Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Persepsi Mahasiswa Profesi Kesehatan Universitas Padjadjaran Terhadap Interprofessionalism Education assica permata hakiman; Sari Puspa Dewi; Chevi Sayusman; Kurnia Wahyudi
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.226 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i4.10382

Abstract

Interprofessional Collaboration (IPC) yang buruk menjadi faktor penting dalam kesalahan medis. IPC dapat ditingkatkan sejak masa pendidikan melalui Interprofessionalism Education (IPE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa program studi rumpun ilmu kesehatan Universitas Padjadjaran (Unpad) terhadap IPE. Metode Penelitian analitik komparatif menggunakan kuesioner Interdisciplinary Education Perception Scale (IEPS) yang diterjemahkan dan divalidasi dibagikan kepada mahasiswa Program Studi Kedokteran, Pendidikan Kedokteran Gigi, Farmasi, Keperawatan, Diploma Kebidanan, serta Profesi Dokter, Dokter Gigi, Apoteker, dan Ners Unpad sejumlah 252 mahasiswa meliputi 28 mahasiswa dari setiap program studi. Persepsi mahasiswa dikategorikan menjadi baik, cukup baik, dan kurang baik. Uji t independen dilakukan untuk membandingkan kelompok sarjana dan diploma dengan profesi, sedangkan One way Anova dan Post Hoc Tukey digunakan untuk membandingkan antar program studi pada kelompok sarjana dan diploma serta profesi. Hasil Persepsi 98% responden masuk ke dalam kategori baik. Uji Anova menunjukkan perbedaan signifikan antar program studi pada kelompok sarjana dan diploma (p = 0,004) serta pada kelompok profesi (p < 0,001). Komponen IPE “Kebutuhan yang dirasakan untuk kerjasama profesional” memiliki persepsi baik yang lebih rendah dibandingkan dengan komponen “Kompetensi dan otonomi” dan “Persepsi kerjasama aktual”. Diskusi Mahasiswa sudah memahami mengenai peran dan kompetensi masing-masing profesi. Namun, pemahaman mengenai profesi tenaga kesehatan lain dan pentingnya kerjasama antar profesi masih kurang, sehingga perlu diadakan IPE di Unpad.Kata Kunci: Interprofessional collaboration, interprofessional education, mahasiswa, persepsi
Penerapan Interprofessional Education (IPE) pada Kelas Ibu Balita oleh Mahasiswa Tenaga Kesehatan untuk Meningkatkan Sikap Ibu terhadap Kesehatan Balita di Kota Cimahi Dyeri Susanti; Hesti Wulandari; Ryka Juaeriah; Sari Puspa Dewi
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Desember 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.261 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v3i2.15003

Abstract

Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan salah satu prioritas utama pembangunan kesehatan di Indonesia. Pemantauan tumbuh kembang dan pencegahan penyakit pada balita merupakan aspek penting dalam meningkatkan kesehatan balita. Pelayanan kesehatan di Indonesia saat ini masih dilakukan oleh profesi tunggal, sedangkan World Health Organization (WHO) merekomendasikan pelayanan kesehatan dengan praktik kolaborasi. Bekal tentang kolaborasi dapat diterapkan sejak tahap pendidikan melalui Interprofessional Education (IPE). IPE terjadi ketika dua atau lebihprofesi belajardengan, dari dan tentang satu sama lain untuk meningkatkan kerjasama dan hasil kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan sikap ibu tentang kesehatan balita setelah penerapan IPE pada Kelas Ibu Balita. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode observasional menggunakan rancangan one group pre-post test design. Sampel penelitianadalah ibu rumah tangga sebanyak 120 orang yang memiliki Balita usia 24-59 bulan, dan mahasiswa dari Program Studi Kebidanan, Keperawatan, Gizi, dan Kesehatan Lingkungan yang berjumlah 48 orang. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2016-Januari 2017 selama 7 minggu di RW 04, 11, 13 dan 15 wilayah kerja Puskesmas Leuwigajah. Analisis dalam penelitian ini menggunakan Paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan sikap ibu terhadap kesehatan balita sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan, dengan nilai rata-rata pretest -0,02 menjadi 2,46 nilai rata-rata posttest. Simpulan pada penelitian ini adalah pembelajaran IPE dalam bentuk kuliah umum, diskusi, dan praktik lapangan di komunitas pada Kelas Ibu Balita oleh mahasiswa tenaga kesehatan dapat meningkatkan sikap ibu terhadap kesehatan balita.Kata Kunci: Interprofessional Education, Kesehatan Balita, Sikap Ibu Balita
Natural resistance-associated macrophage protein 1 gene polymorphisms in thalassemia patients with tuberculosis infection Mohammad Ghozali; Sari Puspa Dewi; Reni Ghrahani; Ani Melani Maskoen; Lelani Reniarti; Edhyana Sahiratmadja; Tri Hanggono Achmad
Paediatrica Indonesiana Vol 56 No 2 (2016): March 2016
Publisher : Indonesian Pediatric Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.222 KB) | DOI: 10.14238/pi56.2.2016.84-9

Abstract

that needs regular blood transfusions leading to accumulation of iron in the cells. This iron overload level in macrophage might cause intracellular bacteria, particularly Mycobacterium tuberculosis (MTB) to multiply. Polymorphisms in natural resistance-associated macrophage protein 1 (NRAMP1), a metal transporter across the phagosome membrane, play important role in regulating iron, which is also needed by MTB. Increased iron in thalassemia patients may have an increased potential risk for TB.Objective To compare natural resistance-associated macrophage protein 1 (NRAMP1) gene polymorphisms (INT4, D543N, and 3’UTR) in thalassemia patients with and without tuberculosis (TB) infection.Methods A cross-sectional measurement of NRAMP1 genetic polymorphisms was performed in pediatric thalassemia patients with TB (n=40) and without TB (n=50). Iron status including serum iron, total iron-binding capacity (TIBC), and ferritin, was compared between the two groups. The NRAMP1 genetic polymorphisms were analysed using polymerase chain reaction/restriction fragment length polymorphism (PCR/RFLP). Allelic and genotypic distributions of each polymorphism were assessed for possible associations with TB infection.Results Mean serum iron and TIBC in thalassemia patients with TB were higher compared to thalassemia patients without TB (mean serum: 166.26 vs. 134.92 μmol/L, respectively; P=0.026) and (mean TIBC: 236.78 vs. 195.84 μmol/L, respectively; P=0.029). In thalassemia patients with TB, we observed significantly higher frequency of the C allele in INT4 (10% vs. 2%, respectively; OR=5.44; 95%CI 1.1 to 26.4; P=0.02) and the TGTG deletion allele (78.8% vs. 51%, respectively; OR=3.56; 95%CI 1.83 to 6.9; P=0.0002) in 3’UTR polymorphisms than in thalassemia patients without TB. There were no significant differences in distributions of the A allele between TB and non-TB groups (16.3% vs. 15%, respectively; P=0.84) or the GA genotype (32.5% vs. 30%, respectively; P=0.79) in D543N.Conclusion The NRAMP1 polymorphisms are known to be associated with major gene susceptibility to TB, and in our thalassemia patients this association is even more pronounced.
Pengaruh Program Pendidikan Kesehatan Reproduksi RemajaTerintegrasi terhadap Peningkatan Kontrol Diri di Kabupaten Indramayu Atiek Novianty; Benny Hasan Purwara; Sari Puspa Dewi; Farid Husin; Tuti Wahmurti; Irvan Afriandi
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 2 (2015): Juni
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.814 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v2i2.54

Abstract

Permasalahan-permasalahan kesehatan reproduksi remaja terus meningkat di Kabupaten Indramayu, seperti masih tingginya perilaku seksual sebelum menikah, kehamilan remaja, perkawinan remaja, dan perceraian remaja. Berbagai permasalahan tersebut terjadi karena kontrol diri perilaku yang tidak berpegangan pada prinsip hidup sesuai dengan nilai. Pendidikan kesehatan reproduksi terintegrasi dengan mengajarkan nilai-nilai mulia diharapkan dapat dijadikan pedoman dalam bersikap dan berperilaku pada remaja. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terintegrasi terhadap peningkatan kemampuan kontrol diri perilaku seksual pada remaja. Metode penilitian ini adalah Quasi eksperiment pre post design. Subjek penelitian ini adalah siswa SMUN di Kabupaten Indramayu yang berjumlah 144 orang  (kelompok perlakuan 72 dan kelompok kontrol 72). Teknik pengambilan sampel secara cluster. Pendidikan kesehatan reproduksi terintegrasi dilakukan pada kelompok perlakuan. Peningkatan kontrol diri diukur menggunakan kuesioner kontrol diri. Analisis data menggunakan uji kai kuadrat, mann whitney, Wilcoxon, dan uji kovarian. Hasil penelitian diketahui terdapat pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terintegrasi terhadap peningkatan kontrol diri perilaku seksual pada remaja (p=0,041). Peningkatan kontrol diri perilaku seksual remaja pada kelompok kontrol sebesar 54,6% dan kelompok kontrol sebesar 48,7%. Ego diri (63,6%) dan temperamental (65,9%) merupakan dimensi kontrol diri yang signifikan terhadap perubahan kemampuan kontrol diri pada kelompok perlakuan.Simpulan  penelitian ini adalah terdapat pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terintegrasi terhadap peningkatan kemampuan kontrol diri perilaku seksual pada remaja. Peningkatan kontrol diri perilaku seksual melalui pendidikan kesehatan reproduksi terintegrasi perlu dilakukan dan dilanjutkan dengan evaluasi dan supervisi secara berkala
Hubungan Peringkat Akreditasi Institusi Pendidikan Diploma III Kebidanan dengan Hasil Uji Coba Uji Kompetensi Bidan Periode Juli 2013 Ani Kusumastuti; Tri Hanggono Achmad; Tina Dewi Judistiani; Dany Hilmanto; Anita Deborah Anwar; Sari Puspa Dewi
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 2 (2015): Juni
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.844 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v2i2.41

Abstract

Penjaminan mutu institusi pendidikan dilakukan melalui akreditasi institusi, sedangkan kualitas lulusan salah satunya dilakukan melalui uji kompetensi. Peringkat akreditasi yang baik akan menghasilkan uji kompetensi yang baik, namun berdasarkan hasil uji coba uji kompetensi bidan tahun 2012 didapatkan rerata nilai peserta dari institusi terakreditasi B memiliki nilai yang lebih rendah dari institusi yang terakreditasi C. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan nilai berdasarkan peringkat akreditasi dan hubungan peringkat akreditasi dengan nilai uji coba uji kompetensi. Penelitian dilakukan dengan  analitik cross sectional menggunakan seluruh data peserta uji coba uji kompetensi bidan periode Juli 2013 dari Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIND) dan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Data dianalisis dengan Kruskal-Wallis, Post Hoc Mann Whitney, dan Somers’d. Perbedaan nilai didapatkan pada semua kelompok akreditasi institusi (p<0,001) dengan nilai median (minimal−maksimal) 61,67 (19,44−78,33) akreditasi A, 54,44 (1,11−77,78) akreditasi B, dan 49,44 (2,78−80,00) akreditasi C (p<0,001). Hubungan yang lemah antara peringkat akreditasi institusi pendidikan dengan nilai uji coba uji kompetensi (p<0,001), baik dibandingkan dengan nilai median (r=0,22) maupun nilai batas lulus (r=0,23). Penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan nilai uji coba uji kompetensi berdasarkan peringkat akreditasi dan adanya hubungan antara peringkat akreditasi institusi dengan hasil uji coba uji kompetensi bidan. Semakin baik peringkat akreditasi institusi maka semakin baik pula hasil uji coba uji kompetensi yang didapatkan
Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Rendahnya Kunjungan Pemeriksaan Kehamilan (ANC) di Wilayah Kerja Puskesmas Cijeruk Kabupaten Bogor: Elin Supliyani1, Tita Husnitaati Madjid2, Sari Puspa Dewi3 1Program Studi Kebidanan Bogor Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung; 2Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran, Universitas Padjajaran/Rumah Sakit Hasan Sadikin, 3Departemen Biokimia Fakultas Kedokteran, Universitas Padjajaran Elin Supliyani; Tita Husnitaati Madjid; Sari Puspa Dewi
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 6 No 1 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5887.469 KB)

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi adalah dengan melakukan pemeriksaan kehamilan/ante natal care (ANC) rutin. Kunjungan ANC yang rutin dan berkesinambungan (≥4 kali) dapat mengenali lebih dini suatu komplikasi yang mungkin terjadi selama kehamilan. Kunjungan ANC ≥4 kali di Puskesmas Cijeruk sebesar 46,25% dari target nasional 90%. Perlu dilakukan penelitian yang menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap rendahnya kunjungan ANC. Penelitian ini merupakan penelitian potong-silang dengan subjek 200 ibu yang bersalin pada bulan September 2012 sampai dengan Februari 2013 yang diambil secara multistage sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-kuadrat dan regresi-logistik ganda. Hasil penelitian diperoleh 94 ibu (47%) yang melakukan kunjungan ANC <4 kali. Variabel yang terbukti berpengaruh terhadap rendahnya kunjungan ANC adalah pengetahuan (p=0,015), kepercayaan terhadap dukun beranak (p<0,001), dan jarak ke tempat pelayanan kesehatan (p=0,023). Faktor yang paling berpengaruh adalah tingginya kepercayaan terhadap dukun beranak (RP=2,783 IK=1,530-5,062). Penelitian ini menyimpulkan bahwa rendahnya kunjungan ANC di wilayah kerja Puskesmas Cijeruk Kabupaten Bogor dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan tentang pentingnya ANC, kepercayaan yang tinggi terhadap dukun beranak, dan jarak ke tempat pelayanan kesehatan >2 km. Kepercayaan yang tinggi terhadap dukun beranak merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap rendahnya kunjungan ANC.
PENGARUH KUALITAS PENDIDIKAN TERHADAP KEPUASAN LULUSAN DI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN RESPATI TASIKMALAYA Annisa Rahmidini; Firman F. Wirakusumah; Sari Puspa Dewi
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 6 No. 2 (2015): Agustus 2015
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v6i2.53

Abstract

Tingginya tingkat persaingan antara institusi pendidikan mengakibatkan setiap institusi harus dapat mengelola institusinya secara professional. Institusi pendidikan dapat mengatasi daya saing yang tinggi dengan memiliki mutu/kualitas pendidikan yang baik. Keputusan perguruan tinggi melakukan tindakan perbaikan kualitas pendidikan yang sistematis merupakan payung yang menentukan dalam menindaklanjuti keluhan mahasiswa dari suatu kegagalan sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan kepuasan lulusan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh kualitas pendidikan (tatakelola, pengabdian pada masyarakat, kurikulum program studi, proses pembelajaran, sumber daya manusia, suasana akademik, penelitian dan publikasi, kemahasiswaan, keuangan, serta prasarana dan sarana) terhadap kepuasan lulusan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Respati Tasikmalaya. Jenis penelitian kuantitatif dan metode yang digunakan adalah metode survey analitik dengan desain penelitian yaitu cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lulusan STIKes Respati Tasikmalaya dua tahun terakhir yaitu Angkatan VII dan VIII berjumlah 201 lulusan. teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan simple random sampling sebanyak 106 lulusan diambil. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan kuesioner. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif antara kualitas pendidikan terhadap kepuasan lulusan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Respati Tasikmalaya. Diharapkan STIKES Respati Tasikmalaya meningkatkan kualitas pendidikan agar lulusan dapat merasa puas.
PENGARUH KUALITAS PENDIDIKAN TERHADAP KEPUASANMAHASISWA LULUSAN PRODI DIII KEBIDANAN DI STIKes RESPATITASIKMALAYA Rahmidini, Annisa; F. Wirakusumah, Firman; Dewi, Sari Puspa
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 1 No 01 (2015): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v1i01.190

Abstract

Tingginya tingkat persaingan antara institusi pendidikan mengakibatkan setiap institusi harus dapat mengelola institusinya secara professional. Institusi pendidikan dapat mengatasi daya saing yang tinggi dengan memiliki mutu/kualitas pendidikan yang baik. Keputusan perguruan tinggi melakukan tindakan perbaikan kualitas pendidikan yang sistematis merupakan perangkat yang menentukan dalam menindaklanjuti keluhan mahasiswa dari suatu kegagalan sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan kepuasan lulusan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh kualitas pendidikan (tatakelola, pengabdian pada masyarakat, kurikulum program studi, proses pembelajaran, sumber daya manusia, suasana akademik, penelitian danpublikasi, kemahasiswaan, keuangan, serta prasarana dan sarana) terhadap kepuasan lulusan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Respati Tasikmalaya. Jenis penelitian kuantitatif dan metode yang digunakan adalah metode survey analitik dengan desain penelitian yaitu cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lulusan STIKes Respati Tasikmalaya dua tahun terakhir yaitu Angkatan VII dan VIII berjumlah 201 lulusan. teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan simple random sampling sebanyak106 lulusan diambil. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan kuesioner. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif antara kualitas pendidikan terhadap kepuasan lulusan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Respati Tasikmalaya. Diharapkan STIKES Respati Tasikmalaya meningkatkan kualitas pendidikan agar lulusan dapat merasa puas.