Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

DESKRIPSI JENIS ALAT TANGKAP IKAN DI PESISIR PANTAI KECAMATAN MALAKA BARAT, KABUPATEN MALAKA Seran, Frederikus; Kangkan, Alexander L.; Soewarlan, Lady Cindy
Jurnal Bahari Papadak Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Kecamatan Malaka Barat merupakan sebuah Kecamatan di Kabupaten Malaka yang berjarak 16 Km dari kota Betun, Ibu Kota Kabupaten Malaka. Kecamatan malaka barat termasuk salah satu kecamatan yang berada di pesisir pantai. Penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis alat tangkap serta jenis hasil tangkapan yang di peroleh nelayan Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka. Penelitian ini adalah penelitian survey yang dilakukan pada tanggal, 1 Juni - 31 Juni tahun 2022. Survey menggunakan metode purposive sampling, dengan teknik pengumpulan data melalui data primer berupa observasi dan wawancara tentang alat tangkap dan jenis hasil tangkapan sedangkan data sekunder diperoleh melalui BPS Kabupaten Malaka dan Penelitian terdahulu. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa analisis data deskriptif berupa nilai persentasi.Hasil penelitian menemukan bahwa jenis- jenis alat yang digunakan oleh masyarakat pesisir pantai Kecamatan Malaka Barat, berupa jaring ingsang hayut(Gill net) dengan hasil tangkapan,Ikan Tembang (Sardinella aurita),Ikan Terbang(Hirundicthys oxycephalus),Ikan Paperek (Eubleekeria rapsoni),Ikan Julung –julung(Gemiramphus brasiliensis),Ikan Kembung (Rastralingger sp),Ikan Kerong-kerong (Terapan jarbua),Ikan Hiu martil(Sphyrna zygaena),Ikan Layur (T. lepturus),Ikan Terubuk (Hillsa kele),Ikan susu (L.lactarius), pukat hela udang(Shrimp trawls)hasil tangkapannya berupa Udang windu (Paneus monodon),Udang vanamei (Litopenaeus vannamei),Ikan paperek (Eubleekeria rapsoni),Ikan layur (T. lepturus)dan pukat tarik pantai (Beach seines)hasil tangkapannya adalah Ikan belanak (Mugil Cephalus),Ikan paperek (Eubleekeria rapsoni). Kata Kunci : Jenis Alat tangkap, Ikan,Perairan Malaka Barat. Abstract - West Malacca District is a District in Malacca Regency which is 16 Km from the city of Betun, the capital of Malacca Regency. West Malacca District is one of the sub-districts on the coast. This research is to find out the types of fishing gear and the types of catches obtained by fishermen in West Malacca District, Malacca Regency. This research is a survey research conducted on June 1 - June 31, 2022. The survey used a purposive sampling method, with data collection techniques through primary data in the form of observations and interviews about fishing gear and types of catch while secondary data was obtained through the BPS of Malacca Regency and previous research. The data analysis used in this study is in the form of descriptive data analysis in the form of percentage values. The results of the study found that the types of tools used by the coastal communities of West Malaka District, in the form of gill nets with catches, Tembang Fish (Sardinella aurita), Flying Fish (Hirundithys oxycephalus), Paperek Fish (Eubleekeria rapsoni) , Julung-julung fish (Gemiramphus brasiliensis), mackerel (Rastralingger sp), kerong-kerong fish (Applied jarbua), hammerhead shark (Sphyrna zygaena), layur fish (T. lepturus), terubuk fish (Hillsa kele), fish milk (L.lactarius), shrimp trawls (Shrimp trawls) the catches are tiger prawns (Paneus monodon), vanamei prawns (Litopenaeus vannamei), paperek fish (Eubleekeria rapsoni), layur fish (T. lepturus) and beach drag nets (The catches of Beach seines are mullets (Mugil Cephalus), paperek fish (Eubleekeria rapsoni). Keywords: Types of fishing gear, fish, West Malacca waters
ANALISIS HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP JARING INSANG (Gill Net ) DI DESA LAMATOKAN KECAMATAN ILE APE TIMUR KABUPATEN LEMBATA Sarti, Hermin; Tallo, Ismawan; Soewarlan, Lady Cindy
Jurnal Bahari Papadak Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah hasil tangkapan, komposisi jenis, dan produksi hasil tangkapan jaring insang (gillnet), di Desa Lamatokan. Penelitian dilakukan dari bulan Juli sampai dengan bulan Agustus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik observasi dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Kemudian hasil dari penelitian ini menemukan bahwa jenis ikan hasil tangkapan jaring insang yang di operasikan di Desa Lamatokan terdiri dari ikan kembung, ikan baronang susu, ikan botana belang kuning, ikan lolosi biru, dan ikan julung-julung. Ikan julung-julung dengan komposisi sebesar 50,89 %, baronang susu dengan komposisi sebesar 36,20%, ikan kembung dengan komposisi sebesar 6,84%, ikan botana belang kuning dengan komposisi sebesar 4,05% dan ikan lolosi biru dengan komposisi sebesar 2,03 %. Sedangkan jumlah produksi ikan hasil tangkapan dalam kurun waktu satu bulan (Juli - Agustus) yaitu ikan julung-julung sebesar 402 kg dengan nilai CPUE sebesar 50,25, baronang susu sebesar 286 kg dengan nilai CPUE sebesar 35,75 kg, ikan kembung sebesar 54 kg dengan nilai CPUE sebesar 6,75 kg, ikan botana belang kuning sebesar 32 kg dengan nilai CPUE sebesar 4,00 kg, dan ikan lolosi biru sebesar 16 kg dengan nilai CPUE sebesar 2,00 kg. Kata kunci: Desa Lamatokan, Jaring Insang, Komposisi Jenis Ikan, Produksi Hasil Tangkapan Abstract - The purpose of this study was to determine the number of catches, species composition, and gillnet production, in Lamatokan Village. The study was conducted from July to August. Data collection techniques in this study are using observation techniques and analyzed using descriptive analysis. Then the results of this study found that the types of fish caught by gill nets operated in Lamatokan Village consisted of mackerel, milk baronang fish, yellow striped botana fish, blue lolosi fish, and julung-julung fish. . Julung-julung fish with a composition of 50.89%, milk baronang with a composition of 36.20%, mackerel with a composition of 6.84%, yellow striped botana fish with a composition of 4.05% and blue lolosi fish with a composition of 2.03%. While the total production of fish caught within one month (July - August) is julung-julung fish of 402 kg with a CPUE value of 50.25, milk baronang of 286 kg with a CPUE value of 35.75 kg, mackerel of 54 kg with a CPUE value of 6.75 kg, yellow striped botana fish of 32 kg with a CPUE value of 4.00 kg, and blue lolosi fish of 16 kg with a CPUE value of 2.00 kg. Keywords: Lamatokan Village, Gill Nets, Fish Species Composition, Catch Production
DISTRIBUSI GEOGRAFI Anisakis sp DI PERAIRAN NUSA TENGGARA TIMUR Aris, Nevi Velesia; Soewarlan, Lady Cindy; Saraswati, Suprabadevi A.; Resssie, Jeni Dorlince; Irmasuryani, Irmasuryani
Jurnal Bahari Papadak Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Anisakis sp merupakan spesies yang patogen pada produk perikanan laut. Anisakis bersifat zoonosis, dapat bertransmisi dari ikan ke manusia melalui rantai makanan. Infeksi Anisakis dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada konsumen dan kerugian ekonomis pada industri perikanan, sebab itu perlu informasi tentang distribusi pada tubuh inang, sebaran geografis dan infeksi pada intermediate host. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai prevalensi dan intensitas Nemipterus sp. dari Perairan NTT dan mengetahui sebaran geografis Anisakis sp. yang menginfeksi Neimpterus sp. pada Perairan NTT. Metode penelitian adalah survey melalui observasi terhadap 155 Nemipterus sp. yang tertangkap dari Perairan Pulau Semau dan Pulau Kera. Ikan di bedah kemudian dilakukan pengamatan pada daging, gonad, rongga perut dan usus. Informasi daerah tangkapan diperoleh melalui maping partisipatif dengan nelayan penangkap, selanjutnya sebaran geografis dipetakan menggunakan aplikasi GIS. Selain itu digunakan juga informasi dari hasil-hasil riset pada perairan NTT. Hasil penelitian menunjukan: (1). Infeksi pada Nemipterus sp. adalah: prevalensi 19 % dan intensitas infeksi 1 individu/ekor. (2). Distribusi geografis Perairan Pulau Semau dan Pulau Kera pada ikan Nemipterus sp. Laut Sawu pada Katsuwonus pelamis, yang didaratkan di PPI Oeba pada ikan Lates calcarifer,Lutjanus sanguineus, Ephinephelus sp. Kata Kunci : Anisakis sp, Nemipterus sp, Prevalensi, Sebaran Geografis Abstract - Anisakis sp is a pathogenic species in marine fishery products. Anisakis is zoonotic, it can be transmitted from fish to humans through the food chain. Anisakis infection can cause health problems to consumers and economic losses to the fishing industry, therefore it is necessary to provide information about distribution in the host body, geographic distribution and infection in intermediate hosts. This research was conducted to find out the prevalence and intensity of Nemipterus sp from NTT waters and to determine the geographic distribution of Anisakis sp that infects Neimpterus sp in NTT waters.The research method was a survey through observation of 155 Nemipterus sp caught from the waters of Semau Island and Kera Island. The fish in surgery were then observed on the flesh, gonads, abdominal cavity and intestines. Catchment area information is obtained through participatory mapping with fishing fishermen, then the geographic distribution is mapped using a GIS application. In addition, information from research results in NTT waters is also used. The results showed: (1). Infections in Nemipterus sp are: prevalence 19% and intensity of infection 1 individual/head. (2). Geographical distribution of the waters of Semau Island and Monkey Island on Nemipterus sp, Sawu Sea on Katsuwonus pelamis, which landed at PPI Oeba on Lates calcarifer fish, Lutjanus sanguineus, Ephinephelus sp. Keyword : Anisakis sp, Nemipterus sp, Prevalance, Geographical Distribution
MORFOMETRIK GURITA (Octopus Cyanea) DI PERAIRAN ARUBARA, KELURAHAN TETANDARA, KECAMATAN ENDE SELATAN, KABUPATEN ENDE PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Linung, Maria Kurniati; Soewarlan, Lady Cindy; Boikh, Lebrina I.
Jurnal Bahari Papadak Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Gurita merupakan salah satu dari spesies dalam kelas Cephalopoda yang terdiri dari 289 spesies dan memiliki akitivitas hidup cepat tetapi umumnya mati dalam kondisi muda. di Indonesia di duga terdapat di perairan Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Banda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfometrik dari gurita (Octopus Cyanea) di perairan Arubara,Kelurahan Tetandara Kecamatan Ende Selatan Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur. Data jenis hasil tangkapan di peroleh dari nelayan ketika melakukan pembongkaran hasil tangkapan gurita. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis berdasarkan karakteristik hasil tangkapan yang di daratkan di perairan Arubara yakni satu spesies yaitu gurita (OctopusCyanea) dengan jumlah gurita (OctopusCyanea) jantan 78% dan jumlah gurita (OctopusCyanea) betina 22%. Kata Kunci : Morfologi,Karakteristik Morfometrik,Octopus. Abstract - Octopus Octopus is one of the species in the Cephalopoda class which consists of 289 species and has fast life activity but generally dies when young. . In Indonesia it is thought to be found in the waters of Kalimantan, Sulawesi, Maluku and Banda. This research aims to determine the morphometric characteristics of octopuses (Octopus Cyanea) in Arubara waters, Tetandara Village, South Ende District, Ende Regency, East Nusa Tenggara Province. . Types of catch data captured by fishermen when unloading octopus catches. The results of the research show that the type based on the characteristics of the catch landed in Arubara waters is one species, namely the octopus (OctopusCyanea) with the number of male octopus (OctopusCyanea) being 78% and the number of female octopus (OctopusCyanea) being 22%. Keywords: Morphology, morphometric characteristics, octopus
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN PANCING ULUR (HANDLINE) DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) OEBA Seng Paka, Dominggo M.; Sine, Kiik G.; Soewarlan, Lady Cindy
Jurnal Bahari Papadak Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1). jenis hasil tangkapan berdasarkan karakteristik morfologi, 2). komposisi hasil tangkapan, 3). nilai CPUE. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Populasi pada penelitian ini adalah nelayan pancing ulur sejumlah 94 dengan sampel 48 nelayan. Data jenis hasil tangkapan diperoleh dari nelayan ketika melakuan pembongkaran hasil tangkapan. Hasil tangkapan diidentifikasi menggunakan panduan identifikasi ikan menurut wahyu, (2019). Data komposisi hasil tangkapan diperoleh melalui wawancara dan rekapan hasil tangkapan dari kantor PPI Oeba, selanjutnya dihitung menggunakan rumus komposisi. Informasi mengenai komposisi hasil tangkapan disajikan dalam bentuk persen. Data untuk mengetahui CPUE diperoleh dari kantor PPI Oeba. Nilai CPUE untuk tahun 2018-2022 mencakup semua jenis hasil tangkapan pancing ulur dan beberapa jenis hasil tangkapan sesuai jenis ikan pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis berdasarkan morfologi karakteristik ikan hasil tangkapan serta komposisi hasil tangkapan yang didaratkan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba terdiri dari 11 spesies ikan yaitu Kakap Merah (Lutjanus sp.) 3,1%, Belang Kuning (Caesio cuning) 1,7%, Kerapu (Epinephelus sp) 0,7%, Anggoli (Pristipoimedes multidiens) 28,7%, Baronang (Siganus sp) 24.3%, Kakap Sawo (Ocyurus chrysurus) 6,2%, Cakalang (Katsuwonus pelamis) 3,1%, Tuna (Thunnus sp) 1,0%, Tongkol (Euthhynnus affinis) 1.4%, Tuna Mata Besar (Thunus Obesus) 4.1%, Madidihang atau tuna sirip kuning (Thunnus albacares) 25,7%. Nilai CPUE tertinggi terjadi di tahun 2019 sebesar 1,494,980 Kg/Trip dan CPUE terendah terjadi di tahun 2022 sebesar 290,623 kg/trip. Kata Kunci: Pancing ulur (handline), , Komposisi, CPUE, Pangkalan Pendaratan Ikan. Abstract – This research aims to find out 1). type of catch based on morphological characteristics, 2). catch composition, 3). CPUE value. The method used in this research is a survey method using a quantitative and qualitative descriptive approach. The population in this study was 94 handline fishermen with a sample of 48 fishermen. Data on the type of catch is obtained from fishermen when unloading the catch. The catch was identified using the fish identification guide according to Wahyu, (2019). Catch composition data was obtained through interviews and catch recaps from the PPI Oeba office, then calculated using the composition formula. Information regarding the composition of the catch is presented in percentage form. Data to determine CPUE was obtained from the PPI Oeba office. CPUE values ​​for 2018-2022 include all types of handline catches and several types of catches according to the type of fish in this study. The results of the research show that the types based on the morphological characteristics of the fish caught and the composition of the catch landed at the Oeba Fish Landing Base (PPI) consist of 11 species of fish, namely Red Snapper (Lutjanus sp.) 3.1%, Yellow Striped (Caesio cuning) 1 .7%, Grouper (Epinephelus sp) 0.7%, Anggoli (Pristipoimedes multidiens) 28.7%, Baronang (Siganus sp) 24.3%, Sawo Snapper (Ocyurus chrysurus) 6.2%, Skipjack (Katsuwonus pelamis) 3, 1%, Tuna (Thunnus sp) 1.0%, Tuna (Euthhynnus affinis) 1.4%, Bigeye Tuna (Thunnus Obesus) 4.1%, Yellowfin tuna or yellowfin tuna (Thunnus albacares) 25.7%. The highest CPUE value occurred in 2019 amounting to 1,494,980 Kg/trip and the lowest CPUE occurred in 2022 amounting to 290,623 kg/trip. Keywords: Handline, Composition, CPUE, Oeba Fish Landing Base
PENDEKATAN PARTISIPATIF PENGEMBANGAN TUNA SEGAR SECOND GRADE DAN HASIL SAMPING LOIN DI DESA BALAURING, KABUPATEN LEMBATA Soewarlan, Lady Cindy; Toruan, Lumban Nauli Lumban; Boikh, Lebrina Ivanthri
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.54846

Abstract

Balauring is one of the main tuna fishing centers in Lembata Regency, East Nusa Tenggara. The tuna caught from Balauring is sold to industries in Maumere and Larantuka, where it is processed into loins for export. Tuna weighing less than 10 kg is relatively low in value, and the by-products of loin processing remain underutilized. This community service project aims to train local communities in developing appropriate strategies tailored to their specific conditions. The method used was a participatory SWOT approach. The results indicate that optimizing second-grade tuna and loin by-products can be achieved through three main strategies: diversifying processed products, expanding market reach beyond Lembata through online marketing and utilizing maritime toll transportation, and improving access to funding. Balauring merupakan salah satu sentra nelayan penangkap tuna di Kabupaten Lembata- Nusa Tenggara Timur. Produksi tuna dari Balauring dijual ke industri di Maumere dan Larantuka, kemudian dijadikan loin untuk diekspor. Pada ukuran tuna yang berukuran kurang dari 10 kg harganya relatif murah dan sisa hasil samping loin kurang dimanfaatkan. Pengabdian ini bertujuan untuk melatih masyarakat agar dapat menentukan strategi pengembangan yang sesuai dengan kondisi mereka. Teknik yang dilakukan adalah menggunakan pendekatan SWOT partisipatif. Hasilnya, optimalisasi terhadap tuna second grade dan sisa hasil samping loin dilakukan dengan tiga cara, yaitu: melakukan diversifikasi olahan, memperluas jangkauan pasar ke luar Lembata melalui pemasaran secara daring (online) dan memanfaatkan transportasi tol laut, serta peningkatan akses terhadap  pendanaan.
CURAHAN WAKTU KERJA IBU RUMAH TANGGA PEDAGANG PENGECER IKAN DI KECAMATAN ALAK, KOTA KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR Buan, Trofimus; Soewarlan, Lady Cindy; Paulus, Chaterina A.
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.539 KB)

Abstract

Abstrak – Rendahnya pendapatan yang dihasilkan suami serta tuntutan ekonomi yang cukup besar merupakan faktor yang mendorong ibu rumah tangga nelayan dan non nelayan ikut mengambil peran produktif dalam membantu suami. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan informasi mengenai curahan waktu kerja ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai pedagang pengecer ikan. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni sampai Juli tahun 2021 di Kecamatan Alak, Kota Kupang. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Populasi yang diambil adalah seluruh wanita yang berprofesi sebagai pedagang pengecer ikan yang aktif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Curahan waktu kerja untuk satuan waktu jam: Bagi istri non nelayan pada musim timur, barat dan peralihan yaitu minimal rata-rata 12 jam. Sedangkan bagi istri nelayan, persamaan hanya pada musim timur dan peralihan yaitu minimal rata-rata 10 jam, kemudian pada musim barat minimal rata-rata 6 jam. Curahan waktu kerja untuk satuan waktu hari: Bagi istri non nelayan pada musim timur, barat dan peralihan yaitu 30 hari. Sedangkan bagi istri nelayan, terdapat perbedaan untuk tiap musimnya yaitu musim timur rata-rata 17 hari; musim barat rata-rata 15 hari; kemudian musim peralihan rata-rata 16 hari. Kata Kunci: Kecamatan Alak, Ibu Rumah Tangga, Pedagang Pengecer, Curahan Waktu Kerja. Abstract - Low income generated by the husband and considerable economic demands are factors that encourage fishermen and non-fishermen housewives to take a productive role in helping the husband. The purpose of this study is to provide information about the outpouring of working time housewives who work as fish retailers. This research was conducted from June to July 2021 in Alak District, Kupang City. The method used is using the case study method using a qualitative approach. The population taken is all women who work as active fish retailers. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and documentation. Outpouring of working time for hour time units: for non-fisherman wives in the eastern, western and transitional seasons that is at least an average of 12 hours. As for the fisherman's wife, the equation is only in the eastern season and the transition is at least an average of 10 hours, then in the Western season at least an average of 6 hours. The outpouring of working time for the unit time of day: for non-fisherman wives in the east, west and transitional seasons is 30 days. As for the fisherman's wife, there is a difference for each season, namely the eastern season on average 17 days; the Western season on average 15 days; then the transitional season on average 16 days. Keywords: Alak District, Housewives, Retailers, Outpouring Of Working Time.
PREVALENSI DAN INTENSITAS INFEKSI ANISAKIS SP. PADA HASIL TANGKAPAN THUNNUS SP. DI PERAIRAN LAUT FLORES, NUSA TENGGARA TIMUR Guntur, Saldi; Soewarlan, Lady Cindy; Sine, Kiik G.
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.45 KB)

Abstract

Abstrak - Tuna (Thunnus sp.) merupakan ikan dengan tujuan ekspor. Negara yang menjadi tujuan utama adalah Amerika Serikat dan Jepang. Nilai ekspor TTC selama periode 2016 sampai 2017 mengalami kenaikan sebesar 16,57%. Tuna merupakan salah satu jenis makanan yang dapat dikonsumsi mentah, yang menjadi makanan favorit bagi beberapa negara seperti Jepang, Korea, Cina, Malaysia, Indonesia (restoran Jepang). Penyakit Anisakiasis sering terjadi di negara-negara yang sering mengkonsumsi ikan mentah. Penelitian ini bertujuan agar dapat mengetahui Infeksi Anisakis sp, distribusi prevalensi, intensitas infeksi dan Pengaruh hubungan berat ikan dengan intensitas infeksi Anisakis sp pada Thunnus sp yang tertangkap di perairan laut Flores. Kata Kunci : Identifikasi Morfologi, Distribusi, Prevelensi dan Intensitas Infeksi, Hubungan Berat Ikan dengan Intensitas Infeksi Abstract - Tuna (Thunnus sp.) is a fish with the main export destination. The main export destinations are the United States and Japan. The export value of TTC during the period 2016 to 2017 increased by 16.57%. Tuna is one type of food that can be consumed raw, which is a favorite food for several countries such as Japan, Korea, China, Malaysia, Indonesia (Japanese restaurant). Anisakiasis disease often occurs in countries that often consume raw fish. This study aims to determine the infection of Anisakis sp, distribution of prevalence, intensity of infection and the effect of the relationship between fish weight and intensity of Anisakis sp infection on Thunnus sp caught in Flores sea waters. Keywords : Identification morphology , distribution, Prevalence d an intensity of infection, Relationship Weight Fish With Infection Intensity
PERAN IBU RUMAH TANGGA NELAYAN TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA (STUDI KASUS DI DESA KOLBANO KECAMATAN KOLBANO KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN) Tlonaen, Idamina; Soewarlan, Lady Cindy; Eoh, Crisca B.
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.236 KB)

Abstract

Abstrak - Penelitian ini adalah untuk menegetahui bentuk profil kegiatan dari rumah tangga nelayan, jumlah curahan waktu kerja berdasarkan peran istri nelayan, Kontribusi pendapatan istri nelayan terhadap pendapatan rumah tangga. Untuk mengetahui peran istri nelayan terhadap pendapatan rumah tangga diukur dari tiga kegiatan yaitu kegiatan produktif, reproduktif, dan juga sosial kemasyarakatan. Penelitian ini dilaksankan di Desa Kolbano, Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan, pada bulan Februari-Maret tahun 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat nelayan yang berada di Desa Kolbano yang berjumlah 58 KK. Sampel yang digunakan adalah 50% dari jumlah populasi nelayan yaitu 25 KK. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data primer dan data sekunder yaitu dengan teknik dokumentasi dan teknik wawancara dengan daftar kuesioner, kemudian data penelitian diolah dan disajikan dalam bentuk gambar dan tabel. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa istri memiliki kontribusi pada kegiatan produktif sebesar (maksimal 56%), (minimal 16,67%), dan (rata-rata 34,58%), untuk kegiatan reproduktif ( Suami 45,14%), (Istri 53,33%), (Anak 44,38%), dan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan (Suami 13,61%), (Istri 18,7%), (Anak 0%). Maka, dapat disimpulkan bahwa istri di Desa Kolbano, Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan, memiliki peran yang cukup besar dalam membantu pendapatan rumah tangga. Kata kunci: Istri, Rumah Tangga, Desa Kolbano Abstract - The purpose of this study was to determine the form of the activity profile of the fishermen household, the amount of time spent working based on the role of the fishermen's wife, the contribution of fishermen's wife's income to the fishermen's household income. Kolbano District. South Central Timor Regency. To find out the contribution of fishermen's wives to fishermen's household income, it is measured from three activities, namely productive, social reproductive and social activities. This research was carried out in Kolbano Village, Kolbano District, South Central Timor Regency, in February-March 2020. The population in this study were all fishing communities in Kolbano Village, amounting to 54 families. The sample in this study was 10% of the total fishermen population, namely 25 families. The method used in this research is quantitative descriptive analysis method. Primary data collection techniques and secondary data, namely by documentation techniques and interview techniques with a list of questionnaires, then the research data is processed and presented in the form of pictures and tables. The results showed that the wife contributed to productive activities by (maximum 56%), (minimum 16.67%), and (average 34.58%), for social reproductive activities (husband 45.14%), (Wife 53.33%), (Children 44.38%), and for social activities (Husbands 13.61%), (Wife 18.7%), (Children 0%). So, it can be concluded that the fishermen's wife in Kolbano Village, Kolbano District, South Central Timor Regency, has a significant contribution in helping fishermen household income (RTN). Keywords: Wife, Fisherman Household, Kolbano Village
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE DI DESA TANAH MERAH KECAMATAN KUPANG TENGAH, KABUPATEN KUPANG Talan, Ani; Soewarlan, Lady Cindy; Kangkan, Alexander L.
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.081 KB)

Abstract

Abstrak - Partisipasi yaitu keikutan masyarakat da1am kegiatan program penge1o1aan ekosistem mangrove untuk menjaga sumber daya pesisir tersebut agar tetap 1estari. Pene1itian bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk partisispasi masyarakat da1am penge1o1aan hutan mangrove di wi1ayah pesisir Desa Tanah Merah Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Pelaksanaan penelitian pada Juli-Agustus 2021, Pengumpulan data menggunakan teknik observasi meliputi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan mangrove di dasarkan atas 7 indikator utama yaitu (1) Partisipasi pasif/manipulatif, (2) Partisipasi informasi, (3) Partisipasi konsultasi, (4) Partisipasi insentif materiil, (5) Partisipasi fungsional, (6) Partisipasi interaktif dan (7) Partisipasi self mobilization serta wawancara dengan menggunakan ku esione secara terstuktur. Data dari hasil observasi dan wawancara dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan skala Likert. Daerah yang termasuk dalam kawasan pesisir dan yang menjadi lokasi pengambilan data peneltian yaitu pada kawasan RT 19 dan RT 20. Pene1itian ini ditemukan bahwa bentuk partisipasi masyarakat da1am penge1o1aan ekosistem mangrove di Desa Tanah Merah dapat di kelompokan atas dua tipe yaitu partisipasi pasif dengan indeks presentasi 78% berada pada kategori baik sedangkan partisipasi aktif berada pada kategori sangat tidak baik dengan indeks presentasi 22%. Kata Kunci: Partisipasi, Masyarakat, Penge1o1aan Ekosistem Mangrove Abstract- Participation is the involvement of local communities in mangrove ecosystem management activities to keep these coastal resources sustainable. The research aims to find out the forms of community participation in mangrove forest management in the coastal area of Tanah Merah Village, Central Kupang District, Kupang Regency. The study in July-August 2021, data collection using observation techniques includes community participation in mangrove forest management based on 7 main indicators namely (1) Passive participation / manipulative, (2) Information participation, (3) Consultation participation, (4) Participation of material incentives, (5) Functional participation, (6) Interactive participation and (7) Self mobilization participation and interviews using structured questionnaires. Data from observations and interviews are analyzed using qualitative descriptive analysis using the Likert scale. Areas included in coastal areas and which are the locations for data collection are in the RT 19 and RT 20 areas. This research found that the form of community participation in the management of mangrove ecosystems in Tanah Merah Village can be grouped into two types, namely passive participation with a presentation index of 78% is in the good category while active participation is in the category is very bad with a presentation index of 22%. Keywords: Participation, Community, Mangrove Ecosystem Management