Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN PROBLEM FOCUSED COPING DAN KONSEP DIRI TERHADAP PENYESUAIAN DIRI PADA REMAJA AKHIR YANG MENJADI PENGURUS ORGANISASI KEMAHASISWAAN DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Sang Ayu Ketut Tri Semaraputri; I Made Rustika
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p04

Abstract

Pada mahasiswa yang menjadi pengurus organisasi, dibutuhkan penyesuaian diri yang baik agar tercapai keseimbangan antara bidang akademik dengan organisasi. Tantangan yang dihadapi ketika melakukan penyesuaian diri adalah banyaknya hal baru yang harus disesuaikan secara bersamaan. Penyesuaian diri merupakan proses yang berlangsung secara terus-menerus sepanjang hidup individu. Aspek mental ini tidak dibawa sejak lahir, melainkan terbentuk karena banyak faktor. Penggunaan strategi problem focused coping memengaruhi individu untuk berfokus pada masalah sehingga penyelesaian masalah dapat dilakukan dengan baik dan terarah, hal ini berkontribusi terhadap penyesuaian diri yang baik. Konsep diri yang positif memengaruhi penyesuaian diri yang baik karena individu mengetahui tentang dirinya sehingga mampu mencapai keharmonisan antara diri dengan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran problem focused coping dan konsep diri terhadap penyesuaian diri pada remaja akhir. Subjek dalam penelitian ini adalah 150 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2015 yang menjadi pengurus organisasi kemahasiswaan di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Instrumen penelitian ini adalah skala problem focused coping, skala konsep diri, dan skala penyesuaian diri. Hasil uji regresi berganda menghasilkan nilai R sebesar 0,728 (F=82.876; p<0,05) yang berarti problem focused coping dan konsep diri secara bersama-sama berperan terhadap penyesuaian diri. Koefisien determinasi yang dihasilkan sebesar 0,530 yang berarti problem focused coping dan konsep diri secara bersama-sama memiliki sumbangan efektif sebesar 53% terhadap penyesuaian diri. Problem focused coping memiliki nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,477 (t= 7,634; p<0,05) yang berarti problem focused coping memiliki peran yang siginifikan terhadap penyesuaian diri. Konsep diri memiliki nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,382 (t= 6,099; p<0,05) yang berarti konsep diri memiliki peran yang signifikan terhadap penyesuaian diri. Kata Kunci: Problem focused coping, konsep diri, penyesuaian diri, remaja akhir
PERBEDAAN TARAF EFIKASI DIRI DITINJAU DARI KEIKUTSERTAAN DALAM LATIHAN YOGA PADA REMAJA AKHIR MAHASISWA INSTITUT HINDU DHARMA NEGERI DENPASAR Ni Made Witami; I Made Rustika
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Psikologi Positif (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Efikasi diri merupakan kemampuan yang penting dimiliki remaja akhir sebagai penunjang keberhasilan dalam pemenuhan tugas perkembangan dan kesiapan menghadapi masa dewasa. Taraf efikasi diri dapat ditingkatkan maupun diturunkan, salah satu aspek yang memengaruhi efikasi diri adalah kondisi fisiologis dan suasana hati. Yoga merupakan salah satu aktivitas yang memiliki kaitan dengan kondisi fisiologis dan suasana hati. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan taraf efikasi diri antara remaja akhir yang mengikuti latihan yoga dengan yang tidak mengikuti latihan yoga. Subjek penelitian adalah remaja akhir berusia 18-22 tahun yang merupakan mahasiswa Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar. Metode pengambilan data menggunakan skala efikasi diri dengan koefisien Cronbach’s Alpha (? = 0,911). Analisis uji beda Independent Sample T-Test menunjukkan koefisien T-test 4,454 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian dapat disebutkan bahwa terdapat perbedaan taraf efikasi diri yang signifikan antara remaja akhir mahasiswa Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar yang mengikuti latihan yoga dibandingkan dengan yang tidak mengikuti latihan yoga.Kata kunci : Efikasi diri, remaja akhir, yoga
Peran Pola Asuh Autoritatif dan Konsep Diri terhadap Self regulated learning Siswa Remaja SMA di Kabupaten Gianyar Putu Deasytha Purwarini; I Made Rustika
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i02.p05

Abstract

Self-regulated learning merupakan aspek mental yang sangat penting dalam kehidupan remaja yang sedang menuntut ilmu karena pada masa remaja terjadi banyak gejolak, seperti emosi, teman sebaya, identitas diri, dan kognitif. Self-regulated learning merupakan sebuah konsep bagaimana individu menjadi pengatur bagi belajarnya sendiri. Self regulated learning bukan aspek mental yang dibawa sejak lahir melainkan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Bagaimana seseorang memandang dirinya serta bagaimana lingkungan memperlakukan seseorang sejak usia dini akan memengaruhi perkembangan Self regulated learning. Konsep diri merupakan salah satu faktor internal dan pola asuh autoritatif merupakan salah satu faktor eksternal yang memengaruhi Self regulated learning. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pola asuh autoritatif dan konsep diri terhadap Self-regulated learning. Subjek penelitian berjumlah 220 siswa SMA yang terpilih melalui two stage cluster sampling. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai R sebesar 0,587 dan R Square sebesar 0,344, yang berarti bahwa pola asuh autoritatif dan konsep diri secara bersama-sama berperan sebesar 34,4% terhadap Self regulated learning. Koefisien beta terstandarisasi dari pola asuh autoritatif sebesar 0,100 dan taraf signifikansi 0,107 (p>0,05) menunjukkan bahwa pola asuh autoritatif tidak berperan secara signifikan terhadap Self regulated learning. Koefisien beta terstandarisasi dari konsep diri sebesar 0,535 dan taraf signifikansi 0,000 (p<0,05) menunjukkan bahwa konsep diri berperan secara signifikan terhadap Self regulated learning. Kata kunci : pola asuh autoritatif, konsep diri, Self regulated learning, remaja.
Peran Kontrol Diri dan Intensitas Mengakses Pornomedia terhadap Perilaku Seksual Pranikah Remaja Madya di SMK N 1 Denpasar Dara Dagita Ginting; I Made Rustika
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Perilaku seksual pranikah diartikan sebagai tingkah laku yang berhubungan dengan dorongan seksual dengan lawan jenis maupun sesama jenis yang dilakukan sebelum adanya tali perkawinan yang sah baik secara hukum maupun agama. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena perilaku seksual pranikah remaja yang akhir-akhir menjadi isu yang sering diperbincangkan. Perilaku seksual pranikah dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Salah satu faktor internal yang berperan adalah kontrol diri. Perilaku seksual pranikah dapat digolongkan sebagai kenakalan remaja sebagai akibat gagalnya sistem kontrol diri terhadap pengaruh eksternal. Hal ini memperlihatkan bahwa kemampuan seseorang dalam mengendalikan diri berperan penting menurunkan perilaku seksual pranikah. Perilaku seksual pranikah juga dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti media yang menyajikan hal-hal yang berbau seksualitas atau disebut juga dengan pornomedia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran kontrol diri dan intensitas mengakses pornomedia terhadap perilaku seksual pranikah remaja madya SMK N 1 Denpasar. Alat ukur penelitian yang digunakan adalah skala kontrol diri, skala intensitas mengakses pornomedia, dan skala perilaku seksual pranikah. Hasil dari uji analisis regresi berganda menunjukkan R=0,789 (p<0,05) dan R²=0,623 sehingga dapat disimpulkan bahwa kontrol diri dan intensitas mengakses pornomedia bersama-sama berperan sebesar 62,3% terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja madya SMK N 1 Denpasar. Koefisien beta terstandarisasi dari kontrol diri menunjukkan nilai sebesar -0,349 (p<0,05) yang berarti bahwa kontrol diri berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku seksual pranikah. Koefisien beta terstandarisasi dari intensitas mengakses pornomedia menunjukkan nilai sebesar 0,484 (p<0,05) yang berarti bahwa intensitas mengakses pornomedia berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku seksual pranikah. Kata kunci: Kontrol diri, mengakses pornomedia, perilaku seksual pranikah, remaja madya.
Peran pola asuh otoritatif dan internal locus of control terhadap kecerdasan emosional remaja madya di SMA Negeri 1 Tabanan Ni Luh Putu Nina Idelia Aryantha Putri; I Made Rustika
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p06

Abstract

Kecerdasan emosional merupakan kemampuan yang dimiliki individu untuk mengenali, memotivasi, dan mengelola emosi pada diri sendiri maupun orang lain. Kecerdasan emosional dapat berkembang karena dipengaruhi oleh faktor lingkungan, salah satunya adalah pola asuh. Disamping pengaruh lingkungan, kecerdasan emosional juga dipengaruhi oleh cara individu memandang penyebab kejadian dalam hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pola asuh otoritatif dan internal locus of control terhadap kecerdasan emosional pada remaja madya. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja madya yang sedang menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Tabanan berjumlah 107 orang. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai R sebesar 0,617 (p<0,05), dengan demikian koefisien determinasi adalah 0,381 yang berarti pola asuh otoritatif dan internal locus of control secara bersama-sama memiliki sumbangan efektif sebesar 38,1% terhadap kecerdasan emosional. Koefisien beta terstandarisasi dari pola asuh otoritatif menunjukkan nilai sebesar 0,167 (p<0,05), sehingga pola asuh otoritatif berperan secara signifikan terhadap kecerdasan emosional remaja madya. Koefisien beta terstandarisasi dari internal locus of control menunjukkan nilai sebesar 0,537 (p<0,05), sehingga internal locus of control berperan secara signifikan terhadap kecerdasan emosional remaja madya. Kata kunci: Kecerdasan emosional, pola asuh otoritatif, internal locus of control, remaja madya.
Peran self regulated learning dan task commitment terhadap prestasi akademik remaja akhir yang kuliah dan bekerja paruh waktu di Denpasar dan Badung Ni Luh Kade Nadia Rastafary; I Made Rustika
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p17

Abstract

Prestasi akademik merupakan indikator utama keberhasilan sebuah proses pendidikan, utamanya bagi remaja akhir. Manfaat prestasi akademik yang tinggi bagi remaja yaitu mempermudah dalam mendapatkan pekerjaan yang layak, meningkatkan kematangan karier, meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan karier secara optimal, mempercepat masa studi dan membuka kesempatan penerimaan beasiswa. Namun tidak semua remaja mampu meraih prestasi akademik tinggi, salah satunya disebabkan oleh rutinitas lain di luar jam perkuliahan yakni bekerja. Keberhasilan remaja yang menjalankan perkuliahan sambil bekerja dalam meraih prestasi akademik tinggi tidak terlepas dari pengaturan strategi belajar yang baik dan komitmen yang tinggi terhadap tugas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran self regulated learning dan task commitment terhadap prestasi akademik remaja akhir yang kuliah sambil bekerja di Denpasar dan Badung. Subjek dalam penelitian ini adalah 185 orang mahasiswa yang sedang menjalankan kegiatan perkuliahan sambil bekerja di Denpasar dan Badung. Pengumpulan data dilakukan dengan arsip Indeks Prestasi Kumulatif, skala Self Regulated Learning dan skala Task Commitment. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,353, nilai koefisien determinasi sebesar 0,125 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel self regulated learning sebesar 0,354 dan task commitment sebesar -0,001. Hasil tersebut menunjukkan bahwa self regulated learning dan task commitment secara bersama-sama berperan terhadap prestasi akademik remaja akhir yang kuliah sambil bekerja di Denpasar dan Badung. Kata kunci: remaja akhir, self regulated learning, task commitment, prestasi akademik
Peran harga diri dan efikasi diri terhadap social loafing pada mahasiswa preklinik Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Ida Bagus Indra Narotama; I Made Rustika
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Psikologi Pendidikan (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Social loafing merupakan pengurangan motivasi dan usaha ketika individu bekerja secara bersama-sama dibandingkan dengan ketika mereka bekerja secara individual. Social loafing memberikan dampak buruk bagi sebuah kelompok. Social loafing dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang dapat memengaruhi social loafing adalah penilaian individu tentang diri dan keyakinan individu untuk mencapai suatu tujuan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran harga diri dan efikasi diri terhadap social loafing. Subjek dalam penelitian ini adalah 85 orang Mahasiswa Preklinik Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala social loafing, skala harga diri dan skala efikasi diri. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,757, nilai koefisien determinasi sebesar 0,572 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0.05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel harga diri sebesar -0,520 dan efikasi diri sebesar -0,308. Hasil tersebut menunjukkan bahwa harga diri dan efikasi diri secara bersama-sama berperan menurunkan taraf social loafing pada Mahasiswa Preklinik Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Kata Kunci: Efikasi diri, harga diri, mahasiswa, social loafing
Peran kecerdasan emosional dan efikasi diri terhadap problem focused coping pada mahasiswa preklinik Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Luh Nya Suardiantari; I Made Rustika
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Psikologi Pendidikan (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Problem focused coping merupakan usaha yang digunakan individu dalam menyelesaikan masalah dengan berfokus langsung pada masalah yang dihadapi. Problem focused coping dipengaruhi oleh kemampuan mengendalikan diri sehingga inidividu mampu berpikir jernih dan bersikap tenang. Problem focused coping juga dipengaruhi oleh keyakinan akan kemampuan individu untuk dapat menyelesaikan suatu masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kecerdasan emosional dan efikasi diri terhadap problem focused coping pada mahasiswa. Subjek dalam penelitian ini adalah 97 mahasiswa preklinik Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan alat ukur yang digunakan adalah skala kecerdasan emosional, skala efikasi diri, dan skala problem focused coping. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai R=0,558, nilai koefisien determinasi (R square) sebesar 0,311, dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0.05) dengan koefisien beta terstandarisasi kecerdasan emosional sebesar 0,438, dan koefisien beta terstandarisasi efikasi diri sebesar 0,219. Hasil tersebut menunjukan bahwa kecerdasan emosional dan efikasi diri secara bersama-sama berperan terhadap problem focused coping pada Mahasiswa Preklinik Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kata kunci: Efikasi diri, kecerdasan emosional, mahasiswa, problem focused coping
Peran konsep diri dan persepsi anak mengenai harapan orangtua terhadap kematangan pemilihan karir pada siswa sma di Kota Denpasar Ni Kadek Sri Wahyuni Pradnyawati; I Made Rustika
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Psikologi Pendidikan (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Keberhasilan yang diraih seseorang dalam kehidupan di masa depan sangat ditentukan oleh kemampuannya mempertimbangkan pilihan karir yang sesuai. Hal ini sangat berkaitan dengan kematangan pemilihan karir. Kematangan pemilihan karir dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Salah satu faktor internal yang sangat berperan yaitu pandangan tentang diri, sedangkan faktor eksternal adalah stimulus yang diberikan oleh lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran konsep diri dan persepsi anak mengenai harapan orangtua terhadap kematangan pemilihan karir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitaif. Subjek dalam penelitian ini adalah 98 orang siswa SMA di Kota Denpasar yang dipilih dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kematangan pemilihan karir, skala konsep diri, dan skala persepsi anak mengenai harapan orangtua. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,549, nilai koefisien determinasi sebesar 0,301 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel konsep diri sebesar 0,271 dan variabel persepsi anak mengenai harapan orangtua sebesar 0,357. Hasil tersebut menunjukkan bahwa konsep diri dan persepsi anak mengenai harapan orangtua secara bersama-sama berperan meningkatkan taraf kematangan pemilihan karir pada siswa SMA di Kota Denpasar. Kata kunci: kematangan pemilihan karir, konsep diri, persepsi anak mengenai harapan orangtua, siswa SMA
Peran kontrol diri dan pola asuh autoritatif terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Anak Agung Made Teguh Ananta Sukarena Putra; I Made Rustika
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i02.p04

Abstract

Masalah yang dapat dialami mahasiswa terkait dengan tugas akademik adalah mahasiswa sering menunda-nunda untuk mengerjakan tugas. Perilaku menunda-nunda dalam mengerjakan sesuatu disebut dengan istilah prokrastinasi. Prokrastinasi akademik dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang dapat memengaruhi prokrastinasi akademik adalah kemampuan individu dalam mengendalikan perilakunya agar terhindar dari tindakan yang berdampak negatif seperti prokrastinasi akademik. Kemampuan mengendalikan perilaku merupakan salah satu aspek dari kontrol diri. Faktor eksternal yang dapat memengaruhi prokrastinasi akademik adalah pengawasan yang diberikan orangtua kepada anak agar anaknya tidak melakukan perilaku negatif seperti prokrastinasi akademik. Peran orangtua dalam memberikan pengawasan kepada anak merupakan salah satu aspek dari pola asuh autoritatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kontrol diri dan pola asuh autoritatif terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa. Subjek dalam penelitian ini adalah 96 mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kontrol diri, skala pola asuh autoritatif dan skala prokrastinasi akademik. Analisis data dilakukan teknik regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukan nilai koefisien regresi sebesar 0,760, nilai koefisien determinasi sebesar 0,577, nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), nilai koefisien beta terstandarisasi variabel kontrol diri sebesar -0,569 dan nilai koefisien beta terstandarisasi variabel pola asuh autoritatif sebesar -0,277. Hasil tersebut menunjukan bahwa kontrol diri dan pola asuh autoritatif berperan terhadap tingkat prokrastinasi akademik mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Hasil tersebut juga menunjukan bahwa kontrol diri memiliki peran lebih besar terhadap tingkat prokrastinasi akademik dibandingkan dengan pola asuh autoritatif. Kata kunci: Kontrol diri, mahasiswa, pola asuh autoritatif, prokrastinasi akademik.
Co-Authors A.A. Ayu Trisna Dewi Adijanti Marheni Aitama, Yolanda Budi Aldilla Rumintang Amanda Sari Anak Agung Made Teguh Ananta Sukarena Putra Ayu Ratna Tri Utari Dara Dagita Ginting Dewi, A.A. Ayu Trisna Dewi, Ni Luh Mirah Laksmi Dharma Putri, Kadek Ayu Ratih Fardana, Nur Ainy Ginting, Dara Dagita I Dewa Gede Udayana Putra I Gusti Ayu Putu Tias Sastia Ida Ayu Gede Hutri Dhara Sasmita Ida Bagus Indra Narotama Kadek Ayu Ratih Dharma Putri Kadek Indah Pratiwi Kurniawan, I Gde Yudhi L.M.K.S. Suarya Larashati, Made Ayu Praditya Lely Setiawati Liana Puspita, Syntia Agung Luh Bella Pradnyaswari Luh Kadek Pande Ary Susilawati Luh Nya Suardiantari Luh Nyoman Alit Aryani M.D. Lestari Made Ayu Praditya Larashati Mahesti, Ni Putu Ridha Eka N.K. Ekawati Narotama, Ida Bagus Indra Natassa R. Tejena Ni Kadek Sri Wahyuni Pradnyawati Ni Kadek Wulandari Ni Luh Kade Nadia Rastafary Ni Luh Mirah Laksmi Dewi Ni Luh Putu Nina Idelia Aryantha Putri Ni Made Witami Ni Putu Ridha Eka Mahesti Pradnyaswari, Luh Bella Pradnyawati, Ni Kadek Sri Wahyuni Pratiwi, Kadek Indah Purwarini, Putu Deasytha Putra, Anak Agung Made Teguh Ananta Sukarena Putra, I Dewa Gede Udayana Putri, Ni Luh Putu Nina Idelia Aryantha Putri, Putu Novia Arya Putri, Putu Riana Artyanti Putu Deasytha Purwarini Putu Novia Arya Putri Putu Nugrahaeni Widiasavitri Putu Riana Artyanti Putri Rastafary, Ni Luh Kade Nadia Rumintang, Aldilla Sang Ayu Ketut Tri Semaraputri Sari, Amanda Sasmita, Ida Ayu Gede Hutri Dhara Syntia Agung Liana Puspita Tias Sastia, I Gusti Ayu Putu Tri Semaraputri, Sang Ayu Ketut Vita Sunarto Witami, Ni Made Wulandari, Ni Kadek Yolanda Budi Aitama