Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

STUDI STRUKTUR EPIDERMIS DAUN Dasymaschalon Blumei Finet &Amp; Ganep. (Annonaceae) DI JAWA DAN SUMATERA Subekti Nurmawati; Susi Sulistiana
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol. 8 No. 1 (2007)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.599 KB)

Abstract

Dasymaschalon blumei Finet & Gagnep. Is one of the species from the genus Dasymaschalon (Hook. F & Thomson) Dalla Torre & Harms which can be recognized from its peculiar moniliform fruits. It widespread in Java and Sumatera. An anatomical of leaves from herbarium specimens of D. blumei collected from Java and Sumatera has been carried out by using light microscope in Herbarium Bogoriense. The objectives of this study is to observe the leaves anatomy of D. blumei and to support the classification of the species concept of D. blumei. The specimens are divided into three categories based on the elevation, those were: specimens collected from < 50 m; 250 – 500 m,; and > 500 m of sea level. The result showed that from the epidermal section, the type of the stomata from the three categories were similar, and also the number and the index of the stomata. Variations however exists because of the environment factors.
TINGKAT KEPUASAN LULUSAN TERHADAP PENYELENGGARAAN DAN MUTU LAYANAN, SERTA PERSEPSI PEMANGKU KEPENTINGAN TERHADAP KINERJA LULUSAN PROGRAM STUDI BIOLOGI FMIPA-UT Susi Sulistiana; Inggit Winarni; Sri Kurniati; Budi Prasetyo
JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia) Vol. 1 No. 3 (2015): NOVEMBER
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpbi.v1i3.2660

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat kepuasan lulusan terhadap penyelenggaraan dan mutu layanan, serta persepsi pemangku kepentingan terhadap kinerja lulusan PS S-1 Biologi FMIPA-UT. Penelitian dilakukan pada 8 (delapan) kota UPBJJ-UT yang memiliki lulusan dan teman sejawat  dari program studi Biologi. Sampel lulusan yaitu seluruh lulusan Biologi 3 tahun kebelakang pada tahun 2010 hingga 2013 sejumlah 24 lulusan. Jumlah sampel dari lulusan, atasan lulusan, dan teman sejawat adalah sebanyak 71 responden. Pengumpulan data dilaksanakan dengan metode kuantitatif  melalui pengisian kuesioner atau angket dan diperdalam dengan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penyelenggaraan program dan mutu layanan program studi umumnya sudah baik atau memuaskan bagi para lulusan. Namun demikian masih ada hal yang perlu ditingkatkan, yaitu adanya penambahan mata kuliah yang di-TTM-kan  di setiap UPBJJ. Selain itu menurut persepsi pengguna lulusan, sikap dan kemampuan dan kinerja lulusan sudah baik, serta bersaing dengan perguruan tinggi lain.
AKUMULASI TIMBAL (PB) DAN STRUKTUR STOMATA DAUN PURING (CODIAEUM VARIEGATUM) Susi Sulistiana; Ludivica Endang Setijorini
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman mempunyai kemampuan efektif untuk mengatasi atau mengeliminir pencemaran udara yang terjadi di kota, salah satunya adalah tanaman puring. Stomata adalah bagian tumbuhan sebagai salah satu jalur yang digunakan tumbuhan untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Fungsi utama stomata adalah sebagai tempat pertukaran gas, seperti CO2 yang diperlukan oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis. Namun, stomata juga bertindak sebagai salah satu jalur masuknya polutan terutama polutan yang berasal dari udara. Penelitian oleh Sulistiana dan Setijorini (2014), menemukan bahwa dari 18 sampel tanaman puring diperoleh 13 kultivar memiliki morfologi tipe dan bentuk daun yang berbeda, dengan kandungan serapan timbal yang berbeda-beda pula. Penelitian selanjutnya dilakukan pengamatan anatomi daun terutama struktur stomata daun tanaman puring. Tujuan penelitian adalah  untuk menjelaskan struktur stomata daun tanaman puring, membandingkan struktur stomata  antar kultivar puring, dan membuktikan adanya hubungan antara akumulasi timbal (Pb) dengan struktur stomata daun beberapa kultivar puring. Bahan penelitian adalah daun segar dari 13 kultivar tanaman puring yang ditanam di Perumahan Batan Indah, Kecamatan Kademangan, Tangerang Selatan. Pengamatan struktur stomata daun dilakukan dengan cara pembuatan preparat paradermal. Parameter yang diamati dalam penelitian meliputi jumlah stomata, jumlah sel epidermis, panjang stomata, lebar stomata, indeks stomata, dan kerapatan stomata. Hasil yang diperoleh menunjukkan korelasi positif antara kadar Pb dengan struktur stomata daun kultivar puring dengan paramater yang diamati terutama pada jumlah, lebar, dan indeks stomata, serta kerapatannya. Kata-kata Kunci: kultivar puring, timbal (Pb), daun, stomata  AbstractPlants have the ability effectively to address or eliminate air pollution that occurred in the city, one of them is a croton plant. Stomata are part of the plant as one of the lines used herbs to interact with their environment. The main function of stomata is as a place of exchange of gases, such as CO2 which is required by plants in photosynthesis. However, stomata also acts as a one-lane entry of pollutants, especially pollutants from the air. Research by Sulistiana and Setijorini (2014), found that of 18 samples croton plant gained 13 cultivars have morphological types and forms of different leaves, with a content of absorption of lead are different too. Subsequent research conducted anatomical observations of leaves, especially the structure of the stomata of leaves of croton plant. The purpose of research is to explain the structure of the stomata of leaves of croton plant, comparing the structure of stomata between cultivars croton, and prove a link between the accumulation of lead (Pb) with the structure of the stomata of leaves of some cultivars croton. The research material is fresh leaves of 13 cultivars croton plant grown in Housing Batan Indah, District Kademangan, South Tangerang. Observation of the structure of the stomata of the leaves is done by making preparations paradermal. The parameters were observed in the study include the number of stomata, the number of cells of the epidermis, the length of the stomata, the width of stomata, the index stomata, and the density of stomata. The results showed a positive correlation between Pb with the structure of the stomata of the leaves of cultivars croton with parameters were observed mainly on the number, width, and the index of stomata, and density. Keywords: cultivar croton, lead (Pb), leaves, stomata
TEKNOLOGI TEPAT GUNA AQUAPONIK Rinda Noviyanti; Mutimanda Dwisatyadini; Ila Fadila; Susi Sulistiana; Endang Indrawati
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1A (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1A.2990

Abstract

Saat ini lahan untuk budidaya ikan dan tanaman makin terbatas. Padahal kebutuhan pangan yang sehat untuk keluarga dan anak-anak merupakan suatu keharusan. Ditambah lagi pandemi yang melanda negara kita, yang secara otomatis mengurangi penghasilan sebagian besar orang tua, maka dibutuhkan alternatif penyediaan bahan pangan. Berdasarkan hasil survey di lapangan ditemukan bahwa masih banyak siswa yang jumlah konsumsi ikan dan sayurannya masih sangat kurang. Selain itu, guru dan orang tua murid sebagian besar berpenghasilan terbatas, sehingga tidak bisa menyiapkan menu makan secara lengkap. Solusi yang ditawarkan oleh tim pelaksana IbM adalah melakukan transfer ipteks dan memberikan keterampilan penerapan Teknologi Tepat Guna Aquaponik dengan memanfaatkan halaman sekolah dan pekarangan rumah yang terbatas. Aquaponik merupakan sistem budidaya yang menggabungkan tanaman dan ikan dalam satu wadah. Proses dimana tanaman memanfaatkan unsur hara yang berasal dari kotoran ikan yang apabila dibiarkan di dalam kolam akan menjadi racun bagi ikannya. Lalu tanaman akan berfungsi sebagai filter vegetasi yang akan mengurai zat racun tersebut menjadi zat yang tidak berbahaya bagi ikan, dan suplai oksigen pada air yang digunakan untuk memelihara ikan. Dengan diberikannya keterampilan pemanfaatan teknologi tepat guna tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat pada guru, orang tua murid dan juga murid. Manfaat bagi guru dan orang tua murid adalah bisa menyiapkan ikan dan sayuran yang segar dari hasil usaha sendiri, sedangkan untuk siswa memberikan dampak untuk lebih senang makan ikan dan sayur.
AKUMULASI TIMBAL (Pb) DAN STRUKTUR STOMATA DAUN PURING (Codiaeum variegatum Lam. Blume) Susi Sulistiana; Ludivica Endang Setijorini
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.1.2.9-22

Abstract

Tanaman mempunyai kemampuan untuk mengatasi atau mengeliminir pencemaran udara yang terjadi di kota, salah satunya adalah tanaman puring. Stomata adalah salah satu organ tumbuhan yang digunakan untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Fungsi utama stomata adalah sebagai tempat pertukaran gas, seperti CO2 yang diperlukan oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis. Namun, stomata juga bertindak sebagai salah satu jalur masuknya polutan khususnya polutan yang berasal dari udara. Untuk mempertegas pengaruh akumulasi timbal terhadap daun tanaman puring  secara morfologi yang telah dilakukan oleh Sulistiana dan Setijorini  tahun 2014, perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan melakukan pengamatan anatomi daun terutama struktur  stomata daun tanaman puring. Penelitian bertujuan membandingkan struktur stomata  antar kultivar puring dan membuktikan adanya hubungan antara akumulasi timbal (Pb) dengan struktur stomata daun dari beberapa kultivar puring. Bahan penelitian yang digunakan adalah daun segar dari 13 kultivar tanaman puring yang ditanam di Perumahan Batan Indah, Kecamatan Kademangan, Tangerang Selatan. Pengamatan struktur stomata daun dilakukan dengan cara pembuatan preparat paradermal Parameter yang diamati dalam penelitian meliputi jumlah stomata, jumlah sel epidermis, panjang stomata, lebar stomata, indeks stomata, dan kerapatan stomata. Hasil yang diperoleh adanya korelasi positif antara kadar Pb dan struktur stomata daun kultivar puring melalui parameter-paramater yang diamati terutama jumlah stomata, lebar stomata, indeks stomata, dan kerapatan stomata. 
PENCAPAIAN KOMPETENSI MATA KULIAH PRAKTIKUM TAKSONOMI TUMBUHAN TINGGI MELALUI KOMBINASI DRY LAB DAN WET LAB Inggit Winarni; Sri Kurniati; Susi Sulistiana
Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh Vol. 13 No. 2 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.069 KB)

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, pencapaian kompetensi mata kuliah praktikum dapat diperoleh melalui kombinasi antara Dry Lab dengan Wet Lab. Di sisi lain, lokasi mahasiswa PS Biologi sangat tersebar dan biaya praktikum cukup tinggi. Hal ini dapat diatasi antara lain bila pelaksanaan praktikum dapat dilakukan secara mandiri sehingga mahasiswa tidak harus hadir di tempat praktikum. Namun demikian, tidak semua kompetensi praktikum dapat dilakukan secara mandiri, sehingga perlu kombinasi pelaksanaan praktikum. Tulisan ini menyajikan tentang penerapan praktikum Dry Lab dikombinasikan dengan Wet Lab untuk pencapaian kompetensi mata kuliah praktikum taksonomi tumbuhan tinggi. Kompetensi yang ditargetkan dalam mata kuliah praktikum taksonomi tumbuhan tinggi adalah mampu membandingkan karakteristik antara kelompok tumbuhan berpembuluh dengan beberapa contoh suku dan jenis anggotanya. Hasil kajian terhadap materi mata kuliah praktikum tersebut menunjukkan bahwa kompetensi yang diinginkan dapat dicapai dengan memanfaatkan kombinasi Dry Lab dan Wet Lab. Dry Lab digunakan untuk memperkuat pengetahuan awal terhadap tumbuhan yang akan diamati dan untuk memperagakan langkah-langkah pelaksanaan praktikum di lapangan secara mandiri. Selain itu, Dry Lab memudahkan untuk pengklasifikasian tumbuhan. Sedangkan Wet Lab dimanfaatkan untuk kegiatan praktikum pengamatan organ tumbuhan yang membutuhkan peralatan khusus, perabaan, dan penciuman. Pelaksanaan praktikum kombinasi antara Dry Lab dan Wet Lab dapat mengurangi kunjungan mahasiswa ke tempat praktikum, sehingga biaya praktikum juga dapat dikurangi. Along with the recent development of information technology, achieving competency practicum courses may be obtained through a combination of dry lab and wet lab. On the other hand, the locations of Universitas Terbuka biology students are very scattered and relatively high cost of lab work. This can be handled when the implementation of practical work can be done independently so that students do not have to be present in the lab. However, not all practicum competence can be done independently, so it needs a combination of practical implementations. This paper presents the practical application of dry lab combined with wet lab to achieve Vascular Plant Taxonomy Practicum Course competency. Competencies targeted in the Vascular Plant Taxonomy Practicum Course are to be able to compare characteristics between groups of vascular plants with a few examples of families and members type. The study of practicum subjects indicate that the competency requirements can be achieved by utilizing a combination dry lab and wet lab. Dry lab used to strengthen prior knowledge about the plants that will be observed and to demonstrate the steps of practicum implementation in the field independently. In addition, dry lab made easier to classify the plants. While wet lab can be used for practical observation activities on plant organs which require special equipment, as well as touching and smelling activities. The implementation of combination on dry lab and wet lab practicum can reduce students’ visit to the laboratory, so that the cost of practical work can also be reduced.
Variabilitas Morfologi Jagung di Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor dan Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan Diki; Susi Sulistiana; Arif Cahyani Ilyas
MANILKARA: Journal of Bioscience Vol 1 No 1 (2022): August
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.556 KB) | DOI: 10.33830/manilkara.v1i1.3546.2022

Abstract

Penelitian ini mengukur dan membandingkan variabilitas morfologi dari dua populasi jagung varietas Golden di Kabupaten Bogor dan Kota Tangerang Selatan dengan mengukur parameter morfologi tanaman jagung yaitu: jumlah tongkol panen, tinggi tanaman, tinggi letak tongkol, panjang tongkol, diameter tongkol, kadar air saat panen dan bobot kering 100 biji. Pupuk yang digunakan berbeda, untuk tanaman jagung di lokasi kota Tangerang Selatan menggunakan pupuk organik yaitu pupuk kandang kambing, sedangkan lokasi kabupaten Bogor menggunakan pupuk anorganik yaitu pupuk urea, TSP, KCl (NPK). Untuk menganalisis data variabilitas menggunakan Anova. Berdasarkan hasil pengamatan, bahwa secara umum terdapat perbedaan dalam morfologi jagung diantara kedua lokasi tersebut. Morfologi jagung di lokasi kota Tangerang Selatan dengan kabupaten Bogor berbeda terutama dalam hal, variabel tinggi tongkol, diameter tongkol, bobot 100 biji, bobot tongkol, dan kadar air. Perbedaan hasil tersebut diduga karena penggunaan pupuk yang berbeda.
Penguatan Kompetensi Kader Posyandu Kelurahan Pondok Cabe Ilir Melalui Edukasi Gizi Sebagai Pemenuhan Hak Anak dan Pelatihan Komunikasi Efektif Magta, Mutiara; Farida, Idha; Yulia, Irla; Sulistiana, Susi; Iriani, Faridah; Pardede, Timbul
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i1.90702

Abstract

Para kader Posyandu didominasi ibu-ibu rumah tangga dengan latar belakang pengetahuan dan pendidikan yang beragam. Hal ini menjadi permasalahan dalam menjalankan program Posyandu karena kader seharusnya memiliki standar wawasan tentang kesehatan dan kemampuan berkomunikasi yang baik agar masyarakat dapat teredukasi dengan benar. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan edukasi gizi dan komunikasi efektif kepada kader Posyandu. Jumlah peserta PKM yang mengikuti kegiatan adalah 20 kader dari 15 Posyandu di Kelurahan Pondok Cabe Ilir.  Metode kegiatan berupa pelatihan yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Data kegiatan dikumpulkan melalui catatan observasi dan wawacara serta sebaran instrument kuisioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Secara kualitatif hasil kegiatan menyatakan bahwa kader berpartisipaasi secara aktif yaitu dengan adanya kehadiran 100% selama kegiatan berlangsung dan aktif dalam diskusi dan tanya jawab. Sedangkan analisis kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan dalam penguasaan pengetahuan gizi anak dan kemampuan komunikasi efektif kader (dari 30% menjadi 90% kader yang mencapai skor ≥75). Pelatihan ini berkontribusi pada upaya pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kompetensi kader Posyandu, yang berdampak pada derajat kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan. Implikasi dari pelatihan ini yaitu kader Posyandu dapat berkomunikasi yang lebih efektif, sehingga dapat memberikan wawasan tentang pemenuhan gizi.
Percepatan Pembuatan Pupuk Kompos Berbahan Gabungan Feses Kambing dan Sapi Menggunakan EM4 di Cikaret, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat Pratomo, Hurip; Sulistiana, Susi; Rahmat, Rahmat; Aryanto, Arie
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 4 (2025): JPMI - Agustus 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3603

Abstract

Suatu kelompok peternak kambing dan sapi di Cikaret, Kelurahan Harapan Jaya Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, yang berpenghasilan relatif rendah diberi pelatihan pembuatan pupuk kompos berasal dari kotoran atau feses kambing dan sapi dipercepat dengan menggunakan biostimulan EM4. Pembuatan pupuk kompos diawali dengan pembuatan bedeng bertiang bambu dan beratapkan genteng tanah atau sirap daun kelapa. Sejumlah dua kotak lubang dibuat berukuran 80 cm x 2 m dan dalam 60 cm di dalam bedeng. Proses pengomposan dilakukan di dalam dua lubang tersebut, dengan bahan timbunan campuran feses kambing dan sapi, yang ditambahkan biostimulan EM4.  Hasil berupa pupuk kompos yang sudah jadi selanjutnya dikemas dalam kantung-kantung berukuran 2 kg dan diberi label merek PupuKita. PupuKita dapat dijual pada kios-kios tanaman hias dan kios kelompok ternak kambing dan sapi, sebagian    untuk keperluan tanaman pertanian atau kebun warga.