Yayi Arsandrie
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 64 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Humanizing Space: Desain Corner Driver Ojek Online di Kawasan Perkantoran ASTC Tangerang Syafira Aura Harfi Putri; Q Qomarun; Yayi Arsandrie
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan layanan transportasi daring mendorong munculnya kebutuhan ruang tunggu informal bagi driver ojek online, khususnya di kawasan perkantoran dengan intensitas mobilitas tinggi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas ruang mikro corner driver ojek online di kawasan Alam Sutera Town Center (ASTC) Tangerang berdasarkan prinsip Humanizing Space. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan analisis spasial dan perilaku pengguna, didukung observasi lapangan, wawancara, serta dokumentasi visual. Evaluasi ruang dilakukan melalui tiga parameter utama, yaitu kenyamanan termal, visual, dan sosial, yang diukur menggunakan skala penilaian bertingkat untuk mengurangi subjektivitas analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang mikro telah berfungsi secara operasional sebagai titik menunggu, namun belum sepenuhnya memenuhi prinsip Humanizing Space. Kenyamanan visual memiliki tingkat pemenuhan tertinggi (82,5%), sementara kenyamanan termal menunjukkan tingkat pemenuhan terendah (42,5%) akibat keterbatasan elemen peneduh dan perlindungan cuaca. Kenyamanan sosial berada pada tingkat sedang (50%) karena aktivitas interaksi belum didukung fasilitas yang memadai. Temuan ini menegaskan perlunya perancangan ruang mikro berbasis perilaku pengguna untuk meningkatkan kualitas kenyamanan dan pengalaman ruang bagi driver ojek online.
Evaluasi Pencahayaan GOR Tapak Suci Yogyakarta dengan Simulasi DIALux untuk Optimalisasi Kenyamanan Visual Ardian Winilih; Yayi Arsandrie
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mendukung kegiatan olahraga modern yang didasari infrastruktur berkualitas dengan sistem pencahayaan yang nyaman sehingga dapat mendukung kegiatan aktivitas fisik maupun kinerja atlet. Analisis sistem pencahayaan dilakukan untuk mengetahui sistem pencahayaan yang tepat dan mendukung kenyamanan visual bagi pengguna Gedung Olahraga tersebut. Penelitian ini menerapkan metode Design Based-Research (DBR) dengan data awal berupa desain perencanaan menggunakan analisis berulang dan simulasi perangkat lunak DIALux yang berfokus untuk pembuatan tata letak pencahayaan prototype untuk menyempurnakan desain perencanaan sebelum bangunan tersebut dibangun. Hasil dari simulasi kuat arus pencahayaan di bangunan ini menghasilkan beberapa kondisi ruang seperti arena pertandingan yang mendapatkan hasil sebesar 792 lux yang memiliki kuat pencahayaan yang tinggi. Berdasarkan standar Permenpora No.0445 th 2014 dan SNI 6197:2020, ruang tribun juga masih memiliki tingkat kesilauan yang relatif tinggi (25), hal ini menyebabkan gangguan bagi pengunjung dan atlet pada saat melakukan kegiatan olahraga. Rekomendasi desain yang dapat diberikan untuk Gedung Olahraga ini adalah dengan menggunakan lampu LED High bay dan LED Flood light yang memiliki lumen tinggi, serta material lantai seperti vinyl, parket dan epoxy dengan finishing glosy, dinding seperti cat berwarma putih. Untuk meningkatkan kenyamanan visual bagi atlet dan penonton.
Evaluasi Kualitas Ruang Jalan pada Koridor Pendidikan Binus ASO-Santa Laurensia Igo Rangga Saputra; Q Qomarun; Yayi Arsandrie
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang jalan pada kawasan pendidikan memiliki kompleksitas aktivitas yang tinggi, namun sering kali belum memenuhi standar aksesibilitas dan kenyamanan bagi seluruh kelompok pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas ruang pedestrian pada koridor pendidikan Binus ASO-Santa Laurensia di kawasan Alam Sutera berdasarkan prinsip Universal Design (UD) dan Human-Centered Design (HCD). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan dukungan data kuantitatif melalui observasi lapangan, pengukuran teknis, dan dokumentasi pada tiga segmen koridor. Evaluasi dilakukan dengan merujuk pada standar Permen PUPR No. 03/2014 dan SNI 8153:2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun dimensi lebar trotoar pada sebagian besar segmen telah memenuhi standar minimal (250 cm), aspek kontinuitas jalur masih sering terganggu oleh aktivitas drop-off kendaraan, parkir liar, dan keberadaan elemen utilitas. Implementasi prinsip Universal Design ditemukan masih sangat rendah, ditandai dengan ketiadaan fasilitas guiding block yang berkelanjutan dan kemiringan ramp yang tidak standar. Dari perspektif Human-Centered Design, ditemukan tingkat konflik ruang yang tinggi antara pejalan kaki dan kendaraan bermotor serta rendahnya kualitas pencahayaan pada malam hari yang menurunkan rasa aman dan nyaman pengguna. Secara keseluruhan, koridor pendidikan ini belum sepenuhnya inklusif dan masih berorientasi pada pergerakan kendaraan. Rekomendasi penelitian mencakup penataan ulang area drop-off, penyediaan fasilitas aksesibilitas yang terintegrasi bagi penyandang disabilitas, serta penguatan pengawasan terhadap penyalahgunaan fungsi trotoar dan jalur sepeda.
Kajian Pola Tata Ruang dan Bentuk Rumah Tapak di Permukiman Gang Venoes, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat Wahyu Rafif Fadil; Yayi Arsandrie
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukiman padat perkotaan di Jakarta, khususnya di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, berkembang secara organik akibat keterbatasan lahan dan tingginya kepadatan penduduk. Salah satu contohnya adalah kawasan Gang Venoes di Tambora. Kepadatan hunian yang ekstrem berdampak pada terbentuknya pola tata ruang dan bentuk rumah tapak adaptif, yang seringkali menghadapi permasalahan pencahayaan alami, ventilasi, serta kenyamanan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola tata ruang dan bentuk rumah tapak di permukiman padat Gang Venoes, Tambora, Jakarta Barat, serta kondisi pencahayaan, ventilasi, dan kenyamanan ruang sebagai representasi adaptasi arsitektur pada lahan sempit. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan observasi lapangan, pengukuran, dokumentasi visual, dan wawancara penghuni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi permukiman rumah tapak di Gang Venoes memiliki karakter kepadatan tinggi, gang sempit, dan jarak antar rumah yang hanya sebesar 60-100 cm, sehingga pola tata ruang hunian terbentuk secara organik dan adaptif terhadap keterbatasan lahan. Keterbatasan fisik kawasan menyebabkan pencahayaan alami dan ventilasi udara tidak optimal akibat bukaan terbatas dan ruang multifungsi, meskipun gang berperan sebagai ruang sosial pendukung kenyamanan. Rekomendasi untuk optimalisasi hunian memerlukan strategi desain kontekstual melalui penyediaan bukaan vertikal, void, dan skylight, serta penataan lingkungan berbasis perbaikan in-situ secara partisipatif.
Evaluasi Sirkulasi dan Penataan Area Parkir di Kawasan Mixed-Use Wisata Pantai Kuta dan Beachwalk Shopping Center Bali Mohamad Afif Dzakwan; Yayi Arsandrie
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Pantai Kuta merupakan destinasi wisata utama di Bali dengan intensitas aktivitas wisata dan komersial yang tinggi, ditandai dengan keberadaan Beachwalk Shopping Center sebagai pusat perbelanjaan modern di tepi pantai. Namun, perkembangan kawasan tersebut belum diimbangi dengan sistem sirkulasi dan penataan parkir yang baik sehingga menimbulkan permasalahan tata ruang dan kenyamanan kawasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif melalui observasi lapangan, pemetaan kondisi eksisting, serta analisis kapasitas parkir dan pola sirkulasi kawasan. Metode kuantitatif ditambahkan untuk memperkuat hasil observasi melalui data numerik terukur yang dianalisis menggunakan DepthmapX dan kuesioner. Pendekatan deskriptif analitis digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan dan potensi penataan kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fasilitas parkir di luar badan jalan di area depan Beachwalk Shopping Center Bali belum mampu mendukung sistem sirkulasi yang tertib dan nyaman akibat tingginya intensitas aktivitas wisata dan perdagangan yang tidak diimbangi kapasitas parkir memadai. Keterbatasan elemen pendukung, seperti marka, rambu, jalur pedestrian dan fasilitas aksesibilitas, turut menurunkan tingkat kenyamanan dan keselamatan, sehingga area ini menjadi titik dengan kepadatan lalu lintas tertinggi di kawasan studi. Oleh karena itu, diperlukan penataan ulang sistem parkir dan sirkulasi yang mengacu pada standar teknis, meliputi pola dan dimensi parkir, jalur sirkulasi kendaraan, serta penyediaan elemen pendukung dan peningkatan fasilitas pedestrian yang terintegrasi, aksesibel, dan berkelanjutan, khususnya pada periode kunjungan tinggi.
Studi Kebutuhan Ruang, Sirkulasi, dan Privasi pada Konsep Rumah Tinggal Two-Unit House Naufal Hilman D.E. Purwadi Putra; Yayi Arsandrie
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang berkelanjutan berdampak pada semakin terbatasnya ketersediaan lahan, sehingga hunian vertikal menjadi salah satu solusi pemenuhan kebutuhan ruang, termasuk konsep rumah tinggal two-unit house. Hunian yang dihuni oleh lebih dari satu keluarga ini menghadirkan tantangan perancangan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan ruang tiap unit, pengaturan sirkulasi, serta penetapan batas privasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aspek kebutuhan ruang, sirkulasi, dan privasi sebagai faktor utama kenyamanan rumah tinggal dengan menggunakan metode design-based research yang dilakukan melalui tahapan evaluasi desain awal, permasalahan desain, dan perumusan rekomendasi desain untuk tahap selanjutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada studi kasus rumah tinggal di Palur, kebutuhan ruang kedua keluarga diupayakan memenuhi standar, namun karena keterbatasan lahan, persinggungan sirkulasi masih terjadi terutama pada ruang privat dan semi-privat, seperti ruang tidur anak, dapur, dan koridor tangga yang berdampak pada menurunnya tingkat privasi penghuni. Rekomendasi desain untuk memenuhi kebutuhan rumah tinggal dengan konsep two-unit house dapat dilakukan dengan penerapan ruang yang lebih efisien atau penambahan lantai untuk kegiatan bersama. Perencanaan sirkulasi yang terpisah menjadi strategi utama untuk meningkatkan kenyamanan dan privasi hunian two-unit house.
Studi Penyebaran Pengunjung dan Konfigurasi Ruang The Hallway Space, Bandung dengan Metode Space Syntax Naila Zahwa Nuwayyar; Yayi Arsandrie
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Re-branding pasar tradisional di kota-kota besar Indonesia, menjadi cara untuk tetap menarik minat generasi muda. Salah satu contoh transformasi tersebut adalah The Hallway Space di Bandung. Ruang ini berfungsi tidak hanya digunakan sebagai area komersial, tetapi juga sebagai ruang bersosialisasi. Namun, ditemukan permasalahan berupa penyebaran pengunjung yang tidak merata serta hasil konfigurasi ruang dalam analisis Space Syntax dan observasi langsung yang tidak sepenuhnya sejalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penyebaran pengunjung dan konfigurasi ruang di The Hallway Space serta merumuskan rekomendasi desain layout dan sirkulasi yang lebih efektif. Penelitian ini menggunakan metode Space Syntax melalui Visual Graphic Analysis (VGA) dan Human Mapping untuk membandingkan hasil simulasi spasial dengan kondisi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya penggunaan jalur sirkulasi yang tidak seimbang, dimana akses utama lebih dominan dibandingkan akses sekunder. Analisis Space Syntax juga menunjukkan area retail yang kurang terjangkau, menandakan konfigurasi ruang belum optimal. Rekomendasi desain difokuskan pada penataan ulang layout ruang, peningkatan keterbacaan zonasi melalui kode warna, serta penambahan elemen orientasi visual untuk mendukung sirkulasi pengunjung lebih optimal.
Analisis Potensi Konservasi Air pada Desain Pabrik PT JJD Outdoor Products Indonesia di Kawasan Industri Batang Harfairuz Muhammad Arkan; Yayi Arsandrie
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan industri memiliki kebutuhan air yang tinggi sehingga berpotensi meningkatkan tekanan terhadap ketersediaan sumber daya air. Kondisi tersebut menuntut penerapan strategi konservasi air yang terintegrasi sejak tahap perencanaan desain bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi konservasi air pada desain pabrik PT JJD Outdoor Products Indonesia yang berlokasi di Kawasan Industri Terpadu Batang. Penelitian menggunakan pendekatan Design-Based Research dengan metode analisis deskriptif-kualitatif terhadap sistem pengelolaan air berdasarkan dokumen perencanaan arsitektur dan mekanikal-elektrikal-plumbing (MEP). Analisis dilakukan dengan mengacu pada kategori Water Conservation (WAC) dalam Greenship New Building, dengan fokus pada kriteria WAC 3 (Daur Ulang Air) dan WAC 5 (Penampungan Air Hujan) yang relevan untuk tahap perencanaan desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengelolaan air eksisting masih berorientasi pada pemenuhan utilitas dasar dan belum memanfaatkan air hujan maupun air limbah terolah sebagai sumber air non-potabel. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan alternatif strategi konservasi air secara konseptual yang meliputi pemisahan sistem air potabel dan air non-potabel, pemanfaatan kembali air limbah domestik terolah, pemanfaatan air hujan melalui rainwater harvesting, serta penerapan drainase berkelanjutan. Strategi ini menunjukkan bahwa konservasi air dapat dioptimalkan melalui integrasi sistem pengelolaan air sejak tahap perencanaan desain bangunan industri.
Strategi Penempatan Material Akustik pada Gedung Serbaguna Pondok Modern Darul Falah Kabupaten Subang Muhammad Rizal Rasyid Prabowo; Yayi Arsandrie
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Serbaguna Pondok Modern Darul Falah Kabupaten Subang dirancang sebagai ruang multifungsi untuk kegiatan ceramah, pembelajaran, rapat, serta pertunjukan seni dan musik, sehingga memerlukan kualitas akustik yang adaptif. Perbedaan karakter kegiatan menuntut pengendalian waktu dengung dan arah pantulan suara agar kejernihan ucapan dan kenyamanan pendengaran tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi penempatan material akustik yang fleksibel pada ruang serbaguna. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan studi komparatif, dengan analisis karakteristik material berdasarkan nilai koefisien serapan bunyi Noise Reduction Coefficient (NRC), prinsip pantulan suara, serta standar akustik ISO 3382-2 dan SNI 03-6386-2000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa standar waktu dengung yang direkomendasikan untuk kegiatan ceramah dan pembelajaran adalah 0,8-1,2 detik, sedangkan untuk kegiatan seni dan pertunjukan musik adalah 1,3-1,8 detik. Rekomendasi strategi penempatan material akustik berdasarkan zona sumber bunyi, yaitu: Zona 0 (jarak 0-1,5 m) menggunakan material semi-reflektif dengan sudut kemiringan 0°-5°; Zona 1 (jarak 1,5-4 m) menggunakan material penyerap dengan sudut 5°-10°; Zona 2 (jarak 4-8 m) mengombinasikan absorber dan diffuser dengan sudut 5°-12°; dan Zona 3 (jarak >8 m) menggunakan material penyerap tinggi dengan sudut 0°-5°. Fleksibilitas penyesuaian akustik dicapai melalui penerapan panel modular dan tirai akustik yang dapat diaktifkan atau dinonaktifkan sesuai jenis kegiatannya, yaitu untuk kegiatan ceramah dan pembelajaran atau untuk kegiatan seni dan pertunjukan music.
Optimalisasi Kenyamanan Termal Studio Nyiku Design melalui Modifikasi Material Insulasi Panas dalam Ruang Dwi Salsabila Syafiyah; Yayi Arsandrie
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenyamanan termal ruang kerja sangat penting untuk meningkatkan kenyamanan dan produktivitas pengguna ruang kerja. Studio Nyiku Design sebagai ruang kerja arsitektur menggunakan material spandek pada lapisan dinding luar, yang memiliki konduktivitas panas tinggi dan berpotensi menyebabkan peningkatan suhu ruang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi termal ruang Studio Nyiku Design, persepsi pengguna tentang kenyamanan termal, dan menentukan material insulasi dinding yang paling cocok untuk meningkatkan kenyamanan termal di ruang studio arsitektur Nyiku Design. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif diperoleh dari studi literatur terkait kenyamanan termal, standar SNI dan ASHRAE, serta karakteristik material insulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi termal eksisting Studio Nyiku Design belum memenuhi standar kenyamanan termal, terutama pada rentang waktu siang hingga sore hari, dan berdampak pada penurunan kenyamanan serta produktivitas pengguna. Dari hasil analisis material, polyurethane foam memiliki kinerja termal terbaik secara teoritis, namun kurang aplikatif untuk bangunan kerja skala kecil. Glasswool dinilai sebagai material insulasi yang paling efektif dan aplikatif, dengan ketebalan sekitar ±7 cm, karena mampu mereduksi panas secara signifikan serta mudah diterapkan pada sistem dinding eksisting. Penerapan glasswool diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan termal ruang dan mendukung produktivitas pengguna secara berkelanjutan.