Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Meningkatkan Keterampilan Memperkenalkan Diri Anak Borderline Melalui Modelling Niken Fahma Prahesti; Diana Savitri Hidayati
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 5 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol5.iss1.art8

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui apakah Modelling dapat meningkatkan keterampilan memperkenalkan diri anak Borderline. Modelling dalam penelitian ini menggunakan video dan instruksi yang berulang-ulang. Penelitian menggunakan Eksplanasi eksperimen dengan rancangan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian dilakukan dengan purposive sampling dengan jumlah 5 orang siswa kelas 5 SDLB Ruhui Rahayu Samarinda dengan usia deviasi 10-15 tahun dan memiliki nilai intelegensi quotient (IQ) 69 – 79. Metode pengumpulan data dokumentasi, observasi, wawancara dan skala memperkenalkan diri. Metode analisa data menggunakan perbandingan nilai pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukan ada perubahan nilai memperkenalkan diri sebelum dan sesudah perlakuan berupa modeling. Hal ini dilihat dari perbedaan nilai pretest dan posttest dengan rata-rata nilai pretest 18.07 meningkat menjadi 30.80 pada saat posttest dengan perbandingan (p = 0.486) dan tidak ada perbedaan penilaian yang dilakukan oleh guru dan peneliti (p = 0,000).
Kepemimpinan Transformasional dan Efikasi Kolektif Karyawan Selama Pandemi Covid-19 Danella Victoria Putri Hastika; Diana Savitri Hidayati; Nandy Agustin Syakarofath
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 5 No 2 (2022): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v5i2.2075

Abstract

Kebijakan work from home (WFH) selama pandemi Covid-19 di Indonesia membawa dampak perubahan diberbagai bidang khususnya di dunia industri dimana banyak pekerjaan yang melibatkan kerjasama tim. Keberhasilan kerjasama tim dalam menyelesaikan tugas dan pekerjaan membutuhkan efikasi kolektif, yaitu sebuah keyakinan bersama sebuah tim untuk dapat menuntaskan dengan baik terkait pekerjaan yang sedang ditangani. Menurut berbagai studi salah satu faktor penentu kuatnya efikasi kolektif disebabkan oleh kepemimpinan transformasional, yaitu kemampuan pemimpin di dalam memberdayakan anggotanya dengan optimal. Tujuan penelitian ini berusaha mengungkap bagaimana peran kepemimpinan transformasional terhadap efikasi kolektif karyawan selama WFH. Subjek penelitian ini adalah 152 karyawan yang bekerja di perusahaan milik negara (BUMN) dan perusahaan milik swasta (BUMS) di daerah Jawa Timur yang diperoleh menggunakan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala kepemimpinan transformasional dan skala efikasi kolektif. Berdasarkan uji regresi linier sederhana didapatkan data bahwa ada peran kepemimpinan transformasional terhadap efikasi kolektif karyawan selama WFH (R=0.350, P=0,000<0,005). Artinya kepemimpinan transformasional mampu memprediski efikasi kolektif karyawan dalam menuntaskan pekerjaan yang ditangani. Kontribusi sumbangan efektif kepemimpinan transformasional terhadap efikasi kolektif karyawan dalam penelitian ini sebesar 12,3%
Fathers’ Involvement in Parenting and Intimacy towards Husbands Diana Savitri Hidayati; Christal Nandya Deby Mayang Sari
Jurnal Perempuan dan Anak Vol. 3 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.834 KB) | DOI: 10.22219/jpa.v3i2.16091

Abstract

Each marriage must have a problem, no exception to the newly married couple. Individuals who have intimacy in their marriage will be easier to deal with the conflicts that occur with their partner. One of the things that allegedly caused women's difficulties to bring intimacy to her husband was the woman's relationship with past experiences that were closely related to parental care, especially dad. The purpose of this research is to know the relationship of father involvement in parenting with intimacy to husbands. The research design used is quantitative correlational. The Instrument for measuring both variables in the study uses the father's involvement scale in parenting and the intimacy scale. The research location is in a sub-district in Malang Regency with the number of subjects 99 wife and sampling techniques using purposive sampling. The research subject criteria are: aged between 18- 25 years old, taken care of by father until 18 years old, not going through long distance relationship with her husband, minimum 1 year marriage and minimum number of children is one person. Data analysis using product moment. The results showed that there was a significant positive relationship between the involvement of the father in the care of intimacy against the husband with the value of coefficiencies R = 0.397, with significance p = 0.000 < 0.05.
Kecenderungan Gaming Disorder dan Perilaku Konsumtif Pembelian Virtual Goods pada Pemain Online Game Sarah Syahara Alfa Hasanah; Diana Savitri Hidayati; Nandy Agustin Syakarofath
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.055 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.56824

Abstract

Berkembangnya teknologi dan berbagai jenis game membuat seseorang tertarik terlibat penuh dan semakin intens hingga memiliki rasa ketergantungan, adiksi bahkan disorder. Segelintir individu melakukan berbagai upaya untuk dapat mengakses sumber kesenangannya selama bermain online game dengan turut serta membeli game item yang melekat pada game-game yang sering dimainkan meski dengan segala keterbatasan ekonomi yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecenderungan gaming disorder terhadap perilaku konsumtif pembelian virtual goods pada pemain online game. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 200 orang yang diperoleh dengan teknik purposive sampling dengan kriteria usia 14-28 tahun, sering bermain online game, pernah membeli item dalam game secara tunai maupun real trade money. Alat ukur dalam penelitian ini adalah Internet Gaming Disorder Scale dan skala perilaku konsumtif. Hasil penelitian yang diperoleh melalui teknik analisis regresi linear sederhana menunjukkan gaming disorder berpengaruh terhadap perilaku konsumtif pembelian virtual goods pada pemain online game (p < 0,000, R2 = 0,134). Artinya, individu yang cenderung mengalami internet gaming disorder semakin intens untuk membeli berbagai perangkat game yang digemari, begitu juga sebaliknya.
Meningkatkan Keterampilan Memperkenalkan Diri Anak Borderline Melalui Modelling Niken Fahma Prahesti; Diana Savitri Hidayati
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 5 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol5.iss1.art8

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui apakah Modelling dapat meningkatkan keterampilan memperkenalkan diri anak Borderline. Modelling dalam penelitian ini menggunakan video dan instruksi yang berulang-ulang. Penelitian menggunakan Eksplanasi eksperimen dengan rancangan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian dilakukan dengan purposive sampling dengan jumlah 5 orang siswa kelas 5 SDLB Ruhui Rahayu Samarinda dengan usia deviasi 10-15 tahun dan memiliki nilai intelegensi quotient (IQ) 69 – 79. Metode pengumpulan data dokumentasi, observasi, wawancara dan skala memperkenalkan diri. Metode analisa data menggunakan perbandingan nilai pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukan ada perubahan nilai memperkenalkan diri sebelum dan sesudah perlakuan berupa modeling. Hal ini dilihat dari perbedaan nilai pretest dan posttest dengan rata-rata nilai pretest 18.07 meningkat menjadi 30.80 pada saat posttest dengan perbandingan (p = 0.486) dan tidak ada perbedaan penilaian yang dilakukan oleh guru dan peneliti (p = 0,000).
PENINGKATAN RELASI SOSIAL MELALUI SOCIAL SKILL THERAPY PADA PENDERITA SCHIZOPHRENIA KATATONIK Hidayati, Diana Savitri
Cognicia Vol. 2 No. 1 (2014): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v2i1.1816

Abstract

Angka penderita Schizophrenia di Indonesia pada 25 tahun yang lalu diperkirakan 1/1000 penduduk dengan proyeksi 25 tahun mendatang mencapai 3/1000 penduduk. Seorang penderita schizophrenia harus didorong untuk bergaul dengan orang lain dengan maksud agar ia tidak mengasingkan diri lagi, karena bila menarik diri penderita dapat membentuk kebiasaan yang kurang baik. Social skills therapy berguna untuk meningkatkan kemampuan sosial, kemampuan memenuhi diri sendiri, latihan praktis dan komunikasi interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efek dari penerapan Social skills therapy kepada penderita Schizophrenia katatonik terutama terhadap relasi sosialnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian berupa studi kasus. Hasil pelaksanaan social skills therapy adalah subyek penelitian mampu menunjukkan respon berupa uluran tangan untuk berjabat tangan dan subyek mampu mengadakan interaksi timbal balik berupa senyuman ketika diberi pertanyaan. Sessi terapi yang sempat terhenti menyebabkan perubahan yang telah terbentuk pada subyek kembali seperti semula saat terapi belum dilaksanakan. Hasil dari intervensi berupa social skills therapy akan lebih baik bila sessi terapi dilaksanakan secara berkesinambungan dan pihak keluarga juga ikut berperan aktif dalam pelaksanaan terapi. Kata kunci: Relasi sosial, social skill therapy, penderita schizophrenia katatonik. Number of people with Schizophrenia in Indonesia in the last 25 years is estimated to 1/1000 with a projected population of 25 years reaches 3/1000 population. A person with schizophrenia should be encouraged to get along with others with the intention that he does not alienate himself, because when he pulled away he can form bad habits. Social skills therapy is useful for improving social skills , ability to meet yourself, practical exercises and interpersonal communication. This study aimed to examine the effects of the adoption of the Social skills therapy to patients with catatonic schizophrenia , especially the social relations . This study uses a case study research . The results of the implementation of social skills therapy are able to study subjects showed a response in the form of a helping hand to shake hands and the subjects were able to hold a reciprocal interaction in the form of a smile when asked a question . Therapy session was stopped cause changes that have formed on the subject back to normal when therapy has not been implemented . Results of a social skills intervention therapy would be better if the therapy sessions conducted continuously and the family also play an active role in the implementation of the therapy . Keyword: Job satisfaction, adaptability, employees
Dukungan sosial teman sebaya dan resiliensi dengan stres akademik pada mahasiswa rantau tahun pertama Alya Dwi Anggraeni; Diana Savitri Hidayati
Cognicia Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v12i1.29740

Abstract

The number of universities in Java Island and the uneven quality of universities in Indonesia have resulted in the tendency of students to travel. Both academic and other adjustments, culture shock, communication difficulties can cause stress and anxiety. This also happens to first-year students who are in the stage of emerging adulthood where students will experience transitions that cause change and stress. Among the factors believed to impact academic stress levels are peer social support and resilience. The present study aimed to investigate the relationship between peer social support, resilience, and academic stress among first-year students from regional areas. The research sample consisted of 395 first-year undergraduate students (S1) from the University of Muhammadiyah Malang who originated from areas outside Greater Malang. Accidental sampling was employed as the sampling technique. The sampling technique uses accidental sampling. The research design used was correlational with spearman correlation analysis techniques and multiple correlations using SPSS 24. The results showed that the value of sig. F change of 0,142 > 0,05 means that there is no simultaneous or shared relationship between peer social support and resilience with academic stress. The implication of this study suggests that first-year regional students should actively maintain peer social support through frequent communication and engagement in campus activities to alleviate academic stress.
PENGEMBANGAN SKALA BULLYING istiqomah, istiqomah; Hidayati, Diana Savitri
Jurnal Psikohumanika Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Psikohumanika
Publisher : Program Studi S1 Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/j.psi.v15i2.2119

Abstract

Bulllying adalah tindakan mengintimidasi dan memaksa seorang individu atau kelompok yang lebih lemah untuk melakukan sesuatu di luar kehendak mereka, dengan maksud untuk membahayakan fisik, mental atau emosional melalui pelecehan dan penyerangan. Perilaku bullying sulit dibedakan antara pelaku dan korban bullying. Penelitian ini bertujuan menyusun skala yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi korban dan pelaku bullying. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa MIN dan SMA sebanyak 213 siswa. Hasil pengembangan alat ukur menunjukkan bahwa skala korban bullying sesuai dengan teori terdapat 4 faktor dan sesuai dengan parameter model fit, sedangkan skala perilaku bullying belum memenuhi 4 faktor hanya terbentuk 2 faktor dan sesuai dengan parameter.
Cognitive-Behavioral therapy to change cognitive distortions among adolescents with Bipolar II Disorder Darusman, Mhd. Ricky; Hidayati, Diana Savitri
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 2 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v12i2.29892

Abstract

Bipolar II disorder is a mood disorder characterized by extreme changes between the hypomanic period and depressive period. Hypomanic is a period that takes at least four days where a person experiences a high mood, excited, energetic, and impulsive conditions. However, hypomania does not reach the level of severe manic as in bipolar I. Meanwhile, the depressive period is characterized by feelings of sadness, hopelessness, loss of interest in activities involvement, and other depressive symptoms. Individuals with bipolar II experience significant mood swings between hypomania and depression. The purpose of this study is to see the effectiveness of cognitive behavioral therapy by reducing the symptoms of bipolar II disorder among adolescents. The subject of the study is a 16-year-old female. The assessment method used clinical interviews, observations, and psychological test tools. The intervention used cognitive-behavioral therapy. The results of the study have showed that there is a decrease in cognitive distortion and awareness in recognizing the mood changes to anticipate more extreme mood swings. Gangguan bipolar II merupakan gangguan mood yang ditandai dengan perubahan ekstrim antara periode hipomanik dan periode depresi. Hipomanik adalah suatu periode yang memakan waktu setidaknya empat hari di mana seseorang mengalami kondisi suasana hati yang tinggi, bersemangat, energik, dan impulsif. Namun hipomania tidak mencapai tingkat manik yang parah seperti pada bipolar I. Sedangkan masa depresi ditandai dengan perasaan sedih, putus asa, kehilangan minat untuk terlibat dalam aktivitas, dan gejala depresi lainnya. Individu dengan bipolar II mengalami perubahan suasana hati yang signifikan antara hipomania dan depresi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektivitas terapi perilaku kognitif dengan mengurangi gejala gangguan bipolar II pada remaja. Subjek penelitian adalah seorang perempuan berusia 16 tahun. Metode penilaian menggunakan wawancara klinis, observasi, dan alat tes psikologi. Intervensinya menggunakan terapi kognitif-perilaku. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan distorsi kognitif dan kesadaran dalam mengenali perubahan suasana hati untuk mengantisipasi perubahan suasana hati yang lebih ekstrim.
Harnessing the power of storytelling: A play therapy intervention to reduce disruptive classroom behaviors Darusman, Mhd. Ricky; Takdir, Annisya Muthmainnah; Hidayati, Diana Savitri
Psychological Research and Intervention Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pri.v7i2.77506

Abstract

Managing classroom behavior is a global challenge, with disruptive actions like talking out of turn and physically disturbing peers undermining both teaching effectiveness and the learning experience. Traditional disciplinary methods often fall short, sometimes exacerbating the very behaviors they aim to curb. This study introduces a novel approach: storytelling-based play therapy, designed to reduce specific disruptive behaviors within the classroom. Focusing on an 8-year-old child identified as frequently disruptive, the intervention involved four consecutive days of 30-minute storytelling sessions, each crafted to enhance social skills, empathy, and self-regulation. The results were compelling a 25% reduction in talking out of turn and a dramatic 62.5% decrease in physical disturbances. These findings suggest that storytelling is not only an engaging and non-punitive strategy but also one that can bring about significant behavioral improvements. While the study's single-subject design limits generalizability, the promising outcomes open the door for further research across diverse educational settings. This research underscores the potential of storytelling as a transformative tool in classroom management, offering educators a creative and effective alternative to conventional disciplinary practices. By fostering a more positive and inclusive environment, storytelling could become a cornerstone of modern behavior management strategies in schools.