Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ANALISIS KUALITAS SEDIAAN BALSAM STIK DARI Na-ALGINAT Sargassum plagiophyllum DENGAN VARIASI JENIS ESSENTIAL OIL Harahap, Muhammad Ridwan; Yulian, Muammar; Novita, Firda
AMINA Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v4i1.2469

Abstract

Balsam merupakan salah satu obat tradisional yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia, sebagai obat luar yang dapat meredakan nyeri sendi, flu, pembengkakan dan gatal-gatal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas balsam stik alginat dengan variasi penambahan jenis essential oil dari minyak gandapura dan peppermint oil. Pembuatan balsam stik menggunakan bahan dasar Na-alginat yang berfungsi mengurangi penggunaan lemak, dan menggunakan variasi essential oil untuk memberikan aroma, analgesik dan sensasi panas pada balsam stik. Hasil uji organoleptik pada balsam dengan tekstur padat, hal ini menandakan penggunaan Na-alginat mampu menghasilkan tekstur yang baik dalam pembuatan balsam stik. Hasil uji pH pada sampel balsam stik dengan penambahan minyak gandapura adalah 5,49 dan penambahan peppermint oil 5,07. Untuk uji iritasi pada kedua sampel balsam stik tidak adanya gejala iritasi yang ditimbulkan terhadap 30 panelis. Uji cemaran mikroba pada sampel balsam stik variasi minyak gandapura mendapatkan hasil Angka Lempeng Total (ALT) 18 x 102, Angka Kapang Khamir (AKK) <10, dan negatif pertumbuhan bakteri S.aureus, sedangkan hasil uji cemaran mikroba pada balsam stik variasi peppermint oil untuk angka lempeng total (ALT) 3,6 x 103, angka kapang khamir (AKK) <1 x 103 dan negatif pertumbuhan bakteri S.aureus. Kesimpulan dari penelitian ini kualitas balsam stik yang dihasilkan dari penambahan bahan na-alginat dapat memiliki tekstur yang baik dan sangat cocok untuk dijadikan sediaan balsam stik.
UJI MUTU DAN KEAMANAN KRIM TABIR SURYA DARI EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averhoa Bilimbi L) Ardila, Nita; Yulian, Muammar; Harahap, Muhammad Ridwan
AMINA Vol. 4 No. 2 (2022): August 2022
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v4i2.5478

Abstract

Tabir surya adalah suatu sediaan yang mengandung senyawa kimia yang dapat menyerap, menghamburkan atau memantulkan sinar UV yang mengenai kulit sehingga dapat digunakan untuk melindungi struktur kulit manusia dari kerusakan akibat sinar UV. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mutu dan keamanan krim tabir surya berbahan aktif ekstrak daun belimbing wuluh (Averhoa Bilimbi L). Pembuatan krim tabir surya ekstrak daun belimbing wuluh menggunakan formulasi 3%, 6% dan 9%. Pengujian yang dilakukan berupa uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, iritasi dan cemaran mikroba. Hasil pengujian organoleptik pada ke empat formulasi menunjukkan bentuk semi padat yang baik dalam pembuatan krim tabir surya. Pada pengujian homogenitas menunjukkan tekstur yang homogen tanpa adanya butiran-butiran halus, untuk pengujian daya sebar dan daya lekat menunjukan hasil yang baik, pada daya sebar hasil yang didapatkan tidak kurang dari 7 cm. Pengujian daya lekat hasil yang didapat tidak kurang dari empat detik. Pengujian iritasi pada ke empat sampel krim tabir surya tidak terdapat gejala reaksi iritasi yang menimbulkan terhadap 20 panelis. Uji cemaran mikroba pada ke empat formulasi sampel krim tabir surya mendapatkan hasil uji ALT memenuhi persyaratan BPOM No 12 Tahun 2019 yaitu tidak melebihi 103, angka kapang dan khamir (AKK) <10 dan negatif pertumbuhan bakteri S aureus. Kesimpulan dari penelitian ini krim tabir surya yang dihasil dari penambahan ekstrak daun belimbing wuluh memiliki mutu dan keamanan yang baik dan juga tekstur yang baik sehingga dapat dijadikan sebagai sediaan krim tabir surya.
Identifikasi Daging Buah Kopi Robusta (Coffea robusta) Berasal Dari Provinsi Aceh Muhammad Ridwan Harahap
Elkawnie Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v3i2.2770

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang identifikasi daging buah kopi Robusta (Coffea robusta) yang berasal dari provinsi Aceh. Sampel yang digunakan berasal dari Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Gayo Lues. Metode identifikasi meliputi skrining fitokimia, analisis kadar air dan analisis kadar timbal (Pb). Untuk pengujian skrining fitokimia daging buah kopi berasal dari kabupaten Aceh Tengah diperoleh hasil kandungan senyawa alkaloid, flavonoid dan polifenol, sedangkan untuk kabupaten Gayo Lues diperoleh kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, terpenoid dan polifenol. Pada pengujian analisis kadar air pada daging buah kopi robusta asal Kabupaten Aceh Tengah sebesar 78 %, sedangkan Kabupaten Gayo Lues sebesar 90 %. Kemudian analisis kadar timbal, untuk kabupaten Aceh Tengah diperoleh sebesar 0,0984 ppm dan kabupaten Gayo Lues sebesar 0,0783 ppm.
Chemical Analysis of Environmental Conditions of Seaweed Culture In Pulo Raya, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Province Muhammad Ridwan Harahap
Elkawnie Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v4i2.4457

Abstract

Research has been carried out on the analysis of the environmental conditions of seaweed cultivation in the Pulo Raya area of Aceh Jaya Regency, Aceh Province. Aceh Province is the westernmost province of the Indonesian archipelago. Geographically, Aceh is a peninsula area of the island of Sumatra which is directly bordered by the Indian Ocean so that Aceh has several small islands. With this condition, it has the potential to be used as a place for seaweed cultivation. An analysis of environmental conditions is needed to produce good quality seaweed. Examination parameters include pH, temperature, heavy metal content, COD and salinity. Sample examination is carried out based on Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 7578.1: 2010 and Decree of the Minister of Environment (KemenLH) No. 51: 2004. The results obtained showed a pH level of 6.22; temperature of ± 28 oC; levels of lead metal ions (Pb (II)) 0.001 ppm and copper (Cu (II) metal ions of 0.002 ppm; The COD level is 137 ppm and the salinity level is 28.75 ppm. With the results of the chemical analysis obtained, the Pulo Raya area is feasible to become a seaweed cultivation area.
Edible Film dari Karaginan (Eucheuma cottonii) Asal Aceh, Indonesia : Karakterisasi dengan FTIR dan SEM Reni Silvia Nasution; Muhammad Ridwan Harahap; Husnawati Yahya
Elkawnie Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v5i2.5567

Abstract

Edible film karaginan merupakan salah satu alternatif pengganti kemasan plastik yang sulit terdegradasi di alam dan aman bagi bahan pangan. Karaginan merupakan hasil ekstraksi salah satu jenis rumput laut yaitu Eucheuma cottonii. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gugus fungsi dari edible film dengan variasi konsentrasi karaginan dan sifat permukaan dari edible film karaginan dengan SEM. Pemanfaatan karaginan hasil ekstraksi E.cottonii asal Aceh untuk pembuatan edible film diharapkan dapat meningkatkan potensi budidaya E.cottonii di Aceh. Tahapan penelitian dilakukan dengan dua tahap, tahap pertama proses ekstraksi karaginan dari E. cottonii dengan penggunaan KOH 14% dan tahap kedua pembuatan edible film dengan varisi konsentrasi karaginan 0,1%; 0,2%; 0,3% (b/v) dengan penambahan PEG sebagai plasticizer. Hasil FTIR menunjukkan gugus fungsi ester sulfat, ikatan glikosidik, 3,6 anhidro-d-galaktosa, gugus OH dan CH dengan bilangan gelombang berturut-turut pada rentang 1246,36-1246,9 cm-1 , 1072-1074 cm-1, 932-934 cm-1,  3370- 3382 cm-1, dan 2876-2880 cm-1. Perubahan bilangan gelombang edible film karaginan dibandingkan dengan FTIR karaginan hasil ekstraksi pada penelitian sebelumnya menunjukkan adanya interaksi antara karaginan dengan plasticizer PEG yang ditambahkan. Pengujian morfologi pada edible film pada konsentrasi karaginan 0,1% dan 0,2% dengan SEM menunjukkan permukaan yang homogen dan kontinyu, sedangkan pada konsentrasi 0,3% edible film tidak terbentuk.