Claim Missing Document
Check
Articles

Kebijakan Pemerintah Australia dalam Menangani Isu Food Waste dan Food Loss di Australia pada Tahun 2017-2019 Rozzana, Beatrix Engueline; Wiranata, I Made Anom; Widya Nugraha, A.A. Bagus Surya
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 1 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah makanan merupakan sebuah fenomena yang saat ini sedang menjadi perhatian para pemerhati lingkungan, khususnya organisasi peduli makanan internasional yaitu FAO. Jumlah makanan yang terbuang tersebut menghasilkan gas metana yang memengaruhi atmosfir. Gas metana yang dihasilkan dari makanan-makanan tersebut setara dengan hasil pembakaran bahan bakar fosil. Olehkarena itu, FAO mengajak seluruh kalangan dalam masyarakat dari rumah produksi sampai konsumen, untuk mengelola lebih baik makanan mereka. Penelitian ini menunjukan langkah-langkah dan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Australia dalam menangani isu food waste dan food loss di Australia, yang juga bertujuan untuk memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran setiap masyarakat pada isu ini dengan metode-metode yang diaplikasikan kepada aktor-aktor yang terlibat langsung dengan makanan. Tujuan dilakukan pengurangan food waste dan food loss ini adalah, keterlibatan Australia pada Paris Agreement untuk mengurangi produksi emisi gas pada 2030. Kata-kunci : Food Waste, Food Loss, Kebijakan, Waste Management
TIMELESS CHARM SEBAGAI UPAYA BRANDING PARIWISATA VIETNAM PERIODE 2012 - 2019 pujalaksana, ida bagus agung surya; Sushanti, Sukma; Nugraha, A.A Bagus Surya Widya
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 3 No 1 (2023): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vietnam is one of the countries with great potential in the tourism sector. Vietnam issued a Welcome to Vietnam tourism campaign in 2004–2005 and continued with Vietnam the Hidden Charm in 2006-2011. The campaign was quite successful in boosting the prestige of Vietnam's tourism in the eyes of the world, but, of course, there are still some things that must be improved by the government in order to make Vietnam's tourism a quality tourism destination. Therefore, in 2012–2019, Vietnam issued a Timeless Charm campaign as an effort to brand their tourism. To realize this brand, Vietnam made efforts which will be analyzed using the concepts of destination branding and public diplomacy. By using the concept of destination branding and public diplomacy, we get results, namely the various efforts that have been made by the government through their campaigns that directly target the community in the form of infrastructure improvements, natural and human resource management, and improvements to applicable regulations that are implemented quite well. In line with this, Vietnam experienced an increase in tourist arrivals in the 2012-2019 period, which was accompanied by an increase in its FDI. This study used a descriptive qualitative method.
Strategi Kepemimpinan Australia Dalam Membendung Kedatangan Pengungsi dan Pencari Suaka Dari Pos UNHCR Indonesia Kora Iki, Christian Aprialdi; Kurnia Putri, Penny; Nugraha, A.A. Bagus Surya Widya
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 3 No 2 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze Australia's policy strategies to address the issue of refugees and asylum seekers who are considered to be threatening their domestic security. The growing issue of transnational crime causes a bad perception of the arrival of refugees and asylum seekers. Australia considers the arrival of refugees and asylum seekers as a potential entry point for transnational criminals into their country. This research was analyzed qualitatively by using the concept of national strategy and national security. The discussion focuses on the form of Australia's leadership strategy which executes the closure of the UNHCR refugee transit post and asylum seekers in Indonesia. This policy is Australia's effort to reduce the number of arrivals of refugees and asylum seekers, both legal and illegal through the transit post. Based on the leadership strategy analysis, the authors identify that Australia's superior position is able to initiate the Bali Process with Indonesia, as one of the programs created to improve regional security, and specifically in terms of handling the security of refugees and asylum seekers. Furthermore, as a form of initial implementation of this cooperation, Australia also has an agenda to help improve Indonesia's capabilities in the security sector. But gradually, Australia issued an Anti-resettlement policy by refusing immigrants who came from Indonesian transit posts, as well as closing the legal access of immigrants from these posts. In this case, Australia is considered capable of carrying out its leadership strategy because it has succeeded in “dictating” Indonesia in an agreement regarding the handling of refugees and asylum seekers which is more favorable to Australia's national security
ANALISIS KEBIJAKAN MORATORIUM PERMANEN HUTAN ALAM DAN LAHAN GAMBUT TERHADAP DEFORESTASI HUTAN DI INDONESIA Dharmajaya, I Gusti Ngurah Alit; Resen, Putu Titah Kawitri; Widya Nugraha, A.A. Bagus Surya
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 1 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim dunia akibat deforestasi dan degradasi hutan menjadi tanggung jawab negara-negara yang memiliki luas kawasan hutan yang cukup besar. Indonesia merupakan negara dengan luas hutan terbesar ketiga di dunia. Sebagai negara dengan kawasan hutan yang luas, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dengan mengelola dan melestarikan kawasan hutannya. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi moratorium permanen hutan alam primer dan lahan gambut terhadap deforestasi di Indonesia. Berbagai kebijakan telah dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia untuk pengelolaan kawasan hutan diantaranya Instruksi Presiden No.5 Tahun 2019 tentang Penghentian Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut. Inpres No. 5 Tahun 2019 merupakan pembaruan dari kepres sebelumnya yang masih bersifat penundaan. Penerapan Inpres No. 5 Tahun 2019 berupa revisi dan penerbitan Peta Indikatif Pengakhiran Izin Baru (PIPPIB) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Dengan menerapkan kebijakan tersebut, merupakan bukti tanggung jawab untuk melindungi dan mengajak masyarakat, baik pemerintah pusat maupun daerah, pengusaha dan masyarakat umum untuk menjaga hutan Indonesia. melalui implementasi kebijakan ini, kawasan hutan di Indonesia akan mencapai pengelolaan hutan yang baik di masa depan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan kebijakan moratorium permanen hutan alam dan lahan gambut terhadap deforestasi di Indonesia.
Kepentingan Keamanan Iran dalam Konflik Nagorno-Karabakh Tahun 2016-2020 Muryantika, Gusti Ngurah Bagus; Kumala Dewi, Putu Ratih; Widya Nugraha, A.A. Bagus Surya
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 2 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik Nagorno-Karabakh merupakan konflik sengketa wilayah yang melibatkan Armenia dan Azerbaijan memperebutkan wilayah Nagorno-Karabakh. Konflik ini didasari oleh konflik etnis antara kedua negara tersebut. Konflik ini tentunya menyebabkan ancaman bagi negara Iran karena lamanya konflik yang tak selesai hingga pada tahun 2020 pecahnya perang besar yang memberikan dampak besar bagi Iran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepentingan Iran mempertahankan keamanan negaranya dalam konflik Nagorno-Karabakh yang terjadi pada tahun 2016 – 2020, menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan sumber data yang diperoleh melalui studi pustaka. Konflik antara Armenia dengan Azerbaijan menempatkan Iran dalam posisi yang sulit ditambah dengan adanya serangan-serangan senjata perang yang jatuh kedalam wilayah perbatasan Iran. Hal ini yang memaksa Iran harus bisa mempertahankan kepentingannya dalam mempertahankan keamanan wilayahnya pada saat konflik Nagoro-Karabakh berlangsung. Dalam menganalisis kasus ini, peneliti menggunakan teori balance of threat serta konsep Rational Choice. Teori balance of threat digunakan sebagai respon ancaman yang diterima oleh Iran dengan cara beraliansi dengan Amenia. Bergabung dengan Armenia juga merupakan keputusan Iran dalam membantu menyamakan kekuatannya dengan negara oposisi yaitu Azerbaijan. Selanjutya dengan konsep Rational Choice digunakan untuk menjelaskan alasan Iran dalam memilih Armenia sebagai Aliansi dalam mempertahankan keamanan wilayahnya dalam konflik Nagorno-Karabakh.
Upaya Jepang Meraih Kepentingan Dalam Pengembangan Teknologi Pemusnahan Puing - Puing Ruang Angkasa Tahun 2015 - 2020 Wirasari, Cahyani; Resen, Putu Titah Kawitri; Widya Nugraha, A.A. Bagus Surya
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 1 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan maksud Jepang terhadap kepentingannya dalam menjadi pelopor pengembangan teknologi pemusnah puing-puing ruang angkasa. Puing ruang angkasa merupakan isu kontemporer di studi Hubungan Internasional. Isu puing ruang angkasa mengindikasikan bahwa kepentingan nasional telah menjangkau ruang angkasa. Maka dari itu, Jepang ingin menjadi pelopor untuk meraih kepentingan nasional mereka. Kepentingan nasional dan space diplomacy merupakan konsep yang digunakan. Penelitian ini juga mengindikasikan negara dapat bekerja sama dengan pihak swasta. Hal ini terbukti dari kerja sama antara Jepang dengan Astroscale.
Upaya UNICEF dalam Aksesibilitas Memperoleh Pendidikan Anak-anak Indonesia di Masa Pandemi Covid-19 Aldela, Shenika; Priadarsini, Ni Wayan Rainy; Nugraha, A.A Bagus Surya Widya
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 3 No 2 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aksesibilitas dalam memperoleh pendidikan merupakan hak bagi setiap anak. Namun, disrupsi pandemi Covid-19 telah membuat sistem pendidikan berubah menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Sedangkan, situasi pendidikan di Indonesia mengalami berbagai tantangan untuk mengakses PJJ yakni akses terhadap internet, teknologi atau sarana prasarana serta kesiapan siswa ataupun pendidik. Kesenjangan digital di antara wilayah Indonesia juga semakin melebar. Anak yang berada di daerah terpinggirkan yakni Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) berpotensi kehilangan hak untuk memperoleh pendidikan. Melihat situasi tersebut, UNICEF sebagai IGO yang memiliki fokus terkait advokasi hak anak turut membantu Pemerintah Indonesia dalam mengatasi risiko dampak terhadap anak di daerah 3T. Tujuan dari penelitian kualitatif ini ialah melihat tahapan proses upaya UNICEF dalam mengadvokasi hak anak dalam akses terhadap pendidikan di masa pandemi Covid-19. Melalui analisis proses intraorganisasi dan interorganisasi, penelitian ini melihat bagaimana organisasi internasional berinteraksi serta bertindak terkait isu ini. Sehingga, UNICEF berperan secara strategis dan memiliki fokus dalam pembuatan bukti, implementasi program, bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia, sektor swasta, sektor publik, Badan-Badan PBB, dan melakukan monitor serta evaluasi. UNICEF memastikan pendidikan jarak jauh dapat diakses bagi semua anak serta mengurangi kesenjangan digital di antara wilayah Indonesia.
Kepentingan Rusia Mengirimkan Bantuan Militer Ke Libyan National Army Pada Perang Sipil Libya Ke-2 Nasution, Salsabila Aulia Putri; Suwecawangsa, Adi Putra; Nugraha, A.A Bagus Surya Widya
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 3 No 1 (2023): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Russia's involvement in the Second Libyan Civil War can be seen from the military aid sent to the Libyan National. Russia's decision was taken despite the risk of violating an arm embargo imposed by the UN Security Council under Security Resolution 1970. This research which uses the qualitative descriptive method to observe Russia's interest in the military aid sent, also uses Neorealism, Offensive Realism and National Interest perspectives. This research hence presents an explanation of which there is a threat to Russia's economy from the relations between Turkey and the Governmental of National Accord in the dynamic of The Second Libyan Civil War. The perceived threat then forces Russia to support Libyan National Army. Furthermore, this research also shows that there are Russia's economic interests to make Libya the center of business in the Energy sector due to its abundant potential and strategic location. at last, Russia's interest is to become a new super power in the MENA region due to the minimum intervention from the West
Respon Tiongkok Terhadap Perkembangan Teknologi Antariksa Amerika Serikat Pada Tahun 2018-2021 Pramadita, Kadek Windy; Widya Nugraha, A.A. Bagus Surya; Suwecawangsa, Adi Putra
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 1 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to see China's response to the increasing capabilities of the United States' space technology. Even though it has been stated in the Outer Space Treaty, United States under the leadership of Donald Trump has formed a special force of space areas, namely the United States Space Force with aims to remaining the United States dominance in the space area. China then responded to this because China did not want a dominating power in the space area. This study used qualitative research methods. The framework used in this study is the Balance of Power on the concept of Neo Realism, to see the causality of China's response to the increasing capabilities of United States space technology which is considered as a threat. In this study, it was found that China give responded in three ways, first by increasing its own space technology capabilities. Second by activating its own navigation system, namely Beidou so China will not depend on US GPS, and third collaborating with Russia to form ILRS, so China would no longer depend on ISS. In conclusion we can see China's responses is to balance the power of US space capabilities, so there’s no power dominates in the space area.
Kerjasama Ekonomi Indonesia dan Jepang dalam “Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement” (IJEPA) Tahun 2008 Tarumingi, Aldo Chandra; Sushanti, Sukma; Widya Nugraha, A.A. Bagus Surya
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 1 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini ditujukan untuk mengidentifikasi serta mendeskripsikan mekanisme kerjasama antara Indonesia dan jepang dalam Indonesia-Japan Economic Partnership agreement (IJEPA). Studi ini menggunakan konsep Kerjasama Internasional dalam menggambarkan mekanisme kerjasama ekonomi antara Indonesia dan Jepang melalui perjanjian IJEPA dan dilaksanakan melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan data sekunder bersumber pada dokumentasi dan jurnal. Adapun data dikumpulkan melalui metode studi pustaka yang kemudian dianalisis melalui pendekatan Miles and Huberman. Temuan menunjukkan bahwa mekanisme kerjasama IJEPA antara pemerintah Indonesia dan Jepang dilakukan dengan disepakatinya skema preferensi tarif yaitu meliputi skema penurunan tarif umum dan pemeberian fasilitas pembebasan bea masuk, serta dilakukan kerjasama pembangunan kapasitas (capacity building) melalui program manufacturing industri development center (MIDEC), akan tetapi selama di implementasikan sejak tahun 2008, IJEPA tidak meberikan hasil maksimal dan menguntungkan, sehingga melalui pertemuan bilateral antara Indonesia dan Jepang dalam agenda penyelesaian general review IJEPA, kedua negara sepakat untuk melakukan peningkatan kerjasama dengan di tanda tanganinya Framework Document New Manufacturing Industry Development Center (MIDEC)
Co-Authors Aanval, Yelestisky Alchesar, Fernando Christian Aldela, Shenika Anak Agung Ayu Intan Parameswari Anak Agung Ayu Intan Prameswari, Anak Agung Ayu Intan Anak Agung Mia Intentilia Anastacia Patricia Novlina Nurak Angelica Maharani Putri Ardianti, Dwi Juni Ari Winanda, I Gusti Agung Bagus Arima Rahayu, Ni Ketut Julianti Aviantara, Jennifer Ayu Krisnasari, Ni Wayan Berlian Ariezona, Shafara Hagelinia Bestari, Ni Made Prasiwi Bharata W, A.A Gede Agung Bhismaya, I Gede Yudha Bianda Evania Tular, Bianda Evania Budiarti, Ni Made D.A Wiwik Dharmiasih da Silva, Jenifer Olivia Devi, Ayu Eva Sattvika Devi, Ni Made Mahatma Dharmajaya, I Gusti Ngurah Alit Dharmayasa, Dewa Ketut Dian Andari, Nyoman Ayu Dwi Wahyuni, Ni Made Dwipayanthi, Dinda Ratna Dwira Angganita, I Gusti Ayu Dwiyutiari.K, Sagung Gek Mahadewi, Ni Komang Ayu I Made Anom Wiranata I Putu Agung Wira Sudewa, I Putu Agung I Putu Suhartika Idin Fasisaka Indah Sari, Ni Gusti Ayu Indraswari, Desak Ketut Ismiya, Azizatu Jojor Endang Simamora, Jojor Kastuwiharja, Gede Samuel Kena, Siti Rukia Kinanti, Tasya Putri Kora Iki, Christian Aprialdi Kurnia Putri, Penny Kurnianta, Mira Nanda Laksmi Pradnyakumari, Ni Made Ratih Mahotama Jaya, Ngurah Gede Mairering, Ruth Octavia Mechiho, Samuel Muryantika, Gusti Ngurah Bagus Muslima Diputri, Kireina Lucretia Nanda Wijaya, Dewa Made Nasution, Salsabila Aulia Putri Neri, Septiana De Jesus Neri Jesus Ni Komang Astitiningsih, Ni Komang Ni Komang, Budiayu Ni Putu Ary Pratiwi, Ni Putu Ary Ni Putu Premierita Haryanti Ni Wayan Rainy Priadarsini, Ni Wayan Octaviani, Kadek Sindi Paramitha, Made Cynthia Perdana, Diyan Rizki Permana Manuaba, Ida Bagus Aditya Pramadita, Kadek Windy Prayanti, Ida Ayu Adi Primayanti, Luh Putu Ika Priscilia Dewi, Putu Nanda pujalaksana, ida bagus agung surya Putri, Nadia Talita Putri, Penny Kurnia Putu Ratih Kumala Dewi Putu Titah Kawitri Resen Radha Khrisnanta, Putu Gede Raharja, I Ketut Rahmadhani, Lidiana Febie Rakhmadhani, Haldhianty Fitri Ramadhani, Rizkyka Emeralda Ratna Pramesti, Ni Nyoman Ayu Renaningtyas, Maria Agatha Resita Yuana, Ni Made Richard Togaranta Ginting, Richard Rozzana, Beatrix Engueline Rusiantama, Muhammad Prahaseno Samosir, Agustina Saraswati Rahadi, I Gusti Agung Lintang Saraswati, Ida Ayu Gita Sukma Dewi, Ni Luh Gede Ayunitha Sukma Sushanti Sulistyawati, Ida Ayu Surya Sumadi, Kadek Ari Susanti, Sukma Suwecawangsa, Putu Adi Putra Tarumingi, Aldo Chandra Triana Gayatri, Nyoman End Utami Arti, Ida Ayu Bulan Utami Willasari, Kadek Ayu Sri Widaloka, I Gusti Agung Widiantara, I Nyoman Wirasari, Cahyani Wismiati, Fiesta Ayu Yodisari, Ni Wayan Rahayuni Yulia Dewi, Ni Ketut Leony