Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH VARIASI KONSENTRASI NATRIUM TRIPOLIFOSFAT PADA NANOEMULSI METODE GELASI IONIK EKSTRAK ETANOL Sargassum sp.: EFFECT OF VARIATION OF SODIUM TRIPOLYPHOSPHATE CONCENTRATION ON NANOEMULSION IONIC GELATION METHOD OF ETHANOL EXTRACT Sargassum sp. Agung Giri Samudra; Nurfijrin Ramadhani; Reza Pertiwi; Apriza Hongko Putra; Bambang Hernawan Nugroho; Fathnur Sani K
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i2.361

Abstract

Penggunaan nanoemulsi sediaan farmasi diharapkan dapat meningkatkan penetrasi dan absorpsi bahan aktif tanpa perlu menambahkan eksipien penetrasi lain dan memiliki luas permukaan yang besar sehingga lebih efektif sebagai sistem pembawa. Natrium tripolifosfat dikenal sebagai zat pengikat silang yang paling baik untuk berinteraksi dengan polikation kitosan untuk membentuk nanoemulsi. Mengetahui karakteristik ekstrak etanol Sargassum sp. yang dikorporasikan ke dalam bentuk nanoemulsi dengan adanya variasi konsentrasi natrium tripolifosfat. Nanoemulsi metode gelasi ionik menggunakan magnetik stirer kecepatan 750 rpm dengan perbandingan ekstrak etanol Sargassum sp.: larutan kitosan: larutan natrium tripolifosfat: larutan tween formula 1 (0,25 gram; 0,1% 18 mL; 0,2% 9 mL; 0,5% 3mL); formula 2 (0,25 gram; 0,1% 18 mL; 0,4% 9 mL; 0,5% 3 mL) dan formula 3 (0,25 gram; 0,1% 18 mL; 0,8% 9 mL; 0,5% 3 mL). Karateristik nanoemulsi berupa ukuran partikel dan nilai zeta potensial. Koloid nanoemulsi yang terbentuk dikarakterisasi berupa ukuran partikel (nm); potensial zeta (mV) yaitu formula 1 (149,1±3,5 nm; 16.5±0,3 mV); formula 2 (107,1±0,5 nm; 12,7±0,1 mV); formula 3 (101,7±0,7 nm; 8,2±0,2 mV). Variasi konsentrasi larutan natrium tripolifosfat mempengaruhi ukuran partikel dan nilai potensial zeta. Semakin tinggi konsentrasi larutan natrium tripolifosfat maka memperkecil ukuran patikel dan potensial zeta. Ukuran partikel terkecil pada formula 3, sedangkan nilai potensial zeta terbaik yang paling mendekati 30 mV pada formula 1.
Kadar Flavonoid Total Daun Rhizopora Apiculata Blume Dengan Variasi Pelarut Nurfijrin Ramadhani; Agung Giri Samudra; Wafa Syahidah; Cyntia Dwi Utami; Annisa Muslimah; Suci Rahmawati
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 3, No 2 (2022): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v3i2.9328

Abstract

ABSTRAKRhizopora apiculata merupakan salah satu spesies mangrove yang tumbuh di pesisir pantai barat Bengkulu. Tanaman ini dilaporkan memiliki kandungan aktivitas antioksidan yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kadar flavonoid dari daun Rhizopora apiculate menggunakan variasi pelarut metode maserasi dan sonikasi. Daun Rhizopora apiculate diekstraksi dengan metode maserasi selama 48 jam dan sonikasi selama 15 menit, masing-masing metode menggunakan pelarut heksan, etanol, metanol dan air. Ekstrak dilakukan skrining fitokimia dengan reaksi warna, kemudian dilanjutkan penetapan kadar total flavonoid pada ekstrak yang positif mengandung flavonoid menggunakan metode kolorimetri. Hasil kadar flavonoid dengan metode maserasi ekstrak, etanol, metanol dan air berturut turut adalah 8,503 ± 0,2917; 5,936 ± 0,182;  4,49 ± 0,095 mg EK/g ekstrak, sedangkan dengan metode sonikasi 6,736±0,271; 3,603 ± 0,22; 1,306 ±0,090 mg EK/g ekstrak. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan kadar total flavonoid yang diperoleh paling tinggi pada ekstrak etanol dengan metode maserasi. Kata kunci : Rhizopora apiculata; Pelarut; Maserasi; Sonikasi; FlavonoidABSTRACTRhizophora apiculata is one of the mangrove species that grows on the west coast of Bengkulu. This plant is reported to have a high content of an antioxidant activity. This study aimed to compare the flavonoid content of Rhizophora apiculata leaves using variations in solvents using maceration and sonication methods. Rhizophora apiculata leaves were extracted by the maceration method for 48 hours and sonication for 15 minutes, each using hexane, ethanol, methanol, and water as solvents. The extracts were screened for phytochemicals with a color reaction, then continued with the determination of total flavonoid levels in the positive flavonoid extracts using the colorimetric method. The results of flavonoid content by maceration method of extract, ethanol, methanol and water were 8.503 ± 0.2917; 5.936 ± 0.182; 4.49 ± 0.095 mg EK/g extract, while by sonication method 6.736±0.271; 3.603 ± 0.22; 1,306 ±0.090 mg EK/g extract. Based on the results, it can be concluded that the total flavonoid content obtained was the highest in the ethanol extract using the maceration method. Keywords : Rhizopora apiculata; Solvents; Maseration; Sonication; Flavonoid. 
PENYULUHAN OBAT TRADISIONAL DI DESA PA’RASANGAN BERU KABUPATEN TAKALAR SULAWESI SELATAN Asril Burhan; Reny Syahruni; Abd. Halim Umar; Marwati; Khaeruddin; Muh. Azwar AR; Agung Giri Samudra
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 1: Januari 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.626 KB)

Abstract

Banyaknya penggunaan obat tradisional di Indonesia berhubungan pula dengan banyaknya jenis tumbuhan di negeri ini, pemahaman tentang obat tradisional masih sangat kurang sehingga perlu dilakukan penyuluhan tentang obat tradisional. Tujuan pelaksanaan pengabdiaan ini untuk memberikan pemahaman pengunaan obat tradisional. Kegiatan ini dilaksanakan di desa Pa’rasangan beru, Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan. Kegiatan ini di ikuti oleh 42 orang, hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan tentang pengolahan, jenis dan penggunaan obat tradisional.
GERAKAN BANQUE D’ORDURES (BANK SAMPAH) DEMI MASYARAKAT MAJU DAN DONASI PEMBAGIAN MASKER DAN HANDSANITIZER SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN TERHADAP COVID-19 DI DESA RINDU HATI BENGKULU TENGAH Dwi Dominica; Agung Giri Samudra; Dian Handayani; Tya Chalifatul Maulina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam menjaga dan melestarikan lingkungan yang bersih dan sehat serta tetap mematuhi protocol kesehatan dalam suasana pandemic Covid-19 dilingkungan wisata salah satunya dengan penggunaa masker dan hansanitizer serta menyiapkan tempat pengolahan sampah yang bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini kami buat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan dan membangun  kreatifitas masyarakat untuk mencari pekerjaan dan mendapatkan kehidupan yang layak demi masyarakat maju. Serta bertujuan memutuskan mata rantai penyebaran virus covid-19 di tempat wisata khususnya di Desa Rindu Hati salah satunya meningkatkan kepatuhan masyarakat dengan tetap menggunakan masker dan selalu cuci tangan atau menggunakan handsanitizer di tempat umum. Metode dan Proses pelaksanaan kegiatan pengabdian melalui beberapa tahap yang digunakan pada kegiatan ini adalah:, yaitu: Sosialisasi, Pemberian bank sampah dan masker serta handsanitizer, Tahap Aplikasi. Indikator keberhasilan dari tahap ini adalah berkurangnya sampah yang berserakan dan adanya bank sampah pada beberapa titik tempat wisata, dan berkurangnya penyebaran covid-19 terutama ditempat wisata Desa Rindu Hati Kabupaten Bengkulu Tengah. Kata Kunci:  Banque D’ordures, Masker, Handsanitizer, pengabdian masyarakat
EFEKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIA EKSTRAK ETANOL Ulva sp. DAN Sargassum sp. PADA MENCIT YANG DIINDUKSI SUKROSA: ANTIHYPERGLYCHEMIC EFFECTIVENESS OF ETHANOL EXTRACT Ulva sp. AND Sargassum sp. IN SUCROSE-INDUCED MICULES Ulvi Ditasari; Agung Giri Samudra; Reza Pertiwi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.437

Abstract

Tingginya kasus penderita hiperglikemia pengobatannya memerlukan waktu yang panjang dan biaya relatif mahal, membuat penderita berisiko komplikasi dikarenakan efek samping obat sintetik yang dikonsumsi. Alternatif untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan obat-obatan tradisional. Banyak tanaman obat yang berpotensi sebagai antihiperglikemia salah satunya alga laut yaitu Ulva sp. dan Sargassum sp. Kedua alga ini memiliki kandungan metabolit sekunder yang mampu sebagai antihiperglikemik. Namun, penelitian khusus mengenai perbandingan efektivitas antihiperglikemia dari ekstrak Ulva sp. maupun ekstrak Sargassum sp. sebagai penurun kadar glukosa bagi mencit yang di induksi sukrosa belum pernah dilakukan sebelumnya. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian untuk membandingkan efektivitas ekstrak Ulva sp. dan ekstrak Sargassum sp. sebagai antihiperglikemik pada mencit (Mus musculus). Pada penelitian ini menggunakan 20 ekor mencit yang terbagi dalam 4 kelompok uji. Kelompok (I) kontrol positif diberikan metformin 1,3 mg/20 gram BB mencit kelompok (II) merupakan kontrol negatif diberikan CMC Na 0,5% kelompok (III) Ekstrak Sargassum sp. dosis 0,78 mg/20 gram BB mencit kelompok (IV) ekstrak Ulva sp. dosis 0,78 mg/20 gram BB mencit. Setelah 15 menit pemberian larutan uji selanjutnya diberikan Sukrosa 0,195 gram/20 gram BB mencit secara peroral. Pengamatan dilakukan setelah pemberian sukrosa, pada menit ke-15, 30, 45, 60, 90, 120, 150. Setelah didata menggunakan SPSS Hasil menunjukkan bahwa ekstrak Sargassum sp. dengan Ektrak Ulva sp. memiliki efek antihiperglikemik (p<0,05) dibandingkan dengan kontrol negatif. Namun yang memiliki manfaat sebagai agen antihiperglikemik paling baik yaitu ekstrak Sargassum sp. karena datanya mendekati efek antihiperglikemik metformin.
FORMULASI TABLET EKSTRAK ALGA COKLAT (Sargassum sp.) DENGAN VARIASI POLIVINIL PIROLIDON SEBAGAI BAHAN PENGIKAT METODE GRANULASI BASAH: FORMULATION OF BROWN ALGAE EXTRACT TABLETS (Sargassum sp.) WITH VARIATIONS POLYVINYL PYROLIDONE AS BINDING MATERIAL WITH WET GRANULATION METHOD Dea Eka Rina; Agung Giri Samudra; Dwi Dominica
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.590

Abstract

Tanaman alga coklat (Sargassum sp.) dalam ilmu farmasi dapat dimanfaatkan sebagai salah satu zat aktif dalam obat. Obat yang dibuat dalam bentuk sediaan tablet ini memiliki komposisi alga coklat (Sargassum sp.) sebagai zat aktif utama obat dan bahan pengikat lainnya yang berupa polivinil pirolidon (PVP). Penelitian ini membahas lebih dalam mengenai keefektifan zat pengikat (PVP) dalam sediaan obat menggunakan metode granulasi basah. Ekstrak alga (Sargassum sp.)  yang pekat diperoleh dari ekstraksi dengan metode sokletasi menggunakan etanol 96%. Pembuatan tablet alga coklat (Sargassum sp.) diuji dengan zat pengikat (PVP) dalam 3 konsentrasi yang berbeda yaitu 3%, 5%, dan 9%. Sebelum memasuki tahapan pencetakan granul, sediaan obat harus melewati evaluasi sifat alir, sudut diam, dan kompresibilitas. Setelah itu dilakukan evaluasi sifat fisik tablet yang terdiri atas keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, waktu hancur, dan waktu paruh. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa evaluasi uji sifat fisik granul dengan 3 variasi konsentrasi formula telah memenuhi syarat. Pada uji waktu hancur, kekerasan, keseragaman bobot, dan keseragaman ukuran tablet hanya konsentrasi PVP 5% saja yang memenuhi syarat dalam tablet obat alga coklat.
Edukasi Cegah Covid-19 Kebiasaan Baru Pusat Perbelanjaan Mall Kota Bengkulu Agung Giri Samudra; Nurfijrin Ramadhani; Wahyu Alamsyah; Ulvi Ditasari; Tiara Feni Lestari
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 7 NOMOR 1 MARET 2023 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v7i1.9460

Abstract

Pendahuluan: Percepatan strategi komunikasi risiko yang komprehensif akan memberikan keselarasan dan memperkuat program pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di Indonesia. Khusus di Kota Bengkulu kegiatan perbelanjaan seperti Mall, pasar tradisonal terlihat telah beraktivitas normal dengan masih kurangnya kesadaran masyarakat protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. Pengabdian dilakukan oleh Dosen  dan Mahasiswa S1 Farmasi Universitas Bengkulu untuk menyampaikan edukasi  di tengah masyarakat dalam area pusat pembelanjaan Mall Bengkulu diharapkan dapat  meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai info dasar Covid-19 serta mengidentifikasi perilaku lama dan membujuk masyarakat untuk berubah ke perilaku baru yang menyehatkan. Metode: Kegiatan TalkShow Edukasi penyampaian informasi dilakukan secara langsung interaktif kepada pengelola mall, pedagang dan pekerja, serta pengunjung. Selanjutnya, penyebran flyer dilakukan sebanyak 2 kali pada saat sebelum berlangsungnya talkshow dan setelah acara talkshow dilaksanakan. Flyer ini dibagikan untuk dijadikan acuan untuk mengedukasi masyarakat agar lebih memahami materi talkshow yang telah disampaikan dalam kegiatan tersebut. Hasil: Adanya peningkatan pengetahuan Kebiasaan Baru Pusat Perbelanjaan Mall Kota Bengkulu. Evaluasi kegiatan juga dilakukan 51,5% berpendapat kegiatan ini sangat bermanfaat, 47,5% berpendapat bahwa materi sangat mudah dimengerti; 47,5% berpendapat bahwa kegiatan ini sangat memberikan informasi; dan 53,1% berpendapat sangat menimbulkan rasa untuk melakukan adaptasi kebiasaan baru. Kesimpulan: Kegitan dapat diselenggarakan dengan baik dan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun dan meningkatnya pemahaman serta kesadaran masyarkat untuk melakukan pola Kebiasaan Baru Pusat Perbelanjaan Mall Kota Bengkulu.
Pengetahuan Tenaga Teknis Kefarmasian Tentang Obat-Obat Look-Alike Sound-Alike (LASA) di Apotek Kota Bengkulu agung giri samudra; Bella Friska; Mita Kurnia
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 2 No. 1 (2022): April
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v2i1.23484

Abstract

LASA (Look Alike Sound Alike) merupakan obat-obat yang terlihat mirip atau terdengar sama. LASA menjadi satu penyebab terjadinya medication erorrs khususnya pada fase dispensing. Dengan harapan untuk menurunkan angka kejadian medication erorrs, maka diperlukan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan Tenaga Teknis Kefarmasian tentang obat-obat LASA di Apotek Kota Bengkulu. Penelitian observasional ini dilakukan dengan memberikan lembar kuseioner kepada Tenaga Teknis Kefarmasian yang bekerja di Apotek Kota Bengkulu. Hasil penelitian kemudian diuji menggunakan Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan pengelolaan obat LASA serta pengelolaan dan kesalahan pengambilan obat LASA.Hasil penelitian menunjukan pengetahuan berkategori baik 84% dan kurang baik 16%, pengelolaan obat LASA berkategori baik 4% dan kurang baik 96%, dan pengalaman kesalahan dalam pengambilan obat LASA berkategori pernah 19% dan tidak pernah 81%. Hasil uji Chi-Square menyatakan tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan pengelolaan serta antara pengelolaan dan kesalahan pengambilan obat LASA
ANALISIS PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL SARI JERUK GERGA LEBONG (Citrus Nobilis L) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI Uv-Vis Nurfijrin Ramadhani; Yuska Novianti; Agung Giri Samudra
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 2 No. 1 (2022): April
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v2i1.23489

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah salah satunya adalah Jeruk Gerga Lebong(Citrus Nobilis L), yang merupakan salah satu produk unggulan di Provinsi Bengkulu khususnya dikabupaten Lebong; Metode yang digunakan adalah kolorimetri dengan reagen AlCl3 menggunakan instrumen Spektrofotometri Uv-Vis. Sebagai pembanding digunakan kuersetin. Uji kuantitatif dilakukan dengan cara membuat seri kadar, seri kadar yang yaitu, 20, 40, 60, 80, 100. Uji sampel dilakukan dengan tiga kali replikasi. Hasil uji kuantitatif menunjukan bahwa nilai kadar flavonoid total yang didapat yaitu 0.0558 mg RE/ g ekstrak.
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI NATRIUM TRIPOLIFOSFAT PADA NANOEMULSI METODE GELASI IONIK EKSTRAK ETANOL Sargassum sp.: EFFECT OF VARIATION OF SODIUM TRIPOLYPHOSPHATE CONCENTRATION ON NANOEMULSION IONIC GELATION METHOD OF ETHANOL EXTRACT Sargassum sp. Agung Giri Samudra; Nurfijrin Ramadhani; Reza Pertiwi; Apriza Hongko Putra; Bambang Hernawan Nugroho; Fathnur Sani K
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i2.361

Abstract

Penggunaan nanoemulsi sediaan farmasi diharapkan dapat meningkatkan penetrasi dan absorpsi bahan aktif tanpa perlu menambahkan eksipien penetrasi lain dan memiliki luas permukaan yang besar sehingga lebih efektif sebagai sistem pembawa. Natrium tripolifosfat dikenal sebagai zat pengikat silang yang paling baik untuk berinteraksi dengan polikation kitosan untuk membentuk nanoemulsi. Mengetahui karakteristik ekstrak etanol Sargassum sp. yang dikorporasikan ke dalam bentuk nanoemulsi dengan adanya variasi konsentrasi natrium tripolifosfat. Nanoemulsi metode gelasi ionik menggunakan magnetik stirer kecepatan 750 rpm dengan perbandingan ekstrak etanol Sargassum sp.: larutan kitosan: larutan natrium tripolifosfat: larutan tween formula 1 (0,25 gram; 0,1% 18 mL; 0,2% 9 mL; 0,5% 3mL); formula 2 (0,25 gram; 0,1% 18 mL; 0,4% 9 mL; 0,5% 3 mL) dan formula 3 (0,25 gram; 0,1% 18 mL; 0,8% 9 mL; 0,5% 3 mL). Karateristik nanoemulsi berupa ukuran partikel dan nilai zeta potensial. Koloid nanoemulsi yang terbentuk dikarakterisasi berupa ukuran partikel (nm); potensial zeta (mV) yaitu formula 1 (149,1±3,5 nm; 16.5±0,3 mV); formula 2 (107,1±0,5 nm; 12,7±0,1 mV); formula 3 (101,7±0,7 nm; 8,2±0,2 mV). Variasi konsentrasi larutan natrium tripolifosfat mempengaruhi ukuran partikel dan nilai potensial zeta. Semakin tinggi konsentrasi larutan natrium tripolifosfat maka memperkecil ukuran patikel dan potensial zeta. Ukuran partikel terkecil pada formula 3, sedangkan nilai potensial zeta terbaik yang paling mendekati 30 mV pada formula 1.