Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

DAMPAK PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI MUTIARA TERHADAP EKONOMI MASYARAKAT GUMANANO KABUPATEN BUTON TENGAH erli, erli; Ahiri, Jafar; Taena, La
Jurnal Online Program Studi Pendidikan Ekonomi Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Online Program Studi Pendidikan Ekonomi
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jopspe.v6i1.21952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pengembangan objek wisata pantai mutiaraterhadap ekonomi masyarakat Gumanano Kecamatan Mawasangka Tengah Kabupaten ButonTengah. Metode pengumpulan data dimulai dari observasi penelitian dan wawancara langsungpada sasaran penelitian dan dokumentasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah metodekualitatif artinya penelitian dilakukan secara mendalam serta menggunakan pendekatandeskriptif yang bermaksud untuk mendapatkan gambaran umum tentang dampakpengembangan objek wisata pantai Mutiara terhadap ekonomi masyarakat Gumanano. Hasilpenelitian diperoleh bahwa sebelum pengembangan obyek wisata, aktivitas ekonomimasyarakat pada umumnya sebagai petani dan nelayan, namun sesudah pengembangan obyekwisata melalui penyediaan sarana dan prasarana aktivitas ekonomi masyarakat bertambahyakni sebagai pedagang (kios/kantin), meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan demikianpengembangan obyek wisata memberikan dampak yang positif bagi peningkatanperekonomian masyarakat di Desa Gumanano. Hasil tersebut menyimpulkan bahwa obyekwisata pantai Mutiara memberikan dampak yang lebih baik antara lain dapat menambahaktivitas ekonomi dan pendapatan masyarakat di Gumanano Kecamatan Mawasangka TengahKabupaten Buton Tengah
INTERAKSI SOSIAL SUKU BUGIS DENGAN SUKU MORONENE DI DESA MAMBO KECAMATAN POLEANG TIMUR Anti, Astuti; Taena, La
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 4 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v6i4.23951

Abstract

ABSTRAK: Tujuan dalam penelitian ini adalah: 1) untuk mendeskripsikan dan menganalisis sejarah kedatangan masyarakat Bugis di Desa Mambo Kecamatan Poleang Timur Kabupaten Bombana. 2) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk-bentuk interaksi sosial Suku Bugis dengan Suku Moronene di Desa Mambo Kecamatan Poleang Timur Kabupaten Bombana. Metode penelitian ini merupakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode penelitian kualitatif dengan tahap-tahap sebagai berikut: 1) teknik pengumpulan data terdiri dari: wawancara dan observasi, 2) teknik analisis data, 3) Pengujian keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) awal kedatangan suku Bugis di Desa Mambo yaitu pada tahun 1970 yang berjumlah tiga orang yaitu H. Abdul Rahim, Muh. Nurung dan Ariking untuk mencari lahan pertanian. Karena di daerah mereka pada saat itu kurang memungkinkan untuk bertani adapun pak Ariking berasal dari Desa Buara dan pak Nurung berasal dari Bone. (2) Bentuk-bentuk interaksi sosial antara masyarakat Moronene dengan masyarakat Bugis di Desa Mambo yakni a) proses asosiatif, yang terdiri dari kerja sama (gotong-royong), akomodasi, asimilasi dan akulturasi; b) proses disosiatif, yang terdiri dari persaingan dan konflik.
PENGEMBANGAN TES HASIL BELAJAR EKONOMI KELAS X SMA MELALUI GOOGLE FORMULIR Aisyah, Sri Nurdiana; Taena, La; Ili, La
Jurnal Online Program Studi Pendidikan Ekonomi Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Online Program Studi Pendidikan Ekonomi
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jopspe.v6i3.22761

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) bagaimana mengembangan tes hasil belajar ekonomi, 2) bagaimana kualitas tes hasil belajar ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini  adalah penelitian pengembangan yang merujuk kepada prosedur pengembangan Plomp. Langkah-langkah yang baik dalam prosedur pengembangan tes hasil belajar ekonomi kelas X terdiri dari empat langkah yang dikembangan dengan modifikasi penelitian pengembangan menurut Plomp yaitu ) tahap pengkajian awal (preliminary investigation), 2) tahap perancangan (desaign), 3)tahap realisasi/ konstruksi (realization/conctruction), 4) tahap tes, evaluasi, dan revisi  2) Pengembangan tes hasil belajar ekonomi kelas X dilakukan peneliti dengan kualitas yang baik. Dapat dibuktikan dengan hasil validasi dari tim ahli yang dikategorikan dalam kategori baik dimana diperoleh rata-rata dari ahli ekonomi yang merupakan guru senior dengan nilai rata-rata 3,0 yang dikategorikan “baik”, dari ahli evaluasi pembelajaran yang merupakan dosen PGSD dengan nilai rata-rata 3,1 yang dikategorikan “baik”, dan ahli bahasa yang merupakan guru kelas X dengan nilai rata-rata 3,0 yang dikategorkan “baik”. Rata-rata yang diperoleh dari rata-rata keseluruhan penliaian tim ahli yaitu 3,0 yang di kategorikan “baik”. Kualitas tes hasil belajar dapat disimpulkan melalui hasil analisis butir soal dimana terdapat 29 nomor atau 96% dari 30 nomor soal yang valid dan reliable. Kualitas soal tes dilihat dari kualitas tingkat kesukaran yang memiliki tingkat kesukaran kategori sedang sebanyak 24 nomor, kategori mudah terdapat 1 nomor soal, dan kategori sukar terdapat 4 nomor soal, kualitas daya pembeda terdapat 5 nomor soal yang memiliki kualitas pembeda dalam kategori “baik sekali”,  terdapat 21 nomor soal yang memiliki pembeda dalam kategori “baik”, dan dalam kategori “cukup” dan “jelek” masing memiliki 1 nomor soal. Serta semua pengecoh berfungsi dengan baik
HARMONISASI SOSIAL BUDAYA ANTAR UMAT BERAGAMA DI DESA LOLIBU KECAMATAN LAKUDO KABUPATEN BUTON TENGAH Muliyono, Muliyono; Taena, La; Aso, La
Jurnal Penelitian Budaya Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Budaya
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.207 KB) | DOI: 10.33772/jpeb.v6i1.15331

Abstract

Diversity in Indonesia is a gift from God, including religious differences. This difference sometimes become conflicts in the community, for example the conflict in Poso, Ambon, Wamena and others, but not all different regions always have conflicts. Instead of, it looks safe, peaceful, and harmonious therefore the researcher is interested in examining this diversity. The purpose of this study is to analyze and describe the harmonization of socio-cultural interactions and the causes of socio-cultural interactions in the village of Lolibu. The type of research is descriptive qualitative. The technique of determining informants is by purposive sampling, and the technique of data collection is done by observation participant, indepth interviews, and document studies. Data analysis techniques are done by (1) data reduction, (2) presentation, (3) verification. The results of this study indicate that socio-cultural interaction between religious communities in Lolibu Village, can be described as follows: First, the harmonization of social-cultural interactions between religious communities such as, the existence of regional ties, mutual respect and respect between religious adherents, the harmonization of the birocrate of Lolibu Village. Second, factors that cause of social and cultural interactions between religious communities such as traditional and cultural units, mutual cooperation (Pohamba-hambai), and marriage.Keywords: Harmonization, social, culture, religious people, Lolibu village
MAKNA KOMUNIKASI SIMBOLIK DALAM PERKAWIAN DOPOFULEIGHO (KAWIN LARI) PADA ETNIK MUNA Sastranegara, AAbdul Husain; Taena, La; Suardika, I Ketut
Jurnal Penelitian Budaya Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Budaya
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.268 KB) | DOI: 10.33772/jpeb.v2i2.7866

Abstract

Pofileigho (kawin lari) adalah pernikahan dengan menculik pengantin wanita berdasarkan kesepakatan lembaga tradisional. Pofileigho menarik untuk dianalisis, karena generasi saat ini belum mengetahui prosedur dan makna pofilegho. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis makna komunikasi simbolik dalam pofileigho  pada etnik Muna. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam. Data dianalisis melalui deskriptif-kualitatif dan interpretatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna komunikasi simbolik dalam pofileigho pada etnik Muna adalah: (1) makna religius, (2) makna perrtanggung jawaban, (3) makna kejujuran, (4) makna tulus, (5) makna pengendalian diri, dan (6) makna saling menghormati.Kata kunci: Makna simbolik, pofileigho, Etnis Muna.
Keterlibatan Perempuan dalam Sektor Publik untuk Peningkatan Pendapatan (Studi pada Perempuan Penjual Sayur di Pasar Pelelangan Kota Kendari) Norma, Norma; Taena, La; Taena, La; Ali Basri, La Ode; Ali Basri, La Ode
Jurnal Penelitian Budaya Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Budaya
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.556 KB) | DOI: 10.33772/jpeb.v4i2.9074

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membuat deskripsi dan analisis tentangfaktor-faktor penyebab mengapa perempuan bekerja sebagai penjual sayur diPasar Pelelangan Kota Kendari, tentang bagaimana tugas-tugas domestik parapenjual sayur dilaksanakan dilakasnakan sepulang kerja dari Pasar PelelanganKota Kendari, dan tentang bagaimana kondisi ekonomi rumah tangga setelahmereka aktif berjualan. Penelitian dari artikel ini dilaksanakan di Pasar Pelelangantepatnya di pasar UPTD PPI/TPI Kota Kendari atau lebih dikenal dengan sebutanPasar Pelelangan. Metode penelitian ini adalah deskriftif kualitatif dimanapengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara kepada paraperempuan penjual sayur sebagai informan yang ditetapkan dengan teknikpurposive sampling. Data analisis menggunakan teknik validasi data. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat tiga factor penyebab mengapaperempuan bekerja sebagai penjual sayur yakni ekonomi keluarga yang rendah,tingkat pendidikan yang rendah, dan keinginan untuk hidup layak, 2) tetapdilaksanakan tugas-tugas domestik seperti: tanggung jawab mengantar anak danmenjemput anak, kegiatan membereskan rumah, melayani suami ketika bekerja,perempuan dan ranah social, 3) kondisi ekonomi keluarga dari para perempuanyang bekerja sebagai penjual sayur, telah memenuhi standar cukup dan 4)pekerjaan sebagai penjual sayur juga menimbulkan dampak negatif misalnyasebagian dari waktunya menjadi berkurang untuk mengurus keluarga khususnyaanak-anak mereka.Kata Kunci: Perempuan, Sektor Publik, Pendapatan
Keterlibatan Perempuan dalam Sektor Publik untuk Peningkatan Pendapatan (Studi pada Perempuan Penjual Sayur di Pasar Pelelangan Kota Kendari) Norma, Norma; Taena, La; Taena, La; Ali Basri, La Ode; Ali Basri, La Ode
Jurnal Penelitian Budaya Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Budaya
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.556 KB) | DOI: 10.33772/jpeb.v4i2.9074

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membuat deskripsi dan analisis tentangfaktor-faktor penyebab mengapa perempuan bekerja sebagai penjual sayur diPasar Pelelangan Kota Kendari, tentang bagaimana tugas-tugas domestik parapenjual sayur dilaksanakan dilakasnakan sepulang kerja dari Pasar PelelanganKota Kendari, dan tentang bagaimana kondisi ekonomi rumah tangga setelahmereka aktif berjualan. Penelitian dari artikel ini dilaksanakan di Pasar Pelelangantepatnya di pasar UPTD PPI/TPI Kota Kendari atau lebih dikenal dengan sebutanPasar Pelelangan. Metode penelitian ini adalah deskriftif kualitatif dimanapengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara kepada paraperempuan penjual sayur sebagai informan yang ditetapkan dengan teknikpurposive sampling. Data analisis menggunakan teknik validasi data. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat tiga factor penyebab mengapaperempuan bekerja sebagai penjual sayur yakni ekonomi keluarga yang rendah,tingkat pendidikan yang rendah, dan keinginan untuk hidup layak, 2) tetapdilaksanakan tugas-tugas domestik seperti: tanggung jawab mengantar anak danmenjemput anak, kegiatan membereskan rumah, melayani suami ketika bekerja,perempuan dan ranah social, 3) kondisi ekonomi keluarga dari para perempuanyang bekerja sebagai penjual sayur, telah memenuhi standar cukup dan 4)pekerjaan sebagai penjual sayur juga menimbulkan dampak negatif misalnyasebagian dari waktunya menjadi berkurang untuk mengurus keluarga khususnyaanak-anak mereka.Kata Kunci: Perempuan, Sektor Publik, Pendapatan
KEARIFAN LOKAL DALAM TRADISI ‘KALENTUNO GHOLEO’ PADA MASYARAKAT SUKU MUNA (STUDI DI GHOERANO LAWA) Rajab, Abdul; Taena, La; Baka, Hj. Wa Kuasa
Jurnal Penelitian Budaya Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Budaya
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.608 KB) | DOI: 10.33772/jpeb.v5i2.14909

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pelaksanaantradisi kalentuno gholeo pada masyarakat suku Muna. Penelitiann inimenggunakan metode pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan denganpengamatan terlibat atau observasi, wawancara mendalam dan dokumen yangberkaitan dengan pelaksanaan tradisi kalentuno gholeo pada masyarakat sukuMuna. Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas data primer data datasekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pelaksanaan tradisikalentuno gholeo pada masyarakat suku Muna telah menjadi sistem pengetahuanlokal bagi masyarakat suku Muna. Proses pelaksanaan tradisi kalentuno gholeopada masyarakat suku Muna dengan bentuk-bentuk perhitungan sepertimenggunakan jari tangan, kalender hijria selama sepekan, satu bulan dan selamasatu tahun, perputaran jam yang satu sama lain terdapat keterkaitan yang sangaterat. Setiap perhitungan memiliki symbol yang bermakna, di antaranya, maknareligious, harga diri, tanggung jawab dan kejujuran.Kata kunci: Kearifan lokal, tradisi, kalentuno gholeo, masyarakat suku Muna,
PELESTARIAN KERAJINAN PERAK (KENDARI WERK): Studi di Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Tenggara Hayunira, Sasadara; Suyuti, Nasruddin; Taena, La
Jurnal Penelitian Budaya Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Budaya
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.823 KB) | DOI: 10.33772/jpeb.v3i1.7861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembuatan Perak Kendari, dan untuk menganalisis pelestarian dan hambatan Perak Kendari yang dihadapi oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan teori adaptasi dengan menerapkan pendekatan berorientasi tindakan untuk mencari jawaban atas pertanyaan penelitian.Data utama dari penelitian ini adalah perak dan pemangku kepentingan terkait, sedangkan data pendukung adalah perak yang digunakan di Perak Kendari. Peneliti menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan cara reduksi data, penyajian data, dan sampai pada kesimpulan, berdasarkan akumulasi data dan bukti yang valid untuk menganalisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses kerajinan perak melewati tahap-tahap berikut: perencanaan, menyiapkan bahan dan alat, membuat pola, mengisi pola menggunakan teknik kerawang, menyolder, memotong, membentuk, dan menyelesaikan. Upaya pelestarian yang telah dilakukan oleh Dekranasda Sultra meliputi pelatihan, kerja sama, pemasaran dan peragaan produk, menjadi fasilitator, dan ikut serta dalam pameran dan kontes perhiasan. Di antara kendala yang ditemukan dalam pelestarian adalah kurangnya pengrajin perak, permintaan akan modal besar, dan perkembangan tren perhiasan yang cepat. Kata kunci: Pengembangan, kerajinan perak Kendari, perak                   Kendari
THE CHANGE OF CULTURAL IDENTITY IN TORETE ETHNIC AT SORUE JAYA VILLAGE, SOROPIA SUBDISTRICT, KONAWE REGENCY Setiawati, Indra Rahayu; Taena, La; Ali Basri, La Ode
Jurnal Penelitian Budaya Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Budaya
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.379 KB) | DOI: 10.33772/jpeb.v3i1.7765

Abstract

Salah satu kelompok etnis yang hidup berkembang di Sulawesi Tenggara adalah kelompok etnis Torete dengan populasi yang relatif lebih kecil atau minoritas dibandingkan dengan kelompok etnis atau etnis lain. Dibandingkan dengan etnis asli, seperti Bugis, Jawa, Bali, Toraja, Lombok, dan yang dikategorikan sebagai kelompok etnis asli seperti Tolakin, Buton, Munan, dan Moronenen. Pertanyaan penelitian dari penelitian ini adalah: “Faktor-faktor apa yang mempengaruhi perubahan identitas budaya pada etnis Torete di desa Sorue Jaya, Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan perubahan identitas budaya pada etnis Torete di desa Sorue Jaya, Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dikumpulkan dengan observasi yang terlibat dan wawancara mendalam dengan informan terpilih. Data yang diperoleh dianalisis dengan langkah-langkah berikut: (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Bentuk-bentuk perubahan identitas budaya suku Torete di desa Sorue Jaya, Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe dapat dilihat dari perubahan bahasa, perubahan sistem mata pencaharian, dan perubahan sistem kepercayaan . (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan identitas budaya pada etnis Torete di desa Sorue Jaya, Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe adalah (a) akulturasi budaya, (b) keberadaan orientasi sosial dan ekonomi, (c) keberadaan perkawinan antar etnis, (d) kehadiran kelompok etnis, dan (e) loyalitas kelompok etnis berkurang.Kata kunci: Perubahan, identitas budaya, dan etnis Torete