Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

From Collective Solidarity to Rational Participation: Transforming the Royongan Omah Tradition in Ngasinan Village, Indonesia Wulandari, Dina Retno; Trinugraha, Yosafat Hermawan
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v6i1.6660

Abstract

This study aims to examine the transformation of Royongan Omah, a communal house-building tradition in Ngasinan Village, amid modernization and socio-economic changes. Traditionally, community participation in this practice was rooted in voluntary collective labor, driven by social solidarity and mutual aid. However, over time, participation has become increasingly selective and economically motivated. Employing a qualitative case study approach, this research collected data through passive participant observation, semi-structured interviews, and document analysis, which were analyzed using Miles and Huberman’s framework within Max Weber’s social action theory. The findings indicate that rationalization and shifting economic perspectives have significantly reshaped community participation in Royongan Omah. While participation was previously dominated by traditional, affective, and value-rational actions, it has now transitioned towards value-rational and instrumental-rational actions. Full community engagement—including labor, cognitive involvement, and material contributions—has declined, giving way to a more pragmatic approach that prioritizes skilled, paid labor for complex construction tasks. Despite the growing dominance of instrumental rationality, elements of traditional and affective rationality persist, demonstrating an ongoing negotiation between modern efficiency and cultural heritage. This study contributes to sociological discourse on modernization and cultural adaptation, highlighting how traditional cooperative labor systems evolve in response to socio-economic transformations.
Peran LSM Yayasan Kakak dalam Mencegah dan Mengatasi Perilaku Merokok Anak di Bawah Umur di Kota Surakarta Dewi, Revana Silvia; Trinugraha, Yosafat Hermawan
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i1.43990

Abstract

In Surakarta City, as many as 59% of children have started smoking at the age of under 12 years or equivalent to elementary school children. One of the causes that often arise is due to environmental, family and friendship factors. This study aims to determine how the role of the Kakak Foundation in preventing and overcoming the smoking behavior of minors in Surakarta City and what factors are the supporters and obstacles in carrying out prevention programs. This research uses a case study research method and Talcott Parsons' Structural Functionalism Theory as the theoretical basis. The results showed that the Kakak Foundation has an important role in preventing smoking in children by taking preventive action, namely socialization with the title Kampung Bebas Smoke Rokok (KBAR). Kakak Foundation in carrying out its role, requires other stakeholders such as the Surakarta Children's Forum, Youth Movers. There are still obstacles in the success of the program such as many cigarette advertisements found in the form of banners near the school area.  Abstract Di Kota Surakarta, sebanyak 59% anak sudah mulai merokok pada usia di bawah 12 tahun atau setara dengan anak SD. Penyebab yang sering muncul salah satunya adalah karena faktor lingkungan, keluarga, dan pertemanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran Yayasan Kakak dalam mencegah dan mengatasi perilaku merokok anak di bawah umur di Kota Surakarta serta faktor apa yang menjadi pendukung dan penghambat dalam menjalankan program pencegahan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus dan Teori Struktural Fungsionalisme dari Talcott Parsons sebagai dasar teori. Hasil penelitian menunjukan bahwa Yayasan Kakak memiliki peran penting dalam melakukan pencegahan merokok pada anak dengan cara melakukan tindakan preventif, yaitu sosialisasi dengan tajuk Kampung Bebas Asap Rokok (KBAR). Yayasan Kakak dalam menjalankan perannya, membutuhkan stakeholders lainnya seperti, Masyarakat, Sekolah, Komunitas Pemuda Penggerak. Masih ditemukan hambatan-hambatan dalam menyukseskan program tersebut seperti banyak ditemukan iklan rokok berupa spanduk di dekat area sekolah.
Rasionalitas Keputusan Bertahan Ojek Pangkalan dengan Adanya Ojek Online di Stasiun Balapan Kota Surakarta Anggraeni, Elli Rizki; Trinugraha, Yosafat Hermawan
Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 11 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jn.v11i1.4495

Abstract

This research analyzes rational choice among traditional motorcycle taxi drivers at Balapan Station, Surakarta City. This study employs a descriptive qualitative approach with a single case study based on James Coleman's rational choice theory, focusing on the micro level of actors and resources, as well as supporting three indicators of collective behavior, norms, and corporate actors to explain the phenomena at a macro level. Data was obtained through observation, interviews, and document studies. The findings suggest that actors leverage their ownership of resources to survive within the conventional system amidst the rise of online motorcycle taxi services. The resources held by actors include physical health conditions, ownership of motor vehicles, the location of their base, and loyal customers. Traditional motorcycle taxi drivers also consider economic value, flexibility, and comfort of work, as well as solidarity value, as preferences. Base motorcycle taxi drivers implement several steps as a strategy in facing the development of online motorcycle taxis. The adaptation employed out by traditional motorcycle taxi drivers includes promotions, price adjustments, and the use of Whatsapp application to enhace services.In a macro analysis, collective behavior arises because actors have similarities in actions, norms as a means of control, and corporate actors of the base motorcycle taxi association at Balapan Station.
Keputusan Bertahan Perajin Ukir Mulyoharjo Jepara dalam Tekanan Sosial Ekonomi Mushoffa, Muhammad Zaki; Trinugraha, Yosafat Hermawan
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.47414

Abstract

This study examines the persistence of woodcarvers in Mulyoharjo, Jepara, in sustaining their profession amid pressures from modernization, minimalist market trends, and declining youth interest. Employing a qualitative case study approach, data were collected through semi-structured interviews with woodcarvers, participant observations, and document analysis. Guided by Colemans rational choice theory, the findings reveal that persistence stems from a calculated response to social, economic, and cultural conditions. Cultural norms, such as pride in Jeparas carving heritage, alongside adaptive strategies like social networks and work autonomy, drive their decisions. Despite unstable markets and limited institutional support, woodcarvers rely on traditional skills and community ties to navigate challenges. The study concludes that their persistence reflects bounded rationality, shaped by cultural values and structural constraints. Sustaining the woodcarving profession requires context-sensitive support that prioritizes artisans perspectives and real-world needs
Student Rationality Towards Consumptive Behavior Using ShopeePaylater Syawal, Raihan; Trinugraha, Yosafat Hermawan
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 7, No 4 (2024): October, Social Issue and Education
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v7i4.41625

Abstract

Mahasiswa dipengaruhi oleh tindakan sosial instrumental ketika memperoleh barang atau alat untuk memenuhi kebutuhannya. Mereka juga dipengaruhi oleh tindakan sosial rasional ketika membeli atau mengonsumsi sandang untuk beradaptasi dengan lingkungannya, berdasarkan nilai-nilai yang dianut masyarakat, dengan harapan memperoleh penerimaan. Mahasiswa terlibat dalam konsumerisme karena gejolak emosi yang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan analisis rasional mahasiswa terhadap penggunaan fitur ShopeePaylater terhadap perilaku konsumtif dan juga bertujuan untuk mengetahui perilaku konsumtif mahasiswa. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologi, data dalam penelitian ini diperoleh dari wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Sumber data diperoleh melalui berbagai metode seperti wawancara, pengambilan gambar, studi pustaka, pencatatan dan dokumentasi, sedangkan data dalam penelitian ini menggunakan dokumen dalam studi pustaka serta hasil transkrip wawancara dengan beberapa mahasiswa FKIP UNS. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat dampak positif dan negatif dalam penggunaan fitur ShopeePaylater terhadap perilaku konsumtif pada rasionalitas mahasiswa khususnya mahasiswa FKIP UNS, serta rasionalitas pada perilaku konsumtif mahasiswa dalam penggunaan fitur ShopeePaylater.
Analisis Peran Modal Sosial dalam Mendukung Keberlanjutan Kelompok Tani Hutan di Tahura Ngargoyoso, Karanganyar Ning Tyas, Jenita Sri Ratna; Trinugraha, Yosafat Hermawan
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i4.2024.%p

Abstract

Taman Hutan Raya KGPAA Mangkunagoro I merupakan satu-satunya hutan konservasi di Jawa Tengah. Ancaman kerusakan hutan dan ketergantungan masyarakat terhadap hutan menjadi perhatian serius yang harus diperhatikan. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan peran modal sosial Kelompok Tani Hutan selaku bagian dari masyarakat dalam turut serta mengelola hutan konservasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara yang dilakukan kepada Kelompok Tani Hutan dan pihak Pengelola Balai Taman Hutan Raya KGPAA Mangkunagoro I. Hasil penelitian menunjukkan partisipasi Kelompok Tani Hutan menerapkan modal sosial dalam pengelolaan Tahura. Unsur modal sosial berupa kepercayaan, norma, dan jaringan yang terjalin mendorong pengelolaan hutan secara optimal. Rasa percaya terwujud antara kelompok tani hutan dengan berbagai pihak menjadi penguat kerjasama mereka. Dalam kerjasama yang terbentuk juga terdapat norma-norma yang harus dipatuhi guna adanya kontrol tindakan beberapa pihak yang memicu kerusakan hutan.  Rasa percaya dan norma norma tersebut tumbuh dalam jaringan yang dijalin kelompok tani hutan dengan beberapa pihak terkait. Temuan ini dapat menambah wawasan kita terkait interaksi sosial yang terjalin mampu meningkatkan pengoptimalan pengelolaan Tahura.Kata kunci: kelompok tani hutan, Tahura, modal sosial
Peran Sanggar Asto Kenyo Art dalam Pelestarian Wayang Kulit di Desa Kepuhsari Permatasari, Shelsa Aulia; Trinugraha, Yosafat Hermawan; Pudyastuti, Septina Galih
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 7, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v7i2.2023.639-648

Abstract

Desa Kepuhsari terkenal sebagai Kampung Wayang. Pengelolaan Kampung Wayang didukung dengan adanya sanggar sebagai pusat kesenian. Peran sanggar diperlukan dalam upaya pelestarian wayang kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Sanggar Asto Kenyo Art dalam pelestarian wayang kulit di Desa Kepuhsari. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian yaitu kualitatif. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam (In depth interview) dan dokumen. Validitas data dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanggar Asto Kenyo Art merupakan salah satu sanggar di Desa Kepuhsari. Sanggar melakukan adaptasi dengan lingkungan sehingga dapat bertahan hingga saat ini. Sanggar Asto Kenyo Art menjalankan peran dalam proses adaptasi yaitu tempat produksi dan rumah belajar, inovasi produk wayang kulit (batik kampung wayang, wayang karakter, souvenir, makanan tradisional, dan lukis kaca), pembangun jaringan produksi dengan pihak luar, pusat kolaborasi antar pengrajin dan membuka lapangan pekerjaan.
Membangun pendidikan multikultural melalui pendekatan inklusi dalam pembelajaran sosiologi Pudyastuti, Septina Galih; Trinugraha, Yosafat Hermawan; Nurhadi; Zuhri, Saifuddin
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v4i2.20351

Abstract

Peningkatan kompetensi sebagai unsur profesionalitas guru tercermin dalam pembelajaran. Panduan kurikulum Merdeka membahas pendekatan inklusi sebagai wujud pendidikan multikultural. Inklusi merupakan strategi membangun lingkungan pendidikan yang setara bagi subyek pendidikan dengan perbedaan latar belakang dan kondisi. Mewujudkan pembelajaran Sosiologi dengan pendekatan inklusi masih menjadi kendala bagi sebagian guru MGMP Sosiologi di Surakarta. Kegiatan pengabdian ini berjenis research and development yang bertujuan memberikan pemahaman pendekatan inklusi melalui kegiatan sosialisasi. Salah satunya difasilitasi RG Habitus Pendidikan Sosiologi Antropologi UNS dengan menghadirkan seorang praktisi dan para guru yang tergabung dalam MGMP Sosiologi Surakarta. Produk luaran berupa representasi video pembelajaran di SMA N 8 Surakarta yang ditunjuk sebagai percontohan sekolah pendidikan inklusi di Surakarta. Video tersebut sekaligus sebagai bahan refleksi bagi guru dalam pembelajaran Sosiologi.
Analisis peran masyarakat dalam pengelolaan desa wisata berkelanjutan Yulianti, Yesi; Astutik, Dwi; Trinugraha, Yosafat Hermawan
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v4i2.20417

Abstract

Penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif bertujuan menganalisis peran masyarakat dalam proses pengelolaan Wisata Pasar Ciplukan dan menguraikan hambatan serta strategi pengelolaan wisata berkelanjutan. Pusposive sampling diambil peneliti dalam menentukan informan dan data primer diperoleh peneliti melalui observasi serta wawancara secara semiterstruktur sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumentasi. Data dianalisis dengan mereduksi data, menyajikan, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat sebagai bagian dari warga menjalankan peran dalam pengelolaan Pasar Ciplukan secara swadaya. Potensi desa berupa keindahan alam serta masyarakat didominasi oleh petani menumbuhkan gagasan pengembangan wisata. Melalui kelembagaan WIsata Lembah Dongde, gagasan pengembangan wisata membentuk struktur masyarakat sehingga memberikan pengaruh kepada masyarakat untuk berperan aktif sebagai agen dalam pengelolaan. Proses pengelolaan Pasar Ciplukan menunjukkan hubungan dualitas yang saling mempengaruhi antara pengembangan potensi desa menjadi Desa Wisata dengan masyarakat sebagai agen dalam menjalankan perannya. Pada proses pengelolaan terdapat hambatan yang dihadapi masyarakat sebagai pihak pengelola secara mandiri diantaranya: Muncul persaingan destinasi wisata baru, penurunan pengunjung, koordinasi pengurus yang kurang optimal, dan sistem kerja pengelolaan yang kurang terstruktur. Pengelolaan wisata berkelanjutan dapat dilakukan dengan menerapkan strategi seperti perbaikan sistem kerja pengelola secara terstruktur, penguatan media sosial terpusat sebagai media promosi wisata, serta peningkatan kualitas dan pelayanan terhadap pengunjung.
ANALISIS STRUKTURAL FUNGSIONAL PERAN BALAI EKONOMI DESA (BALKONDES) TUKSONGO DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA BERBASIS PARIWISATA BERKELANJUTAN Lokeswara, Akhlis Dzakira; Trinugraha, Yosafat Hermawan; Pudyastuti, Septina Galih
Jurnal Dinamika Sosial Ekonomi Vol. 25 No. 1 (2024): Jurnal Dinamika Sosial Ekonomi
Publisher : Agribusiness Department, Faculty of Agriculture, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is an archipelagic country with a variety of natural and cultural resources. Tourism is a rapidly growing sector in Indonesia. Village economic center is proof of rapid development in the tourism sector. Tuksongo village economic center is one of 20 Village economic center in the area around Borobudur Temple. It is hoped that the construction of village economic center will be an economic showcase for the village community. This research aims to describe the role of Village economic center Tuksongo in developing a tourist village based on sustainable tourism. This research uses a qualitative approach. The sampling technique used was purposive sampling. Data collection was carried out by interviews, observation and documentation. The validity of the data used in this research is source triangulation. Analysis of the role of village economic center in the development of sustainable tourism-based tourist villages was carried out using the Theory of Structural Functionalism by Talcott Parsons. The results of the research show that the Tuksongo Balai ekonomi desa plays an important role in the development of tourist villages in Tuksongo Village. The development carried out by village economic center uses the principle of sustainability and fulfills three important aspects, namely socio-cultural, economic and environmental aspects. The functions of adaptation, goal attainment, integration and latency are carried out well by Balcondes in developing tourist villages.