Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pendapatan Petani dan Efisiensi Pemasaran Kopi Robusta (Coffea sp) di Kecamatan Rumpin, Bogor Maulana, Asep Stevi; Suwarnata, Anak Agung Eka; Humaira, Linar
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 2 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/agrisintech.v2i2.354

Abstract

ABSTRAK   Kabupaten/Kota Bogor yang masuk dalam wilayah Jawa Barat, memiliki luas lahan kopi rakyat terluas kedua di Jawa Barat yaitu 6.418,00 hektare dan Kecamatan Rumpin sebagai salah satu bagian dari wilayah tersebut yang menghasilkan kopi. Peningkatan produksi kopi akan terwujud bila diikuti dengan pembenahan tingkat pendapatan petani. Hal tersebut harus dikondisikan dengan merangsang petani untuk menambah produktivitas yaitu menambah harga yang diterima oleh petani. Usaha tersebut dapat dilakukan dengan memperbaiki sistem pemasaran pada bagian efisiensi pemasaran. Petani kopi di Kecamatan Rumpin belum sepenuhnya mengetahui pendapatan serta efisiensi pemasaran kopi, sehingga dirasakan penting untuk melakukan penelitian tentang pendapatan petani kopi dan efisiensi pemasaran kopi robusta mulai dari petani sebagai produsen hingga konsumen atau organisasi akhir dalam pemasaran kopi robusta. Hasil penelitian diperoleh pendapatan petani kopi berada di atas Upah Minimum Provinsi Jawa Barat yaitu Rp1.810.351,36. Terdapat dua saluran pemasaran di daerah penelitian yakni saluran dari petani ke pedagang pengepul besar lalu ke pedagang eksportir. Saluran pertama berlangsung untuk jenis biji kering (green bean) curah/asalan. Saluran pemasaran kedua yaitu dari petani ke kelompok tani, kemudian dijual ke coffee shop. Saluran pemasaran kedua berlaku untuk jenis kopi biji kering sortir. Kedua saluran pemasaran tersebut sudah efisien karena memiliki nilai efisiensi pemasaran <50%.   ABSTRACT  Bogor Regency/City, which is included in the West Java region, has the second largest community coffee area in West Java which is 6,418.00 hectares and Rumpin District as one part of the area that produces coffee. The increase in coffee production will be realized if it is followed by improving the level of farmers' income. This must be conditioned by stimulating farmers to increase productivity, namely increasing the price received by farmers. This effort can be done by improving the marketing system in the marketing efficiency section. Coffee farmers in Rumpin District do not yet fully understand the income and efficiency of coffee marketing, so it is important to conduct research on the income of coffee farmers and the marketing efficiency of robusta coffee, starting from farmers as producers to consumers or the final organization in marketing robusta coffee. The results showed that the income of coffee farmers was above the West Java Province Minimum Wage, which was Rp. 1,810,351.36. There are two marketing channels in the research area, namely the channel from farmers to wholesalers and then to exporters. The first channel is for the type of dry beans (green beans) in bulk. The second marketing channel is from farmers to farmer groups, then sold to coffee shops. The second marketing channel applies to the type of dry-sorted coffee beans. Both marketing channels are efficient because they have a marketing efficiency value of <50%.
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Penerapan Teknologi Hidroponik dan Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Lokal Mulyaningsih, Yanyan; Yoesdiarti, Arti; Humaira, Linar; Yulianti, Nani; Permana, Rifal; Syahidah, Izzatun; Lestari, Bening Intan; Satrio, Muhammad Firas; Fikri, Muhamad Abduloh; Syahputra, Kamarujaman Dwi; Sinaga, Jultri Hotmando; Faisal; Zulkipli; Fatah, Muhamad Arifin Abdul; Abdurohman, Saepul
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2025): Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v11i3.21785

Abstract

Kelompok Wanita Tani Srikandi dan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Desa Cikangkung menghadapi keterbatasan lahan pertanian dan rendahnya keterampilan dalam mengembangkan usaha berbasis pertanian modern. Permasalahan tersebut berdampak pada rendahnya kemandirian pangan dan terbatasnya peluang peningkatan ekonomi keluarga. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mitra dalam budidaya sayuran sehat melalui penerapan teknologi hidroponik sistem Deep Flow Technique (DFT) sekaligus memperkuat aspek kewirausahaan melalui strategi pemasaran produk. Metode pelaksanaan meliputi empat tahapan utama: (1) sosialisasi program, (2) pelatihan teknis budidaya hidroponik dan pemasaran, (3) penerapan teknologi hidroponik dengan pendampingan intensif, serta (4) pendampingan dan evaluasi melalui observasi dan wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam merakit instalasi hidroponik, meracik nutrisi, melakukan perawatan tanaman, hingga memasarkan hasil panen melalui media sosial dan jejaring lokal. Mitra juga berhasil menghasilkan sayuran segar berkualitas dan menjalin kemitraan dengan pasar lokal. Program PKM ini mampu meningkatkan kemandirian mitra, memperkuat ketahanan pangan, serta membuka peluang ekonomi berkelanjutan melalui pengembangan usaha hidroponik berbasis komunitas. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan kemampuan pada seluruh aspek yang diukur, dengan kenaikan tertinggi sebesar 55% pada pengetahuan dasar hidroponik dan rata-rata peningkatan 35–45% pada aspek keterampilan teknis dan kewirausahaan. Pendampingan berkelanjutan juga berkontribusi terhadap peningkatan kemandirian, semangat gotong royong, serta kemampuan peserta dalam memasarkan produk melalui media sosial dan jaringan lokal. Program ini berhasil mentransformasi pengetahuan menjadi kegiatan produktif yang mendukung ketahanan pangan rumah tangga dan peningkatan ekonomi desa.
PELATIHAN PEMBUATAN DAN PEMASARAN PRODUK OLAHAN ROSELA DI DESA TONJONG, KECAMATAN TAJURHALANG Toruan, Juli Winando Lumban; Humaira, Linar
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Inpress Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.56808

Abstract

Tanaman Rosela (Hibiscus sabdariffa) memiliki potensi sebagai bahan pangan fungsional dan komoditas bernilai ekonomi tinggi, namun pemanfaatannya di tingkat masyarakat desa masih belum optimal. Di Desa Tonjong, Kecamatan Tajurhalang, Rosela umumnya hanya dimanfaatkan secara sederhana sebagai tanaman hias atau dikeringkan menjadi teh seduh tanpa pengolahan lebih lanjut dan tanpa strategi pemasaran yang memadai. Kondisi tersebut menyebabkan nilai tambah ekonomi dari tanaman Rosela belum dapat dimaksimalkan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah rosela menjadi produk bernilai tambah serta memperkuat pemahaman mengenai strategi pemasaran produk. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan pendekatan partisipatif melalui ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan produk olahan rosela. Kegiatan dilaksanakan pada 6 & 7 Maret 2026 di Desa Tonjong dengan melibatkan 22 peserta yang terdiri dari masyarakat dan anggota Karang Taruna. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata pre-test dari 49,5% menjadi 81,2% pada post-test. Selain itu, peserta juga memperoleh keterampilan dalam mengolah Rosela menjadi produk seperti teh dan sirup rosela serta memahami strategi pemasaran sederhana melalui kemasan dan promosi digital. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan terintegrasi antara produksi dan pemasaran efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat serta berpotensi mendorong pengembangan usaha berbasis potensi lokal di Desa Tonjong.