Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PEMBENTUKAN STRUKTUR SEL TIGA DIMENSI (3D) PADA SEL MCF-7 UNTUK PENGUJIAN SITOTOKSIK Sukmawati, Anita; Yuliani, Ratna; Aini, Nur
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan struktur sel 2 dimensi (2D) untuk pengujian senyawa sitotoksik telah secara rutin dilakukan. Tetapi model 2D ini tidak dapat menyerupai kompleksitas sel in vivo, sehingga aktivitas antikanker yang dihasilkan mungkin akan berbeda. Kultur sel tiga dimensi (3D) memiliki bentuk yang menyerupai jaringan tumor invivo, terutama adanya interaksi matriks ektraseluler (extracellular matriks, ECM) pada sel sehingga diharapkan mampu meningkatkan sensitifitas pengujian sitotoksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pembentukan sel kultur 3D pada sel MCF-7 menggunakan metode forced-floating. Pembentukan struktur 3D dilakukan dengan melakukan variasi kecepatan sentrifugasi pada sel MCF-7. Variasi kecepatan yang digunakan adalah 0 (tanpa sentrifugasi), 800, 1000, 2000, 2700, 3900, 5500 dan 11000 rpm. Diameter sel aggregate yang terbentuk dievaluasi menggunakan mikroskop mulai hari ke-4. Pengukuran diameter aggregate dilakukan menggunakan software ImageJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan aggregate yang memenuhi syarat untuk pengujian aktivitas anti kanker pada kultur sel 3D didapatkan dengan kondisi tanpa sentrifugasi. Kondisi ini menghasilkan agregat sel MCF-7 dengan diameter 1017 ±17 µm dan stabil selama 10 hari.
FORMULASI MIKROPARTIKEL SARI BUAH NAGA DENGAN MATRIKS ETIL SELULOSA DAN Setyani, Yerika Nova; Sukmawati, Anita
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) mengandung betalain yang berfungsi sebagai antioksidan dan dapat digunakan untuk menangkap radikal bebas. Buah naga merah diformulasikan dalam bentuk mikropartikel, untuk melindungi stabilitas antioksidan. Etil selulosa (EC) digunakan sebagai matriks mikropartikel sari buah naga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi EC terhadap efisiensi enkapsulasi dan aktivitas antioksidan mikropartikel sari buah naga (Hylocereus polyrhizus). Metode emulsifikasi tunggal digunakan untuk pembuatan mikropartikel sari buah naga. Mikropartikel sari buah naga dibuat tiga konsentrasi EC dalam diklorometan yaitu 5%b/v, 10%b/v, 20%b/v. Hasil pengamatan bentuk dan ukuran partikel dari mikropartikel sari buah naga menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Bentuk mikropartikel adalah tidak bulat, berongga, dan tidak rata pada permukaan. Hasil efisiensi enkapsulasi mikropartikel sari buah naga dari konsentrasi EC 5%, 10%, dan 20% berturut-turut adalah 72,37%±0,77, 63,40%±11,58, dan 72,46%±15,21, hasil uji aktivitas antioksidan berturut-turut 35,08%±4,38, 48,86%±1,31, 55,51%±6,88, dan kesetaraan zat aktif dalam 8 mg mikropartikel sari buah naga mengandung sari buah naga berturut-turut 2,89 mg, 2,54 mg, 2,90 mg.
Peningkatan Pemahaman Masyarakat pada Penggunaan Obat- obatan untuk Swamedikasi pada Penyakit Anak melalui Penyuluhan Sukmawati, Anita; Purnomo, Elbira J.A; Khasanah, Umi; Ayyun, Qurrota; Aysha, Miranda m; Mulyani, Tri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Swamedikasi merupakan alternatif pengobatan mandiri yang seringdigunakan oleh masyarakat untuk mengatasi beberapa penyakitringan karena lebih ekonomis dan mudah didapat, sehingga dapatmengefisiensi waktu. Tetapi pada pelaksanaannya swamedikasidapat menjadi sumber terjadinya kesalahan pengobatan (medicationerror) karena keterbatasan pengetahuan masyarakat terhadapkeamanan obat dan ketepatan cara penggunaan. Salah satuposyandu yang terletak di kampung Griyan RW X Pajang, Laweyan,Kartasura, dengan jumlah balita 50 orang, belum pernahmendapatkan pengetahuan yang berkaitan dengan jenis-jenis obatdan bagaimana pemilihan obat yang tepat dan aman untuk balita.Untuk itu dilakukan kegiatan penyuluhan untuk meningkatkanpemahaman masyarakat dalam swamedikasi untuk obat anak. Fokusdari kegiatan penyuluhan ini adalah cara memilih obat yangrasional dan aman dalam swamedikasi (pengobatan sendiri) untukmengatasi penyakit ringan yang sering terjadi pada balita, yaknidemam, nyeri, batuk-pilek, dan diare. Kegiatan penyuluhan inidilaksanakan dengan cara penyampaian materi yang menarikdengan menggunakan media leaflet dan alat peraga berupa contohobat-obat yang aman dan tidak aman. Luaran dari kegiatan iniadalah terjadinya peningkatan pemahaman peserta terhadapswamedikasi penyakit anak, ditunjukkan dengan nilai pemhamananyang meningkat dari 4.7 menjadi 6.7 (pada skala 10).
VALIDASI METODE PENETAPAN KADAR GENTAMISIN SULFAT DALAM SEDIAAN SALEP DENGAN SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE Nisfiliyah, Andriyas; Sukmawati, Anita
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penetapan kadar gentamisin sulfat dalam sediaan salep pada penelitian ini dilakukan dengan ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut kloroform dan larutan dapar fosfat pH 7,4 dengan perbandingan 1:3. Gentamisin sulfat yang telah diekstraksi pada fase dapar fosfat pH 7,4 kemudian direaksikan dengan reagen ninhidrin 5 mg/mL sehingga terbentuk senyawa kompleks berwarna ungu dan dibaca absorbansinya menggunakan Spektrofotometer UVVIS Genesys™ pada ? 559 nm. Metode ini perlu divalidasi untuk memastikan bahwa metode yang digunakan dapat memberikan hasil pengukuran yang sesuai dengan peruntukannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan validitas metode penetapan kadar gentamisin sulfat dalam sediaan salep dengan spektrofotometer visible menggunakan pereaksi ninhidrin. Parameter yang akan ditentukan dalam penelitian ini meliputi linearitas, ripitabilitas, akurasi, limit of detection (LOD) dan limit of quantitation (LOQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang digunakan cukup linear dengan nilai r yang diperoleh sebesar 0,9989, memiliki ketelitian dengan nilai RSD 1,411%, ketepatan dengan nilai perolehan kembali yang memenuhi kriteria keberterimaan (98%-102%) pada penambahan 3 mg (100%) zat aktif gentamisin sulfat dan untuk penambahan 2,4 mg (80%) dan 3,6 mg (120%) zat aktif gentamisin sulfat didapatkan hasil yang tidak memenuhi kriteria keberterimaan, serta nilai LOD sebesar 36,34312094 ?g/mL dan nilai LOQ sebesar 110,1306695 ?g/mL.
Pemantauan Stabilitas Sefiksim pada Sediaan Racikan Pulveres berdasarkan ketentuan Beyond Use Date Rohmanna, Radixza Afiffatul; Sukmawati, Anita
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini masih banyak ditemukan resep dokter racikan obat terutama untuk anak-anak dan lansia. Obat racikan rentan akan ketidakstabilan oleh karena itu evaluasi secara fisika maupun kimia perlu dilakukan untuk mengevaluasi stabilitas sediaan racikan obat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui stabilitas racikan bentuk puyer atau pulveres sefiksim berdasarkan ketentuan Beyond Use Date. Sefiksim merupakan salah satu antibiotik yang sering diresepkan oleh dokter. Racikan pulveres sefiksim yang disimpan pada suhu ruang (26°C) dan lemari pendingin (5°C) kemudian diuji terhadap perubahan kadar, pH, dan organoleptis (warna dan aroma) pada interval hari ke-0, 7, 14, 21, dan 28. Pemantauan kadar bahan aktif selama masa penyimpanan dilakukan menggunakan Spektrofotometer UV pada panjang gelombang 291 nm. Hasil pengamatan organoleptis terhadap warna dan aroma dari racikan pulveres sefiksim tidak ditemukan adanya perubahan mulai hari ke-0 hingga hari ke-28 pengamatan yaitu tetap berwarna putih kekuningan dan tidak berbau. Hasil dari uji kadar dan pH menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya perbedaan yang signifikan pada perolehan kadar dan pH sefiksim pada setiap interval hari pengamatan selama 28 hari baik pada suhu 26°C maupun 5°C (sig.2-tailed>0,05). Setelah 28 hari penyimpanan ditemukan adanya perbedaan yang signifikan pada perolehan pH pulveres sefiksim dari kedua suhu penyimpanan (sig.2-tailed<0,05), namun rerata pH sefiksim pada suhu 26°C maupun 5°C masih memenuhi syarat pH sefiksim yang diperbolehkan yaitu 2,6 sampai 4,1. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, racikan pulveres sefiksim stabil selama 28 hari pada suhu penyimpanan 26°C dan 5°C sehingga hasil ini sesuai dengan ketentuan Beyond Use Date untuk sediaan nonaqueous formulation.
Study of Liquid Self-nanoemulsifying Drug Delivery System (L-SNEDDS) that Use Oleic Acid as the Oil Phase: Literature Review Lestari, Ratih Guswinda; Sukmawati, Anita
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 21, Special Issue 1, 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v21i0.23468

Abstract

Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) is a nanoemulsion system that can be used to increase the bioavailability of drugs that are hardly soluble in water and have low bioavailability. Oleic acid, a saturated fatty acid that is found in many vegetable oils, is an oil that is often used for the oil phase in SNEDDS. Therefore, this review article aims to review, study, analyze and explore the optimum formula of SNEDDS that use oleic acid as the oil phase. The articles were searched via Google Schoolar, Science Direct, and Pubmed. The total number of articles is 464 articles. The total number articles that include exclusion criteria is 453 articles. The total article that use is 11 articles. SNEDDS, which uses oleic acid as the oil phase, produces droplet sizes of 19.75-190.03 nm with a polydispersity index of 0.278-0.532. Zeta potential value, only 2 articles have a zeta potential value above +/-30, that is mefenamic acid SNEDDS and furosemide SNEDDS. Overall, SNEDDS which uses oleic acid as the oil phase has a better dissolution and bioavailability profile compared to the commercial product or the pure drug. If solubility and bioavailability increase, it can increase the pharmacological activity of the drugs
Transformasi Kepemimpinan Nasional: Tantangan dan Peluang di Era Globalisasi Setyawan, Filippus Cahyo; Aditya, Muhammad; Pratama, Ilham Okta; Purnama, Iwan; Rihi Hina, Bara Jonathan; Naibaho, Nora; Sukmawati, Anita; Seran, Ardi Peterson; Makanoneng, Jacqueline; Arsanto, Hugeng Wimbo; Tangkudung, Audrey G.
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8679

Abstract

Artikel ini mengkaji peran penting transformasi kepemimpinan dalam menghadapi tantangan yang kompleks dan peluang yang muncul di era globalisasi. Dengan memahami dinamika hubungan internasional, dampak perubahan ekonomi, dan peran media sosial, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi kepemimpinan yang responsif terhadap konteks global. Melalui analisis literatur dan pendekatan penelitian kualitatif, artikel ini meneliti karakteristik kepemimpinan transformasional sebagai solusi untuk mengatasi tantangan global. Pendidikan dan pengembangan kepemimpinan, bersama dengan responsivitas terhadap perubahan global, diidentifikasi sebagai elemen kunci dalam proses transformasi kepemimpinan. Tantangan utama termasuk kompleksitas isu-isu global seperti krisis keamanan dan perubahan iklim, yang memerlukan kepemimpinan yang visioner, terbuka terhadap ide-ide baru, dan bersifat responsif terhadap dinamika global. Artikel ini juga mengidentifikasi peluang melalui diplomasi, kerjasama internasional, inovasi dalam tata kelola negara, dan pembangunan sumber daya manusia sebagai cara untuk memperkuat kepemimpinan nasional. Transformasi kepemimpinan menjadi suatu keharusan untuk mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang di era globalisasi. Penguatan pendidikan kepemimpinan, responsivitas terhadap perubahan global, dan kolaborasi internasional menjadi kunci dalam menciptakan pemimpin yang mampu membawa bangsa melangkah maju di panggung global. Artikel ini mengundang pemikiran lebih lanjut dan tindakan konkret dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan nasional demi keberlanjutan dan kemajuan bangsa.
UJI STABILITAS FISIK DAN KIMIA SEDIAAN RACIKAN PULVERES NEVIRAPINE Masyhuda, Asyhar; Sukmawati, Anita
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i3.89

Abstract

Proses peracikan obat masih banyak dilakukan di rumah sakit terutama untuk pasien anak-anak dan lansia. Peran seorang apoteker diperlukan untuk menjamin keamanan dan khasiat racikan obat. Obat racikan rentan akan kesalahan dan ketidaktelitian. Evaluasi secara fisika maupun kimia dinilai perlu untuk mengevaluasi stabilitas sediaan racikan obat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui stabilitas racikan pulveres nevirapin. Nevirapin dipilih karena termasuk salah satu antiretroviral yang sering diresepkan oleh dokter. Racikan pulveres nevirapin yang disimpan pada suhu ruang (25°C) dan lemari pendingin (4°C) kemudian diuji terhadap perubahan kadar, pH, dan organoleptis (warna dan bau) setiap interval hari ke-0, 7, 14, 21, dan 28. Alat yang digunakan adalah spektrofotometer UV GENESYS 10UV untuk mengukur absorbansi dengan panjang gelombang 300 nm. Hasil pengamatan organoleptis terhadap warna dan bau racikan pulveres nevirapin tidak ditemukan adanya perubahan dari awal pengamatan yaitu tetap berwarna putih dan tidak berbau. Hasil dari uji kadar dan pH menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya perbedaan yang signifikan pada perolehan kadar dan pH nevirapin pada setiap interval hari pengamatan selama 28 hari baik pada suhu 25°C maupun 4°C (sig.2-tailed>0,05). Berdasarkan hasil pengujian tersebut, racikan pulveres nevirapin stabil selama 28 hari pada suhu penyimpanan 25°C dan 4°C sehingga hasil ini sesuai dengan ketentuan beyond use date untuk sediaan nonaqueous formulation.   
PENGARUH PENGGUNAAN EMOLIEN MINYAK BIJI BUNGA MATAHARI (Helianthus annuus) TERHADAP SIFAT FISIK STIK PELEMBAB BIBIR DENGAN PEWARNA ALAMI SARI UMBI BIT MERAH (Beta vulgaris L.) Saputri, Adellia Agustina Nur; Sukmawati, Anita
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i1.310

Abstract

Penggunaan beberapa senyawa antioksidan dalam satu sediaan dikenal dengan istilah network antioxidants. Network antioxidants bekerja secara sinergis dan terbukti lebih efektif dibandingkan antioksidan tungal. Pada penelitian ini digunakan 2 senyawa antioksidan yang bersumber dari umbi bit merah (Beta vulgaris L) dan minyak biji bunga matahari (Helianthus annuus). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan variasi konsentrasi minyak biji bunga matahari terhadap homogenitas warna dan tekstur, pH, titik lebur, serta kesukaan panelis terhadap kemudahan pemakaian, tekstur, kelembapan dan warna sediaan pelembab bibir. Pembuatan sari umbi bit merah dilakukan dengan menghaluskan, menyaring, dan mengeringkan larutan umbi bit merah hingga didapatkan rendemen sebanyak 6,17%, selanjutnya sediaan pelembab bibir diformulasikan dengan 3 variasi konsentrasi minyak biji bunga matahari antara lain yaitu 7,5%, 10%, dan 12,5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi konsentrasi minyak biji bunga matahari 7,5%, 10% dan 12,5% tidak memberikan pengaruh terhadap homogenitas (warna dan tekstur), titik lebur dan kesukaan panelis terhadap sediaan pelembab bibir, tetapi memberikan pengaruh terhadap pH dimana semakin tinggi konsentrasi minyak biji bunga matahari maka semakin rendah nilai pH yang didapatkan.
The Effect of Work Motivation, Work Discipline and Compensation on Employee Performance in the Customer Care Unit of Bandung Adventist Hospital Anita Sukmawati; Rudianto Rudianto; Dwi Hernuningsih; Freddy Johannis Rumambi; Marisi Pakpahan
Global Management: International Journal of Management Science and Entrepreneurship Vol. 1 No. 4 (2024): November : International Journal of Management Science and Entrepreneurship
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/globalmanagement.v1i4.31

Abstract

Employee performance, particularly in the customer care department, is crucial as all aspects of hospital care related to patient experience. Effective and responsive interactions can enhance patient satisfaction, build trust, and create a supportive environment that aids the healing process. Additionally, customer care employees serve as a bridge between patients and medical staff, ensuring that patients' needs and inquiries are addressed with distinction. Therefore, it is essential for hospital management to maintain employee performance by providing work motivation, discipline, and appropriate compensation. This study aims to analyze the partial and simultaneous effects of work motivation, work discipline, and compensation on improving employee performance in the Customer Care Department of Bandung Adventist Hospital. This descriptive quantitative research was conducted with 30 customer care employees at Bandung Adventist Hospital in early September 2024. The findings indicate that work motivation and compensation do not significantly affect employee performance according to the data analysis, whereas work discipline has a significant impact on employee performance. However, when considered together, work motivation, work discipline, and compensation collectively have a significant effect, accounting for 44.1% of the variance. From this data, it can be concluded that maintaining work motivation, discipline, and compensation together can help sustain employee performance in the Customer Care Department of Bandung Adventist Hospital.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W AA Sudharmawan, AA Adellia Agustina Nur Saputri Andriyas Nisfiliyah Arifah Sri Wahyuni Arsanto, Hugeng Wimbo Asyhar Masyhuda Aysha, Miranda m Ayyun, Qurrota Azistyna, Delvi Yulia Bakar, Fazleen Izzany Abu Cholisoh, Zakky Clara Cendera Marthadilla Dewi Rahmawati DEWI RAHMAWATI Dwi Hernuningsih Elbira J.A Purnomo Evi Mulyani Farida, Rahayu Freddy Johannis Rumambi Haerani, Dian Hafizah, Nurul Hairi, Dewi Gulyla Hidayah Karuniawati Hilda Srivaliana Ilham Ika Trisharyanti Dian Kusumowati Indriyani, Yuvita Dewi Intan Nurhanifah Isna Vira Risdiyanti Iwan Purnama Laeha, Ms. Nur-ainee Lestari, Ratih Guswinda Lintang Karengga Ihsani Lintang Titian Cahya M. A., Rhinomuraena Makanoneng, Jacqueline Marisi Pakpahan Masyhuda, Asyhar Maulana, Fahmi Alief Mika Tri Kumala Swandari, Mika Tri Kumala Miranda m Aysha Ms. Nur-ainee Laeha Muhammad Aditya, Muhammad Muhammad Bakhtiar Mulyani, Risya Naibaho, Nora Nisfiliyah, Andriyas Nugraha, Adie Nur Aini Nurhanifah, Intan Nurhasan, Dede Oktavia Permata Fenthiadewi Palupi Finofasipa Patrick Patrick Peni Indrayudha Pratama, Ilham Okta Purbandari Ajeng Sarweningtyas Purnomo, Elbira J.A Putra, Handre Qurrota Ayyun Radixza Afiffatul Rohmanna Rajali, Ahmad Ramdani, Tasya Eka Ratna Yuliani Ratna Yuliani Razali, Roni Riauwati, Rossa Rifa Iztihara Rihi Hina, Bara Jonathan Ririn Setiawati Rohmanna, Radixza Afiffatul Rudianto Rudianto Salam, Bernadi Gamal Salsabila, Unik Hanifah Saputri, Adellia Agustina Nur Septiani, Adiva Metri Seran, Ardi Seran, Ardi Peterson Setiawati, Ririn Setyani, Yerika Nova Setyawan, Filippus Cahyo Setyo Nurwaini Sundari, Sri Suprapto Suprapto Tangkudung, Audrey G Tangkudung, Audrey G. Tri Mulyani Tri Mulyani Triyatno, Sabrina Azizah Umi Khasanah Umi Khasanah Wibowo, Danang Novianto Wijianto, Diski Wahyu Wikantyasning, Erindyah R. Yerika Nova Setyani Yumna Azzuhdiyah Yuvita Dewi Indriyani  Pakpahan, Marisi