Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Peran Kualitas Kelekatan Anak dengan Orangtua pada Keterampilan Sosial Remaja Adijanti Marheni; I Rustika Made; Luh Kadek Pande Ary Susilawati
Jurnal Ilmu Perilaku Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Perilaku
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.555 KB) | DOI: 10.25077/jip.2.2.118-130.2018

Abstract

This research aimed to examine correlation between child-parent attachement and social skills in adolescent. Social skill is one of important parts in adolescent development, because adolescents are trying to build relationship beyond the family. One of the factors affecting social skills development among adolescent is the quality of attachment between child and parent. Hypothesis in this research stated that there is a correlation between child-parent attachment and adolescent’s social skills. Participants in this research were 164 high school students in Denpasar. Instruments used in this research were Social Skills Scale (α = 0,831) and Indonesian translated version of Inventory of Parent and Peer Attachment (α = 0,941). The Result of this study showed positive correlation between the quality of child-parent attachment and adolescent’s social skills (r=0,323, p<0,05). This result reflected the significant effort to improve the quality of attachment between child and parents in adolescence, with the result that adolescent will build good social skills.
Efikasi Diri: Tinjauan Teori Albert Bandura I Made Rustika
Buletin Psikologi Vol 20, No 1-2 (2012)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.318 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11945

Abstract

Efikasi 1 memegang peran yang sangatpenting dalam kehidupan sehari-hari,seseorang akan mampu menggunakanpotensi dirinya secara optimal apabilaefikasi diri mendukungnya. Salah satuaspek kehidupan yang dipengaruhi olehefikasi diri adalah prestasi. Bandura (1997)mengemukakan efikasi diri mempunyaiperan yang sangat besar terhadap prestasimatematika dan kemampuan menulis.Beberapa hasil penelitian menunjukkanhasil sebagai berikut: (1) PenelitianChemers et al. (2001) menemukan bahwaefikasi diri akademik berhubungandengan prestasi dan penyesuaian diri,(secara langsung memengaruhi prestasiakademis, sedangkan secara tidak lang-sung memengaruhinya melalui harapandan persepsi terhadap koping). (2) Padatahun 1994 Pajares dan Miller mengujipendapat Bandura yang menyatakanbahwa efikasi diri merupakan variabelyang paling berperan untuk memprediksiprestasi mahasiswa.
Meningkatkan Pemahaman Guru Sekolah Inklusi Tentang Pendidikan Inklusif Melalui Psikoedukasi Natassa R. Tejena; Nur Ainy Fardana Nawangsari; I Made Rustika
Jurnal Diversita Vol. 8 No. 2 (2022): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v8i2.7514

Abstract

Sekolah Inklusi merupakan sekolah di mana siswa berkebutuhan khusus belajar di kelas yang sama dengan siswa reguler dan diberi dukungan yang mereka butuhkan untuk berhasil baik dalam kegiatan akademik, sosial, dan ekstra kurikuler. Untuk mencapai keberhasilan tersebut, sekolah inklusi memerlukan kerjasama seluruh pihak sekolah untuk memodifikasi program pendidikan agar sesuai dengan kebutuhan anak berkebutuhan khusus. Sayangnya, belum semua sekolah inklusi dapat berjalan dengan efektif karena keterbatasan pemahaman guru tentang pendidikan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru mengenai pendidikan inklusif sehingga sekolah dapat menerapkan pendidikan inklusif dengan lebih efektif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan dengan metode ceramah, diskusi kasus, dan tanya jawab. Pemahaman guru terhadap pendidikan inklusif diukur menggunakan pretest dan posttest terkait materi pendidikan inklusif. Hasil uji analisis Wilcoxon menunjukkan angka signifikansi 0.012 (p<0.05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pemahaman peserta sebelum dan sesudah diberikan psikoedukasi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa psikoedukasi dapat meningkatkan pemahaman guru tentang pendidikan inklusif.
PENGARUH MENDONGENG SAMBIL BERMAIN TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL ANAK USIA 8-11 TAHUN DI SD NEGERI 8 DAUH PURI DENPASAR Dewi, Ni Luh Mirah Laksmi; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.418 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p13

Abstract

Kecerdasan emosional merupakan kemampuan yang penting sebagai penunjang kesuksesan anak di masa depan. Perkembangan taraf kecerdasan emosional seorang anak sangat ditentukan oleh stimulus lingkungan yang diperoleh sejak usia dini. Mendongeng sambil bermain merupakan salah satu stimulus yang berperan dalam perkembangan diri seorang anak. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimen dengan desain static group comparison. Tujuan dari penelitian ini adalah memgetahui pengaruh mendongeng sambil bermain terhadap kecerdasan emosional anak. Subjek penelitian adalah anak usia 8-11 tahun yang saat ini sedang duduk di kelas 3, 4 dan 5 di SD Negeri 8 Dauh Puri Denpasar (N=82). Metoda pengambilan data menggunakan skala Kecerdasan Emosional dengan koefisien Cronbach's Alpha (?=0.918). Analisis statistik yang digunakan adalah Independent Sample T-test. Diperoleh koefisien T-test untuk kecerdasan emosional total adalah (t=2.252 ; p<0,05) dan Levene F-test = 1.012 dengan probabilitas 0.317 (P>0.05), maka kedua sampel dapat dikatakan homogen dan Ha diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mendongeng sambil bermain berpengaruh terhadap taraf kecerdasan emosional anak usia 8-11 tahun di SD Negeri 8 Dauh Puri Denpasar.   Kata Kunci: Dongeng, bermain, anak usia sekolah dasar, kecerdasan emosional.
Peran pola asuh otoritatif dan internal locus of control terhadap kecerdasan emosional remaja madya di SMA Negeri 1 Tabanan Putri, Ni Luh Putu Nina Idelia Aryantha; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Vol 6 No 01 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.959 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p06

Abstract

Kecerdasan emosional merupakan kemampuan yang dimiliki individu untuk mengenali, memotivasi, dan mengelola emosi pada diri sendiri maupun orang lain. Kecerdasan emosional dapat berkembang karena dipengaruhi oleh faktor lingkungan, salah satunya adalah pola asuh. Disamping pengaruh lingkungan, kecerdasan emosional juga dipengaruhi oleh cara individu memandang penyebab kejadian dalam hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pola asuh otoritatif dan internal locus of control terhadap kecerdasan emosional pada remaja madya. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja madya yang sedang menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Tabanan berjumlah 107 orang. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai R sebesar 0,617 (p<0,05), dengan demikian koefisien determinasi adalah 0,381 yang berarti pola asuh otoritatif dan internal locus of control secara bersama-sama memiliki sumbangan efektif sebesar 38,1% terhadap kecerdasan emosional. Koefisien beta terstandarisasi dari pola asuh otoritatif menunjukkan nilai sebesar 0,167 (p<0,05), sehingga pola asuh otoritatif berperan secara signifikan terhadap kecerdasan emosional remaja madya. Koefisien beta terstandarisasi dari internal locus of control menunjukkan nilai sebesar 0,537 (p<0,05), sehingga internal locus of control berperan secara signifikan terhadap kecerdasan emosional remaja madya. Kata kunci: Kecerdasan emosional, pola asuh otoritatif, internal locus of control, remaja madya.
Peran dukungan sosial dan efikasi diri terhadap resiliensi pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di Bali Pradnyaswari, Luh Bella; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.476 KB)

Abstract

Resiliensi adalah kemampuan seseorang untuk bangkit, bertahan serta tidak menyerah pada keadaan sulit yang dialami dalam hidupnya. Resiliensi menjadikan individu untuk berusaha beradaptasi dan mempelajari keadaan dengan tujuan menjadi pribadi yang lebih baik. Resiliensi dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal pada masing-masing individu. Faktor eksternal yang memengaruhi resiliensi adalah respon orang-orang dimana individu tinggal dan faktor internal yang memengaruhi adalah keyakinan untuk mampu mengatasi permasalahan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran dukungan sosial dan efikasi diri terhadap resiliensi pasien gagal ginjal kronik. Subjek dalam penelitian ini adalah 72 pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Bali. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala dukungan sosial, skala efikasi diri dan skala resiliensi. Teknik analisis pada penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi sebesar 0,721, nilai koefisien determinasi sebesar 0,519 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0.05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel dukungan sosial sebesar 0,268 dan efikasi diri sebesar 0,517. Hasil tersebut menunjukkan bahwa dukungan sosial dan efikasi diri secara bersama-sama berperan terhadap resiliensi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di Bali.
Peran kecerdasan emosional dan kecerdasan adversitas terhadap tingkat kecemasan pada dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Rumintang, Aldilla; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i02.p08

Abstract

Pada setiap peningkatan jenjang pendidikan akan ada perubahan lingkungan, sehingga dibutuhkan kemampuan penyesuaian diri terhadap perubahan yang terjadi. Adanya tuntutan untuk lebih mandiri, tuntutan dari orangtua, serta perubahan lingkungan dapat menimbulkan kecemasan, terlebih pada dokter muda yang harus menerapkan langsung kepada pasien ilmu yang telah didapatkan selama pre klinik. Banyak faktor yang dapat berperan dalam menurunkan taraf kecemasan dokter muda diantaranya adalah kemampuan mengendalikan emosi dan kemampuan untuk bertahan dalam menghadapi situasi yang dapat menimbulkan kecemasan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peran kecerdasan emosional dan kecerdasan adversitas terhadap tingkat kecemasan pada dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Subjek penelitian ini berjumlah 71 mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang sedang menjalankan tahap profesi pada tahun 2019. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi ganda. Hasil uji regresi ganda menunjukkan nilai koefisien regresi 0,743 dengan nilai koefisien determinasi 0,533 dan signifikansi 0,000 dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel kecerdasan emosional -0,389 dan kecerdasan adversitas -0,407. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan kecerdasan adversitas bersama-sama berperan menurunkan taraf kecemasan pada dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
HUBUNGAN POLA ASUH AUTORITATIF DENGAN TARAF KECEMASAN PADA SISWA AKSELERASI SMA NEGERI 1 DENPASAR Sari, Amanda; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.31 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2015.v02.i02.p10

Abstract

Anxiety is a state of excessive tension is not in place, which is marked by feelings of worry, uncertain or afraid. Anxiety is able to influence health and emotional development, so it plays an important role in someone's life, even more in acceleration class which is always required high achievement. Parenting style adopted by parents determine the ability of adolescents to adapt to a variety of problems. Application of the authoritative parenting style characterized by warmth of parent-child relationship will greatly affect the ability of adolescents to overcome emotional problems.   This study aims to determine the relationship between authoritative parenting style with acceleration students’ anxiety level. Subjects in this study were all acceleration students of SMAN 1 Denpasar. The instrument used in this study is the authoritative parenting scale and the scale of anxiety. The research data were analyzed by using product moment. The correlation coefficient between authoritative parenting style with the anxiety level is -0.268 (p = 0.035), thus can be mentioned that there was a negative relationship between authoritative parenting style with anxiety level.   Keywords: authoritative parenting style, anxiety, acceleration students
PERAN POLA ASUH AUTORITATIF DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP DISIPLIN DIRI SISWA KELAS XI IPA SMA SANTO YOSEPH DENPASAR Aitama, Yolanda Budi; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.583 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i01.p15

Abstract

Self discipline is important for students. Students who have high self discipline will take action based on social norms or rules that have been created. Self discipline is influenced by external factors and internal factors. Authoritative parenting style is one of external factors that influence to change of behavior, while one of internal factors can be drive human behavior is emotional intelligence. This study aims to determine whether there is the role of authoritative parenting style and emotional intelligence to self discipline students. Subjects in this study were student of senior high school grade XI science at Santo Yoseph Denpasar. Instruments in this study is authoritative parenting scale, emotional intelligence scale, and self discipline scale. The results of this study showed a regression coefficient (R) of 0.507 (F=29.538,P<0.05), this means that authoritative parenting style and emotional intelligence contribute to self discipline. The coefficient of determination (R2) of 0.325, which means that the authoritative parenting style and emotional intelligence have effective contribution of 32.5% to self discipline. Emotional intelligence have standardized beta coefficient of 0.508 (P<0.05) and authoritative parenting style have standardized beta coefficient of 0.196 (P<0.05). Emotional intelligence have more contribute than authoritative parenting style to self discipline.Keywords : Authoritative Parenting Style, Emotional Intelligence, Self Discipline
Hubungan antara Self Regulated Learning dan Kelekatan Remaja Awal terhadap Ibu dengan Prestasi Belajar Siswa SMP N 6 Denpasar Putri, Putu Riana Artyanti; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.462 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i01.p06

Abstract

One of the main aims the achievement of adolescents is the achievement of learning. The teens looked at the successes and failures in achieving the feat would be a prediction for the success and failure when adult. Accomplishment of learning is influenced by many factors that originate from internal factors or external factors of students. One of the internal factors that may affect the achievement of student learning is the ability of the students in applying self regulated learning and from external factors, adolescents against parental attachment to mother can be one of the factors that affect the achievement of student learning. The purpose of this research is to know the relationship of the self regulated learning and adolescents attachment against the mother with the learning achievements of the adolescents in school. The subject in this study is students of class VIII SMP N 6 Denpasar chosen with stratified random sampling as many as 150 students. Instrument in this study is self regulated learning scales, attachment scale and scale data student report cards. Student report cards data on the research data is unnormal distribution, then the analysis of the data used in this research is the analysis of correlation Spearman's. From the results of the analysis of correlation Spearman's correlation coefficient shows the value of self-regulated learning with the learning achievements of 0,320 (p=0.000) and the correlation coefficient adolescents attachment against the mother with the learning achievements of 0,196 (p=0,016). From the results of the analysis performed looks that the correlation coefficients of Self-regulated learning with greater achievements as compared with correlation coefficient of adolescents attachment against the mother.Keywords: Achievements, self regulated learning, early adolescents attachment with mother , early adolescents