Claim Missing Document
Check
Articles

Study of Information Behavior of Reference Librarians at The Diponegoro University Library Aeni, Siti Nur; Prasetyawan, Yanuar Yoga
Edulib Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v11i2.32811

Abstract

This study aims to determine the information behavior of reference librarians in meeting users' information needs at the Diponegoro University Library. The research method used in this study is a qualitative research method with a case study approach. Data collection techniques used in this study are observation, interviews, and documentation. Researchers have interviewed six informants. The data analysis method used is by using thematic analysis method. The results showed that the information behavior carried out by reference librarians in meeting users' information needs at the Diponegoro University Library can be seen when reference librarians can help users meet their information needs. Information behavior carried out by reference librarians in helping users meet their information needs can be done by providing reference services at the Diponegoro University Library, knowing and meeting users' information needs. Reference librarians can also assist users in meeting their information needs by guiding users on how to search for information by the information needs of users quickly and precisely.
Eksplorasi Pengalaman Informasi Generasi Baby Boomers saat Menggunakan Media Sosial WhatsApp Utami, Ana Fitri; Prasetyawan, Yanuar Yoga
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 8, No 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.8.1.111-126

Abstract

WhatsApp sebagai media sosial berkembang menjadi media penyebaran informasi yang dirasakan oleh pengguna WhatsApp termasuk juga pada kalangan Baby Boomers. Keterlibatan Baby Boomers dengan informasi yang ada dalam WhatsApp menciptakan suatu pengalaman informasi yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman informasi generasi Baby Boomers dalam menggunakan media sosial WhatsApp. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan perspektif fenomenologi. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Didapatkan 10 informan orang tua yang menggunakan media sosial WhatsApp dengan rentang usia 58 sampai 70 tahun keatas. Teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan wawancara semi terstruktur. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukan bahwa Baby Boomers menggunakan informasi yang ada di WhatsApp untuk kehidupan sehari-hari mereka. Informasi kesehatan seperti informasi Covid-19, informasi vaksin, informasi kesehatan jantung dan kolesterol didapatkan dari WhatsApp dan digunakan untuk menunjang masa tua mereka. Selain itu ditemukan juga berita hoax dan juga modus kejahatan scam dan phising berupa pesan undangan pernikahan yang menguras saldo bank nasabah. Fitur-fitur dalam WhatsApp juga dimanfaatkan Baby Boomers untuk menunjang kualitas hidup mereka untuk bisnis, dukungan kesehatan, dan dukungan sosial.
Evaluasi Kualitas Layanan Menggunakan DigiQUAL: Studi Kasus Pada SiBooky Husein, Javani Fahrel; Prasetyawan, Yanuar Yoga
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.7.3.443-464

Abstract

Kini perkembangan teknologi informasi sudah sangat pesat dan berdampak pada semua bidang salah satunya yaitu perpustakaan. Perpustakaan beradaptasi dengan membuat perpustakaan digital. Perpustakaan digital merupakan perpustakaan yang menggunakan basis kerja komputer serta memiliki sumber daya berbentuk digital, salah satu bentuk perpustakaan digital yaitu perpustakaan digital SiBooky. Perpustakaan digital SiBooky dikembangkan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang yang bertujuan agar dapat memenuhi kebutuhan informasi pemustaka jika berhalangan datang langsung. Sejak perkembangannya, perpustakaan digital SiBooky belum pernah dilakukan evaluasi pada kualitas layanannya, evaluasi dilakukan hanya untuk pengembangan atau penambahan fitur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas layanan perpustakaan digital SiBooky menggunakan metode DigiQUAL. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Dalam penelitian ini pengambilan sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 99 orang responden yang merupakan member perpustakaan digital SiBooky, serta kuesioner digunakan untuk pengumpulan data. Data dalam penelitian ini dianalisa menggunakan Importance-Performance analysis (IPA) dan customer satisfaction index (CSI). Penelitian ini menghasilkan bahwasanya kualitas layanan perpustakaan digital SiBooky berdasarkan Importance-Performance analysis (IPA) masih jauh dari harapan pemustaka, hal tersebut berdasarkan dari hasil nilai gap yang semuanya bernilai negatif. Nilai gap terbesar yaitu terdapat pada item nomor 21 yaitu sebesar -0,47 yang memiliki pernyataan pada perpustakaan digital SiBooky dapat mengakses perpustakaan digital lainnya. Sedangkan berdasarkan customer satisfaction index (CSI) menghasilkan 73,80% yang menunjukkan bahwa pemustaka merasa puas terhadap layanan perpustakaan digital SiBooky.
Information Anxiety: A Phenomenon Experienced by Final Year Students During the Preparation of Their Thesis Riftianti, Salsabila Dinda; Heriyanto, Heriyanto; Prasetyawan, Yanuar Yoga
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 10, No 2 (2024): December
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v10i1.51168

Abstract

Background: Information anxiety is a topic of interdisciplinary study. Although it has been widely studied by researchers in the field of library and information science, several other fields such as education, business and economics also examine a person's information anxiety. However, this topic seems to have disappeared from scientific discussion, especially in scientific journals.Objective: This research tries to bring back the topic of information anxiety within the scope of Library and Information Science, especially in the context of education in higher education.Methods: The population in this study were final year students of one faculty at Diponegoro University class of 2018 with a population of 730 students and a sample size of 251 samples calculated using the Isaac and Michael formula with a significance level of 5%.Results: The results of the analysis show that students feel anxious when they cannot access the information, they need even though they know the location of the information. In other words, they experience anxiety when they know the location of information, but experience limited access in obtaining the information needed to support their thesis.Conclusion: The study reveals that students' information anxiety when writing a thesis is more influenced by limited access to information than by the abundance of information.
Pengobatan Alternatif di Desa Suwawal: Analisis Persepsi dan Perilaku Informasi Masyarakat Jannah, Nur; Prasetyawan, Yanuar Yoga
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.8.3.409-424

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai perilaku informasi masyarakat Desa Suwawal terkait penggunaan pengobatan alternatif dan bagaimana mereka memandang hal tersebut. Tujuan penelitian ini untuk memahami serta mengetahui perilaku informasi dan persepsi masyarakat Desa Suwawal terhadap penggunaan pengobatan alternatif, untuk mencapai tujuan tersebut metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah thematic analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku informasi masyarakat dalam melakukan pencarian informasi cenderung dilakukan secara pasif, informasi tersebut diperoleh melalui interaksi antar warga masyarakat di Desa Suwawal. Kemudian untuk memastikan kebenaran dan khasiat informasi pengobatan yang diterima masyarakat melakukan evaluasi informasi dengan cara mencoba secara langsung pengobatan yang disarankan serta melihat pengalaman orang-orang yang sudah menggunakannya. Setelah merasa yakin dengan kebenaran informasi tersebut kemudian mereka menggunakan pengobatan alternatif yang direkomendasikan. Setelah  menggunakan dan juga merasakan kebenaran khasiat pengobatan tersebut, masyarakat kemudian membagikan kembali informasi pengobatan yang diterima kepada orang lain disekitarnya yang dirasa juga membutuhkan. Adanya interaksi dengan informasi tersebut memunculkan adanya persepsi dalam lingkungan masyarakat terkait pengobatan alternatif terdapat masyarakat yang menganggap pengobatan alternatif tidak memiliki efek samping serta dirasa lebih alami, namun disisi lain terdapat pula masyarakat yang juga menganggap beberapa pengobatan alternatif dianggap tidak memiliki dasar ilmiah dan berbahaya. Hal tersebut diperparah oleh informasi mengenai pengobatan alternatif yang diterima masyarakat Desa Suwawal yang kurang lengkap mengenai risiko efek samping yang mungkin ditimbulkan sehingga berpotensi menjadi misinformasi 
Kudus Regency Archives and Library Department’ Roles in Building Disabilities Social Capital Through Computer Classes Amelia, Bella Septi; Prasetyawan, Yanuar Yoga
Librarianship in Muslim Societies Vol 3, No 2 (2024): Librarianship in Muslim Societies
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/lims.v3i2.41406

Abstract

This research was motivated by the inequality in access for people with disabilities in using computers. This disparity was caused by several factors, including the limitations faced by individuals, economic factors, capacity in mastering technology, availability of suitable technology, and low social support for people with disabilities. The purpose of this study was to determine the role of the library as social capital in the computer class program for people with disabilities at the Archives and Library Department of Kudus Regency. The research method used in this study was a qualitative method with a case study approach. Data collection was carried out through semi-structured interviews and document studies. The informants in this study consisted of ten people selected through purposive sampling. These ten informants included librarians and disabled individuals participating in the computer class program. The data analysis technique used was thematic analysis, which involved analyzing interview transcripts, coding the main meanings, and identifying themes based on the similarities of the codes. The results of this study showed that the computer class program at the Archive and Library Department Kudus Regency provided many benefits to people with disabilities. The library became a place where cooperation was formed between people with disabilities and various parties, leading to the birth of a social network, which is a key element of social capital. The social capital that developed played a crucial role in helping people with disabilities overcome various social problems. With the support of social networks, mutual trust, and cooperation, people with disabilities could more easily access the resources, opportunities, and services they needed. Secondly, social capital helped people with disabilities acquire basic computer skills, which opened up opportunities for them to become more independent and actively participate in the digital world. Additionally, social capital helped people with disabilities prepare for jobs and contributed to changing their fate. 
Menciptakan Lingkungan Literasi di Rumah: Mengkaji Peran Ibu pada Komunitas Ibu Profesional Semarang Permana, Maulvi Gong; Prasetyawan, Yanuar Yoga
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 9, No 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.%v.%i.%Y.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran ibu yang tergabung dalam Komunitas Ibu Profesional Semarang dalam menciptakan lingkungan literasi rumah Home Literacy Environment sekaligus mengidentifikasi faktor pendukung serta kendala yang dihadapi. Menggunakan pendekatan fenomenologi dan analisis tematik, penelitian ini menggali pengalaman mendalam orang tua melalui wawancara semiterstruktur. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis untuk menemukan tema-tema utama yang berkaitan dengan terciptanya Home Literacy Environment. Studi ini menemukan bahwa orang tua, khususnya ibu, memiliki peran yang signifikan dalam membangun kebiasaan literasi anak melalui aktivitas seperti membaca bersama anak, menyediakan bahan bacaan, menjadi contoh dan teladan membaca bagi anak, mengajak anak berdiskusi terkait cerita yang dibaca, menciptakan rutinitas membaca, mengintegrasikan literasi dalam aktivitas sehari-hari. Faktor-faktor pendukung meliputi tingginya kesadaran literasi, ketersediaan fasilitas seperti buku dan media bacaan, serta dukungan dari komunitas. Namun, terdapat kendala yang perlu diatasi, seperti keterbatasan waktu, konsistensi dalam menerapkan kebiasaan literasi, dan gangguan akibat penggunaan gadget. Penelitian ini menekankan pentingnya kerja sama antara kedua orang tua dalam menciptakan lingkungan literasi yang mendukung pertumbuhan anak. Selain itu, komunitas juga memainkan peran strategis dalam membantu orang tua mengatasi berbagai hambatan untuk membentuk Home Literacy Environment yang optimal. Temuan ini memberikan wawasan bahwa Home Literacy Environment tidak hanya berdampak pada perkembangan akademik anak, tetapi juga memiliki pengaruh positif terhadap perkembangan emosionalnya di masa depan.
IMPLIKASI KULINER SESAJI DAN DHANYANG DALAM UPACARA TRADISI DI JEPARA Indrahti, Sri; Maziyah, Siti; Alamsyah; Prasetyawan, Yanuar Yoga
Berkala Arkeologi Vol. 39 No. 1 (2019)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v39i1.327

Abstract

Abstract The article describes the culinary imp lic ation of offerings and d hanyang in 5 (five) villages in Jepara in the form of traditional ceremonies of Jembul Tulakan, Hari Jadi Kota Jepara, Sedekah Laut, Perang Obor, and Pesta Baratan. Only three out of five ceremonies were present ing culinary offerings as a representation of the dhanyang presence. The objective of this study is to reveal the existence of culinary offerings and d hanyang both by their food types and the intended dh anyang. This study was using a qualitative method which includes the collection of primary and secondary sources through literature study, observation, participants, structured interviews, indepth interviews, and Focus Group Discussion. The approaches which were used are anthropological and hermeneutical approaches. The study reveals a symbolic meaning from the presence of various culinaries presented to dhanyang and wishes expressed implicitly or explicitly in the ceremony. The wishes include the requests of safety, kindness, protection, etc. Recently, these wishes have shifted which caused by better knowledge, belief, and social experience of the performers towards their religion. Public belief in the power of d hanyang still exists even though it is not dominant.
Peran Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kudus dalam Membangun Modal Sosial Disabilitas Melalui Kelas Komputer Amelia, Bella Septi; Prasetyawan, Yanuar Yoga
Librarianship in Muslim Societies Vol. 3 No. 2 (2024): Librarianship in Muslim Societies
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/lims.v3i2.41406

Abstract

This research was motivated by the inequality in access for people with disabilities in using computers. This disparity was caused by several factors, including the limitations faced by individuals, economic factors, capacity in mastering technology, availability of suitable technology, and low social support for people with disabilities. The purpose of this study was to determine the role of the library as social capital in the computer class program for people with disabilities at the Archives and Library Department of Kudus Regency. The research method used in this study was a qualitative method with a case study approach. Data collection was carried out through semi-structured interviews and document studies. The informants in this study consisted of ten people selected through purposive sampling. These ten informants included librarians and disabled individuals participating in the computer class program. The data analysis technique used was thematic analysis, which involved analyzing interview transcripts, coding the main meanings, and identifying themes based on the similarities of the codes. The results of this study showed that the computer class program at the Archive and Library Department Kudus Regency provided many benefits to people with disabilities. The library became a place where cooperation was formed between people with disabilities and various parties, leading to the birth of a social network, which is a key element of social capital. The social capital that developed played a crucial role in helping people with disabilities overcome various social problems. With the support of social networks, mutual trust, and cooperation, people with disabilities could more easily access the resources, opportunities, and services they needed. Secondly, social capital helped people with disabilities acquire basic computer skills, which opened up opportunities for them to become more independent and actively participate in the digital world. Additionally, social capital helped people with disabilities prepare for jobs and contributed to changing their fate. 
Perilaku Mahasiswa dalam Mengevaluasi dan Menyebarkan Berita Palsu Menjelang Pemilu 2024 (Studi pada Mahasiswa Universitas Diponegoro) Ifada, Silvina Aufa; Prasetyawan, Yanuar Yoga
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 9, No 3 (2025): September
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.9.3.564-583

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat mempengaruhi media sosial, menjadi peran penting dalam penyebaran informasi, termasuk di dalamnya adalah penyebaran informasi tentang politik. Pemilih pemula sering menggunakan media sosial untuk mencari informasi. Namun, kemajuan teknologi juga membawa ancaman seperti hoaks dan clickbait yang berpotensi memanipulasi opini publik. Berita palsu ini menargetkan pemilih muda yang cenderung mudah terpengaruh. Penelitian ini menyoroti perilaku mahasiswa dalam mengevaluasi dan menyebarkan informasi politik palsu menjelang Pemilihan Umum 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi dengan teknik pengumpulan data yaitu convenience sampling. Data dikumpulkan melalui observasi non partisipan, wawancara, dan studi dokumen, lalu dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan berbagai platform media sosial dan media kredibel seperti CNN, Kompas, dan Detik untuk mendapatkan informasi politik. Mereka cenderung kritis, tidak menyebarkan berita palsu, dan menunjukkan kesadaran tinggi akan dampak negatifnya. Beberapa mahasiswa bahkan berusaha mengklarifikasi informasi palsu yang mereka temui. Namun, tantangan tetap ada dalam mengenali bias informasi dan rasa tidak percaya diri untuk berbagi informasi yang benar.