Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Journal of Sharia Economics

PEMBIAYAAN PROFIT & LOSS SHARING PADA BANK SYARIAH (ANALISA PANDANGAN PRAKTISI PERBANKAN SYARIAH DI ACEH) Dhiwa, Malem; Khalidin, Bismi; Furqani, Hafas
Journal of Sharia Economics Vol 1 No 1 (2020): Islamic Finance
Publisher : Program Studi Magister Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jose.v1i1.625

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menguraikan permasalahan pembiayaan profit & loss sharing pada bank syariah (analisa pandangan praktisi perbankan syariah di Aceh). Hasil penelitan menunjukkan bahwa: 1) Praktik pembiayaan PLS pada industri perbankan syariah di Aceh telah mematuhi fatwa DSN-MUI tentang pembiayaan PLS; 2) Praktisi industri perbankan syariah di Aceh telah mengetahui fatwa DSN-MUI tentang pembiayaan PLS; 3) Praktisi industri perbankan syariah di Aceh telah mematuhi fatwa DSN-MUI pembiayaan PLS; 4) Praktik pembiayaan PLS pada industri perbankan syariah di Aceh telah mematuhi fakta DSN-MUI pembiayaan PLS. 5) Membahas peluang dan saran dalam pengembangan perbankan syariah. Metode penelitian ini merupakan deskriptif analisis dengan pendekatan normatif. Dalam penelitian ini akan dideskripsikan secara rinci dan sistematis mengenai pembiayaan PLS (fokus pada pembiayaan murabahah dan pembiayaan musyarakah) pada industri perbankan syariah di Aceh (Sebuah analisa terhadap pandangan praktisi). Adapun teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yaitu setiap responden yang memenuhi kriteria sampel dimasukkan dalam penelitian ini dalam waktu yang telah di tentukan. Penelitian tentang analisis pembiayaan profit & loss sharing pada bank syariah (analisa pandangan praktisi perbankan syariah di Aceh) menggunakan skala Guttman, yaitu skala yang menginginkan jawaban tegas yang bersifat jelas dan konsisten seperti benar-salah, ya-tidak, dan sebagainya. Skala ini dikembangkan oleh Louis Guttman. Skala Guttman mengukur suatu dimensi saja dari suatu variable yang multidimensi. Skala ini dapat pula dibentuk checklist atau pilihan ganda. Jawaban responden dapat berupa skor tertinggi bernilai (1) dan skor terendah (0). Misalnya untuk jawaban “ya” bernilai (1) sedangkan untuk jawaban “tidak” bernilai (0). Berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada penelitian ini maka dapat diambil kesimpulan bahwa Praktik pembiayaan PLS pada industri perbankan syariah di Aceh telah mematuhi fatwa DSN-MUI.
KONVERSI BANK KONVENSIONAL MENJADI BANK SYARIAH DI INDONESIA Idul Adha, Syamsul; Furqani, Hafas; Adnan, Muhammad
Journal of Sharia Economics Vol 1 No 1 (2020): Islamic Finance
Publisher : Program Studi Magister Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jose.v1i1.626

Abstract

Konversi bank konvensional menjadi bank syariah di Indonesia merupakan salah satu mekanisme pembentukan bank syariah yang ditandai dengan perubahan secara legal sistem bank konvensional menjadi sistem bank syariah. Penerapan kebijakan konversi menimbulkan permasalahan model mekanisme tata kelola perusahaan yang kurang efektif dalam menjalankan pengawasan terhadap kepatuhan syariah bank, peningkatan risiko adverse selection dan moral hazard pada model pendanaan muḍarabah dan musyarakah, divergensi model bisnis bank syariah yang disertai tingkat efisiensi dan stabilitas aset yang rendah, dan tingkat kualifikasi sumber daya manusia perbankan syariah yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak konversi bank konvensional menjadi bank syariah di Indonesia terhadap tata kelola perusahaan, operasional bank, struktur dan kinerja keuangan, dan sumber daya manusia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian peristiwa dalam konteks konversi bank konvensional menjadi bank syariah di Indonesia. Data penelitian ini merupakan data panel. Sumber data penelitian berasal dari laporan keuangan yang dipublikasi. Sampel penelitian terdiri atas 7 bank syariah yang dibentuk melalui kebijakan konversi. Alat analisis terdiri dari regresi OLS (Ordinary Least Square) dan Regresi Kuantil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konversi bank konvensional menjadi bank syariah di Indonesia tidak berpengaruh terhadap Tata Kelola Perusahaan, Operasional Bank, Struktur dan Kinerja Keuangan, dan Sumber Daya Manusia. Konversi bank konvensional menjadi bank syariah di Indonesia berpengaruh terhadap indikator Lag Laporan Auditor Eksternal (External Auditor Reporting Lag) sebesar -30,441 dengan nilai R2 sebesar 0,644 yang menunjukkan bahwa model analisis penelitian dapat mengestimasi perubahan Lag Laporan Auditor Eksternal (External Auditor Reporting Lag) sebesar 64,4% dan sisanya 35,5% dijelaskan oleh variabel lain di luar model analisis penelitian. Konversi bank konvensional menjadi bank syariah di Indonesia berpengaruh terhadap indikator Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (Loan Loss Provision) sebesar -0,008 dengan nilai R2 sebesar 0,482 yang menunjukkan bahwa model analisis penelitian dapat mengestimasi perubahan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (Loan Loss Provision) sebesar 48,2% dan sisanya 51,8% dijelaskan oleh variabel lain di luar model analisis penelitian.
MODEL PENGELOLAAN DANA OTONOMI KHUSUS TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI ACEH (DITINJAU DARI MAQASHID SYARIAH) Ramzani,P , Ikbal; Yusuf , Muhammad Yasir; Furqani, Hafas
Journal of Sharia Economics Vol 1 No 1 (2020): Islamic Finance
Publisher : Program Studi Magister Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jose.v1i1.627

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kontruksi kebijakan penyusunan dana otonomi khusus dan penggunaanya, serta untuk mengetahui penerapan model penyusunan dan penggunanaan anggaran dana otonomi khusus terhadap kesejahteraan masyarakat yang ditinjau dari perspektif maqashid syariah. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu suatu analisis yang mengumpulkan, menyusun, mengelola, dan menganalisis data-data, agar kemudian dapat memberikan gambaran mengenai suatu keadaan tertentu sehingga dapat ditarik kesimpulan. Penerapan penyusunan dan penggunaan anggaran dana otonomi khusus dititikberatkan pada beberapa bidang yaitu infrasruktur, pemberdayaan ekonomi rakyat, pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, sosial dan keistimewaan Aceh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan penyusunan dan penggunaan dana otonomi khusus belum sepenuhnya mendominasi dimensi dharuriyyah yang terdiri dari perlindungan agama (hifẓ al-dīn), perlindungan jiwa (hifẓ al-nafs), perlindungan akal (hifẓ al-‘aql), perlindungan keturunan (hifẓ al-nasl), perlindungan harta (hifẓ al-mal), dan perlindungan lingkungan hidup (hifẓ al-biah). Sehingga dana otonomi khusus selanjutnya dapat diproyeksikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh dengan mengunakan tiga dimensi secara hirarki yaitu dharuriyyah, hajjiyyah dan thasaniyyah sebagai basis nilai kebijakan pembangunan Aceh di masa depan yang berlandaskan Syariat Islam.
SISTEM TRANSAKSI DAN PERTANGGUNGAN RISIKO DALAM JUAL BELI DROPSHIPPING MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Palevy, Muhammad Reza; Furqani, Hafas; Hasnita, Nevi
Journal of Sharia Economics Vol 1 No 2 (2020): Islamic Finance
Publisher : Program Studi Magister Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jose.v1i2.642

Abstract

Sistem transaksi jual beli dropshipping merupakan sistem jual beli pesanan yang melibatkan pihak supplier, dropshipper dan pembeli. Peran dropshipper adalah sebagai perantara antara supplier dan pembeli. Fokus permasalahan sebagai objek kajian dalam penelitian ini adalah bagaimana sistem transaksi maupun pertanggungan risiko pada jual beli dropshipping perspektif ekonomi Islam. Dalam penelitian tesis ini peneliti menggunakan metode penelitian studi kepustakaan (library research) dengan analisis kualitatif bersifat deskriptif analisis dengan metode deduktif tentang sistem dropshipping dan dianalisis dengan pendekatan ekonomi Islam. Dari hasil penelitian, sistem jual beli dropshipping yang selama ini dipraktikkan belum memenuhi kriteria akad pesanan dalam Islam seperti akad salam, akad samsarah dan juga akad wakalah dan diidentifikasikan mengandung unsur gharar (ketidakjelasan) dari spesifikasi barang yang dijual oleh dropshipper. Islam melarang adanya penipuan (tadlis), ketidakjelasan (gharar) pada spesifikasi barang. Dari sisi pertanggungan risiko pada jual beli dengan sistem dropshipping tidak sesuai dengan prinsip jual beli dalam Islam dimana pada transaksi tersebut belum ada penerapan hak khiyar sehingga dropshipper melepaskan diri dari segala risiko yang terjadi. Dalam Islam setiap risiko yang terjadi pada transaksi jual beli dropshipping maka ditanggung oleh penjual yaitu dropshipper sebelum barang pesanan diserahterimakan kepada pembeli.
KONFLIK PEMBIAYAAN MUDHARABAH PADA PT.BPRS HIKMAH WAKILAH DENGAN NASABAH DI KOTA BANDA ACEH (ANALISIS PENYEBAB DAN MEKANISME PENYELESAIAN) Riska, Mona; Yusuf , Muhammad Yasir; Furqani, Hafas
Journal of Sharia Economics Vol 1 No 2 (2020): Islamic Finance
Publisher : Program Studi Magister Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jose.v1i2.643

Abstract

PT.BPRS Hikmah Wakilah merupakan salah satu lembaga keuangan yang mengeluarkan produk berbasis bagi hasil berdasarkan akad mudharabah dan akad musyarakah. Mudharabah dan musyarakah merupakan akad yang tidak tetap akan keuntungan yang diperoleh bank syariah, sehingga dalam implementasinya masih tergolong lemah dibandingkan dengan akad komersial seperti murabahah, istishna, dan lain-lain. Penyebab rendahnya akad berbagi hasil ini disebabkan resiko yang tinggi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan sumber data diperoleh dari kajian kepustkaan dan kajian kepustakaan. Penelitian ini akan menyampaikan tentang penerapan, faktor-faktor konflik pembiayaan serta mekanisme penyelesaian terkait pembiayaan mudharabah. metode penelitian kepusatakaan ( library research) dan penelitian lapangan ( field reseacrch). Analisis data merupakan proses pengorganisasian dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dalam suatu uraian dasar yang ke semua itu bertujuan untuk menemukan suatu jawaban sebagai tujuan dari penelitian ini. Berdasarkan pembahasan latar belakang masalah, maka penulis memberikan beberapa kesimpulan yaitu: Pembiayaan mudharabah terkenal dengan resiko yang tinggi, terjadi antara bank syariah/shahibul maal dan nasabah/mudharib. Mengingat resiko pada pembiayaan mudharabah yang tinggi, maka terdapat beberapa mekanisme pengendalian yang dilakukan oleh PT,BPRS Hikmah Wakilan, antaranya: dengan mengacu kepada Peraturan Mentri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah No. 33 Tahun 2007.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN NASABAH DALAM MEMILIH TABUNGAN HAJI (STUDI KOMPARATIF PADA BANK ACEH DAN BANK SYARIAH MANDIRI DI KABUPATEN ACEH SELATAN) Irfani, Ahmad; Furqani, Hafas; Hasnita, Nevi
Journal of Sharia Economics Vol 1 No 2 (2020): Islamic Finance
Publisher : Program Studi Magister Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jose.v1i2.644

Abstract

Tabungan Haji merupakan salah satu bentuk produk tabungan yang ditawarkan oleh perbankan, selain bertujuan untuk menghimpun dana dari masyarakat juga dimaksudkan untuk memudahkan masyarakat yang berkeinginan menunaikan ibadah haji, namun belum mempunyai uang yang cukup untuk membayar Biaya Penyelengaraan Ibadah Haji (BPIH). Yakni dengan cara menyisihkan penghasilannya untuk ditabung atau disimpan di bank dalam bentuk rekening Tabungan Haji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pengaruh Pelayanan, Promosi, Religiusitas dan Lokasi terhadap Keputusan Nasabah dalam menentukan tempat untuk menabung tabungan haji. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu data yang diukur berdasarkan kuesioner yang dibagikan kepada nasabah tabungan haji pada Bank Aceh dan Bank Syariah Mandiri.Variabel dalam penelitian ini terdiri dari Pelayanan (X1), Promosi (X2), Religiusitas (X3), dan Lokasi (X4). Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa Pelayanan mempengaruhi Keputusan Nasabah di Bank Aceh sebesar 10,5%. Faktor Promosi mempengaruhi Keputusan Nasabah di Bank Aceh sebesar 13,9%. Faktor Religiusitas mempengaruhi Keputusan Nasabah di Bank Aceh sebesar 12,3%. Faktor Lokasi mempengaruhi Keputusan Nasabah di Bank Aceh sebesar 43%. Disini yang menjadi faktor dengan persentase pengaruh tertinggi adalah faktor lokasi dengan pengaruh sebesar 43%. Sedangkan faktor dengan persentase pengaruh terendah adalah faktor pelayanan dengan pengaruh sebesar 10,5 %. Faktor Pelayanan mempengaruhi Keputusan Nasabah di Bank Syariah Mandiri sebesar 31,2%. Faktor Promosi mempengaruhi Keputusan Nasabah di Bank Syariah Mandiri sebesar 15,4%. Faktor Religiusitas mempengaruhi Keputusan Nasabah di Bank Syariah Mandiri sebesar 36,7%. Faktor Lokasi mempengaruhi Keputusan Nasabah di Bank Syariah Mandiri sebesar 10,6%. Disini yang menjadi faktor dengan persentase pengaruh tertinggi adalah faktor religiusitas dengan pengaruh sebesar 36,7%. Sedangkan faktor dengan persentase pengaruh terendah adalah faktor lokasi dengan pengaruh sebesar 10,6%.
ANALISIS DAMPAK PENDAYAGUNAAN ZAKAT PRODUKTIF TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN USAHA MUSTAHIK BERDASARKAN MODEL CIBEST (Studi Kasus pada Baitul Mal Aceh) Jaili, Muhibbul; Adnan, Muhammad; Furqani, Hafas
Journal of Sharia Economics Vol 1 No 2 (2020): Islamic Finance
Publisher : Program Studi Magister Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jose.v1i2.645

Abstract

Baitul Mal Aceh mendistribusikan zakat produktif menilai calon mustahik menggunakan model CIBEST yang bertujuan dapat memberi pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan usaha dan tingkat kemampuan mustahik dalam mengembangkan modal usaha yang telah diberikan oleh Baitul Mal. Penelitian ini berupaya menganalisis bagaimana penentuan calon mustahik dalam pendistribusian zakat produktif yang dilakukan oleh Baitul Mal Aceh dengan menggunakan model cibest, bagaimana dampak pemberdayaan zakat produktif terhadap peningkatan pendapatan usaha mustahik dengan menggunakan model CIBEST. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan sumber data dari Baitul Mal Aceh. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penentuan calon mustahik dalam pendistribusian zakat produktif yang dilakukan oleh Baitul Mal Aceh berdasarkan model CIBEST. Tujuan penggunaan model CIBEST ini adalah untuk melihat tingkat kemiskinan dari calon mustahik, bukan hanya kemiskinan materiil saja yang dinilai tetapi juga kemiskinan spiritual. Dampak pemberdayaan zakat produktif terhadap peningkatan keberhasilan usaha mustahik pada Baitul Mal Aceh ketika dianalisis dengan menggunakan CIBEST terlihat adanya perubahan jumlah mustahik dari kategori miskin materil ke kategori sejahtera yang diketahui dari perubahan pendapatan usaha sebelum dan sesudah diberikan zakat produktif , hal ini sangat dipengaruhi oleh pengelolaan zakat produktif secara baik, pendistribusiannya tepat sasaran serta dilakukan pendampingan secara berlanjut.
ANALISIS DAMPAK PENDAYAGUNAAN ZAKAT PRODUKTIF TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN USAHA MUSTAHIK BERDASARKAN MODEL CIBEST (STUDI KASUS PADA BAITUL MAL ACEH) muhibbul jalil; Muhammad adnan; hafas furqani
Journal of Sharia Economics Vol 1 No 2 (2020): Islamic Finance
Publisher : Program Studi Magister Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baitul Mal Aceh mendistribusikan zakat produktif menilai calon mustahik menggunakan model CIBEST yang bertujuan dapat memberi pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan usaha dan tingkat kemampuan mustahik dalam mengembangkan modal usaha yang telah diberikan oleh Baitul Mal. Penelitian ini berupaya menganalisis bagaimana penentuan calon mustahik dalam pendistribusian zakat produktif yang dilakukan oleh Baitul Mal Aceh dengan menggunakan model cibest, bagaimana dampak pemberdayaan zakat produktif terhadap peningkatan pendapatan usaha mustahik dengan menggunakan model CIBEST. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan sumber data dari Baitul Mal Aceh. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penentuan calon mustahik dalam pendistribusian zakat produktif yang dilakukan oleh Baitul Mal Aceh berdasarkan model CIBEST. Tujuan penggunaan model CIBEST ini adalah untuk melihat tingkat kemiskinan dari calon mustahik, bukan hanya kemiskinan materiil saja yang dinilai tetapi juga kemiskinan spiritual. Dampak pemberdayaan zakat produktif terhadap peningkatan keberhasilan usaha mustahik pada Baitul Mal Aceh ketika dianalisis dengan menggunakan CIBEST terlihat adanya perubahan jumlah mustahik dari kategori miskin materil ke kategori sejahtera yang diketahui dari perubahan pendapatan usaha sebelum dan sesudah diberikan zakat produktif , hal ini sangat dipengaruhi oleh pengelolaan zakat produktif secara baik, pendistribusiannya tepat sasaran serta dilakukan pendampingan secara berlanjut.
PRAKTIK MEKANISME PENETAPAN HARGA JUAL BELI PADI DI KABUPATEN ACEH BESAR Reza Darmawan; Armiadi Musa; Hafas Furqani
Journal of Sharia Economics Vol 3 No 2 (2022): Islamic Finance
Publisher : Program Studi Magister Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jose.v3i2.1956

Abstract

The purpose of this study is to discuss the practice of determining the selling and buying price of rice that is practiced by the people in Aceh Besar district. In this practice, there are two times for determinations the sale and purchase price of rice which is considered to contain an element of gharar in the second price determination. This research will explain: how the mechanism of the practice, a review of Islamic law related to the practice, whether the practice can be practiced in other areas. This study uses field research methods with data collection techniques in the form of interviews. The results of the study concluded: (1) In the practice of two times price determination buying and selling rice, there are three types of contracts used, that is the ba'i, hybrid contract between ba'i and wadiah and a hybrid contract between ba'i and qardh. (2) The practice using a ba'i is legal by refers to the rules of ushul fiqh related to the basic law of muamalah that is mubah. The legality is also supported by urf which is able to bring benefit even though it contains elements of gharar in it. The element of gharar in the second price fixing is considered gharar yasir which is legal because it has become 'urf that is able to present benefits and mutual pleasure towards the consequences that arise from the gharar element. Two other types of contracts, a hybrid contract between ba’i with wadiah and a hybrid contract between ba’i with qardh according to the Islamic law riview, they are not contrary to Islamic Law. (3) Although in real terms this practice can increase farmers' income, this practice cannot be practiced in other areas. Keywords: Price determination mechanism, Gharar, Hybrid Contract
PRAKTIK MEKANISME PENETAPAN HARGA JUAL BELI PADI DI KABUPATEN ACEH BESAR Darmawan, Reza; Armiadi Musa; Hafas Furqani
Journal of Sharia Economics Vol. 3 No. 2 (2022): Islamic Finance
Publisher : Program Studi Magister Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jose.v3i2.1956

Abstract

The purpose of this study is to discuss the practice of determining the selling and buying price of rice that is practiced by the people in Aceh Besar district. In this practice, there are two times for determinations the sale and purchase price of rice which is considered to contain an element of gharar in the second price determination. This research will explain: how the mechanism of the practice, a review of Islamic law related to the practice, whether the practice can be practiced in other areas. This study uses field research methods with data collection techniques in the form of interviews. The results of the study concluded: (1) In the practice of two times price determination buying and selling rice, there are three types of contracts used, that is the ba'i, hybrid contract between ba'i and wadiah and a hybrid contract between ba'i and qardh. (2) The practice using a ba'i is legal by refers to the rules of ushul fiqh related to the basic law of muamalah that is mubah. The legality is also supported by urf which is able to bring benefit even though it contains elements of gharar in it. The element of gharar in the second price fixing is considered gharar yasir which is legal because it has become 'urf that is able to present benefits and mutual pleasure towards the consequences that arise from the gharar element. Two other types of contracts, a hybrid contract between ba’i with wadiah and a hybrid contract between ba’i with qardh according to the Islamic law riview, they are not contrary to Islamic Law. (3) Although in real terms this practice can increase farmers' income, this practice cannot be practiced in other areas. Keywords: Price determination mechanism, Gharar, Hybrid Contract