasaan budaya literasi, kurang motivasi dari orang tua, kurangnya pemahaman guru PJOK pada penerapan literasi pembelajaran, keterbatasan ketrampilan tenaga pendidik, serta minimnya literasi sejak pembelajaran daring masa pandemi covid 19 khususnya pada PJOK. Selain itu guru juga cukup kesulitan dalam mengevaluasi penilaian budaya literasi karena proses pembelajaran berlangsung secara daring, hasil sering tidak relevan dengan perencanaan, serta keadaan siswa yang tidak serius dalam mengikuti pembelajaran