Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Screening Dini Pada Siswa Siswi Sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Johar Baru Bere, Contriana Yusinta; Rossalina, Enna; Wadu, Novita Marcelina Kana; Pasaribu, Jesika; W, Catharina Dwiana; Lousiana, Maria; Rasmaida, Sada; Wulandari, Agnes Maharani Puji; Astrid, Maria; Suprapti, Fitriana; Utami, Lucia; Margaret, Waisaktini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.19014

Abstract

ABSTRAK Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan upaya promotif dan preventif yang dilaksanakan di lingkungan sekolah untuk meningkatkan derajat kesehatan peserta didik. Salah satu bentuk pelayanan UKS adalah kegiatan screening kesehatan atau penjaringan, yang bertujuan untuk mendeteksi dini permasalahan kesehatan siswa. Kegiatan ini dilaksanakan di lima sekolah dasar wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, pada tanggal 5–7 Maret 2024. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling, melibatkan 523 siswa kelas 4 hingga 6. Kegiatan dilakukan dalam dua tahap, yaitu pendataan awal dan pemeriksaan langsung yang mencakup kebersihan diri, kesehatan gigi dan mulut, status gizi, penglihatan, pendengaran, serta indikasi anemia. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji secara inferensial menggunakan uji Chi-Square (χ²). Hasil menunjukkan bahwa 70% siswa memiliki kuku kotor/panjang, 60% mengalami masalah gigi dan mulut, 15,1% memiliki gangguan penglihatan, 8% terindikasi anemia, dan 14% mengalami status gizi tidak normal. Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara jenis kelamin dan kejadian karies gigi (χ² = 4,61; df = 1; p = 0,032), namun tidak signifikan pada anemia (χ² = 1,80; df = 1; p = 0,179). Kesimpulannya, masih banyak siswa yang memerlukan perhatian khusus dalam aspek kebersihan dan kesehatan. Diperlukan intervensi edukatif dan pendampingan berkelanjutan dari guru, orang tua, serta kolaborasi lintas sektor dengan puskesmas untuk memperkuat perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Screening Dini, UKS, PHBS, Siswa Sekolah Dasar, Kesehatan Anak  ABSTRACT The School Health Unit (UKS) is a promotive and preventive program implemented in schools to improve the health status of students. One of its services is health screening, aimed at the early detection of health problems among students. This activity was carried out in five elementary schools under the jurisdiction of the Johar Baru Community Health Center, Central Jakarta, from March 5 to 7, 2024. This study employed a descriptive quantitative method with a total sampling technique involving 523 students from grades 4 to 6. The screening was conducted in two stages: initial data collection and direct examinations, including assessments of personal hygiene, oral health, nutritional status, vision, hearing, and signs of anemia. Data were analyzed descriptively and further tested using the Chi-Square (χ²) statistical test. Results showed that 70% of students had dirty/long fingernails, 60% experienced oral health problems, 15.1% had vision impairment, 8% were suspected of anemia, and 14% had abnormal nutritional status. Chi-Square analysis indicated a significant association between gender and the incidence of dental caries (χ² = 4.61; df = 1; p = 0.032), but no significant association with anemia (χ² = 1.80; df = 1; p = 0.179). In conclusion, many students require more attention regarding personal hygiene and general health. Sustainable educational interventions and support from teachers, parents, and cross-sector collaboration with health centers are essential to foster clean and healthy living behaviors in schools. Keywords: Early Screening, School Health Unit, Personal Hygiene, Elementary Students, Child Health
HUBUNGAN ASUPAN CAIRAN, STATUS GIZI DENGAN STATUS HIDRASI PERAWAT DI RS X JAKARTA Theresia Budi Lestari; Lousiana, Maria; Dwi L
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 1 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v31i1.34482

Abstract

Homeostasis atau keseimbangan cairan sangat penting bagi kehidupan karena perannya dalam proses metabolisme, transportasi, sirkulasi, dan pengaturan suhu. Tubuh telah mengatur keseimbangan cairan secara ketat, namun gangguan keseimbangan cairan seperti dehidrasi bisa saja terjadi. Dehidrasi dapat juga dialami oleh perawat dan memberikan dampak pada performa fisik yang menyebabkan peningkatan risiko kecelakaan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui status hidrasi perawat dan hubungan asupan cairan, status gizi dengan status hidrasi pada perawat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sample sebanyak 71 perawat pada salah satu RS Swasta di Jakarta Barat. Data karakteristik responden diperoleh menggunakan kuesioner, asupan recall cairan dilakukan selama 1 x 24 jam, status gizi menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan status hidrasi diketahui melalui pemeriksaan berat jenis urin. Hasil penelitian ini menunjukkan 35,2 % responden berusia dewasa awal, sebanyak 52,1% kurang asupan cairan, 62 % berstatus gizi normal, dan 52,1 % dengan status hidrasi dehidrasi. Hasil analisis bivariat dengan uji Kendall’s tau c menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara asupan cairan dengan status hidrasi (p-value = 0,001) dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan status hidrasi (p-value = 1,000). Kesimpulan dari penelitian ini asupan cairan sangat menentukan status hidrasi pada perawat. Saran untuk responden supaya dapat meningkatkan asupan cairan sehingga dapat mempertahankan homeostasis cairan.
Effects of the use of N95 Mask on Oxygen Saturation, Hemodynamic Status and Physical Performance of Nurses Lousiana, Maria; Natalia, Lia; Sulismawarti, Diah Suryani; Amalia, Ruli
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 4 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i4.3419

Abstract

COVID-19 was an emerging disease that can be transmitted rapidly via droplets and aerosols with a high mortality rate. During pandemic, nurses had a high risk of contracting COVID-19 so efforts to prevent transmission need to be made by using personal protective equipment (PPE). N95 masks were the standard personal protective equipment recommended by WHO, however wearing N95 masks for a long period of time can cause physiological stress, namely breathing, body heat balance, vision, communication, feeling comfortable, difficulty eating and sneezing as well as other PPE worn. This study aimed to identify the effect of using N95 masks on oxygen saturation, hemodynamic status and physical performance in nurses at X Hospital. The research method used was a pre-experimental design, one group pre and post test, including one intervention group that measured lung function and physical performance. The sampling technique in this research was non-probability sampling with purposive sampling of 94 respondents. Respondents underwent a pretest, then lung function and physical performance were examined after 4 hours of using an N95 mask. The results of data analysis using the Wilxocon test showed that there were differences in oxygen saturation (p-value = 0.000), hemodynamic status such as respiratory frequency (p-value = 0.000), systolic blood pressure (p-value = 0.012) and pulse frequency (p- value = 0.000), as well as the physical performance of nurses (p-value = 0.000) before and after using the N95 mask. The results of this research can contribute to standardizing the use of PPE and preventing complications due to changes in oxygen saturation and hemodynamic status so that nurses physical performance improves.