Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN KRIM MINYAK ATSIRI DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) SEBAGAI DEODORAN TERHADAP Staphylococcus epidermidis Intan Nurhanifah; Anita Sukmawati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.024 KB)

Abstract

Kemangi (Ocimum basilicum L.) merupakan tanaman yang mengandung minyak atsiri yang dapat digunakan sebagai agen antibakteri pada deodoran. Minyak atsiri daun kemangi dibuat dalam bentuk krim untuk mempermudah penggunaannya. Variasi konsentrasi stearil alkohol yang berperan sebagai emulsifying agent digunakan untuk mendapatkan formula krim yang paling baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi stearil alkohol terhadap sifat fisik dan daya antibakteri sediaan krim minyak atsiri daun kemangi terhadap Staphylococcus epidermidis yang merupakan salah satu bakteri penyebab bau badan. Minyak atsiri diperoleh dari Eteris Nusantara yang didestilasi dengan metode uap. Konsentrasi stearil alkohol sebagai emulsifier yang digunakan untuk formulasi yaitu 2%, 4%, dan 8%. Evaluasi sifat fisik krim meliputi viskositas, daya sebar, daya lekat, pH, organoleptis, dan homogenitas. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin meningkatnya konsentrasi stearil alkohol pada sediaan krim minyak atsiri daun kemangi semakin meningkat pula viskositas dan daya lekatnya namun tidak mempengaruhi daya sebar dan aktivitas antibakterinya. Diameter zona hambat yang dihasilkan dari masing-masing formula dengan variasi konsentrasi stearil alkohol 2%, 4%, dan 8% yaitu 11,83 mm ± 0,29; 11,17mm ± 0,29; dan 11,33 mm ± 0,58. Krim tersebut secara organoleptis berwarna putih, bau khas kemangi, dan homogen. Hasil uji pH dari semua formula yaitu 6,49 ± 0,04.
PEMBENTUKAN STRUKTUR SEL TIGA DIMENSI (3D) PADA SEL MCF-7 UNTUK PENGUJIAN SITOTOKSIK Anita Sukmawati; Ratna Yuliani; Nur Aini
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.449 KB)

Abstract

Penggunaan struktur sel 2 dimensi (2D) untuk pengujian senyawa sitotoksik telah secara rutin dilakukan. Tetapi model 2D ini tidak dapat menyerupai kompleksitas sel in vivo, sehingga aktivitas antikanker yang dihasilkan mungkin akan berbeda. Kultur sel tiga dimensi (3D) memiliki bentuk yang menyerupai jaringan tumor invivo, terutama adanya interaksi matriks ektraseluler (extracellular matriks, ECM) pada sel sehingga diharapkan mampu meningkatkan sensitifitas pengujian sitotoksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pembentukan sel kultur 3D pada sel MCF-7 menggunakan metode forced-floating. Pembentukan struktur 3D dilakukan dengan melakukan variasi kecepatan sentrifugasi pada sel MCF-7. Variasi kecepatan yang digunakan adalah 0 (tanpa sentrifugasi), 800, 1000, 2000, 2700, 3900, 5500 dan 11000 rpm. Diameter sel aggregate yang terbentuk dievaluasi menggunakan mikroskop mulai hari ke-4. Pengukuran diameter aggregate dilakukan menggunakan software ImageJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan aggregate yang memenuhi syarat untuk pengujian aktivitas anti kanker pada kultur sel 3D didapatkan dengan kondisi tanpa sentrifugasi. Kondisi ini menghasilkan agregat sel MCF-7 dengan diameter 1017 ±17 µm dan stabil selama 10 hari.
FORMULASI MIKROPARTIKEL SARI BUAH NAGA DENGAN MATRIKS ETIL SELULOSA DAN Yerika Nova Setyani; Anita Sukmawati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.253 KB)

Abstract

Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) mengandung betalain yang berfungsi sebagai antioksidan dan dapat digunakan untuk menangkap radikal bebas. Buah naga merah diformulasikan dalam bentuk mikropartikel, untuk melindungi stabilitas antioksidan. Etil selulosa (EC) digunakan sebagai matriks mikropartikel sari buah naga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi EC terhadap efisiensi enkapsulasi dan aktivitas antioksidan mikropartikel sari buah naga (Hylocereus polyrhizus). Metode emulsifikasi tunggal digunakan untuk pembuatan mikropartikel sari buah naga. Mikropartikel sari buah naga dibuat tiga konsentrasi EC dalam diklorometan yaitu 5%b/v, 10%b/v, 20%b/v. Hasil pengamatan bentuk dan ukuran partikel dari mikropartikel sari buah naga menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Bentuk mikropartikel adalah tidak bulat, berongga, dan tidak rata pada permukaan. Hasil efisiensi enkapsulasi mikropartikel sari buah naga dari konsentrasi EC 5%, 10%, dan 20% berturut-turut adalah 72,37%±0,77, 63,40%±11,58, dan 72,46%±15,21, hasil uji aktivitas antioksidan berturut-turut 35,08%±4,38, 48,86%±1,31, 55,51%±6,88, dan kesetaraan zat aktif dalam 8 mg mikropartikel sari buah naga mengandung sari buah naga berturut-turut 2,89 mg, 2,54 mg, 2,90 mg.
Peningkatan Pemahaman Masyarakat pada Penggunaan Obat- obatan untuk Swamedikasi pada Penyakit Anak melalui Penyuluhan Anita Sukmawati; Elbira J.A Purnomo; Umi Khasanah; Qurrota Ayyun; Miranda m Aysha; Tri Mulyani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.81 KB)

Abstract

Swamedikasi merupakan alternatif pengobatan mandiri yang seringdigunakan oleh masyarakat untuk mengatasi beberapa penyakitringan karena lebih ekonomis dan mudah didapat, sehingga dapatmengefisiensi waktu. Tetapi pada pelaksanaannya swamedikasidapat menjadi sumber terjadinya kesalahan pengobatan (medicationerror) karena keterbatasan pengetahuan masyarakat terhadapkeamanan obat dan ketepatan cara penggunaan. Salah satuposyandu yang terletak di kampung Griyan RW X Pajang, Laweyan,Kartasura, dengan jumlah balita 50 orang, belum pernahmendapatkan pengetahuan yang berkaitan dengan jenis-jenis obatdan bagaimana pemilihan obat yang tepat dan aman untuk balita.Untuk itu dilakukan kegiatan penyuluhan untuk meningkatkanpemahaman masyarakat dalam swamedikasi untuk obat anak. Fokusdari kegiatan penyuluhan ini adalah cara memilih obat yangrasional dan aman dalam swamedikasi (pengobatan sendiri) untukmengatasi penyakit ringan yang sering terjadi pada balita, yaknidemam, nyeri, batuk-pilek, dan diare. Kegiatan penyuluhan inidilaksanakan dengan cara penyampaian materi yang menarikdengan menggunakan media leaflet dan alat peraga berupa contohobat-obat yang aman dan tidak aman. Luaran dari kegiatan iniadalah terjadinya peningkatan pemahaman peserta terhadapswamedikasi penyakit anak, ditunjukkan dengan nilai pemhamananyang meningkat dari 4.7 menjadi 6.7 (pada skala 10).
VALIDASI METODE PENETAPAN KADAR GENTAMISIN SULFAT DALAM SEDIAAN SALEP DENGAN SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE Andriyas Nisfiliyah; Anita Sukmawati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.461 KB)

Abstract

Penetapan kadar gentamisin sulfat dalam sediaan salep pada penelitian ini dilakukan dengan ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut kloroform dan larutan dapar fosfat pH 7,4 dengan perbandingan 1:3. Gentamisin sulfat yang telah diekstraksi pada fase dapar fosfat pH 7,4 kemudian direaksikan dengan reagen ninhidrin 5 mg/mL sehingga terbentuk senyawa kompleks berwarna ungu dan dibaca absorbansinya menggunakan Spektrofotometer UVVIS Genesys™ pada  559 nm. Metode ini perlu divalidasi untuk memastikan bahwa metode yang digunakan dapat memberikan hasil pengukuran yang sesuai dengan peruntukannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan validitas metode penetapan kadar gentamisin sulfat dalam sediaan salep dengan spektrofotometer visible menggunakan pereaksi ninhidrin. Parameter yang akan ditentukan dalam penelitian ini meliputi linearitas, ripitabilitas, akurasi, limit of detection (LOD) dan limit of quantitation (LOQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang digunakan cukup linear dengan nilai r yang diperoleh sebesar 0,9989, memiliki ketelitian dengan nilai RSD 1,411%, ketepatan dengan nilai perolehan kembali yang memenuhi kriteria keberterimaan (98%-102%) pada penambahan 3 mg (100%) zat aktif gentamisin sulfat dan untuk penambahan 2,4 mg (80%) dan 3,6 mg (120%) zat aktif gentamisin sulfat didapatkan hasil yang tidak memenuhi kriteria keberterimaan, serta nilai LOD sebesar 36,34312094 μg/mL dan nilai LOQ sebesar 110,1306695 μg/mL.
Pemantauan Stabilitas Sefiksim pada Sediaan Racikan Pulveres berdasarkan ketentuan Beyond Use Date Radixza Afiffatul Rohmanna; Anita Sukmawati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.887 KB)

Abstract

Saat ini masih banyak ditemukan resep dokter racikan obat terutama untuk anak-anak dan lansia. Obat racikan rentan akan ketidakstabilan oleh karena itu evaluasi secara fisika maupun kimia perlu dilakukan untuk mengevaluasi stabilitas sediaan racikan obat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui stabilitas racikan bentuk puyer atau pulveres sefiksim berdasarkan ketentuan Beyond Use Date. Sefiksim merupakan salah satu antibiotik yang sering diresepkan oleh dokter. Racikan pulveres sefiksim yang disimpan pada suhu ruang (26°C) dan lemari pendingin (5°C) kemudian diuji terhadap perubahan kadar, pH, dan organoleptis (warna dan aroma) pada interval hari ke-0, 7, 14, 21, dan 28. Pemantauan kadar bahan aktif selama masa penyimpanan dilakukan menggunakan Spektrofotometer UV pada panjang gelombang 291 nm. Hasil pengamatan organoleptis terhadap warna dan aroma dari racikan pulveres sefiksim tidak ditemukan adanya perubahan mulai hari ke-0 hingga hari ke-28 pengamatan yaitu tetap berwarna putih kekuningan dan tidak berbau. Hasil dari uji kadar dan pH menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya perbedaan yang signifikan pada perolehan kadar dan pH sefiksim pada setiap interval hari pengamatan selama 28 hari baik pada suhu 26°C maupun 5°C (sig.2-tailed>0,05). Setelah 28 hari penyimpanan ditemukan adanya perbedaan yang signifikan pada perolehan pH pulveres sefiksim dari kedua suhu penyimpanan (sig.2-tailed<0,05), namun rerata pH sefiksim pada suhu 26°C maupun 5°C masih memenuhi syarat pH sefiksim yang diperbolehkan yaitu 2,6 sampai 4,1. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, racikan pulveres sefiksim stabil selama 28 hari pada suhu penyimpanan 26°C dan 5°C sehingga hasil ini sesuai dengan ketentuan Beyond Use Date untuk sediaan nonaqueous formulation.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MIKROPARTIKEL KITOSAN DENGAN KANDUNGAN SARI UMBI BIT (Beta vulgaris Linn): ANTIOXIDANT ACTIVITY OF CHITOSAN MICROPARTICLE CONTAINING BEETROOT (Beta vulgaris Linn) EXTRACT Anita Sukmawati; Yumna Azzuhdiyah; Clara Cendera Marthadilla; Isna Vira Risdiyanti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 3 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i3.754

Abstract

Umbi bit (Beta vulgaris L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Antioksidan dalam umbi bit berasal dari pigmen warna merah betasianin yang merupakan turunan dari betalain. Untuk meningkatkan stabilitas betasianin dalam umbi bit dilakukan formulasi sari umbi bit dalam mikropartikel menggunakan kitosan sebagai matriks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi matriks kitosan pada pembuatan mikropartikel sari umbi bit terhadap aktivitas antioksidan sari umbi bit. Mikropartikel kitosan dengan kandungan sari umbi bit dibuat dengan variasi konsentrasi matriks kitosan (0.5, 1 dan 2%) dibuat dengan metode gelasi ionik. Evaluasi yang dilakukan untuk mikropartikel meliputi evaluasi drug loading (DL), efisiensi enkapsulasi (EE) dan aktivitas antioksidan mikropartikel menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan DL mikropartikel sari bit merah matriks kitosan konsentrasi 0,5%, 1%, dan 2% secara berturut-turut adalah 8,02% ± 0,102; 22,81% ± 1,449; dan 17,85% ± 0,171. Mikropartikel kitosan menunjukkan penghambatan terhadap oksidasi dimana aktivitas antioksidan mikropartikel sari umbi bit sejalan dengan nilai DL dari mikropartikel. Aktivitas antioksidan akan semakin tinggi jika DL mikropartikel tinggi. Kata kunci : antioksidan, kitosan, mikropartikel, umbi bit
UJI STABILITAS FISIK DAN KIMIA SEDIAAN RACIKAN PULVERES NEVIRAPINE Asyhar Masyhuda; Anita Sukmawati
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i3.89

Abstract

Proses peracikan obat masih banyak dilakukan di rumah sakit terutama untuk pasien anak-anak dan lansia. Peran seorang apoteker diperlukan untuk menjamin keamanan dan khasiat racikan obat. Obat racikan rentan akan kesalahan dan ketidaktelitian. Evaluasi secara fisika maupun kimia dinilai perlu untuk mengevaluasi stabilitas sediaan racikan obat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui stabilitas racikan pulveres nevirapin. Nevirapin dipilih karena termasuk salah satu antiretroviral yang sering diresepkan oleh dokter. Racikan pulveres nevirapin yang disimpan pada suhu ruang (25°C) dan lemari pendingin (4°C) kemudian diuji terhadap perubahan kadar, pH, dan organoleptis (warna dan bau) setiap interval hari ke-0, 7, 14, 21, dan 28. Alat yang digunakan adalah spektrofotometer UV GENESYS 10UV untuk mengukur absorbansi dengan panjang gelombang 300 nm. Hasil pengamatan organoleptis terhadap warna dan bau racikan pulveres nevirapin tidak ditemukan adanya perubahan dari awal pengamatan yaitu tetap berwarna putih dan tidak berbau. Hasil dari uji kadar dan pH menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya perbedaan yang signifikan pada perolehan kadar dan pH nevirapin pada setiap interval hari pengamatan selama 28 hari baik pada suhu 25°C maupun 4°C (sig.2-tailed>0,05). Berdasarkan hasil pengujian tersebut, racikan pulveres nevirapin stabil selama 28 hari pada suhu penyimpanan 25°C dan 4°C sehingga hasil ini sesuai dengan ketentuan beyond use date untuk sediaan nonaqueous formulation.   
PENGARUH PENGGUNAAN EMOLIEN MINYAK BIJI BUNGA MATAHARI (Helianthus annuus) TERHADAP SIFAT FISIK STIK PELEMBAB BIBIR DENGAN PEWARNA ALAMI SARI UMBI BIT MERAH (Beta vulgaris L.) Adellia Agustina Nur Saputri; Anita Sukmawati
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i1.310

Abstract

Penggunaan beberapa senyawa antioksidan dalam satu sediaan dikenal dengan istilah network antioxidants. Network antioxidants bekerja secara sinergis dan terbukti lebih efektif dibandingkan antioksidan tungal. Pada penelitian ini digunakan 2 senyawa antioksidan yang bersumber dari umbi bit merah (Beta vulgaris L) dan minyak biji bunga matahari (Helianthus annuus). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan variasi konsentrasi minyak biji bunga matahari terhadap homogenitas warna dan tekstur, pH, titik lebur, serta kesukaan panelis terhadap kemudahan pemakaian, tekstur, kelembapan dan warna sediaan pelembab bibir. Pembuatan sari umbi bit merah dilakukan dengan menghaluskan, menyaring, dan mengeringkan larutan umbi bit merah hingga didapatkan rendemen sebanyak 6,17%, selanjutnya sediaan pelembab bibir diformulasikan dengan 3 variasi konsentrasi minyak biji bunga matahari antara lain yaitu 7,5%, 10%, dan 12,5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi konsentrasi minyak biji bunga matahari 7,5%, 10% dan 12,5% tidak memberikan pengaruh terhadap homogenitas (warna dan tekstur), titik lebur dan kesukaan panelis terhadap sediaan pelembab bibir, tetapi memberikan pengaruh terhadap pH dimana semakin tinggi konsentrasi minyak biji bunga matahari maka semakin rendah nilai pH yang didapatkan.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MIKROPARTIKEL KITOSAN DENGAN KANDUNGAN SARI UMBI BIT (Beta vulgaris Linn): ANTIOXIDANT ACTIVITY OF CHITOSAN MICROPARTICLE CONTAINING BEETROOT (Beta vulgaris Linn) EXTRACT Anita Sukmawati; Yumna Azzuhdiyah; Clara Cendera Marthadilla; Isna Vira Risdiyanti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 3 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i3.754

Abstract

Umbi bit (Beta vulgaris L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Antioksidan dalam umbi bit berasal dari pigmen warna merah betasianin yang merupakan turunan dari betalain. Untuk meningkatkan stabilitas betasianin dalam umbi bit dilakukan formulasi sari umbi bit dalam mikropartikel menggunakan kitosan sebagai matriks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi matriks kitosan pada pembuatan mikropartikel sari umbi bit terhadap aktivitas antioksidan sari umbi bit. Mikropartikel kitosan dengan kandungan sari umbi bit dibuat dengan variasi konsentrasi matriks kitosan (0.5, 1 dan 2%) dibuat dengan metode gelasi ionik. Evaluasi yang dilakukan untuk mikropartikel meliputi evaluasi drug loading (DL), efisiensi enkapsulasi (EE) dan aktivitas antioksidan mikropartikel menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan DL mikropartikel sari bit merah matriks kitosan konsentrasi 0,5%, 1%, dan 2% secara berturut-turut adalah 8,02% ± 0,102; 22,81% ± 1,449; dan 17,85% ± 0,171. Mikropartikel kitosan menunjukkan penghambatan terhadap oksidasi dimana aktivitas antioksidan mikropartikel sari umbi bit sejalan dengan nilai DL dari mikropartikel. Aktivitas antioksidan akan semakin tinggi jika DL mikropartikel tinggi. Kata kunci : antioksidan, kitosan, mikropartikel, umbi bit
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W AA Sudharmawan, AA Adellia Agustina Nur Saputri Andriyas Nisfiliyah Arifah Sri Wahyuni Arsanto, Hugeng Wimbo Asyhar Masyhuda Aysha, Miranda m Ayyun, Qurrota Azistyna, Delvi Yulia Bakar, Fazleen Izzany Abu Cholisoh, Zakky Clara Cendera Marthadilla Dewi Rahmawati DEWI RAHMAWATI Dwi Hernuningsih Elbira J.A Purnomo Evi Mulyani Farida, Rahayu Freddy Johannis Rumambi Haerani, Dian Hafizah, Nurul Hairi, Dewi Gulyla Hidayah Karuniawati Hilda Srivaliana Ilham Ika Trisharyanti Dian Kusumowati Indriyani, Yuvita Dewi Intan Nurhanifah Isna Vira Risdiyanti Iwan Purnama Laeha, Ms. Nur-ainee Lestari, Ratih Guswinda Lintang Karengga Ihsani Lintang Titian Cahya M. A., Rhinomuraena Makanoneng, Jacqueline Marisi Pakpahan Masyhuda, Asyhar Maulana, Fahmi Alief Mika Tri Kumala Swandari, Mika Tri Kumala Miranda m Aysha Ms. Nur-ainee Laeha Muhammad Aditya, Muhammad Muhammad Bakhtiar Mulyani, Risya Naibaho, Nora Nisfiliyah, Andriyas Nugraha, Adie Nur Aini Nurhanifah, Intan Nurhasan, Dede Oktavia Permata Fenthiadewi Palupi Finofasipa Patrick Patrick Peni Indrayudha Pratama, Ilham Okta Purbandari Ajeng Sarweningtyas Purnomo, Elbira J.A Putra, Handre Qurrota Ayyun Radixza Afiffatul Rohmanna Rajali, Ahmad Ramdani, Tasya Eka Ratna Yuliani Ratna Yuliani Razali, Roni Riauwati, Rossa Rifa Iztihara Rihi Hina, Bara Jonathan Ririn Setiawati Rohmanna, Radixza Afiffatul Rudianto Rudianto Salam, Bernadi Gamal Salsabila, Unik Hanifah Saputri, Adellia Agustina Nur Septiani, Adiva Metri Seran, Ardi Seran, Ardi Peterson Setiawati, Ririn Setyani, Yerika Nova Setyawan, Filippus Cahyo Setyo Nurwaini Sundari, Sri Suprapto Suprapto Tangkudung, Audrey G Tangkudung, Audrey G. Tri Mulyani Tri Mulyani Triyatno, Sabrina Azizah Umi Khasanah Umi Khasanah Wibowo, Danang Novianto Wijianto, Diski Wahyu Wikantyasning, Erindyah R. Yerika Nova Setyani Yumna Azzuhdiyah Yuvita Dewi Indriyani  Pakpahan, Marisi