Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL PADA MATA KULIAH SEJARAH ASIA TENGGARA Emi Tipuk Lestari; Fivi Irawani; Arif Januardi
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 8, No 1 (2021): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v8i1.3253

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi pendidikan multikultural pada mata kuliah Sejarah Asia Tenggara. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian: 1) Rencana implementasi pendidikan multikultural pada mata kuliah sejarah Asia Tenggara pada mahasiswa pendidikan sejarah dilakukan di kelas B pagi semester 3 selama bulan juli. Pendidikan multikultur ini dilaksanakan dengan mengintegrasikan dengan mata kuliah Sejarah Asia Tenggara pada kompetensi kemampuan menganalisis perkembangan kawasan Asia Tenggara dewasa ini. 2) Pelaksanaan perkuliahan pendidikan multikultural pada mata kuliah Sejarah Asia Tenggara dilaksanakan secara terintegrasi dengan materi masalah multicultural di Asia Tenggara dengan menggunakan metode diskusi. 3) Terdapat faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pendidikan multikultur dalam mata kuliah Sejarah Asia Tenggara.
Implementation of human-machine friendship learning in the new-normal era Saiful Bahri; Emi Tipuk Lestari
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 15, No 2: May 2021
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.576 KB) | DOI: 10.11591/edulearn.v15i2.18404

Abstract

The 2019 coronavirus disease (COVID-19) pandemic outbreak has changed the conventional learning system to an online learning system. Online learning system is an alternative that can solve this problem with the principles of human-machine friendship learning (HMFL). This research was conducted to obtain an overview of the implementation of human-machine Friendship learning at IKIP PGRI Pontianak, Indonesia. Lecturers and students become research subjects, especially those in the History Education Study Program of the IKIP PGRI Pontianak. The research employed a qualitative approach with the type of phenomenological research. Data collection in this research was carried out by survey, interview and documentation. The results showed: (1) Implementation of HMFL of History Education Study Program of FIPPS IKIP PGRI Pontianak as a solution for implementing learning; (2) Effectiveness of Human-Machine Friendship Learning which is carried out in an effort to break the chain of the spread of COVID-19 using the application as a whole, students are satisfied with flexible learning; (3) The challenges of implementing HMFL include the weak supervision and control of students, the problem of weak internet signals, especially in rural areas, and the relatively high cost of internet quota.
Value Historis Situs Kelenteng Pantulak Sebagai Sumber Belajar IPS Berbasis Pendidikan Multikulture Kelas VII di SMPN 3 Sungai Ambawang Emi Tipuk Lestari; Saiful Bahri; Yulita Dewi Purmintasari
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 16, No 2 (2019): SOCIA: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v16i2.28945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Value Historis situs Klenteng Pantulak tersebut, dan mengetahui pemanfaatan situs Klenteng Pantulak  sebagai sumber belajar  dalam pembelajaran IPS berbasis Pendidikan Multikulture  di SMPN 3 Sungai Ambawang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mix method. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelenteng Pantulak merupakan bentuk akulturasi suku Dayak, Melayu, Madura dan Cina menghasilkan keanekaragaman budaya dan perdamaian antar suku terjalin dengan baik hingga saat ini. Dalam pembelajaran IPS berbasis multikultur Klenteng Pantulak menjadikan sebuah sumber pembalajaran yang tepat dengan materi maupun kondisi siswa di SMP N 3 Ambawang yang multietnis.
Pemahaman Siswa Terhadap Materi Perkembangan Masyarakat Masa Reformasi Sub-bab Konflik Sambas 1999 Emi Tipuk Lestari *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 12, No 1 (2015): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v12i1.5317

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pembelajaran materi perkembangan masyarakat Indonesia pada masa reformasi sub-bab konflik antaretnis sambas tahun 1999 sebagai sumber belajar sejarah kelas XII IPS SMAN 8 Pontianak, meliputi: (1) Pelaksanaan guru dalam menjelaskan materi, (2) Strategi guru dalam menyampaikan nilai historis pada materi, (3) Pemahaman siswa terhadap materi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sampel diambil dengan teknik purposif sampling. Data dikumpulkan dengan observasi langsung, komunikasi langsung, dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pelaksanaan guru dalam menyampaikan materi menggunakan ceramah bervariasi diselingi tanya jawab, dan menampilkan power point diselingi film dokumenter. (2) Strategi guru yaitu dengan mengarahkan siswa menyaksikan film kemudian menjelaskan dampak buruk dari peristiwa tersebut dan mengajak siswa mengambil hikmahnya. (3) Pemahaman siswa terhadap materi cukup baik, yang ditunjukkan keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran. Materi ini menjadikan siswa berfikir kronologis dan memiliki pengetahuan peristiwa masa lampau agar siap menghadapi masa depan. Kata Kunci : pemahaman materi, konflik antaretnis
IMPLEMENTASI NILAI PEDULI SOSIAL MELALUI TRADISI TER-ATER MASYARAKAT SUKU MADURA PADA PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DI MTS AL IKLAS KUALA MANDOR B Saiful Bahri; Emi Tipuk Lestari
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 10, No 2 (2020): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Juni 2020)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/re.v10i2.4514

Abstract

The purpose of this article is to analyze a) the tradition of the terrestrial Madurese community, b) the planning of the development of the value of social care through the terrestrial tradition in learning social studies. 3) Implementation of the development of the value of social care through the tradition of tererer in learning social science.This type of research is a Mixed Method with exploratory type (form) in the form of ethnographic research and classroom action research. Retrieval of data using observations, interviews, and documentation. The validity of the data is done by confirming the results of observations, interviews, documentation. Data credibility testing is done by extending observations, increasing persistence, triangulation of data, member checks, and references. Data analysis uses the interactive model of Miles and Huberman.The results showed that 1) Ter -ater means sharing fortune with relatives, neighbors, teachers and people who are considered worthy of delivery. 2) Planning the development of social care values through the Terterer tradition in social studies learning is carried out with the KD analysis in accordance with the tererier tradition is KD3.2. and KD.3.3. 3) The implementation of the development of the value of social care through this terrestrial tradition is carried out by using two-cycle class action research. Furthermore, the results of the study showed that the first cycle was held four times. In cycle 1 it was found that the teacher had not been able to reach the activities of all students in the class and the learning activities were still very much dominated by the teacher. In the implementation of cycle 2 using the value approach and the learning approach to do this can increase the value of student care through the tererated tradition. The enthusiasm of students can be seen well when assigned to be involved in the activities of tererer in their environment, and students can focus their attention on the material presented
Internalisasi Nilai-Nilai dalam Sistem Beuma Masyarakat Desa Nanga Mahap dalam Pembelajaran IPS Berbasis Etnopedagogi C. Sri Hartaty. S; Saiful Bahri; Emi Tipuk Lestari; Sandie Sandie; Dewi Risalah
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2979

Abstract

Tujuan  penelitian ini adalah  menganalisa Internalisasi Nilai-Nilai Dalam Sistem Beuma Masyarakat Di Desa Nanga Mahap Dalam Pembelajaran IPS Berbasis Etnopedagogi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan dengan observasi langsung, komunikasi langsung, dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: Penelitian ini berusaha memahami bagaimana internalisasi nilai-nilai sistem beuma masyarakat di desa Nanga Mahap dalam pembelajaran IPS berbasis etnopedagogi dalam kearifan lokal. Dalam kehidupan masyarakat desa Nanga Mahap ini tradisi turun temurun kearifan lokalnya yang perlu di jaga untuk diwariskan kepada generasi penerus  yaitu kearifan lokal Beuma  atau  berladang. Menanam padi dengan sistem pertanian Beuma  merupakan cara yang masih di anut oleh sebagian besar masyarakat di Nanga Mahap ini. Masyarakat di Nanga Mahap ini dalam menjalani rutinitas kehidupannya tidak terlepas dari praktek religius tradisonal yang di wariskan oleh para leluhurnya. Dalam pembelajaran IPS melalui Penerapan nilai-nilai kearifan lokal merupakan suatu upaya untuk menanamkan rasa kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sekita. pentingnya nilai-nilai adat dan tradisi yang berlaku untuk lingkungan sekitar. Nilai-nilai budaya bisa di jadikan sumber pembelajaran IPS untuk generasi selanjutnya.
ETNOMATHEMATICS EXPLORATION IN THE CULTURE SYSTEM OF MALAY CULTURE IN NAGA MAHAP VILLAGE Medlyn Claudyasuka Patari; Dewi Risalah; Sandie Sandie; Saiful Bahri; Emi Tipuk Lestari
Daya Matematis: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jdm.v10i2.34218

Abstract

Ethnomathematics is the study of mathematics' distinctive characteristics or colors as they exist and develop in society. Ethnomathematics is the study of mathematics as it appears or is utilized in cultural community groups such as urban and rural communities, children of a specific age, labor groups and indigenous peoples. For the vast majority of Indonesians, cultivation is a way of life, particularly the residents of Nanga Mahap Village. Mathematical words are employed in farming activities, ranging from units to fundamental mathematical concepts. Cultivation systems have been practiced in grasslands and forests around the world. Cultivation is a shifting cultivation system from one plot of land to another, usually cleared by cutting down and burning part of the forest to make fields. The goal of this study was to investigate the mathematical principles inherent in the Malay culture's farming system in Nanga Mahap Village. This is a qualitative study with an a ethnographic approach. This is a qualitative research that makes use of an ethnographic approach.. The study took place in Nanga Mahap Village, Sekadau Regency's Nanga Mahap District. The subjects of this research are informants, namely field farmers with Malay culture in Nanga Mahap Village. Data were gathered from a variety of sources including observation, interviewing, and documentation procedures. The results indicated that the farming system incorporated a mathematical element through the requirement for seeds, yields, and tools, namely the concept of comparison, the concept of counting mathematical words, tessellation (tiling), geometry, and congruence
Study Etnomatematika Betangker pada Acara Pernikahan di Desa Nanga Mahap Saidati Saidati; Dewi Risalah; Sandie Sandie; Saiful Bahri; Emi Tipuk Lestari
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3639

Abstract

Etnomatematika adalah pendekatan matematika melalui unsur budaya. Pendekatan matematika realistik melalui aktivitas nyata dengan unsur budaya khususnya penggunaan bahasa lokal sangat dibutuhkan masyarakat dalam memahami konsep matematika. Budaya mempunyai kaitan yang erat dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara Betangker Terpal (Pembuatan Tenda) dalam acara pernikahan adat Melayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep etnomatematika Betangker Terpal (Pembuatan Tenda) H-3 pada acara pernikahan Melayu di Desa Nanga Mahap yang dibuat dengan kayu dan ditutupi menggunakan terpal yang harus diselesaikan hari itu juga. Penelitian ini merupakan penelitian Studi kasus dengan pendekatan kualitatif di mana subjek penelitian adalah informasi yang diambil dari budaya Betangker Terpal (Pembuatan Tenda) pada acara pernikahan Adat Melayu Nanga Mahap, Sekadau, Kalimantan Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Observasi dilakukan untuk mengamati kegiatan pernikahan dalam proses Betangker Terpal (pembuatan tenda), wawancara dilakukan dengan masyarakat sekitar, dokumentasi sebagai penguat penelitian serta, study kepustakaan dilakukan untuk menentukan konsep matematika yang berikaitan dengan kegiatan pertunangan sampai pernikahan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sistem pembuatan betangker pada acara adat pernikahan memasukkan unsur matematis didalamnya. Dengan melalui tessellation (pengukuran), geometri, dan kesesuaian.
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA DALAM SISTEM PERLADANGAN PADA BUDAYA SUKU DAYAK NANGA MAHAP Jeni Stefvia; Dewi Risalah; Sandie Sandie; Saiful Bahri; Emi Tipuk Lestari
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 7, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v7i2.7935

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil eksplorasi etnomatematika dalam sistem perladangan suku Dayak Nanga Mahap. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Penelitian ini mendeskripsikan sistem perladangan yang digunakan suku Dayak Nanga Mahap yang dalam prosesnya memuat konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa pada sistem perladangan suku Dayak Nanga Mahap terdapat konsep matematika yang dapat dijadikan pembelajaran di sekolah sebagai pengetahuan dan pengenalan budaya pada siswa.
Strengthening Students on Materials for the Rice Cultivation System (Beume) of the Nanga Mahap Village Community in the Covid-19 Pandemic Era Emi Tipuk Lestari; Melly Sulastri; Saiful Bahri; Sandie; Dewi Risalah
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2022): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/lectura.v13i2.10049

Abstract

This study aims to support students on the material of the rice cultivation system (beume) of the Nanga Mahap Village community. The sub-objectives of this research are (1) the material for the cultivation system of the Nanga Mahap Village community, (2) the implementation of the teacher in explaining the material, (3) strengthening students on the material for the rice cultivation system (beume). This research uses a descriptive method. Samples were taken by purposive sampling technique. Data were collected by direct observation, direct communication, and documentation. The analysis used is descriptive qualitative. The results of the research show: (1) The people of Nanga Mahap Village refer to rice farming activities as beuma/beume. This farming tradition is traditional with a slash and burn system and then planting rice. (2) The implementation of the teacher in delivering lecture material and assignments. The assignment is in the form of students doing simple research on the farming system around their environment and inviting students to construct with cultivation in prehistoric times. (3) strengthening the rice cultivation system (beume) in the form of students' understanding of the material which is quite good, which is indicated by the active involvement of students in learning. This material makes students think contextually between the cultivation system of prehistoric times and the farming system (beume).