Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENDAMPINGAN MAGANG MAHASISWA DI SEKOLAH DASAR KABUPATEN MELAWI DALAM IMPLEMENTASI MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) Mastiah Mastiah; Asep Eka Nugraha
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v4i2.2521

Abstract

Abstract: Internship is one of the activities in implementing MBKM. The problem faced by students in this activity is that students do not have experience in carrying out internships. Therefore, it is necessary to provide assistance to students in carrying out internships. The aim of implementing this PKM is to guide and direct students in carrying out internships. The method for implementing this PKM is by providing material regarding internships, direct guidance both individually and in groups, direct observation, and collaboration. The students targeted in this PKM are students who carry out internships at SDN 28 Kelakik and SDN 07 Nanga Pak. As a result of implementing PKM, student assistance in internship activities is carried out before, during and after the internship activities are carried out. The mentoring provided is in 7 mentoring activities, namely 1) provision of internships, 2) delivery of intern students to the school where they are interned, 3) individual guidance, 4) group guidance, 5) monitoring and evaluation, 6) guidance in preparing the final assignment, 7 ) withdrawal of internship students.Keywords: internship assistance, MBKM implementation Abstrak: Magang merupakan salah satu kegiatan dalam implementasi MBKM. Permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa dalam kegiatan ini adalah mahasiswa belum memiliki pengalaman dalam melaksanakan magang. Oleh karena itu, perlu dilaksanakan pendampingan kepada mahasiswa dalam melaksanakan magang. Tujuan dilaksanakan PKM ini adalah membimbing dan mengarahkan mahasiswa dalam melaksanakan magang. Metode pelaksanaan PKM ini adalah dengan memberikan pembekalan materi tentang magang, bimbingan langsung baik secara individu maupun kelompok, observasi langsung, dan kolaborasi. Adapun mahasiswa yang menjadi sasaran dalam PKM ini adalah mahasiswa-mahasiswa yang melaksanakan magang di SDN 28 Kelakik dan SDN 07 Nanga Pak. Hasil pelaksanaan PKM, pendampingan mahasiswa dalam kegiatan magang dilakukan sebelum, selama, dan setelah kegiatan magang dilaksanakan. Pendampingan yang dilakukan adalah dalam 7  kegiatan pendampingan, yaitu 1) pembekalan magang, 2) pengantaran mahasiswa magang ke sekolah tempat magang, 3) bimbingan secara individu, 4) bimbingan kelompok, 5) monitoring dan evaluasi, 6) bimbingan penyusunan tugas akhir, 7) penarikan mahasiswa magang.Kata kunci: pendampingan magang, implementasi MBKM
PELATIHAN TEKNIK PARAFRASE UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENULISAN ILMIAH MAHASISWA STKIP MELAWI Mastiah Mastiah; Aprima Tirsa
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v5i1.3402

Abstract

Abstract:This community service program was conducted as an effort to address the low proficiency of students in producing accurate and effective paraphrases. The primary target of this training was final-year students working on their theses or dissertations, as well as students enrolled in research methodology courses. The training was implemented through three main stages: preparation, execution, and evaluation. The results indicate that the training successfully enhanced students' paraphrasing skills. Most participants demonstrated improved application of paraphrasing techniques and a deeper understanding of the importance of academic integrity.Keyword: Paraphrasing, Academic Proficiency, Academic Integrity, Training Abstrak: Kegiatan pengabdian ini diselenggarakan sebagai upaya untuk mengatasi rendahnya kemampuan mahasiswa dalam melakukan parafrase yang baik dan benar. Target utama pelatihan ini adalah mahasiswa tingkat akhir yang sedang menulis tugas akhir atau skripsi, serta mahasiswa yang mengikuti mata kuliah metodologi penelitian. Pelatihan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelatihan ini berhasil meningkatkan kemampuan parafrase mahasiswa. Sebagian besar mahasiswa berhasil mengaplikasikan teknik parafrase dengan lebih baik dan memahami pentingnya kejujuran akademik.Kata kunci: Parafrase, Kemampuan Akademik, Kejujuran Akademik, Pelatiha 
Cultural and digital literacy in rural indonesian elementary schools: a case study from Melawi Mastiah; Mardiana; Rokiah Paee; Tri Marhaeni Pudji Astuti; Muhammad Akip
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 15 No. 1 (2026): February
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpfkip.v15i1.69-83

Abstract

The present study examines the implementation of cultural and digital literacy in elementary schools in Melawi Regency, Indonesia, a rural area rich in cultural traditions, yet constrained by limited digital infrastructure. This study addresses a gap in previous research, which has not explored the relationship between these two forms of literacy within rural school contexts. This research aims to analyze the implementation of cultural and digital literacy by examining teacher training, classroom practices, the availability of learning resources, and the integration of folklore into instruction. Using a qualitative case study design, data were collected from 22 schools through classroom observations and semi-structured interviews with 22 principals and 22 teachers. The data were analyzed using descriptive qualitative analysis supported by a coding process applied to interview transcripts and observation notes. The findings indicate that: (1) teacher training remains limited, with only 15 schools participating in short district-level workshops; (2) cultural literacy was present in a majority of schools, with folklore integrated into learning activities in 13 out of 22 schools, although the frequency of use varied; and (3) digital literacy has not yet developed due to unstable electricity, weak internet connectivity, and limited opportunities for student engagement. This study contributes to the literature by demonstrating how cultural literacy continues to develop despite digital constraints and filling a research gap concerning the integration of cultural and digital literacy in rural elementary schools.
PENGUATAN LITERASI DIGITAL AKADEMIK MELALUI PELATIHAN MENDELEY DAN SCISPACE Mastiah Mastiah; Ahmad Khoiri; Andika Andika
JUAN: Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : CV Sentra Nusa Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63545/juan.v3.i3.297

Abstract

Keterampilan literasi digital akademik menjadi prasyarat penting bagi mahasiswa dalam menyusun artikel ilmiah yang sistematis, etis, dan siap dipublikasikan. Namun, mahasiswa masih sering menghadapi kendala dalam menelusuri referensi, mengelola sitasi, memahami artikel ilmiah berbahasa asing, serta menyusun daftar pustaka secara konsisten. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi digital akademik mahasiswa melalui pelatihan penggunaan Mendeley dan SciSpace dalam penulisan artikel ilmiah. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan pelatihan partisipatif berbasis praktik langsung melalui tahapan analisis kebutuhan, penyampaian materi, demonstrasi, praktik terarah, pendampingan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert 1-5 terhadap 73 peserta dari beberapa program studi. Data dianalisis secara deskriptif melalui rerata, persentase capaian terhadap skor maksimum, persentase persetujuan, dan uji reliabilitas instrumen. Hasil evaluasi menunjukkan skor keseluruhan sebesar 4,05 atau 80,97% dengan tingkat persetujuan 83,66%. Aspek evaluasi kegiatan memperoleh capaian tertinggi sebesar 85,62%, diikuti dampak pelatihan sebesar 84,12%, kemampuan Mendeley sebesar 80,36%, literasi digital akademik sebesar 80,24%, dan kemampuan SciSpace sebesar 76,99%. Pelatihan berdampak positif terutama pada kemudahan mencari jurnal, percepatan penyusunan daftar pustaka, pemahaman struktur artikel, serta peningkatan kepercayaan diri untuk submit ke jurnal. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi Mendeley dan SciSpace dalam pelatihan berbasis praktik efektif untuk mendukung budaya penulisan ilmiah yang lebih tertib, efisien, dan berintegritas.
Pengembangan Video Animasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Bilangan Siswa Kelas II Sekolah Dasar Widya Puspita Febriyanti; Mastiah
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/caxra.v6i2.3664

Abstract

Rendahnya pemahaman konsep bilangan pada siswa sekolah dasar disebabkan oleh penggunaan media pembelajaran yang kurang menarik dan masih bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media video animasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas II. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah 27 siswa kelas II A SD Negeri 11 Nanga Pinoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan layak digunakan, mudah diterapkan, serta mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Penggunaan video animasi juga mendorong keterlibatan aktif dan membantu siswa memahami konsep secara lebih konkret. Keterbaruan penelitian ini terletak pada pengembangan media video animasi berbasis ADDIE yang dilengkapi dengan uji validitas, reliabilitas, dan analisis peningkatan hasil belajar secara komprehensif. Dengan demikian, media ini dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.
Pemanfaatan Media Buku Cerita Bergambar dalam Memahami Teks Fiksi Kelas V Sekolah Dasar Everlin Gratia Simanjuntak; Mastiah Mastiah
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/caxra.v6i2.3666

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan media buku cerita bergambar dalam pembelajaran teks fiksi serta menganalisis pemahaman siswa terhadap unsur-unsur teks fiksi di kelas V SDN 14 Batu Nanta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, melibatkan satu guru kelas V dan 18 siswa sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dilengkapi dengan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang diorientasikan pada indikator memahami tema, tokoh, latar, alur, dan amanat cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan buku cerita bergambar membantu siswa memahami unsur-unsur cerita secara lebih konkret sehingga keterlibatan dan minat baca siswa meningkat. Mayoritas siswa (15 dari 18) mampu mengidentifikasi tema, tokoh, latar, dan alur dengan baik, sedangkan sebagian kecil siswa (3 dari 18) masih kesulitan dalam menentukan amanat cerita. Secara keseluruhan, penggunaan media buku cerita bergambar mendukung pemahaman teks fiksi di sekolah dasar, meskipun aspek penafsiran amanat tetap memerlukan bimbingan guru yang lebih intensif.
Studi Deskriptif tentang Kemampuan Literasi Membaca Siswa Kelas Rendah SDN 11 Sengkuang Bora Mairiyani Sopanda; Mastiah
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/caxra.v6i2.3710

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan literasi membaca siswa kelas rendah di SDN 11 Sengkuang Bora. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek satu guru kelas II dan 15 siswa kelas II. Data dikumpulkan melalui tes membaca, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi membaca siswa bervariasi dan terbagi dalam kategori sangat baik, baik, kurang, dan sangat kurang. Sebagian siswa mampu mengenali huruf serta membaca suku kata, kata, dan kalimat sederhana dengan lancar, sedangkan sebagian lainnya masih mengalami kesulitan dalam mengenali huruf, pelafalan, dan kelancaran membaca. Faktor yang memengaruhi kemampuan literasi membaca meliputi metode pembelajaran, minat membaca, ketersediaan bahan bacaan, dan konsentrasi siswa. Kegiatan literasi rutin, seperti membaca 15 menit sebelum pembelajaran, terbukti meningkatkan keaktifan dan minat membaca siswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan melalui strategi pembelajaran yang efektif dan pembiasaan membaca secara konsisten untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa